Maaf Aku Yang Harus Pergi

Maaf Aku Yang Harus Pergi
Alyssa Putri Elma


__ADS_3

Liam memarkir mobilnya setalah memasuki halaman sebuah rumah sederhana, dari dalam mobil dia bisa melihat keramaian rumah itu , rumah sederhana dengan halaman cukup luas , membuat penghuninya akan merasa nyaman berlarian ke sana kemari . Setelah cukup lama terdiam di dalam mobil , Liam akhirnya turun , berkunjung ketempat ini sering ia lakukan . Dari arah teras seseorang sudah siap menyambut kedatangannya.


" Selamat datang pak Liam , kami senang anda berkunjung kesini ."


" Iya Bu . Apa saya bisa melihat Alyssa?"


" Tentu saja bisa , mari saya antar ." mereka kemudian berjalan beriringan masuk kedalam rumah itu.


Di ruang tengah Liam dapat melihat anak perempuan yang tengah sibuk bermain sendiri dengan mainan yang ada di tangannya, sesekali mainan itu ia masukkan ke dalam mulutnya.


" Alyssa." panggil ibu yang menemani Liam saat masuk .


Anak yang sudah berusia 1 tahun itu berbalik saat namanya di panggil . dengan cepat dia merangkak mendekat saat melihat siapa yang datang . seperti sudah menghafal wajah Liam Alyssa begitu bersemangat mendatangi laki-laki itu . Saat sudah berada dalam gendongan Liam Alyssa menepuk-nepuk pipi Liam dengan tawa yang tidak berhenti .


Alyssa Putri Elma, anak perempuan yang memilik mata berwarna biru dengan rambut pirang ,membuat dia terlihat berbeda dia antara anak -anak yang lain yang tinggal di tempat itu , sekitar Lima bulan lalu , Liam membawanya ke tempat ini , karena sebelumnya Alyssa tinggal bersama ibu Anna , Tapi ibu yang sudah dianggap orang tua oleh Elma sudah pergi meninggalkan dunia ini .


Liam kemudian membawa Alyssa untuk duduk di sebuah sofa , mengajak Alyssa bermain dengan mainan yang baru dia belikan untuknya saat di perjalanan menuju kesini .


selama satu jam Liam menemani Alyssa bermain, membuat Alyssa tertidur di pangkuannya . Liam kemudian membawa Alyssa masuk ke dalam kamar .


" Alyssa sudah tidur ya pak ?"


" Iya Bu. kalau begitu saya pamit ."


Perempuan yang sudah memasuki usia setengah abad itu mengantar Liam, tidak lupa Liam menyampaikan pesan untuk menjaga Alyssa juga Liam memberikan uang untuk biaya Alyssa.


Liam kemudian meninggalkan tempat itu , tempat yang rutin ia kunjungi hanya untuk melihat perkembangan Alyssa.


" Aku akan merawatnya untukmu ." keinginan Liam yang di gelengan kepala oleh Elma.


" Aku hidup di panti asuhan, mungkin takdir Putriku juga harus sama seperti ibunya ."


Elma yang masih terus berusaha menghubungi Liam saat waktu kelahirannya sudah sangat dekat, Tapi sampai saat itu pun belum ada jawab dari Liam , akhirnya Elma memutuskan untuk kembali dan mencari Liam .


" Bu , di luar ada perempuan yang nyariin den Liam ."


Kening Riana mengerut " Siapa ?" tanya Riana yang tengah sibuk di dapur membantu pelayannya menyiapkan makan siang


" Kurang tau Bu , tapi saya lihat perempuan itu tengah hamil besar ."


Riana langsung meninggalkan dapur, sepertinya dia tau siapa perempuan itu setelah mendengarkan cerita putranya .


Elma yang di persilahkan duduk oleh pelayan tadi kembali berdiri setelah melihat seorang wanita yang datang mendekat , karena ia yakin wanita itu pasti ibu dari Liam .


Riana memperhatikan Elma dari atas sampai bawah . Jika bisa dia ingin marah pada perempuan yang sementara berdiri di hadapannya ini , karena kehadirannya di kehidupan putranya , Kaluna meninggalkan mereka semua . tapi Riana juga sadar jika perempuan ini tidak tau apa -apa . sungguh tidak bijak jika dia melampiaskan kekesalannya pada Elma karena akar permasalahannya ada pada Liam , putranya .


" Apa kamu Elma ?" tanya Riana berusaha berbicara setenang mungkin


Elma lagsung mengangguk . " Iya Bu ."


" duduklah " Riana mempersilahkan Elma untuk duduk

__ADS_1


" Jika kamu datang ke sini untuk mencari Liam , dia tidak ada disini. aku sudah tau bagaiman hubunganmu dengan putraku baik sekarang ataupun di masa lalu ."


Elma mendengarkan kata demi kata yang di keluarkan oleh Riana . ibu dari Liam itu tiba -tiba beranjak dari duduknya dan kembali membawa sesuatu di tangannya lalu menyerahkannya pada Elma .


" Kau bisa membukanya ."


Elma tampak kebingungan dengan benda yang ada di depannya , tapi di tetap dengan pelan membuka album foto itu . seketika mata Elma membulat sempurna Setalah melihat isi dari album tersebut . Elma tidak bisa berfikir dengan baik dengan sebuah fakta yang ada di tangganya , jadi selama ini laki-laki yang menikahinya dan dia yakini masih mencintainya sudah memiliki istri .


***


Liam yang sementara di kantor tapi pikirannya sementara tidak baik-baik saja karena istrinya belum bisa ia temukan sampai sekarang . Hp miliknya berbunyi dengan cepat Liam mengangkatnya .


" Bagaimana ? apa kau sudah menemukan kemana istriku pergi . " tanya Liam pada orang yang menelponnya .


" Maaf pak, saya belum berhasil menemukan informasi keberadaan istri anda , padahal saya sudah mengecek semua penerbangan tapi tidak ada tanda -tanda jika istri pak Liam meninggalkan negara ini ."


Liam mulai meremas rambutnya, laki-laki bernama Ryan itu sungguh membuatnya tidak mampu melacak keberadaan Kaluna . tanpa mendengarkan penjelasan lebih lanjut Liam lagsung menutup telpon itu .


selang beberapa menit hp Liam kembali berdering .


" Jika kamu tidak menemukan keberadaannya sebaiknya jangan pernah menghubungiku " Liam berteriak .


" Liam ada apa denganmu , kenapa berteriak pada mama."


Liam tidak sadar jika yang sementara menelponnya adalah Riana .


" Mama . maaf aku tidak tau jika mama yang menelpon ."


" Belum ma ." jawab Liam lesu . " Ada apa mama menelpon ?"


" Perempuan itu . Elma. dia datang mencari mu."


Liam lagsung menegakkan posisi duduknya . " Elma datang ke rumah ?" tanya Liam kaget


" Iya . temui dia selesaikan urusanmu dengannya kalau tidak, papa mu akan benar -benar marah padamu ."


***


Elma di larikan ke rumah sakit setelah kepulangan ya dari rumah Liam , ibu Anna menemukannya terjatuh dan mengalami pendarahan .


" Sakit Bu ." Elma tidak berhenti meringis kesakitan pada perutnya .


" Sabar ya nak ." ibu Anna berusaha menenangkan Elma yang sementara di atas ranjang rumah sakit dan di dorong oleh beberapa suster .


Elma langsung di masukkan ke ruang operasi.


" Tolong anak saya dokter ." mohon Ibu Anna pada dokter yang akan memasuki ruang operasi .


" Iya Bu kami akan berusaha. ibu jangan panik dan bantu kami dengan doa" semua tim dokter lagsung masuk ke ruang operasi .


Ibu Anna menangis tersedu -sedu saat menunggu di depan ruang operasi , ia Selalu di temani anak asuhnya yaitu kiyya yang berusaha menenangkan nya .

__ADS_1


Di tengah kecemasannya terlihat Liam yang melangkah dengan cepat ke arahnya


" Bu bagaimana dengan Elma ?" Liam yang setelah menerima telpon dari Riana langsung mendatangi rumah Bu Anna tapi saat tiba di sana Elma tidak ada dan beberapa orang yang tinggal di sana mengatakan jika Elma di bawa ke rumah sakit akibat terjatuh .


Wanita itu langsung memeluk Liam ." Elma mencari mu nak , kamu kenapa tidak datang menjemputnya ." ibu Anna menangis dia begitu ketakutan jika sesuatu tejadi pada Elma .


" Maaf Bu ." hanya kata itu yang bisa di katakan Liam , ini memang salahnya , dia terlalu fokus untuk mencari Kaluna sampai lupa dengan Elma .


Di ruang operasi dokter sementara berjuang untuk menyelamatkan dua nyawa , akibat pendarahan yang terjadi padanya Elma rahimnya mengalami masalah .


" Pasien mengalami ruptur uteri , dokter ." ucapan salah satu asisten dokter ."


" Jangan panik , kita coba lakukan yang terbaik sebisanya mungkin ." ucap dokter menyemangati timnya dengan keringat sudah membasahi keningnya .


Di depan ruang operasi semuanya menunggu dengan cemas dan tak hentinya melafal doa , dan setelah melihat lampu ruang operasi mati ibu Anna langsung berdiri begitupun dengan Liam .


" Bagaimana dengan operasinya ?" tanya Bu Anna pada dokter setelah keluar dari ruang operasi . sebelum menjawab dokter itu menatap ibu Anna dan beralih menatap Liam .


" Apa anda suaminya ?" tanya dokter tersebut dia lebih memilih berbicara dengan Liam dari pada ibu Anna .


" Iya saya suaminya . "


" Kalau begitu saya ingin bicara dengan ananda ."


Liam mengikuti langkah dokter tersebut menjauh dari posisi ibu Anna . wanita itu susah susah menyadari jika Elma sedang tidak baik-baik saja .


" Apa istri saya bai-baik saja ?"


" Maaf pak , rahim istri anda mengalami robekan yang menyebabkan pendarahan yang tidak bisa kami hentikan dan ini berakibat pada nyawa istri Anda , kami hanya bisa menyelamatkan anak anda ."


" Jadi maksud dokter istri saya tidak bisa bertahan ?"


dokter hanya mengangguk lemah . Liam langsung masuk ke ruangan Elma tanpa memperdulikan ibu Anna yang meminta penjelasnya padanya . wanita itu kemudian mendatangi dokter tersebut.


Liam yang sudah beradab di dalam ruangan Elma , melangkah dengan pelan , Elma dengan wajah lemah menatap ke arah Liam yang sedang duduk di dekatnya . air matanya jatuh mengingat kembali kata-kata yang di ucapkan oleh Riana jika Liam sudah menikah dan sangat mencintai istrinya .


" Kaluna Jeinna ."


Satu kalimat itu membuat Liam menatap Elma dengan lekat begitupun sebaliknya . mata mereka bertemu.


" Kenapa kamu tidak bilang . kamu sudah menjadikan aku perempuan paling jahat di dunia ."


" Maaf ." Liam menundukkan kepala , merasa bersalah karena sudah menyakiti dua perempuan sekaligus dengan keputusan yang sudah dia ambil .


" Seharusnya aku yang minta maaf , aku pikir cinta yang kamu milik masih sama yang aku miliki aku lupa Jika waktu bisa merubah segalanya . "


" Elma ."


" Aku belum selesai bicara ."


Elma memotong kalimat yang akan di ucapkan Liam

__ADS_1


" Apa kamu tau ? kami pernah bertemu sebelumnya .


__ADS_2