
Kembali di malam yang sama saat Farzana mengalami penyerangan
Di lantai tertinggi sebuah gedung perhotelan, meskipun malam susah sangat larut dan mungkin saja akan berganti menuju pagi . ruangan pemiliknya masih berpenghuni . Liam belum beranjak dari ruangannya Bahkan telpon dari istrinya tidak di angkat dan hanya sebuah pesan yang ia kirimkan , mengatakan jika malam ini ada banyak pekerjaan yang harus Ia selesaikan .
Pemilik L.A.D grup itu masih setia di balik meja kerjanya, duduk menyandarkan tubuhnya di sadar kursi salah satu lengannya Ia letakkan di atas keningnya .
Dia berusaha mencerna semua fakta yang baru ia dengar dan Ia dapatkan . Sebuah kesalahan yang dilakukan oleh orang kepercayaannya , membuat garis takdirnya berubah tidak sesuai yang ia rencanakan selama ini , Liam adalah orang yang dari usia sekolah sudah mengatur dengan baik rencana hidupnya ke depan , bagaimana nantinya dia menjalani hidup di masa depannya sudah dia aturan sedemikian rupa , tapi hari itu saat orang kepercayaannya datang dengan menyampaikan fakta yang sangat berbeda dengan apa yang dia dengar dari Elma Aliza membuatnya harus merubah semua rencana hidupnya .
Saat dia sudah menyimpan nama Kaluna Jeinna di dalam hatinya , tapi kenapa kehadiran Elma juga tidak mempu dia abaikan , air mata Elma yang keluar dari mata yang begitu ia kagumi terdengar begitu menyayat hati , pelukan Elma yang begitu erat saat pertemuan pertama mereka tidak mampu dia lepaskan , rindu. mungkin itu adalah ungkapan dari perlakuan Elma tadi.
Karena dia tidak mau ada memperhatikannya Dia harus membawa Elma masuk ke ruangannya .
" Li , aku sangat merindukanmu " ucap Elma lirih yang masih memeluk erat tubuh Liam , mereka berdua sementara duduk di sofa yang sama , Liam hanya menepuk tubuh yang tidak berhenti bergetar itu karena tangisnya yang juga tidak berhenti .
" Kenapa kamu tidak datang malam itu , aku menunggumu , aku menunggumu Li sampai sekarang pun aku tetap menunggumu ." Elma mengungkapkan apa yang terpendam lama di hatinya selama ini . air mata juga tak henti keluar dari netra nya.
Satu kesalahan yang di lakukan Liam di masalah lalu , dia tidak pernah menyangka jika hal itu membuat mereka sama -sama menghilang . saat Liam terus mencari keberadaan Elma dan Elma yang terus menunggu Liam untuk mencarinya . Tapi saat takdir mempertemukan mereka kembali apa yang harus di lakukan oleh dirinya ? Liam sungguh memikirkan semua itu , ada hati yang harus ia jaga dan ada hati lain yang tidak dia inginkan terluka untuk kedua kalinya , dua perasaan yang tidak mungkin Ia abaikan begitu saja .
Saat Liam kebingungan dengan perasaannya . sebuah ketukan pintu mengalikan semua itu .
Tok..tok..tok
" Masuk "
Ceklek
pintu terbuka seorang laki-laki masuk dengan pakaian lengkap
" Maaf pak , saya pikir bapak sudah pulang jadi saya ke sini untuk membersihkan ruangan bapak ."
__ADS_1
" Masuklah aku memang akan pulang sekarang, kau bisa membersihkannya ." Liam kemudian beranjak dari kursinya, bersiap kembali ke apartemennya .
Liam melangkah masuk ke dalam apartemen, dia melirik ke sofa di mana Kaluna biasa tertidur menunggunya , tapi malam ini Kaluna tidak melakukannya karena atas permintaan dirinya . Saat dia membuka pintu kamar di sana dia bisa melihat Kaluna sudah tertidur di bawah selimut . Seperti biasa Liam akan langsung membersihkan dirinya terlebih dahulu sebelum mendekat ke tempat tidur , ia kemudian melangkahkan kakinya masuk ke dalam kamar mandi dan setelah itu dia langsung merebahkan tubuhnya di samping istrinya. Liam berbaring di hadapan Kaluna , meskipun lampu kamar sudah di matikan tapi masih ada cahaya lampu tidur yang menyala , ini karena Kaluna tidak suka jika ruangan gelap , sehingga Liam masih bisa menatap wajah yang begitu lelap tertidur di hadapannya .
Semakin lama Ia menatap wajah Kaluna , ingatnya kembali saat bagaiman dia berjanji dengan perempuan ini untuk tetap berada di sampingnya , berjanji untuk menghilangkan rasa sedih di wajahnya.. Tangan Liam terangkat menyentuh pipi lembut Kaluna, mengelus wajah yang selama ini ia lihat saat terbangun dari tidurnya .
" emmm.. kak , susah pulang ?" suara Kaluna terdengar Serak khas bangun turun , Ia terbangun karena merasakan sentuhan di wajahnya . Liam hanya tersenyum tanganya masih berada di wajah Kaluna .
" Ada apa ? apa Kak Liam ada masalah ? tanya Kaluna. melihat wajah suaminya yang terlihat begitu lelah , dia berfikir mungkin suaminya memiliki banyak pekerjaan akhir -akhir ini .
Tapi Liam memilih tidak menjawab pertanyaan Kaluna , tanganya masih sibuk mengelus wajah yang ada di depannya ini .
" Tidur lah lagi "
" Tapi aku mau di peluk ." Pinta Kaluna dengan nada manja
" Apa sudah nyaman aku peluk saat tidur emm ?"
Liam langsung menarik Kaluna masuk dalam pelukannya ,tidak lupa Ia memberikan kecupan di kening Kaluna .
Mereka berdua tertidur dalam keadaan berpelukan . Liam ingin melupakan permasalahanya malam ini .
****
Saat pagi datang Liam terbangun saat tidak menyadari kehadiran Kaluna di sampingnya , dia kemudian bergegas keluar dari kamar dari arah dapur dia bisa melihat Kaluna yang tengah sibuk menyiapkan sarapan seperti biasnya .
Liam mendekat, langkahnya tidak di sadari oleh Kaluna , bibirnya lagsung memberikan ciuman basah pada leher Kaluna yang sedang mengikat tinggi rambutnya membuat Liam leluasa menikmatinya .
Kaluna berbalik saat menyadari kehadiran suaminya .
__ADS_1
" Kak Liam sudah bangun ?" Kaluna kembali sibuk menyelesaikan apa yang sementara Ia kerjakan .
" Kenapa tidak membangunkan ku?"
" Kak Liam tidurnya nyenyak sekali jadi aku tidak tega membangunkan . apa kak Liam sudah memeriksa hp , karena dari tadi tidak berhenti berbunyi dan aku lihat ada beberapa pesan yang masuk .
Deg
Seketika Liam melepaskan pelukannya dari perut Kaluna , karena dari tadi dia memeluk tubuh itu dari arah belakang .
Liam sudah berfikir jika yang menghubunginya adalah Elma karena kemarin Elma memang mengambil nomornya begitupun dirinya . Tapi Liam tidak memberi nama Elma pada nomor itu .
" Apa kamu mengangkatnya ?" tanya Liam menatap lekat Kaluna . tapi Kaluna menggeleng . memang selama ini Kaluna tidak pernah menyentuh hp miliknya , jika pun ada yang menghubungi nomor ya dia juga tidak menjawab , Kaluna hanya memberitahunya saja jika ada yang menghubunginya .
Tapi meskipun begitu Liam tetap takut , jadi dia memilih untuk memastikan .
" Kalua begitu aku ke kamar dulu ." Tanpa menunggu jawaban Kaluna , Liam bergegas kembali ke kamar dan meraih hp miliknya yang ia letakkan di atas nakas . ternyata benar dugaannya, nomor yang menghubunginya adalah milik Elma , bukan hanya menghubunginya Elma juga mengirimkan banyak pesan untuknya.
" Li , kenapa tidak mengangkat telpon ?"
" Kamu jadi Kan datang ke sini."
" aku menunggumu ."
" kali ini kamu harus menepati janjimu ."
" Aku cerita sama ibu Jika Kita sudah ketemu dan dia sangat senang dan juga ingin bertemu ."
Dan pesan terkahir Elma adalah sebuah alamat yang baru Liam tahu jika selama ini orang yang telah dia anggap orang tua oleh Elma telah tinggal jauh dari kota ini .
__ADS_1
Liam mengetik pesan setelah membaca pesan Elma .
" Iya El , akhir pekan ini aku akan ke sana ."