Maaf Aku Yang Harus Pergi

Maaf Aku Yang Harus Pergi
Keputusan Liam


__ADS_3

Hari ini saat di kalender menunjukkan tanggal 27 .05.2022 , di sebuah kamar di salah satu hotel berbintang milik seorang pengusaha muda bernama Liam Abian Darel , seorang perempuan duduk di depan meja rias kamar tersebut dengan di temani seorang Make up artis yang dari 2 jam lalu sibuk mempercantik dirinya . meskipun pada dasar wajah yang dia miliki sudah sangat sempurna .


Kaluna Jeinna masih belum paham arah pemikiran laki-laki yang sebentar lagi akan menjadi suaminya itu . apa yang dia tangkap dari setiap kalimat dari Liam waktu itu saat pertemuan terakhirnya satu bulan yang lalu membuktikan jika laki-laki itu memiliki seseorang yang tidak biasa di hatinya. Tapi hanya berselang satu Minggu setelah pertemuan mereka berdua. lamaran resmi datang dan tanpa pertunangan lebih dulu , dan hari ini mereka akan menjadi pasangan suami istri .


Selama persiapan pernikahan antara mereka. Kaluna dan Liam begitu jarang bertemu .


Hanya Riana yang paling sibuk mengurusi pernikahan putranya tersebut , ibu dari Liam itu sangat bersemangat untuk menjadikan


putri dari sahabatnya tersebut menantunya . impian di masa lalu hanya sebuah candaan tapi hari ini akan menjadi kenyataan .


" Apa sudah selesai." Suara seorang perempuan terdengar saat pintu kamar hotel tersebut langkahnya mendekati Kaluna .


" Kamu sangat cantik sayang." puji Riana yang melihat wajah calon menantunya tersebut di cermin Kaluna yang mendapat pujian seperti itu mengembangkan senyumnya . bukankah itu sangatlah menyenangkan di kelilingi orang yang menyayangi kita dengan tulus .


Jika ada yang bertanda kenapa Kaluna mengambil keputusan tetap melanjutkan pernikahan dengan laki-laki sudah dia sadari sejak awal memilik seseorang di hatinya . dari awal jawabannya adalah Kaluna haus akan kasi sayang dari , kasi sayang yang pernah hilang selama bertahun tahun dan kini rasa yang begitu ia rindukan di tawarkan kepada nya lantas bagaimana dia akan menghindar apalagi menolaknya . Pernah satu hari Kaluna bertanya pada Riana apakah Liam pernah dekat dengan seseorang . Jawaban mama Riana sedikit melegakan hatinya, setidaknya dia sedang tidak memiliki yang seharusnya milik orang lain . tapi meskipun begitu pertanyaan Liam waktu itu masih mengganjal di hatinya atau mungkin saja dia yang salah berspekulasi. semoga saja begitu itu harapan Kaluna , meskipun antara mereka berdua tidak memiliki perasaan sama sekali .


Sementara itu di kamar yang berbeda tampak Liam melakukan hal yang sama bersiap siap sebelum ijab kabul yang beberapa saat lagi akan ia lakukan .


" Li , lu yakin dengan ini?" tanya Gio Ia tidak yakin dengan keputusan sahabatnya itu . Saat Liam pertama kali menyampaikan keputusannya itu dia yang pertama kali mempertanyakan keputusan sahabatnya itu .


" Kalau gue nggak yakin . acara ini tidak akan ada." jawab Liam sambil menyempurnakan penampilannya di depan cermin .


" Li . gue ini sabat lu . gue tau pasti perasaan itu untuk siapa Sampai sekarang ."


Liam diam tidak menanggapi pertanyaan Gio .


sampai terdengar suara bel pintu tersebut berbunyi dan Gio pergi membukanya .


" Maaf den Gio . kata bapak. penghulunya sudah datang." jawab pak Aryo salah satu pelayan rumah Riana dan Hendra .


" Kami akan segera ke sana pak " Jawab Gio . setelah berkata begitu . Pak Arya meninggal kedua sahabat tersebut dan Gio kembali penutup pintu kamar hotel tersebut .


Liam mengambil jam tangan yang terletak di atas meja rias kamar tersebut dan memakainya tidak lupa dia memakai kopiah hitam dan sudah bersiap menuju lokasi dimana Ia akan mengucapkan ijab kabul . Gio yang masih berdiri di tak jauh dari pintu memperhatikan setiap detail yang di lakukan. sahabatnya tersebut . saat Liam melangkah mendekati pintu tersebut Gio menahan bahu sahabatnya tersebut.


" Semoga apa yang kamu lakukan ini adalah sesuatu yang benar ." ucap Gio . mendengar itu Liam melirik sahabatnya tersebut dan tersenyum dan menepuk bahu sahabatnya .


" Kamu tenang saja dia sangat mengerti."


Liam kemudian meraih ganggang pintu tersebut dan membukanya Gio ikut berjalan mengiringi Liam .


Kembali ketempat di mana Kaluna berada

__ADS_1


Riana yang membantu Kaluna bersiap -siap tidak pernah memudarkan senyumnya. begitupun Kaluna . ia berusaha menghilangkan pikiran-pikiran yang menurutnya tidak penting.


Sat ini Riana mendampingi Kaluna menuju Tempat dimana akan di laksanakan ijab kabul.


" aunty Luna cantik "


Gyan yang menerobos masuk di ruangan tersebut langsung memberikan pujian ya tersebut, dari arah belakang bocah laki-laki tersebut terlihat Sarah .


" Maaf ya Lun.Gyan memaksa ketemu kamu . katanya dia harus melihat aunty nya dulu sebelum di ambil uncle." mendengar hal itu sontak membuat Kaluna tertawa begitu pun juga Riana .


Rian , Sarah dan Gyan mendampingi Kaluna .


Dan di tempat yang akan di datangi Kaluna terlihat Liam sudah duduk di hadapan penghulu . sementara itu Faisal berada tepat dihadapan Liam , laki-laki itu sudah siap menikahkan putrinya .


dari arah pintu aula hotel yang mereka tempati untuk akad dan di lanjutkan dengan resepsi terlihat Kaluna di dampingi oleh Riana . Semua mata tertuju pada Kaluna tidak terkecuali Liam dan Gio . Kecantikan putri dari Faisal dan mendiang Naya tersebut sangat sempurna .


setelah duduk di samping Liam . Kaluna menundukkan wajahnya saat Liam sudah Malai mengucapkan lafaz ijab kabul dan beberapa saat kemudian orang -orang yang menjadi saksi pernikahan mereka lantang mengucapkan


SAH...


Setelah itu Kaluna Liam dan Kaluna saling memasangkan cincin dan Kaluna meraih tangan Liam untuk mencium punggung tangan tersebut dan Liam membalas dengan mengecup kening Kaluna .


Riana tanpa sadar menitikkan air mata . Perempuan yang baru saja menjadi ibu mertua dari Kaluna Jeinna itu mengingat hati terakhir dimana sahabatnya menitipkan pesan untuknya .


" Ri aku titip Luna yah.." suara Naya terdengar lirih


Riana tidak sanggup menjawab air matanya hanya mengalir melihat keadaan sahabatnya tersebut . Mereka hanya berdua di ruangan yang mendominasi warna putih


" Aku bisa melihat dari mata mas Faisal . dia begitu marah dengan putrinya sendiri. aku takut Kaluna terabaikan . Dia tidak punya siap-siapa selain ayahnya."


Riana betul-betul tidak sanggup untuk tidak menangis di hadapan Naya . meskipun di berusaha meyakinkan dirinya bawah sabatnya tersebut akan baik-baik saja tapi kenyataanya tidak begitu . Dokter sudah mengatakan bawah benturan yang di alami Naya membuat bayi yang di salam kandungannya tidak tertolong yang berdampak juga dengan nyawa sahabatnya itu .


"Nay, kamu tenang saja." suara Riana terdengar parau di setiap kata-kata yang keluar dari bibirnya . " Kamu tau sendiri kan aku begitu menyayangi Luna. apa kamu ingat saat Luna baru lahir . aku pernah bilang ingin menjadikannya menantu . aku akan mewujudkannya untukmu." kata -kata Riana membuat Naya tersenyum .


Riana tersentak dari lamunannya saat sebuah rangkulan berada di bahunya . Ia kemudian menatap wajah yang sudah hidup bersamanya tersebut selama berpuluh-puluh tahun memberikan dia cinta yang begitu sempurna . sebuah senyuman terlihat di bibir laki-laki yang sudah tidak muda itu .


****


Hai ☺️ kenalan yuk kepada para visual karakter di Novel Maaf Aku yang Harus Pergi.


__ADS_1


...GIO...


( Sahabat Liam yang menjadi Asisten pribadi )



...Erika...


( Model dari tim Elma Aliza saat belajar di ESMOD Paris)



...Leon...


...( Teman satu Tim Elma )...



...Xena...


...( Teman satu tim Elma )...



...Gyan...


...( Putra dari Sarah )...



...Sarah...


...( Ibu Gyan )...



...Ryan...


Semoga visualnya bisa mewakili karakter masing-masing tokoh ya ☺️


Terimah kasih Author ucapakan bagi yang sudah meluangkan waktunya untuk membaca novel ini , Author mengharaokan dukungannya jangan lupa untuk meninggalkan komentarnya . terima kasih

__ADS_1


__ADS_2