Maaf Aku Yang Harus Pergi

Maaf Aku Yang Harus Pergi
Karena masih ada cinta untukku


__ADS_3

Kaluna bangun dari tidurnya, dia bisa melihat langit di laur sana sudah berganti menjadi gelap, dia melihat ke arah samping, tidak mendapati Liam di sana. Dengan pelan Kaluna bangun duduk dan bersandar di sandaran ranjang Setelah menegakkan pakaiannya, Ia mengutuk dirinya sediri karena begitu mudah memberikan maaf untuk laki -laki dan luluh dengan sentuhannya


" Elif." Tiba -tiba ingatkan kaluna tertuju pada putrinya, saat sudah akan beranjak dari tempat tidur pintu kamar itu terbuka , membuat Kaluna menghentikan gerakannya bahkan ke dua kakinya sudah turun dari ranjang dan menyentuh lantai.


" Kamu sudah bagun?"


Liam mendekat duduk di samping Kaluna, yang di tanya hanya diam tidak membersihkan respon apapun.


Liam yang semuda duduk di samping Kaluna kini berpindah dan berjongkok di depan Kaluna, tangan Liam kemudian meraih kedua tangan Kaluna.


" Ada apa , apa kamu menyesal ?" kerena Kaluna hanya diam membuat Liam berfikir jika Kaluna menyesali, setelah apa yang baru saja mereka lewati.


Kaluna menatap wajah laki-laki yang sementara berada di depannya, tanganya menyentuh wajah Liam.


"Aku marah pada diriku sendiri, Kenapa aku begitu mudah memaafkan mu."


Liam diam mengedarkan kalimat yang baru di ucapkan Kaluna. Ia kemudian meraih tangan Kaluna yang sementara berada di pipinya, Liam mencium tangan itu.


"Itu karena masih ada cinta untuk ku di sini." Liam menunjuk dada Kaluna.


Setelah mengatakan itu Liam kemudian berdiri, kedua tanganya berada di kedua sisi pipi Kaluna.


" Karena itu kamu memaafkan ku . Terimah kasih sudah memberikan aku kesempatan , untuk bersama Kalian." Liam kemudian mengecup kuning kedua mata , hidung dan terkahir bibir Kaluna . Dia begitu bersyukur karena kesempatan yang di berikan Kaluna untuknya .


" Elif menunggu kita di bawa untuk makan malam, aku tadi meninggalkan nya untuk memanggilmu, mau turun sekarang ?"


Kaluna menganggu, dia sudah terlalu lama meninggalkan putrinya.


Kaluna dan Liam kemudian turun, ke bawa bersama dengan tangan Liam tidak melepaskan tangan Kaluna, tapi setelah berada dekat dengan Elif Kaluna langsung meminta Liam untuk melepaskan genggaman nya , entah apa yang akan di pikirkan Putrinya jika melihatnya seperti tadi, lain juga memahami itu.

__ADS_1


" Mommy, mommy dari mana kok baru kelihatan?" Elif yang sudah duduk di meja makan langsung melontarkan pertanyaan kepada mommy nya, karena tadi, dia di bawa keluar dari vila oleh orang beberapa orang dan di ajak untuk berjalan-jalan setelah pulang dia hanya mendapati laki-laki yang Selalu dia panggil Uncle yang tengah sibuk menyiapkan makanan


" Kaluna yang mendapat pertanyaan seperti itu dari putrinya , jelas ke kebingungan , dia harus memberikan jawaban apa kepada putrinya .


" Mommy mu tadi tidur dan baru bangun ." Liam yang akhirnya memberikan jawaban pada Elif karena melihat Kaluna masih mencari jawaban yang bagus untuk pertanyaan Elif.


" Ayo kita makan ." ucap Liam , dan Elif langsung menyantap makan yang sudah tersaji di depannya. Liam yang duduk di antara Elif dan Kaluna melayani Ke dua perempuan itu , menanyakan makan apa yang ingin mereka makan dan Liam yang mengambilnya kemudian membawa makanan itu ke dalam piring mereka masing-masing .


Setelah selesai makan ketiganya berkumpul di ruangan yang cukup luas dengan beralaskan karpet berbulu, Kaluna duduk menyaksikan interaksi Elif dan Liam , Liam yang sedang sibuk membacakan buku bergambar untuk Elif yang tengah duduk di pangkuannya. Seolah kehadirannya tidak ada di antara mereka. Hingga pada akhirnya Elif tertidur karena malam sudah larut.


Liam kemudian mengangkat tubuh Elif untuk naik ke lantai atas menuju kamarnya begitupun dengan Kaluna.


"Apa aku boleh tidur di sini bersama kalian?"


Kaluna diam sejenak kemudian menatap Elif.


"Aku akan meninggalkan kamar ini sebelum Elif bangun."


Akhirnya Kaluna mengizinkan Liam untuk tidur bersamanya dan Elif, Elif berada di antara mereka.


" Terimah kasih sudah memberiku kesempatan." Liam memiringkan posisinya begitu pun dengan Kaluna .Entah sudah berapa kali Liam mengatakan kata terimah kasih pada Kaluna dia juga tidak menghitung ya tapi dia merasa sebanyak apapun dia mengulanginya Kata terimah kasih dan maaf itu terasa belum cukup dengan apa yang ia dapatkan sekarang, Hingga Kaluna tertidur hanya kata terimah kasih dan maaf yang menjadi pengantar tidurnya, hanya kalimat itu yang di ucapakan Liam sambil. Liam belum menutup matanya stelah melihat kaluna tertidur , Ia mengecup puncak kepala Elif dan berpindah tempat di sampling Kaluna dia tidak ingin jika nanti Elif tiba -tiba temanggung dan melihat dirinya di samping anak ini dan alasannya yang lain tentu saja dia ingin tidur sambil memeluk kaluna, perempuan yang begitu dia rindukan .


Tanpa Kaluna Kaluna Sadari Liam sudah berada di belakang tubuhnya begitu menempel padanya dan tangan Liam berada di pinggang Kaluna , dia ikut menghirup aroma tubuh perempuan yang begitu di rindukannya .


Seperti janjinya semalam, Liam akan Bangun sebelum Elif menyadari keberadaanya , terbukti saat Kaluna terbangun juga Elif laki-laki itu sudah tidak ada di tempat tidur yang sama.


" Kalian sudah bangun ?" Liam berjalan keluar dari arah dapur saat melihat Kaluna dan Elif sudah ada di lantai bawah. Liam memang sudah meninggalkan kamar itu sebelum jam 5 pagi dan lagsung kembali ke kamarnya untuk membersihkan diri setelah itu lagsung ke dapur menyiapkan sarapan untuk mereka.


" Kamu memasak?" tanya Kaluna karena melihat tidak ada siapa -siapa di sini selain mereka bertiga, Kaluna berfikir yang menyiapkan makanan itu adalah orang suruhan laki-laki ini.

__ADS_1


" Iya dan kebetulan makanannya sudah siapa, jadi ayo kita makan ."


Liam langsung menarik tangan Elif untuk lepas dari Kaluna .


" Uncle masuk apa hari ini ?" tanya Elif yang sudah berada di gendongan Liam.


" Kamu mau makan apa ?"


Elif tampak berfikir.


" Aku ingin makan masakan mommy."


" Ah , sepertinya hari ini kamu tidak akan mendapatkannya sayang karena hari ini kamu akan makan masakan Uncle, tidak masalah kan?"


" Tidak masalah ." jawab Elif . Kaluna yang ikut di belakang mereka tersenyum mendengarkan obrolan ayah dan anak itu, yang tampak begitu akrab, sepetinya Liam berhasil merebut hati putrinya, sebelum kata maaf darinya yang juga berhasil ia dapatkan.


Di meja makan hanya Elif dan Kaluna yang menikmati sarapan mereka sedangan Liam, malah sibuk menyuapi Elif .


" Kapan kita kembali?" tanya Kaluna di sela sarapan mereka. Dia sudah terlalu lama di sini dan meninggalkan tanggung jawabnya dan Ryan pasti mencari mereka .


"Tidak sekarang."


" Terus kapan ?"


"Satu bulan dari sekarang." jawab Liam sambil terus menyuapi Elif .


" Apa?" jelas saja Kaluna kaget dengan jawab Liam.


" Aku ingin menghabiskan waktu bersama kalian di sini dan lagi, aku ingin Elif tau yang sebenarnya sebelum meninggalkan tempat ini."

__ADS_1


" Satu bulan, apa yang akan di lakukan di tempat seperti ini, tidak ada siapa -siapa di sini ?" batin Kaluna tidak terimah , dia ingin keluar segara dari tempat ini.


Sedangkan Liam hanya tersenyum melihat ekspresi tidak terimah Kaluna.


__ADS_2