Maaf Aku Yang Harus Pergi

Maaf Aku Yang Harus Pergi
Melahirkan


__ADS_3

Beberapa bulan kemudian sesuai janjinya kepada sang istri, Gio tetap berada di negaranya dan tidak pindah ke negara di mana orang taunya kini menatap, Gio juga sudah memberi pemahaman pada sang mama. 


Lalu bagaimana dengan pasangan Kaluna dan liam, tentu saja pasangan itu Selalu bahagia, terlebih lagi Kaluna, wanita yang tengah hamil besar itu selalu di sirami cinta dan perhatian oleh suaminya, Liam selalu mengabulkan apapun yang di inginkan sepanjang masa kehamilannya. 


Ceklek 


Pintu kamar terbuka, Kaluna yang tengah duduk di tempat tidur menatap ke datangan suaminya yang baru pulang dari kantor saat malam sudah datang, dia memang tidak keluar untuk menyambutnya karena itu adalah keinginan Liam, dia tidak ingin sang istri lelah dan hanya memintanya untuk menunggu di dalam kamar itu pun kalau dia pulang tidak terlalu larut tapi jika pekerjaannya sudah tidak terkendali dia akan meminta Kaluna untuk tidur lebih dulu. 


"Kak liam sudah pulang ?" Kaluna yang akan beranjak dari tempat tidur langsung di cegah oleh sang suami. Dia ingin menyiapkan air hangat untuk di gunakan Liam membersihkan diri.


"Tetap di tempat mu sayang, biar aku yang melakukannya." Ucap Liam dan langsung masuk ke dalam kamar mandi, Kaluna melanjutkan apa yang ia lakukan sambil menunggu sang suami selesia dengan urusannya. 


Baberapa menit kemudian Liam kelaur sambil mengerikan rambutnya. Dia kemudian mendekat ke tempat tidur. 


" Kamu lagi apa?" Liam sudah berdiri di samping Kaluna, yang membuat ibu hamil itu mendongakkan kepalanya. 


"Membaca cerita untuknya." Ucap Kaluna sambil mengelus perutnya, matanya terpejam saat Liam mendaratkan bibirnya di keningnya kemudian ke dua kelopak matanya dan yang terakhir Bibirnya. Liam membutuhkan waktu yang agak lama di sana, seperti sudah menjadi kegiatan rutin sebelum bergabung naik ke tempat tidur.


Setelah ci*Uman itu terlepas Liam kemudian naik ke tempat tidur duduk bersadar seperti yang di lakukan sang istri, Kemudian menarik tubuh Kaluna untuk bersadar di dadanya


"Bagiamana hari ini, apa saja yang kamu lakukan? " Ucap liam sambil menarik simpul kain yang menutupi tubuh Kaluna,setelah terlepas liam kemudian meletakkan tangan besarnya pada perut itu yang sudah membesar, mengelusnya untuk menyalurkan rasa cintanya pada calon bayinya. 


"Aku tidak melukai apa-apa, itu kan mau kak Liam, jadi aku hanya di rumah sambil terus berjalan -jalan di di pinggir pantai di temani bibi Tia." 


Liam tersenyum mendengar laporan Kaluna, dia memang meminta sang istri tidak kemana-mana apa lagi ke ruko, dia tidak ingin kaluna sampai ke lelehan yang membaut anak mereka akan kenapa-kenapa. 


"Kak Liam tidak melihat Elif ?" 


"Aku sudah melihatnya sebelum masuk ke sini." 


"Be-na-rkah." Suara Kaluna mulai terputus -putus karena ulah jari sang suami, elusan di perutnya tadi kini berpindah ke bawah sana, bergerak di bagian sensitif tubuhnya yang masih di lapis kain tipis. 


"Aku ingin menjenguk nya." Liam berbisik di telinga Kaluna dan tanpa menunggu kata iya dari sang istri Liam merubah posisinya, membaringkan Kaluna dengan nyaman kemudian dia naik ke atas tubuh sang istri tapi Liam berusaha menahan tubuhnya dengan tidak terlalu menindih perut besar Kaluna. 


Liam menunduk memberi kecupan pada perut Kaluna tepat di pusarnya. 


"Daddy menjenguk mu dulu ya sayang." Ucap Liam dan kembali menci*UM perut yang sudah membulat itu. Setelah meminta izin kepada calon bayinya Liam kemudian naik ke atas mensejajarkan wajahnya dengan Kaluna. 

__ADS_1


Liam tersenyum Kaluna juga ikut tersenyum. Liam merapikan anak ribut Kaluna yang menutupi wajah cantiknya.  kemudain menundukkan kepalanya dan menyatukan bibirnya mereka , Kaluna menyabut penyatuan itu dan langsung membuka mulutnya untuk membuat Liam melakukan sesukanya di dalam sana. Kaluna bisa merasakan bagaimana lidah sang suami bergerak liar di dalam sana, menyapu setiap sudut mulutnya, mata Kaluna terpejam tanganya meras kedua sisi bahu lebar suaminya. Suara sesapan itu begitu jelas terdengar memenuhi kamar itu. 


Mata kaluna semakin terpejam kuat saat penyatuan bibir itu terlepas dan kini suaminya berpindah menelusuri lehernya, meninggalkan jejak di sana yang membaut Kaluna tidak berhenti mend..Esah 


Dan tidak tau kapan Liam sudah melepas Semua kain yang menutupi tubuhnya. Kaluna tidak sadar karena pusat pikirannya hanya tertuju pada sentuhan yang di berikan Liam di setiap inci permukaan kulitnya. 


Setelah puas meninggalkan jejak di tubuh sang istri Liam kemudian kembali mensejajarkan wajahnya pada Kaluna yang sudah terlihat sayu karena sentuhannya. 


"Aku akan mulia sekarang." Setalah mengatakan itu, Liam menuntun Kaluna berbaring menyamping agar tidak menyakiti bayinya, kemudian salah satu kaki sang istri Liam tekuk dan yang satunya di buatkan tetap seperti semula lurus ke bawah. 


Ahhhh


Arrrrrgg


De.sahan kaluna dan erangan Liam keluar secara bersama saat di bawah sana sudah menyatu dengan sempurna. 


"Apa terasa nyama ?" 


Tanya Liam yang sudah melalui menggerakkan miliknya dengan begitu pelan. Meskipun gerakan sang suami begitu pelan tapi tetap saja mampu membuat Kaluna tidak hentinya Mende..sah nikmat . Untuk itu dia hanya mengangguk untuk menjawab pertanyaan sang suami sambil jari jarinya meremas seprai dengan begitu kuat.  


Liam menyentuh wajah Kaluna dan memintanya untuk menatap dirinya kemudian  Liam menunduk dan menyatukan bibir mereka Kembali sambil di bawah sana terus bergerak . Garakan Liam tidak cepat karena tidak ingin menyakiti bayinya yang masih di dalam perut sang istri, meskipun hampir setiap malam melakukannya Liam tidak pernah melakukanya seperti saat Kaluna belum hamil berbeda dengan sekarang Liam bergerak begitu lembut yang tetap bisa memuaskan Kaluna dan juga dirinya. 


Arrrrrgg


"Terimah kasih." Ucap Liam.


Kaluna tersenyum dan mengangguk karena posisinya masih membelakangi Liam. 


Liam kemudian memeluk Kaluna dan mulai memejamkan matanya begitupun dengan kaluna . 


"sssttt." 


Baru beberapa menit Liam terlelap, tiba -tiba terdengar suara kesakitan dari Kaluna dengan cepat Liam membuka matanya dan duduk di samping Kaluna. 


"Kenapa sayang ?" 


"Perutku sakit kak." Ucap Kaluna. Sambil memegangi perutnya, Liam juga ikut menyentuhnya. 

__ADS_1


"Apa aku menyakitinya ?" Liam mulai panik takut jika gerakannya tadi ternyata menyakiti bayinya. 


Kaluna tidak menjawab dia merasa kedua pahanya basah. 


"Kak sepertinya air ketuban ku pecah." Mendengar itu Liam dengan cepat menyiapkan selimut yang menutupi tubuh mereka berdua dan benar saja kasur sudah terlihat basah. Liam kemudian bangkit memakai pakaiannya dan juga memakaikan pakaian untuk Kaluna dan langsung menangkap tubuh Kaluna keluar kamar, sebelum keluar dia sudah membangunkan pelayan di rumahnya dan juga supir untuk membawanya ke rumah sakit karena sepertinya Kaluna akan segar melahirkan. 


Di ruang bersalin 


Liam mendampingi Kaluna yang akan segar melahirkan, tangannya menggenggam erat tangan Kaluna .


Liam tidak berhenti meneteskan air matanya saat Kaluna sudah mulai mengejang, di membayangkan bagaimana perjuangan saat melahirkan pertama kali tanpa dirinya yang harus berjuang sendiri. 


"Arrrrrrrgggggg." 


"Lagi Bu."


Pinta sang dokter yang menangani persalinan Kaluna. 


"Arrrrrrrgggggg." 


dan terdengar suara tangisan bayi memenuhi ruang bersalin itu. Liam yang mendengar suara bayi untuk pertama kalinya langsung menangis dan mencium semua sudut wajah sang istri. 


"Maafkan aku kaluna. Maaf kan aku , karena harus berjuang sendiri melahirkan putriku.  Kaluna juga menitikkan air matanya karena sudah berhasil melahirkan untuk kedua kalinya dan sekarang ada orang yang mencintai nya mendampingi dirinya .


"Maafkan aku ." Ucap Liam kembali sambil menyatukan keningnya dengan sang isteri. 


TAMAT


Terima kasih untuk reader setia kisah Kaluna Jeinna dan Liam Abian Darel. maaf jika kisah ini banyak kekurangannya kerena ini merupakan karya pertama author 🥰🥰🥰..


Pasti ada yang ingin bilang kok tamat, kan ayah dari Alyssa belum diketahui siapa ??? ☺️☺️...


tenang tenang , nanti kedepannya akan ada kisah untuk menjawab pertanyaan itu siapa sebenarnya ayah dari Alyssa , tapi simpan dulu yah penasarannya 😄😄😄 . yang pasti bukan Ryan ya, Ryan itu punyanya Author makanya dia belum nikah-nikah padahal sudah tua . hahahah . sebenarnya ayah dari Alyssa ada kok di novel ini, tapi mungkin tidak ada yang sadar saja . heheh.


Alyssa dan Elif akan di kisah kan sebagai saudara yang saling menyayangi.


Jika ada orang di dunia ini yang paling menyayangi Elif maka orang itu adalah Alyssa dan jika ada orang yang paling di sayangi Elif maka itu adalah Alyssa.

__ADS_1


Begitulah kira-kira hubungan Elif dan Alyssa di masa depan bagi yang sudah melihat visualnya. cantik keduanya berbeda ya yang satu pemilik mata biru dan yang satu pemilik mata coklat . 🥰🥰🥰


Eh kok jadi saudara Thor .. pasti itu lagi kan pertanyaannya. nah untuk pertanyaan ini Author akan jawab langsung di novel itu , akan bab bonusnya . jadi tetap di tunggu ya ..


__ADS_2