Maaf Aku Yang Harus Pergi

Maaf Aku Yang Harus Pergi
Permintaan Kaluna


__ADS_3

" Kak jangan melakukan itu lagi?" ucap Kaluna menatap suaminya yang saat ini berada di sampingnya . yang di minta tidak mengerti maksud perkataan Istrinya .


" Melakukan apa?" tanya Liam bingung


" Mencium ku di tempat umum."


" Memang kenapa ?, kita pasangan suami istri apa itu masalah? "


" Tentu saja itu Masalah , Kak Liam melakukanya di tempat umum dan tempat ini milik kak Liam sendiri apalagi di lihat sama pegawai kakak , apa kakak tidak malu ?"


" Kamu terlalu memikirkan pendapat orang ." Liam tidak peduli dengan protes istrinya membuat Kaluna kesal sendiri .


" Kak " panggil Kaluna kembali sambil menarik ujung jas milik suaminya


" Em "


" Kakak harus janji tidak melakukan itu lagi ." pinta Kaluna lagi .


Liam menarik nafasnya dan menghembuskan dengan kasar


" Jadi kamu mau aku melakukanya di mana? di tempat yang tidak terlihat orang ?


Kaluna mengangguk .


" Baiklah kalau begitu mari kita lakukan disini ." Liam langsung menyatukan bibirnya dengan bibir Kaluna , dengan waktu yang tidak sebentar . karena saat ini mereka berdua sedang berada di dalam lift khusus yang akan membawa keduanya menuju lantai tertinggi gedung ini . sesuai permintaan Kaluna dia akan melakukan di tempat yang tidak di lihat orang sama sekali .


Saat Liam menyudahi tanganya menyentuh bibir bawah istinya menghapus jejak yang ia tinggalkan di sana . Menarik pinggang Kaluna untuk merapat ke tubuhnya . Kaluna hanya mengikuti apa yang di lakukan suaminya sambil keduanya tanganya menempel di dada Liam . keduanya saling menatap


" Masih ingin protes ?" tanya Liam , Kaluna langsung menggeleng . Ia tau Liam sedikit kesal dengan aksi protes ya tadi , karena dari cara Liam menyatukan bibir mereka tidak seperti biasanya begitu lembut tapi tadi suaminya melakukannya sedikit kasar . jadi dia tidak akan protes atas apa yang sudah di lakukan suaminya kali ini .


Ting


Pintu lift terbuka Liam keluar dengan masih menggema tangan istrinya melangkah menuju ruangannya.


Karena ini pertama kali Kaluna datang , pandangannya menatap setiap sudut ruangan itu . pandangan Kaluna berhenti di meja di mana terdapat makan yang sudah tersedia , dia tersenyum mengingat saat dia datang ke kantor ayahnya waktu itu , ayahnya juga menyiapkan makanan begitu banyak .


Saat pintu sudah di tutup Liam , laki-laki itu langsung menarik tangan istrinya untuk ikut duduk bersamanya , tapi Liam meminta Kaluna duduk di atas pangkuannya mengapit kedua bahanya . keduanya saling menatap satu sama lain.


" Apa kak Liam tidak Suka dengan apa yang aku katakan tadi waktu di lift?"

__ADS_1


Liam tidak menjawab , membuat Kaluna Merassa bersalah .


" Kak"


Masih tidak merespon .


" Baiklah aku tidak akan protes jika kak Liam melakukanya di mana pun ." ucapan Kaluna sontak membuat Liam tersenyum , dia tidak menyangka ternyata Kaluna begitu khawatir jika dia kesal terhadapnya ."


" Kenapa ?" tanya Liam , mengarah pada keputusan Kaluna yang berubah hanya karena dia tidak merespon perkataan Kaluna .


" Aku tidak suka kalau kak Liam mendiami ku seperti ini ." jawaban Kaluna sambil menundukkan kepalanya . tangan Liam mengapit dagu Kaluna , meminta Kaluna kembali menatapnya .


" Memang kenapa ?" tanya Liam kembali .


" Rasanya begitu tidak nyaman di sini." Kaluna menyentuh dadanya .


Jawaban Kaluna membuat Liam tersenyum , itu "Jadi aku bisa melakukanya di mana pun ?


Kaluna mengangguk


" dan kamu tidak akan menolak ."


" Kalau begitu aku ingin melakukanya disini ." tangan Liam sudah berada di balik baju yang di kenakan Kaluna , karena saat ini Kaluna menggunakan dress selutut jadi sangat mudah liam menempatkan tangannya di sana .


" Kak Liam mau apa ?" tanya Kaluna panik


" Kenapa , bukannya kamu tidak akan protes ?" mengingatkan Kaluna akan janjinya tadi


" Tapi kan aku hanya bilang masalah ciuman tadi bukan yang lain ."


" Apa itu berbeda ?"


" Kak " Kaluna menggerakkan tubuhnya kerena kesal , Liam menyatakan sesuatu yang berbeda .


" Jangan bergerak Kaluna ."


kenapa ? tanya Kaluna panik pasalnya dia melihat ekspresi suaminya seperti orang kesakitan


" Aku terlalu Berat ya kak , kalau begit aku akan turun ." tapi Liam malah menahan tubuhnya . membuat Kaluna heran sendiri.

__ADS_1


" kamu merasakannya .? tanya Liam dengan suaranya terdengar berat


Dada Kaluna berdebar , saat sadar ada sesuatu di bawah sana yang mengganjal miliknya .


Tangan lima kembali bergerak berusaha melepaskan kain tipis yang menutupi Kaluna .


" Tapi kak, ini kantor ." Kaluna masih menahan tangan suaminya


" Memang kenapa ?" sungguh Liam sudah tidak tahan , saat pertama Kaluna duduk di pangkuannya dia sudah bisa merasakan miliknya yang merespon dengan begitu cepat . Bahkan saat tau istrinya akan datang ke hotelnya dia emang sudah berfikir ingin melakukannya di kantor . Entah kenapa semenjak permata kali melakukannya dia sudah tidak tahan jika setiap kali Kaluna berdekatan dengannya , apalagi posisi Kaluna yang seperti ini , Semakin membuatnya tidak tahan ,


" Aku pasti berteriak jika melakukanya." Kaluna takut jika suaranya sampai terdengar keluar .


Liam tersenyum , dan mendekatkan wajahnya ke telinga istrinya kemudian berbisik ." Justru aku suka jika kamu berteriak apalagi menyebut namaku." kata Liam ter jeda." kamu tenang saja sekarang jam istirahat "


setelah mengatakan itu Liam langsung menarik kain tipis milik Kaluna dan membuangnya ke sembarang arah dan mengeluarkan miliknya , Kaluna tidak mampu menolak keinginan suaminya karena dia juga begitu menikmatinya .


Tangan Kaluna langsung memeluk erat tubuh Liam saat laki-laki ini membaut di bawah sana saling bertemu .


" Bergerak , sayang " pinta Liam karena kaluna hanya diam sambil memeluknya


Kaluna kemudian bergerak mengikuti perintah suaminya .


Aaaaggghhh... erangan panjang keluar dari bibir Liam dia sungguh menikmati gerakan Kaluna yang begitu lincah di atas pangkuannya .


Berbeda dengan Liam yang begitu bebas mengeluarkan suaranya Kaluna justru berusaha tidak bersuara dengan cara membekap mulutnya sendiri sambil terus bergerak menaik turunkan miliknya .


Liam yang melihat itu meminta Kaluna melepaskan tangannya yang menutup mulutnya, tapi Kaluna hanya menggeleng. hingga Liam harus melepaskan dengan paksa dan mengganti dengan bibirnya , Agar Kaluna tidak mengeluarkan suaranya yang susah paya di tahan tapi karena sudah tidak sanggup Kaluna menjauhkan bibirnya dari Liam karena dia merasakan akan ada yang keluar dari dalam dirinya .


" K..ak..aku"


Kaluna ingin kembali menutup mulutnya karena dia yakin dia kan berteriak sekarang juga , tapi Liam langsung menahan tangan Kaluna dengan menautkan jari-jari nya dengan jari-jari Kaluna, dia ingin mendengar teriakan kepuasan keluar dari bibir indah istrinya .


kak... Aaaaagggghhh


Akhirnya suara yang begitu Liam tunggu keluar dan terdengar begitu indah di telinga nya , Kaluna langsung menjatuhkan tubuhnya ke dada suaminya dengan nafas yang tersengal .


Tangan Liam memeluk erat tubuh yang berada di dadanya itu, penyatuan mereka masih belum terlepas . Lama keduanya dalam ke adaan seperti itu hingga suara ketukan terdengar dari luar , Kaluna langsung turun dari dari pangkuan suaminya dan memungut benda yang di lempar ke sembarang oleh suaminya tadi. kemudian masuk ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya , berbeda dengan Liam , dia hanya merapikan penampilannya karena memang saat mereka melakukannya keduanya tidak melepaskan pakaian sama sekali. Setelah itu Liam Kemudian mempersilahkan orang itu masuk .


" Ada apa ?" tanya Liam saat orang itu masuk yang ternyata adalah Gio

__ADS_1


" Tuan Jon ingin bertemu ." ucap Gio setelah duduk .


__ADS_2