
Mobil yang membawa Kaluna dan Faisal tiba di kediaman Hendra dan Riana . kedua pasangan suami istri tersebut .menyambut kedatangan keduanya .
" Selamat datang sayang ." Riana langsung memeluk Kaluna dan mencium pipinya
Faisal dan Hendra saling bersalaman dan Hendra mengajak sahabatnya tersebut masuk ke dalam rumah, hal yang sama di ikuti Riana yang langsung menarik tangan Kaluna . mereka berempat duduk di sofa .
" Liam belum pulang Hend? " tanya Faisal
Hendra yang mendapat pertanyaan tersebut mengarahkan pandangannya ke arah istrinya
" Mungkin sebentar lagi." jawab Riana
Faisal melihat jam yang melingkar di pergelangan tangannya
" Mungkin saya sama Kaluna yang terlalu cepat datang."
" Begini lebih baik . jadi kita bisa lebih lama berbincang nya." Jawab Riana kembali sambil terus mengelus punggung tangan Kaluna yang sebentar lagi akan menjadi menantunya tersebut . " oh iya sayang , katanya kamu ingin melanjutkan hobi kamu itu ." Riana merujuk dengan kegiatan Kaluna sebagai seorang make up profesional .
" Iya tan. Kaluna sekarang sudah membeli sebuah ruko untuk Kaluna tempati nantinya"
" Wah bagus itu nanti Tante yang akan jadi pelanggan tetap di sana."
Obrolan kedua perempuan berbeda generasi tersebut yang terlalu seru di saksikan oleh Faisal dan Hendar . Mereka berdua sudah seperti menjadi pendengar dari keduanya . Faisal selaku ayah Kaluna melihat betapa sayangnya Riana kepada putrinya tersebut , bahkan rasa sayang tersebut sudah sejak Kaluna masih bayi. Menerima permintaan sahabatnya tersebut untuk menjadikan Kaluna menantu di keluarga mereka rasanya suatu keputusan yang tepat .
Riana yang merasa di perhatikan oleh keduanya Pria yang duduk berhadapan dengan tersebut melirik , karena sedari tadi tatapan Riana hanya tertuju pada Kaluna .
__ADS_1
" Em .. sayang sepertinya kita harus mencari tempat yang lain . Tante kasihan sama kedua orang ini yang hanya menjadi pendengar obrolan kita berdua ." ucap Riana sambil tersenyum . Kaluna ikut mengarahkan pandangannya kepada ayah dan om Hendra nya dan ikut tersenyum .
" Ayo sayang." Riana bangkit dan menarik tangan Kaluna .
Melihat kepergian istri dan Kaluna Hendra melirik sahabatnya tersebut .
" Mungkin sebaiknya kita mencari tempat mengobrol yang lebih nyaman saja" ucap Hendar.
Hendra beranjak dari posisinya dan mengajak sahabatnya tersebut ke ruangan kerjanya .
Saat tiba di rumah Hendar waktu masih menunjukkan sore hari . hal itu di karena kan permintaan Riana sendiri untuk Faisal dan putrinya datang lebih cepat supaya mereka lebih punya banyak waktu untuk menghabiskan waktu bersama.
berbeda dengan Hendra dan Faisal yang tetap berada di lantai bawah , karena ruang kerja Hendar berada di lantai satu rumah tersebut . Riana mengajak Kaluna menuju lantai atas . Riana sengaja membawa Kaluna untuk mengobrol di sebuah kamar yang sudah beberapa tahun terakhir ini sudah sangat jarang di tempati pemiliknya. karena pemiliknya lebih memilih tinggal di apartemen yang tidak jauh dari kantornya .
Meskipun Kaluna tidak satu dua kali datang ke rumah ini , tapi tidak sekalipun dia masuk ke kamar Liam , laki-laki menjengkelkan yang tertanam di kepalanya saat dirinya masih kecil akibat peristiwa tersebut.
Riana mengajak duduk di kasur . setelah itu Riana beranjak membuka salah satu lemari dan mengambil sesuatu di dalamnya , yang bisa di lihat Kaluna itu adalah sebuah album foto .
" Tante ingin menunjukkan kamu sesuatu" ucap Riana sambil membuka album foto tersebut . Kaluna ikut memperhatikan apa yang dilakukan Riana . Saat beberapa lembar album foto tersebut terbuka terlihat seorang perempuan cantik yang tengah berbaring di ranjang rumah sakit dan di sisi kiri dan kanan nya seorang laki laki yang berdiri disisi kanan dan di sisi kiri berdiri di sepasang suami istri yang tengah menggendong bayi .
sekali lihat saja Kaluna sudah tau bahwa yang ada di foto tersebut adalah mama , ayah , Tante Riana dan om Hendra . Dan foto bayi yang ada dalam gendongan Tante Riana apa mungkin itu dirinya , tanya Kaluna dalam hati , ia kemudian mengarahkan pandangannya kepada orang yang tengah duduk di dekatnya tersebut , dan sebuah anggukan di terimah oleh Kaluna
" Iya sayang. ini kamu waktu baru lahir." jawaban Riana , seketika air mata Kaluna tidak bisa tertahan , rasa rindu terhadap mamanya kembali datang .
Riana langsung memeluk Kaluna
__ADS_1
" Hey , jangan menangis . maaf kan Tante . karena membuat kamu jadi sedih begini ." Riana ikut sedih begini .
Mendengar penuturan Riana Kaluna menggeleng yang masih di dalam pelukan Riana . Kaluna kembali ke posisinya semula , pandangnya kembali terarah pada foto tersebut begitu Riana.
" Apa kamu tau sayang , saat Tante pertama kali menggendong mu , Tante meminta kamu pada mama dan ayahmu untuk menjadi menantu Tante saat kamu besar nanti." sebuah keinginan Riana yang di sampaikan waktu itu membuat Faisal tersenyum , meskipun itu hanyalah sebuah candaan diantara sahabat tersebut , tapi siapa yang bisa menyangka keinginan Riana tersebut berlanjut hingga kini dan betul -betul menginginkan Kaluna menjadi menantunya. apalagi putranya tersebut tidak pernah terlihat bersama seorang perempuan yang di kenalkan padanya . jadi pikir Riana Liam tidak memiliki hubungan dekat dengan perempuan manapun.
" Jadi sayang apa kamu ingin memenuhi keinginan Tante . ayah kamu pasti sudah mengatakannya"
Entah Kaluna akan menjawab iya atau kah tidak , tapi satu hal yang ada di benaknya sekarang . dia ingin Selalu berada di dekat orang-orang yang begitu tulus menyayanginya .
jika dia berkata tidak , entah se kecewa apa perempuan yang berada di hadapannya dan jika ia menerima , apa pernikahannya nanti akan bahagia ?. mengingat sampai sekarang dia belum bertemu dengan Liam dan bertanya tentang satu hal pada laki-laki tersebut , apa dia juga menerima perjodohan ini . Dia hanya takut jika laki-laki itu terpaksa tapi tidak bisa menolak, mungkin berbeda dengan dirinya dia akan berusaha menerima meskipun dirinya juga tidak yakin dengan apa yang akan terjadi kedepannya nanti.
Kaluna mengangguk tanda menyetujui keinginan Riana. Apa dia punya pilihan yang lebih baik dari ini ? . impiannya hanya ingin dekat dengan orang-orang yang menyayanginya , sesederhana itu . untuk Masalah hatinya , dia ingi menyerahkan semuanya pada takdir .
Riana tersenyum bahagia dan kembali memeluk Kaluna , Kaluna bisa merasakan kehangatan pelukan Riana , pelukan seorang ibu yang sudah lama tidak pernah ia rasakan .
Riana melonggarkan pelukannya
" Terima kasih sayang ." ucap Riana sambil mengecup dahi Kaluna
" Iya Tante ." jawab Kaluna dengan senyuman di wajahnya
" Mulai sekarang jangan panggil Tante . panggil mama yah . "
Mendengar permintaan Riana seketika Kaluna tersenyum bahagian dan kembali memeluk tubuh perempuan yang kedepannya akan menjadi mama mertua nya tersebut .
__ADS_1