
Liam kembali ke apartemen setelah malam sudah sangat larut , terbukti saat masuk beberapa lampu di sudah di matikan , hanya bagian dapur yang tetap menyala . Setelah mengantar Kaluna kembali dia langsung ke kantor untuk membahas beberapa hal mengenai perkembangan hotel miliknya , dan mendengarkan laporan dari Gio yang juga sudah melakukan kunjungan Baru -baru ini .
Liam membuka pintu kamar dan di sana sudah terlihat Kaluna sudah terlelap di bawah selimut . Ia kemudian langsung melangkah maju kamar mandi memilih membersihkan diri terlebih dahulu sebelum ikut bergabung dengan perempuan yang sudah dia jadikan miliknya yang sebenarnya .
Setelah selesai Liam langsung merebahkan tubuhnya di samping Kaluna dan tangannya melingkar di pinggang istrinya tidak lupa Liam membenamkan wajahnya di ceruk leher yang jika diterangi cahaya akan terlihat jelas tanda indah yang sudah di ciptakan oleh dirinya di sana saat masih menikmati bulan madunya . Liam semakin membenamkan wajahnya di sana sambil menghirup aroma tubuh yang begitu menenangkan untuknya . Entah sejak kapan tubuh yang begitu nyaman di dalam pelukannya ini mendapat tempat di hatinya , mungkin sejak dia sudah mengikhlaskan perempuan masa lalunya itu sebagai takdir yang tidak di garis kan untuknya.
Saat malam di luar sana akan berganti, Kaluna masih berada di dalam dekapan suaminya . Liam yang sudah lebih dulu bangun tersenyum melihat posisi tidur Kaluna yang sudah berhadapan dengannya , dia bisa melihat wajah itu dengan jarak yang begitu dekat. Tangan Liam terangkat merapikan rambut Kaluna yang menutupi wajahnya cantiknya . Lama Liam terdiam menikmati pemandangan begitu indah di hadapannya Tapi belum ada tanda -tanda Kaluna akan terbangun, mungkin istrinya begitu lelah setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh dan sebelum itu saat pagi akan menjelang dihari keberangkatannya kembali ke negaranya, dia kembali menguasai tubuh istrinya membuat perempuan ini merintih sambil menyebut namanya dengan cara begitu indah di telinganya
Liam melirik ke arah jendela yang tidak tertutup sempurna memastikan jika matahari belum memiliki niat untuk muncul karena mereka belum melaksanakan kewajiban .
Liam sudah berusaha membangunkan Kaluna dengan cara mengelus pipinya dengan penuh kelembutan , berharap Kaluna terganggu dengan gerakan tangannya , tapi nyatanya tidak ada tanda-tanda jika ia akan bangun . Hingga akhirnya Liam memberikan kecupan di setiap inci wajah Kaluna dan itu di lakukan nya secara berulang sampai pemiliknya merasa terganggu .
" Emm, .. kak." suara Serak Kaluna begitu lembut terdengar . " Kak Liam pulang jam berapa ? maaf aku tidak sadar ."
" Tidak apa-apa, aku memang memintamu untuk tidak menungguku. karena aku tau kamu pasti sangat lelah ." Kaluna tersenyum dan tangan Liam masih memeluk erat tubuhnya . " apa masih sakit ?" tangan Liam yang semula melingkar di pinggang Kaluna , turun menyentuh sesuatu yang ada di bawah sana
" Sedikit." Jawab Kaluna jika Cahya lampu di kamar itu terang mungkin rona di wajahnya bisa terlihat jelas . ekspresi malunya dia perlihatkan dengan menyembunyikan wajahnya di dada Liam .
__ADS_1
" Kak." ucapannya lirih sambil memindahkan tangan Liam .
" Kenapa ? kamu malu em?" mendengar ucapan Liam Kaluna semakin membenamkan wajahnya di dada bidang Liam .
" Aku bahkan .." Kalimat Liam tertahan karena Kaluna sudah menahan bibir Liam untuk melanjutkannya. Ia tau kalimat apa yang akan suaminya ini katakan dan itu sangat membuatnya malu .
Liam tersenyum teryata Kaluna punya sisi lain dari dalam dirinya yaitu sedikit pemalu .
Hingga obrolan dalam dekapan itu selesai karena keduanya harus melaksanakan kewajiban.
***
Kia yang di tugaskan untuk menjemput Elma di bandara , begitu antusias menanyakan ini dan itu prihal kehidupan Elma saat di luar negeri . Elma tentu saja selalu memberikan jawab yang akan menambah Kia begitu terkagum-kagum dengannya dan ingin seperti dirinya, Pak Adit yang ada di kursi kemudi sesekali melirik ke kaca mobil sambil tersenyum mendengarkan obrolan dua perempuan berbeda usia itu yang begitu antusias .
Hingga mobil memasuki pekarangan sebuah rumah minimalis setelah menempuh beberapa jam perjalanan .
" Selamat datang anakku ." seorang wanita berjalan mendekati Elma dengan wajah yang sudah basah, sangat jelas terlihat jika di setiap kerutan di tubuhnya tersimpan kerinduan yang teramat dalam ke pada anak yang sudah dia rawat sedari kecil meskipun tidak terlahir dari rahimnya tapi di begitu menyayanginya .
__ADS_1
" Ibu ." hal yang sama juga dapat dilihat di wajah Kaluna , dia berjalan mendekati wanita itu dan masuk kedalam pelukan wanita itu . Sebuah rindu yang akhirnya bisa ia obati melalui pelukan yang begitu erat . yang melihat itu ikut terharu dan meneteskan air mata . pertemuan yang begitu membahagiakan setelah perpisahan yang begitu lama .
****
Elma duduk di samping rumah yang terdapat taman kecil di sana , sambil memperhatikan aktivitas beberapa anak-anak yang begitu bahagia bermain bersama , dia teringat saat dia masih seusia mereka , bermain bersama dengan teman-teman , bahagia tanpa terbebani dengan masalah , meskipun hidup di panti asuhan dan tidak mengenal siapa orang tuannya tapi Elma tidak pernah kekurangan kasih sayang yang di dapatkan dari ibu Anna dan pernah dia mendapatkan perhatian yang begitu istimewa dari seseorang , mengingatnya membuat Kaluna menunduk dan terlihat raut sedih di wajahnya .
Ibu Anna yang melihat itu dari dalam rumah mendekatinya .
" Ada apa. ibu lihat kamu terlihat sedih ?" tanyanya sambil duduk di samping Elma .
" Tidak ada apa-apa Bu , Elma tersenyum sambil mengalihkan pandangannya ke arah ibu Anna."
" Apa ini tentang dia ?"
Elma tidak menjawab , tapi meskipun begitu ibu Anna tau apa yang yang membuat perubahan wajah pada Elma tadi , tau bagaimana hubungan Elma dan laki-laki yang selalu mengistimewakan anak yang sudah dia besarkan sejak masih bayi ini. Sampai sekarang Elma masih menyimpan nama itu begitu rapih di dalam hatinya , hal itu sangat di ketahui ibu Anna . Meskipun Elma selama belajar di luar negeri dan tidak pernah sekalipun pulang dengan alasan tetap fokus dengan kuliahnya dan di lanjutkan dengan memulai karirnya di negara itu , dia tetap melakukan komunikasi dengan Elma dan Elma tidak pernah lupa bertanya tentang laki-laki itu , apakah dia pernah di cari . tapi hari ini laki-laki itu tidak pernah mencarinya .
Sampai sekarang pun Ibu Anna tidak tau mengapa.
__ADS_1
Kenapa laki-laki itu tidak pernah mencarinya dan tidak pernah sama sekali menghubungi Elma sampai saat ini . Jika pun laki-laki itu masih di luar negeri , tidak kah dia pernah kembali sekali saja ke Negaranya, dan mencari Elma sekali saja atau menghubungi Elma sebentar saja , mencari tau alasan apa dan mengapa? jika Memang hubungannya dengan Elma tidak ingin dia lanjutkan setidaknya katakan pada anaknya ini , tidak dengan pergi tanpa pamit dan tidak memiliki penjelasan sama sekali.