Maaf Aku Yang Harus Pergi

Maaf Aku Yang Harus Pergi
Tamu bulanan


__ADS_3

Liam langsung pulang ke apartemennya setelah mendapat telpon dari Ryan , laki-laki itu minta maaf jika hari ini membuat istrinya bersedih, Ryan menceritakan semua yang terjadi pada Liam , tentang siapa dia dan kenapa bisa begitu dekat dengan Kaluna , semuanya Ryan ungkapkan .


" Kaluna " panggilan Liam saat pintu apartemennya ia buka , ia tidak melihat Kaluna dan panggilannya pun tidak ada yang menjawab. Liam Mencari di setiap sudut apartemennya dan tetap memanggil nama Kaluna, tapi tetap saja tidak ada jawaban , hingga Liam mendengar suara tangisan yang terdengar lirih ,Liam berusaha mendekati sumber suara itu yang berasal dari balkon apartemen, di sana terlihat Kaluna sedang menangis menunduk sambil memeluk lututnya , dengan langkah pelan Liam mendekat dan duduk di samping Kaluna , tanpa berkata apa-apa Liam langsung membawa Kaluna masuk kedalam pelukannya .


Kaluna yang tidak menyadari kedatangan Liam, kaget dengan perlakuan Liam .


" Kak" ucap Kaluna lirih sambil menatap laki-laki yang tengah memeluknya itu.


Liam menghapus air mata Kaluna dengan ibu jarinya .


" Sudah makan ?"


Dibandingkan dengan menanyakan apa yang Kaluna lakukan hari ini, Liam lebih memilih menanyakan hal lain , dia tidak ingin Kaluna bercerita tentang aktifitasnya dan kembali membuat perempuan yang sementara nyaman di pelukannya itu kembali bersedih ,


Kaluna menggeleng .


" Hem .. seharusnya aku tidak mengizinkan laki-laki itu membawa istriku , dia bahkan tidak memberimu makan. " Liam sebenarnya hanya bercanda mengeluarkan kalimat itu bermaksud untuk menghibur Kaluna .


" Bukan seperti itu , kak Ryan sudah mengajakku makan , tapi aku tidak memiliki selera untuk makan ."


" Benarkah? kalau begitu temani aku makan sesuatu."


" Aw..Kak "


Kaluna terkejut kerena Liam tiba-tiba menggendongnya ala bridal style, Karena takut terjatuh Kaluna langsung mengalungkan tangannya pada leher Liam .

__ADS_1


" Kak , turunkan aku, aku pasti berat "


" Tidak . tidak sama sekali ." Jawab Liam dengan menggelengkan kepalanya .


Liam membawa Kaluna menuju ruang tamu dan mendudukkannya, kemudian melangkah mendekati dapur . Kaluna yang duduk di sofa hanya memperhatikan apa yang sedang di lakukan laki-laki yang berstatus suaminya itu , meskipun sampai sekarang mereka beluma melakukan hubungan seperti layaknya suami istri .


Seperti sama-sama mengerti dan berusaha memahami perasaan mereka masing -masing , mungkin itu yang menjadi alasan ke duan nya .


Tidak lama kemudian Liam datang dengan membawa sesuatu di tangannya , suatu yang berharap bisa membuat mood Kaluna kembali dan tidak bersedih lagi . satu cup es krim besar Liam ambil dari dalam kulkas, setidaknya Liam tau jika Kaluna sangat menyukai es krim , apa lagi menikmatinya saat hujan tengah turun , sebenarnya Liam sedikit heran dengan istrinya ini , karena jika biasanya orang menikmati es krim ketika cuaca panas tapi berbeda dengan Kaluna dia justru ingin menikmati makanan ini saat cuaca dingin.


Benar saja , melihat itu Kaluna langsung tersenyum. bahkan raut sedih di wajahnya berangsur menghilang . Liam yang melihat itu hanya menggelengkan kepalanya , dia melihat Kaluna seperti anak kecil yang mendapat mainan baru dari orang tuannya . Ah di lupa jika jarak usianya dengan Kaluna memang terpaut cukup jauh . dia kembali mengingat saat masa lalunya , saat Kaluna datang ke rumah, dia sering di minta mamanya untuk menyuapi Kaluna jika sudah waktunya kaluna makan, dan yang paling tidak dia sadari jika dulu saat Kaluna berusia dua tahun , dia pernah menghias wajah itu , wajah Kaluna yang menggemaskan ketika itu membuat Liam tidak tahan lalu mengambil pemerah bibir mamanya dan memakaikannya pada Kaluna dan mengikat rambut Kaluna dengan ikatan-ikatan kecil. Liam juga ingat dia sering memberikan Kaluna mainannya , mungkin karena pada dasarnya Kaluna adalah perempuan sedangkan dia adalah laki-laki , Kaluna tidak pernah tertarik dan malah lebih tertarik dengan peralatan make up milik mamanya , semua itu jelas Kaluna tidak ingat karena usianya masih dua tahun saat mamanya sering membawa Kaluna kerumahnya dan jika mamanya sibuk akan menyiapkan makanan pasti yang di minta menjaga Kaluna adalah dirinya .


Sambil memerhatikan lakukan menikmati es krim, mata Liam tidak berhenti menatap kaluna yang duduk di depannya karena posisi duduk Liam sekarang tengah menyamping . Ingatan Liam pun kembali lagi saat di mana dia banyak menghabiskan waktu bersama Kaluna hingga Usia Kaluna 5 tahun dan pindah keluar negeri, Liam juga baru sadar jika awal mula Kaluna menyukai pekerjaannya sekarang itu adalah karena dirinya sendiri yang selalu memberikan Kaluna peralatan make up milik mamanya .


Es krim di tangan Kaluna terjatuh saat Liam tiba menyatukan bibir mereka . sebenarnya pemilik L.A.D Grup itu sudah sejak tadi tidak tahan ingin menikmati bibir istrinya . bibir perempuan yang ingin dia lindungi dan menjauhkan dari kesedih , saat dia tahu jika kepergian Kaluna beberapa tahun yang lalu ternyata membawa kesedihan yang begitu mendalam . Membuat Liam semakin ingin membuat Kaluna tetap berada di dekatnya membuat Kaluna merasa nyaman , membuat Kaluna tidak pernah lagi menangis karena kehilangan.


Kaluna yang untuk kesekian kalinya mendapat serangan tiba - tiba dari Liam hanya bisa diam dia hanya berusaha menetralisir debaran jantungnya atas perlakuan Liam . menunggu laki ini menyudahi pungutan nya , tapi di luar dugaan cara Liam kali ini berbeda dengan waktu itu , Liam bahkan menutut Kaluna untuk membalas . Kaluna yang belum pernah berada di situasi seperti ini jelas kebingungan hingga akhirnya Liam menggigit bibir bawahnya .


" ahh" Kaluna meringis, bibirnya terbuka membuat Liam dengan leluasa menikmati bibir terbelah miliknya .


Pungutan itu terlepas saat Liam sudah merasakan Kaluna kesulitan untuk nafas . terbukti saat Liam menyudahi, dada Kaluna naik turun, berusaha mengambil udara sebanyak mungkin .


"Maaf." ucap Liam lirih . Ia takut jika Kaluna keberatan dengan apa yang Ia lakukan, karena Liam tau pasti Kaluna keget dengan apa yang baru dia lakukan .


"Maaf ." ucap Liam lagi. " . Mata Kaluna tidak lepas memandang Liam begitupun sebaliknya , berusaha mencari tau bagaimana perasaan laki-laki ini terhadapnya .

__ADS_1


" Tetaplah di dekatku, aku akan mengganti kenangan yang selama ini membuatmu sedih , aku akan berusaha membuatmu selalu tersenyum ." ucap Liam


Kaluna tersenyum dan tanpa Liam duga justru Kaluna kembali menautkan bibir Meraka . tangannya terangkat naik ke atas leher Liam ,memperdalam ciumannya . Liam yang juga tidak tinggal diam membalas ciuman itu tangan kirinya berada di tengkuk Kaluna sedangkan tangan kanannya berada di pinggang Kaluna , membuat ciuman itu semakin dalam, menikmati rasa manis bibir terbelah itu , puas menikmati bibir istrinya cium itu berpindah ke leher jenjang Milik Kaluna ,


" Ahh" satu ******* lolos dari bibir Kaluna . membuat Liam menginginkan lebih . Kaluna hanya pasrah , dia sudah siap apapun akan Liam Kaluna pada dirinya , karena dia sudah bertekad menyerahkan hatinya pada Liam , suaminya. Kata -kata Liam membuat dia yakin dengan laki-laki ini . apa lagi akhir-akhir ini perlakuan Liam membuat Kaluna merasa diistimewakan .


Mungkin malam ini adakah malam pertama mereka sebagai suami istri yang sebenarnya setelah beberapa bulan Meraka menikah. Tapi suatu deringan telpon membuat Kaluna tersadar , dan itu adalah milik Liam . dia berusaha mendorong Liam yang sudah menindihnya.


" Kak." panggil Kaluna lirih tapi Liam tetap tidak peduli . laki-laki itu bahkan sudah berada di bagian sensitif tubuhnya , Kaluna juga tidak tau kapan laki-laki ini berhasil pelepas kain di tubuhnya . Dia tetap berusaha menyadarkan Liam meraih wajah Liam untuk menatapnya , karena Kaluna yakin panggilan itu cukup penting.


" Kak" panggil Kaluna lagi sambil meraih wajah Liam dan berhasil , Kaluna dapat melihat tatapan mata Liam yang sudah di selimuti kabut gairah, Kaluna sebenarnya ingin tertawa tapi takut laki-laki ini akan tersinggung .


" Jangan di lanjutkan." Perkataan Kaluna sontak membuat ekspresi Liam seketika berubah , dia pikir apa Kaluna tidak ingin melakukannya .


" Kenapa ?" tanya Liam yang masih menindih tubuh Kaluna .


Kaluna melihat perubahan ekspresi wajah Liam sebenarnya merasa bersalah , Tapi dia juga baru ingat jika ternyata tamu bulannya masih berlangsung meskipun sudah akan berakhir . Dia terbuai oleh ciuman dari Liam dan tanpa sadar memancing laki ini untuk ingin melakukan lebih .


" Tamu bulanan ku belum selesai ." ucap Kaluna lirih sambil mengelus lembut pipi Liam . mendengar jawaban Kaluna kening liam mengerut , sedikit bingung dengan jawaban Kaluna .


" Maksudnya ?"


Kaluna kembali tersenyum , ternyata Liam tidak mengerti maksud perkataannya .


" Tamu bulanan " Kaluna mengulang lagi kata-katanya sambil tatapnya ke arah bawah .

__ADS_1


__ADS_2