
" Far , kamu belum cerita sama aku, apa yang kalian bicarakan malam itu ." Vivi berbisik di telinga sahabatnya yang tengah sibuk mengambil foto client yang sementara di rias oleh Kaluna , karena hari ini ketiganya sementara di hotel di mana akan di adakan sebuah pernikahan dan hotel ini merupakan hotel milik Liam . Vivi sibuk menjadi asisten untuk mengambil barang-barang yang di inginkan Kaluna , saat bosnya itu sibuk melakukan tugasnya dia masih bisa mengambil kesempatan untuk menanyakan sesuatu yang menurutnya sangat penting , Tentang hasil pertemuan sahabatnya dengan Gio , karena Vivi tau jika Farzana pergi bertemu Gio malam itu .
" Memang kamu mengharapkan apa ?" jawab Zana dengan nada santai sambil tetap mengambil mengambil foto .
" setidaknya katakan padaku apa yang Kalina bicarakan ? " tanya Vivi lagi dengan tetap berbisik di telinga sabatnya .
" Vi tolong ambilkan aku lipstik yang nomer 02 " pinta Kaluna membuat pembicaraan antara sahabat itu harus terhenti , karena Vivi harus melakukan permintaan dari Kaluna yang akan melakukan tahap terkahir dalam merias pengantinnya .
" Iya kak " jawab Vivi dan langsung mengambil yang di minta Kaluna ." selama bekerja Vivi memiliki tugas tidak hanya melakukan apa yang Kaluna minta seperti yang terjadi sekarang , terkadang Vivi di tugaskan untuk merias keluarga pengantin , karena memang Vivi sudah di latih oleh Kaluna .
Setalah melakukan apa yang di perintahkan Kaluna , Vivi kembali mendekati sahabatnya itu yang sudah selesai mengambil foto dan sedang duduk di atas kasur .
" Far , ayu beritahu aku ." Vivi sungguh penasaran .
" Di ingin aku jadi pacarnya ." jawab Zana
" Serius ? terus -terus ?" tanya Vivi lagi semakin bersemangat .
" Terus apa ? "
" Ya terus kamu jawab apa ?"
__ADS_1
" Menurut kamu, aku akan menjawab apa ?"
" kamu menolak ya ?" tanya Vivi dengan nada sedikit tidak bersemangat ."
" Memang kamu mengharapkan aku memiliki hubungan dengan laki-laki seperti itu , kamu tau sendiri kan dia laki-laki seperti apa ." Mengungkap sebuah fakta yang sudah Vivi tau, apa lagi saat dia datang ke apartemennya laki-laki itu tempo hari , melihat wanita yang datang dengan menatapnya seperti ingin menelannya hidup -hidup , Zana paham jika wanita itu pasti berfikir dirinya adalah wanita yang sengaja di ajak anaknya untuk menghabiskan malam bersama.
Sangat jelas terlihat jika memang begitu kebiasaan laki-laki itu, melihat wanita itu tidak kaget saat ada perempuan di apartemen anaknya yang menandakan jika Gio sudah biasa membawa perempuan ke apartemen miliknya, lantas apa baiknya memiliki hubungan dengan laki-laki seperti itu , berpikir pun Farzana tidak pernah dan dari awal pun dia sudah tidak tertarik dengan laki-laki itu walau tidak di pungkiri kalau Gio memiliki waja yang sangat tampan .
Vivi mendengarkan kalimat panjang lebar dari sahabtnya itu , dia juga tau tentang fakta itu , apalagi cara Gio saat berkomunikasi dengan mereka sudah sangat terlihat jika laki-laki itu ..ahhh susahlah Bahkan vivi tidak bisa melanjutkan sebuah fakta yang juga iya ketahui .
"tapi bukankah semua orang bisa berubah , mungkin Gio juga bisa berubah karena aku lihat dia betul-betul serius sama kamu ."
"Jika pun dia memang serius , saya tidak punya waktu untuk menunggu dia berubah dan jika dia berubah tapi jika tidak .."
" Nanti Kalian bisa langsung pulang , mungkin aku belum bisa pulang sekarang , apa dia antar kalian ada yang bisa mengendarai mobil ?" tanya Kaluna yang terus berjalan bertiga .
" Farzana sama aku bisa ka bawa mobil" jawab Vivi .
" Baguslah kalau begitu, kalau begitu kalian bisa bawa mobilnya pulang." Kaluna menyeramkan kunci mobilnya kepada Vivi .
" Memang kak Luna mau kemana ?" tanya Zana . Kaluna tersenyum mendengar pertanyaan .
__ADS_1
" Ingin menemui seseorang."
Kaluna memang tidak mengatakan jika hotel yang mereka tempati sekarang adalah milik suaminya , karena menurutnya itu tidak penting sama sekali dan lagi baik zana maupun Vivi belum pernah bertemu dengan suaminya . meskipun kedua sahabat itu tentang hotel ini tapi mereka tidak tau siapa pemiliknya yang Zana dan Vivi tau Gio bekerja disini .
" Sayang " sebuah surah membuat ke tiga perempuan itu berbalik , suara itu adalah milik Liam . Kaluna Memang memberitahu suaminya jika dia memiliki job di hotel milik ya dan ketika mengetahui itu Liam mengajak Kaluna makan siang bersama jika pekerjaannya sudah selesai .
Setelah menerimah pesan dari istrinya Liam langsung mendatangi Kaluna dia lantai diaman Kaluna berada .
Panggilan Liam tentu saja mengundang perhatian orang di sekitanya apalagi para pegawainya, mereka memang tau jika pemilik hotel ini sudah menikah, tapi mereka sama sekali belum pernah bertema dengan istri bosnya itu , karena saat mereka menikah kedua orang tuanya tidak mengundang banyak orang hanya kelaur dekat dan rekan bisnis saja . Jadi hal itu yang membuat pegawainya itu sampai sekarang belum pernah melihat Kaluna dan saat Liam tiba -tiba ada di lobi dan memangil dengan kata sayang membaut perhatian semua tertuju padanya , melihat langkah pemilik tempat mereka berkerja mencari sosok yang di panggil dengan kata sayang .
Kaluna yang melihat suaminya menghampirinya tersenyum ,sedangkan Vivi dan Zana juga ikut mengarahkan pandanganya ke arah laki-laki yang sementara berjalan ke arah mereka .
Tapi sesat kemudian tatapan kedua sahabat itu berubah menampilkan ekspresi kaget begitupun dengan Kaluna karena Liam langsung mengecup bibirnya , kebiasaan yang tidak akan pernah di lupakan oleh Liam baik itu sebelum mereka ke kantor dan bertemu kembali , Liam selalu melakukan hal itu , tapi Kaluna tidak pernah menyangka Jika Laim melakukannya di tempat umum seperti ini , apa lagi ini adalah hotel milik ya sendiri , yang tentu saja akan membuat yang melihat mereka kaget dan sudah pasti akan menjadi bahan pembicaraan satu gedung ini, tidak terkecuali Vivi dan Zana .
Setalah ciuman suaminya terlepas Kaluna langsung melirik ke arah Vivi da Zana kedua anak itu sudah menatap dengan tatapan lain dari biasnya . Kaluna betul -betul malu atas perlakuan suaminya ini .
setelah berpamitan dengan Vivi dan Zana , Kaluna mengikuti langkah suaminya
Vivi dan Zana juga ikut meninggalkan hotel kembali ke ruko setelah kepergian suami istri itu.
" Far aku betul-betul tidak menyangkan jika suami dari kak Luna Istri dari pemilik hotel yang kita tempati tadi , jika Liam adakah pemiliknya Berarti Gio itu asisten pak Liam dan itu berarti kak Luna kenal dengan Gio ." ucap Vivi dengan begitu antusias .
__ADS_1
Zana hanya diam mendengar semua kalimat yang di keluarkan oleh sahabatnya .