
Setelah melewati makan malam yang cukup panjang yang lebih banyak diisi dengan obrolan kedua tim tersebut antara Kaluna dengan Riana dan Hendra dan Faisal . Sepasang suami tersebut akhirnya pamit pulang karena malam semakin larut dan menurut Kaluna masih butuh istirahat setalah perjalanan panjangnya.
Faisal memilih masuk kembali keruangan kerjanya dan Kaluna menuju dapur .
Melihat nona mudanya berada di dapur. sontak membuat bibi Tia kaget .
" Loh , kok non Kaluna belum kembali ke atas . ini sudah terlalu larut . sebaiknya non istirahat . atau ada yang non Kaluna butuhkan?. mendengar perkataan bibi Tia , Kaluna tersenyum dan mendekatinya .
" Kaluna ingin membuatkan kopi untuk ayah Bi. Kaluna luar ayah tadi amsuk ke ruangan kerjanya . mungkin masih banyak pekerjaan yang harus ia selesaikan."
Perkataan Kaluna tersebut membuat Bi Tia tersenyum . Ia tau ini salah satu cara nona nya untuk kembali dekat dengan ayahnya Agar hubungan keduanya sehangat dulu lagi .
" Non Kaluna tidak perlu repot repot biar bibi yang buatkan nanti setelah selesai non Kaluna bisa mengantaraka. langsun keruangan kerja Tuan .
" Tidak perlu Bi, biara Kaluna saja yang menyiapkannya . bibi bisa mengerjakan pekerjaaan yang lain". ucap Kaluna sambil bergerak membuat Kopi yang Ia ingin buatkan untuk ayahnya . Kaluna pikir ini cara untu Kembali berbicara dengan ayahnya setelah Ia gagal saat di kantor tadi siang .Dirinya berharap kali ini ayahnya tidak berusaha mengindari dirinya saat Ia akan membahas semasa lalu .
Mungkin dirinya tidak akan tenang untuk tinggal di negara ini jika perlakukan ayahnya tidak sama seperti saat ibunya masih hidup. untuk itu Kaluna akan berusaha memperbaiki semuanya permintaan maaf yang benar dengan ayahnya harus betul-betul Ia lakukan malam ini . Jika masih belum Ia yakin tidurnya pasti tidak akan tenang .
setelah kopi selesia Ia buat Kaluna. melangkahkan kakinya menuju ruang kerja ayah nya.
saat tiba di depan pintu sejenak Kaluna memejamkan kedua matanya
" mama batu Kaluna yah " .ucapnya liih.
Kaluna kemudian mengetuk pintu dan satu tangannya yang lain memegang nampan yang di atas terdapat secangkir kopi .
" Ayah Kaluna boleh masuk? " tanya Kaluna sambil terus mengetuk pintu ruang kerja ayahnya . dibalik pintu tersebut Faisal tengah memegangi bingkai foto kecil milik istrinya . mendengar ketukan pintu dengan suara putrinya Ia kemudian buru -buru menyimpan bingkai b foto tersebut kembali ke tempatnya .
__ADS_1
" masuk lah nak "
mendengar jawaban ayahnya Kaluna langsung meraih ganggang pintu tersebut dan memutarnya
ceklek
pintu tersebut terbuka dapat Kaluna lihat ayahnya tengah berada di meja kerjanya . entah apa yang ayahnya lakukan . karena ia tidak melihat berkas di meja tersebut ataupun komputer yang menyala .
Kaluna kemudian melangkah mendekati sofa yang terdapat di pinggir ruangan tersebut yang berada di pojok ruangan tidak jauh dari meja ayah ya dan meletkaan kopi tersebut.
" Aku membuatkan kopi untuk ayah "
setelah kaluna meletakkan kopi tersebut Ia memilih duduk .
" Kamu belum istirahat ?"
" Ayah Kaluna ingin bicara"
" Sebaiknya kamu istirahat . kalau ada yang ingin kamu sampaikan . Kita bisa membicarakannya besok".
Faisal masih duduk di kursi kerjanya dan Kaluna duduk di sofa sambil pandangan mengarah ke ayahnya
" Tapi Kaluna ingin kita bicara sekarang ayah.Kaluna mohon ." wajah Kaluna menunduk sedih karena lagi-lagi ayahnya menghindarinya .
Faisal beranjak dari duduknya untuk membuka pintu dan meminta anaknya untuk keluar dari ruang kerjanya.
sebelum ayahnya benar-benar penarik ganggang pintu tersebut untuk di buka lebar Kaluna ikut bangkit dan hal yang tidak terduga oleh Faisal dilakukan oleh putrinya . Kaluna berlutut tepat di depannya sambil menunduk dan menangis .
__ADS_1
" Kaluna apa yang kamu lakukan . berdiri sekarang juga. intonasi suara Faisal kini sudah berubah melihat yang di lakukan putrinya . tapi Kaluna tidak mempedulikan itu semua
" Ayah. ap.."
belum juga Kaluna menyelesaikan kalimatnya Faisal lebih di mengeluarkan kata-katanya .
" Kaluna dengarkan ayah. " Faisal berjongkok di depan putrinya sambil berusaha untuk membuat Kaluna berhenti melakukan hal yang sementara di lakukan putrinya tersebut. tapi Kaluna sama sekali tidak bergeming dan tidak menghiraukan apa yang ayahnya lakukan Dia kembali melanjutkan kalimat yang belum diselesaikannya
" Ayah , apa ayah tau saat semua orang mengatakan mama telah pergi . aku ingin berlari memeluk ayah dan meminta maaf. Tapi , saat Kaluna mendekat Ayah meminta bibi Tia untuk membawaku pulang."
Faisal tidak mengeluarkan suara nya . ia hanya mendengarkan apa yang di katakan. putrinya
" Juga , saat beberapa hari kepergian mama ayah masih belum mau melihatku , butuh waktu berbulan bulan untuk ayah sekedar menyapaku." suara Kaluna mulai terdengar serak menahan air mata yang sudah siap tumpah . Ia berusaha mengulang memori menyakitkan saat kepergiaan mamanya sedih atas kepergian mamanya dan harus menerima perlakuan ayahnya yang kecewa dan marah padanya .
" malam itu Kaluna mendengarkan keinginan om Hendra dan Tante Riana , yang mau mengambil Kaluna untuk mereka rawat . apa ayah tau saat itu aku benar-benar takut mendengar jawaban ayah . takut jika jawab ayah mengizinkannya . meskipun mereka berdua santan dengan Kaluna , tapi bukankah seorang anak akan lebih nyaman saat bersama orang tua kandungnya" . Kali ini suara tangis Kaluna terdengar begitu memilukan . membuat Faisal merasa bersalah .
" Dan."Kaluna melanjutkan kalimatnya. " saat Kaluna dengar bahwa ayah akan pindah tinggal di luar negeri dan membawaku ikut . aku sangat bahagia . malam itu Kaluna merasa ayah akan kembali seperti dulu lagi . Tapi Kaluna harus kembali merasa bersalah saat perlakuan ayah tidak ada yang berubah kita hanya berpindah tempat untuk membawa kesedihan . Setiap malam Kaluna akan melihat ayah dari jauh yang nampak sedih dan itu juga yang membuat Kaluna menangis dan semakin merasa bersalah . apa ayah tau kenapa Kaluna memilih sekolah yang memiliki asrama . itu karena Kaluna tidak bisa melihat ayah selalu bersedih karen Kaluna." Kaluna menangis sesenggukan setelah menyelesaikan kalimat terakhirnya.
melihat itu Faisal langsung memeluk putrinya dan ikut mengeluarkan air mata . Ia tau apa yang di lakukan ya ini adalah suatu kesalahan tapi kecewa terhadap putrinya juga tidak bisa ia sembunyikan . satu yang ia lupa saat itu bahwa putrinya masih kecil yang belum mengerti betul arti kesalahan . Ia tidak sadar telah membuat putrinya kehilangan sosok seorang ayah karena kekecewaan yang terus ia pelihara . di bandingkan dirinya mungkin putri kecilnya mengalami luka yang berlipat . kehilangan ibu dan kehilangan ayahnya.
" Maaf kan ayah sayang."
Kaluna semakin mengencangkan. suara tangisannya
" Ayah Kaluna rindu . maaf kan Aku . karena aku sudah membuat ayah kehilangan orang begitu berarti dalam hidup ayah karena aku ayah harus hidup dalam kesedihan." hati Kaluna terasa lengah telah mengatakan apa yang selam ini terpendam didalam hatinya dan pelukan ayahnya saat ini sama saat dia masih kecil saat mamanya masih hidup begitu hangat dan menenangkan . Ayahnya telah kembali itu yang dirasakan Kaluna dari cara ayahnya memeluknya.
" Ayah juga minta maaf sayang . atas perlakuan ayah selama ini yang ayah tidak sadari sudah membuatmu merasa jauh dari ayah."
__ADS_1
pelukan. hangat dari kedua orang tersebut di saksikan. oleh Bi Tia yang melihat dari balik pintu yang sedikit terbuka . air mata pelayan yang tau permasalahan anak dan ayah tersebut ikut bahagia. Ia kemudian melangkah pergi meninggalkan orang yang masih larut dalam kesedihan tersebut dan berniat menginformasikan apa yang baru dia dengar dan dilihatnya .