Maaf Aku Yang Harus Pergi

Maaf Aku Yang Harus Pergi
Mencarinya


__ADS_3

Liam memarkir mobilnya asal saat tiba di rumah kedua orang tuanya , dia berharap Kaluna ada di sana , Liam dengan berlari memasuki rumah besar itu , dia ruang tamu dia bisa melihat kedua orang tuanya tapi tidak melihat istrinya . Ketakutan mulai mengalir Liam , dia takut jika Kaluna tidak ada dan meninggalkannya . Hendra melihat kedatangan putranya langsung berdiri


" Pa Kaluna mana ?" tanya Liam saat berada di hadapan Hendra .


Plakkk...


Plaakkk


Bukan jawaban yang dapat Liam tapi sebuah Tempatan di kedua sisi wajahnya .


" Kamu masih bertanya tentang Kaluna . apa kamu pikir dia akan tetap n disini setelah suaminya menikahi wanita lain , huh ." Hendra membentak putranya.


Riana yang duduk membelakangi keduanya mendengar itu hanya memejamkan matanya , air matanya tidak berhenti keluar saat pertama Kaluna mengatakan semuanya, dia tidak pernah menyangka putranya melakukan itu pada istrinya .


" Kenapa kamu lakukan itu Li." suara Riana terdengar bergetar . Liam lagsung mendekati mamanya yang sementara duduk di sofa . Liam langsung bersimpuh di hadapan Riana.


" Apa kamu tidak pernah mencintainya ?" Kini Riana menatap wajah putranya .


Liam menggeleng " Liam sangat mencinta Kaluna ma ."


"Lantas kenapa kamu biarkan dia menangis. Dia bahkan meminta maaf pada mama, Kaluna merasa sudah menjadi penghalang Antara kamu dengan perempuan itu. " Riana bicara sabil air matanya tidak berhenti keluar kalimat Kaluna masih sangat jelas terekam di ingatannya .


" Jangan marah sama kak Liam ya mah, Kaluna hanya tidak mau menghalangi kebahagiaan kak Liam. " ucap Kaluna pipinya sudah basa dengan air matanya yang tidak berhenti keluar , Setelah pemakan selesai Kaluna mengatakan semuanya, dia tidak mungkin tetap bertahan sedangkan cinta suami ya bukan untuknya.

__ADS_1


Riana sesudah berusaha memohon untuk menunggu Liam kembali , tapi Kaluna tidak bisa, dia tidak ingin laki-laki itu tambah kebingungan memilih antara dia dan perempuan itu , karena dia yakin Liam akan memilih untuk tetap bersamanya karena permintaan Riana jika itu terjadi dia akan menjadi orang paling jahat di dunia , mengambil kebahagiaan orang lain yang sudah dia tau itu bukan miliknya .


Tubuh Liam bergetar mendengar semua kalimat yang di keluarkan oleh perempuan yang sudah melahirkannya, dia menangis , laki-laki itu menangis, dia yang meminta Kaluna untuk tetap di dekatnya dan berjanji mengganti rasa sedih Kaluna menjadi kebahagian, tapi dia bahkan menyakiti Perempuan itu berkali-kali lipat dari sakit yang pernah di rasakan Kaluna di masa lalu.


****


"Perjalan kita masih jauh, mungkin sebaiknya kamu tidur ." Pinta Ryan yang duduk di samping Kaluna , tapi Kaluna hanya menggeleng untuk menjawab permintaan Ryan tanpa mengarahkan pandangannya ke laki-laki yang ada di samping , Kaluna berusaha menyembunyikan air matanya dengan tetap menatap kearah jendela pesawat.


" Cinta memang harus kembali ke pemiliknya, maaf jika aku menjadi penghalang untuk kalian." batin Kaluna ia kemudian memejamkan matanya berusaha melupakan semua yang pernah terjadi selama ini , berusaha mengikhlaskan semuanya kerena dia tau, dari awal cinta itu memang bukan miliknya .


***


Brakkkk....


 


" Jadi maksud mu , kau sama sekali tidak mendapatkan informasi apa pun."


" Iya , Sepertinya laki-laki yang bernama Ryan menutup semua informasi tentang istri anda ." ucap orang suruhan Liam yang berdiri tepat di hadapannya bahkan dia tidak bergeming di tempatnya saat menyaksikan Liam melempar semua barang-barang barang yang ada di meja kerjanya.


" Kau boleh pergi ."


Orang itu menunduk dan meninggalkan ruangan itu .

__ADS_1


Liam langsung menjatuhkan tubuhnya di kursi ke kebesarannya menyandarkan kepalanya di sana dan meletakkan salah satu lengannya menutupi matanya . tidak lama kemudian tubuhnya bergetar sudut matanya basah . Liam menangis, dia sudah tidak tau harus mencari istrinya di mana , Kaluna betul-betul pergi meninggalkan dirinya .


Lama Liam dalam posisi itu hingga seorang mengetuk ruangannya , setelah di ijin oleh Liam orang berdiri di balik runganya masuk .


" Maaf pak saya ingin membersihkan ruangan anda . " Liam beranjak dari tempat duduknya tanpa mengeluarkan suara . sedangkan orang yang ingin membersihkan ruangannnya hanya menghela nafasnya kasar . bukan kali ini saja di melihat rungan bosnya berantakan ,bahkan sudah beberapa hari belakangan ini dan setia Ia datang bosnya itu akan meninggalkan ruanganya tanpa mengatakan apa-apa .


Tiba di apartemen Liam melangkah malas masuk ,jika biasa akan ada yang menyambutnya ketika pulang , sekarang dia kembali menjalani hidup seperti sebelum menikah pulang hanya untuk istirahat dan lebih banyak menghabiskan waktunya di kantor .


Liam melangkah menuju dapur saat ingin membuka kulkas di sana dia melihat pesan yang pernah ditinggalkan Kaluna untuknya. Saat menyiapkan sarapan sebelum Kaluna pergi , Liam sengaja menempelkannya di kulkas , Ia tidak pernah menyangka jika itu adalah makan terkahir yang di siapkan Kaluna untuknya.


Liam selalu mengutuk kebodohannya , kenapa dia tidak pernah sadar akan penyebab perubahan sikap Kaluna, dia yang selalu berfikir jika Kaluna mendiaminya karana dia tidak tau jika istrinya sakit , tenyata Kaluna marah karena Kaluna sudah tau semuanya dan malam itu Kaluna bahkan tidak bertanya dia akan kemana .


***


Sedangkan itu Elma sudah beberapa hari ini mencoba menghubungi Liam , tapi sampai sekarang tidak ada jawaban , dia sudah mencoba menelpon berkali -laki tapi telpon tidak pernah di angkat pesannya pun tidak pernah di balas oleh suaminya . Hari di mana Liam pergi tanpa pamit padanya, membuatnya kebingungan dan sampai sekarang dia tidak tau.


" Bagaimana, sudah ada kabar dari Liam?"


Elma menggeleng saat Bu Anna bertanya padanya, sebentar lagi dia akan melahirkan dia ingin di dampingi suminya saat proses melahirkan sama seperti istri lainnya , meskipun anak yang dia kandung bukan anak Liam . Elma menunduk sambil mengelus perutnya , Bu Anna yang melihat itu merasa sedih .


" Mungkin nak Liam sementara sibuk mengurus pekejaanya nak jadi dia belum bisa menjemputmu di sini ." uca Bu Anna sambil mengelus rambut Elma berusaha menghibur Elma .


" Tapi Bu Elma ini istrinya , apa dia tidak memikirkan Elma sama sekali , meskipun keluarga Liam belum tau tapi kan Elma tetap istrinya Bu. " mata Elma mulai berkaca-kaca . sudah beberapa hari ini dia terus menunggu liam di teras rumah , berharap Liam datang menjemputnya .

__ADS_1


" Elma ingin Liam mendampingi Elma saat melahirkan nanti Bu ."


Waktu yang di tentukan dokter untuknya melahirkan memang sudah dekat kurang dari 10 hari dia akan melahirkan dan Sampai sekarang Liam tidak ia ketahui keberadaanya.


__ADS_2