
Wanita itu mempercepat langkahnya mendekati Elif . Ada rasa kelegaan di hatinya setelah berhasil menemukan anak dari gurunya ini .
" Aduh Elif kamu kenapa bisa ada disini ?" wanita itu mensejajarkan tubuh ya deng Elif.
" Maaf Aunty," senyum Elif memperlihatkan deretan giginya .
" Ya sudah Ayo kita pergi , mommy mu mencari kamu dari tadi ." wanita itu kembali berdiri dan mengarahkan pandangannya ke Zana dan yang juga berdiri di dekatnya .
" Apa dia ponakan anda ?" tanya Zana
" Bukan , dia putri guru saya . kalua begitu saya pergi , terimah kasih sudah menjaga Elif ."
" Iya ."
Sebelum melangkah jauh Elif berbalik menatap Zana . " dada aunty " Elif melambaikan tangannya . Zana tersenyum membalas lambaian tangan Elif .
Setelah Elif menghilang dari pandangannya Zana kembali melanjutkan aktifitasnya . mengambil beberapa foto dan rekannya yang lain mewawancarai beberapa panitia acara tersebut . Hingga tugas itu selesai Zana dan yang lainnya kembali ke hotel .
***
Elif berjalan menuju tempat di mana sang mommy berada sekarang , sambil tangannya tidak lepas dari genggaman wanita yang menemukannya . Saat matanya melihat keberadaan sang mommy Elif langsung berlari .
" Mommy." Kaluna berbalik , Ia melihat putrinya berlari menghampiri nya .
" Kamu dari mana ?" tanya Kaluna saat Elif sudah ada dalam o pelukannya. Elif menatap wajah mommy, takut jika dia di marahi karena sudah membuat mommy nya khawatir .
" Apa mommy marah ," tanya Elif dengan wajah bersalah .Kaluna bisa melihat rasa bersalah di wajah putrinya , dia memang sungguh khawatir tadi saat tau Elif menghilang , untuk pertama kalinya Elif lepas dari pemantauannya , tapi sebelum Elif datang di bawah oleh muridnya , dia sudah bisa bernafas lega Karena Kaluna lagsung di hubungi jika Elif sudah ketemu .
" Mommy tidak marah sayang , mommy hanya khawatir, memangnya kapan mommy marah padamu ?" Elif tampak berfikir dengan menyimpan jari tununjuknya di keningnya membuat orang yang ada di situ tersenyum melihat tingkahnya .
__ADS_1
" Emm. Sepertinya tidak pernah ."
" Ya sudah kita kembali ." Kaluna menggendong Elif dan mencium pipi bulat milik putrinya .
Dia mungkin akan beristirahat sebentar di hotel kemudian pergi ke bandara untuk kembali
***
Di hotel Zana dan rekannya yang lain tengah melihat kembali hasil dokumentasi yang sudah mereka lakukan sepanjang acara . mereka duduk di sebuah meja melingkar sambil memutar video yang sudah mereka Ambil begitupun dengan beberapa foto . Meskipun Zana di tugaskan untuk mendokumentasikan acara itu dalam bentuk foto dia juga harus memeriksa hasil dari video yang rekanya ambil , semuanya harus selesai mereka edit dan sebelum mereka mengirim semua hasil dokumentasi itu akan terlebih dahulu di pekerjaan oleh senior mereka sebelum akhirnya di kirim ke kantor dan di tayangkan .
" Far, coba di cek dulu videonya apa masih ada yang perlu saya edit atau bagaimana ." rekan zana menggeser laptop agar video itu juga bisa di lihat olehnya, video yang menampilkan acara Pahsio show yang sedang berlangsung .
" Tunggu ..tunggu coba pause ." tiba -tiba Zana meminta rekannya mejeda video itu .
" Ada apa far" tanya rekannya setelah mengentikan video . Iya ikut melihat apa yang sementara di kiata oleh Zana .
" kak Luna ." batin Zana , Ia sementara melihat di dalam video itu menampilkan orang yang selama ini Gio cari , bosnya yang menghilang lima tahun yang lalu dan sekarang dia ada di tempat yang sama .
" Far mau kemana ?"
" Aku ada urusan sebentar" ia kemudian berlari keluar menuju tempat acar tadi , kebetulan hotel yang mereka tempati dan tempat acara inti cukup dekat jadi Zana hanya perlu menyebrang jalan untuk sampai di sana.
Setelah sampai di gedung itu , Zana berlari berharap di sana masih ada orang yang ia cari . Zana masuk keruangan tempat dimana ia melihat Kaluna di dalam video dan ruangan itu sudah kosong . ia
kemudian masuk ke bagain belakang panggung berharap Kaluna ada di sana , berharap Kaluna di sana setelah ia sadar jika kesini mungkin ingin ingin melihat bagaimana makeup model yang tampil malam ini tapi tetap setelah ia masuk Kaluna masih tidak ia temukan meskipun ruangan itu masih di isi beberapa orang .
Zana tidak berhenti sampai di situ , ia kemudian menuju tempat panitia acara tersebut untuk bertanya , dia berharap bisa mendapatkan informasi di sana .
Zana duduk di sebuah ruangan setelah di izinkan masuk . Zana bicara dengan salah satu panitia acara tersebut .
__ADS_1
" Maaf saya butuh bantuan . apa anda bisa membatu saya?"
" Iya , silahkan apa yang bisa saya bantu."
" Apa saya boleh meminta informasi salah satu tamu undangan anda yang datang ke acara ini namanya Kaluna Jeinna dia salah satu Make up artist?"
"Kalau beroleh saya tau , anda membutuhkannya untuk apa?"
Zana terdiam sejenak , dia juga agak bingung jika ditanya alasannya , tiba -tiba dia mengingat jika perempuan yang datang menghampiri anak kecil bernama Elif tadi mengatakan jika dia adalah murid dari mamanya Elif .
" Saya membutuhkannya untuk mendaftar ke sekolah make up yang dia buka , karena saya baru dapat informasi jika adalah orang Indonesia makanya saya tertarik untuk belajar dengannya" penjelasnya Zana terdengar meyakinkan membuat panitia itu memberikan informasi mengenai salah satu tamunya
"Kaluna Jeinna tinggal di negara Italia ." orang yang memberikan informasi kepada Zana juga memberikan alamat dimana Kaluna tingga dan alamat sekolah make up yang ia bangun ."
" Terimah kasih ." Terlihat wajah Zana yang begitu bahagia mendapatkan informasi ini .
" Apa anda tau di hotel mana ia menginap ." tanya Zana lagi, orang itu melirik jam yang ada di pergelangan tangganya .
" Em , jika pun saya mengatakan pada anda sepertinya percuma Karan ibu Kaluna sudah kembali ke negaranya 20 menit yang lalu ."
Zana keluar dari ruangan itu dengan langkah pelan , dia begitu berharap tadi bisa langsung bertemu dengan Kaluna , tapi dia tetap bersyukur karena s tidaknya di punyamu formasi di mana Kaluna menetap sekarang . Zana kemudian kembali ke hotel .
Bip
Zana masuk ke dalam saat kedua rekannya sudah akan beristirahat .
" Far, kamu dari mana ?"
" Iya nih , tadi pergi tiba-tiba ."
__ADS_1
" tadi ada urusan . " jawab Zana . Zana teringat sesuatu iya meminta foto Elif yang sempat di ambil rekannya dan juga mengambil video yang memperlihatkan Kaluna di dalam . Setelah kembali nanti mungkin pertama yang akan ia temui adalah Gio , dia tidak sabar menyampaikan kabar ini .
Selanjutnya Zana melakukan hal yang sama seperti rekanya lakukan masuk ke kamar mandi dan mulai membersihkan diri untuk bergabung dengan yang lain beristirahat, karena besok Ia akan ikut dengan lain menikmati kota yang terkenal dengan keindahannya itu.