
Tiba di hotel Zana dan rekan satu timnya memilih mengistirahatkan diri, karena besok mereka akan mulai meliput kegiatan itu , dari persiapan sampai acara berlangsung .
Brukkk..
Zana menjatuhkan tubuhnya di atas tempat tidur. begitu dengan dua rekannya yang lain , dalam tugas ini mereka datang Lima orang dua laki -laki dan sisanya tiga perempuan termasuk dirinya .
" Sepertinya aku akan istirahat full hari ini karena besok aku akan menggunakan semua tenagaku untuk mengelilingi kota ini setelah liputan itu selesai ."
" Sepertinya aku akan melakukan hal yang sama ." yang satunya juga ikut bersuara . sedangkan Zana tidak memiliki ide sama sekali untuk keluar setelah tugasnya selesai mungkin dia akan ikut saja nanti dari pada tinggal di hotel sendiri itu akan sangat membosankan pikirnya .
Ting
Sebuah pesan masuk secara bersama di hp milik ketiga ya .
" Istirahatlah , siapkan tenaga kalian untuk besok , kita harus melakukan yang terbaik agar liputan yang kita lakukan tidak mengecewakan ." pesan dari senior mereka yang berada di kamar sebelah . balasan mereka tentu saja akan sama .
" iya " . pesan balasan itu di kirim sesaat kemudian .
Zana tidak langsung menyimpan hp nya dia terlebih dahulu mengirim pesan kepada Gio sesuai dengan permintaan laki-laki itu . Setelah pesan itu Ia kirim, tidak butuh waktu lama Gio melakukan panggilan . Zana berjalan menuju balkon untuk mengangkat panggilan itu , dia tidak ingin menganggu temanya yang lain yang sedang beristirahat
Di tempat yang berbeda namun masih di kota yang sama Kaluna dan putrinya Elif juga baru tiba bersama beberapa muridnya, Mereka kemudian berangkat ke hotel yang tentu saja dekat dengan lokasi yang akan di diadakannya acara itu.
Setelah sampai di hotel Kaluna memesan 2 kamar satu untuknya berdua dengan Elif yang satu lagi untuk muridnya yang terdiri dari beberapa orang . sama dengan yang di lakukan oleh senior Zana , Kaluna juga menyarankan muridnya untuk beristirahat. Hal itu juga Ia lakukan . Kaluna langsung masuk ke kamar hotel , Ia langsung masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri setelah mengurus putrinya terlebih dahulu. Setelah mommy nya masuk ke kamar mandi, Elif melakukan panggilan video Dengan Ryan .
" hy baby girl, kamu sudah sampai ?"
" Ya ."
__ADS_1
" Mana mommy mu sayang ."
" Mommy sedang di kamar mandi uncle ."
Kaluna keluar dari kamar mandi setelah selesai dengan semua kegiatannya dia bisa melihat putrinya sedang sibuk berbicara dengan seseorang di telpon , tidak perlu bertanya karena dia sudah tau siapa yang sedang berbicara dengan putrinya itu , siapa lagi kalau bukan Ryan , Elif sepertinya sudah sangat bergantung pada laki-laki itu , karena laki-laki yang dekat dengannya hanya Ryan .
Elif masih sibuk bicara dengan Ryan saat Kaluna sudah berbaring di sampingnya.
" Elif susah waktunya tidur sayang , uncle Ryan juga pasti butuh istirahat ."
" Ya mommy." Elif langsung menyerahkan hp itu ke mommy nya setelah berpamitan dengan Ryan dan berbaring, tidak lupa Elif mencium pipi Kaluna sebelum terlelap , itu adalah kebiasaanya dan akan di balas oleh Kaluna.
Kaluna belum ikut tertidur , dia sibuk memperhatikan wajah putrinya , wajah yang begitu mirip dengan Liam, tanganya beradab di kepala Elif dia mengelus rambut panjang itu. bibir Kaluna mendekat dan kembali mencium pipi Elif, Setiap malam sebelum tidur Kaluna akan selalu seperti ini , menatap lama wajah Elif .
***
Dup..
Lampu ruangan itu mati di ganti lampu yang menyoroti panggung yang akan di lewati para model untuk bejalan . Para model mulai keluar satu persatu , Jika beberapa orang sibuk memperhatikan setiap detail pakaian yang ditampilkan, berbeda dengan Kaluna yang duduk di antar beberapa muridnya, dia fokus untuk menjelaskan detail makeup pada setiap model. , Kaluna menjelaskan begitu detail sambil sesekali muridnya mengambil beberapa foto model tersebut yang hanya fokus di wajahnya . Elif yang juga ikut duduk di dekatnya juga ikut mendengararkan sang mommy berbicara meskipun anak itu belum mengerti sama sekali .
Acara Fashion show itu berjalan kurang lebih selama tiga jam , setelah acara usia kaluna tidak langsung kembali ke hotel , tapi dia mengajak para muridnya untuk ke belakang panggung di mana para model itu berkumpul dan di make up sebelum tampil , tidak sulit bagi kalua. untuk masuk ketempat itu , meskipun sudah lama ia tidak berada di belakang panggung tapi , beberapa MUA yang ada di sana susah tentu mengenalnya . saat Kaluna sementara mengobrol dengan berapa MUA , Elif berjalan melihat-lihat tempat itu awalnya Elif tidak jauh dari Kaluna ,tapi karena semakin tertarik dengan apa yang ia lihat Elif terus bejalan Sampai keluar dari area belakang panggung, Kaluna yang masih sibuk memberi penjelasan kepada muridnya tidak menyadari itu dan masih berfikir jika Elif masih berada di tempat di mana ia memutar Elif untuk duduk.
Brukkk..
" Aww.." Elif terjatuh saat tidak sengaja tubuh kecilnya tertabrak oleh seseorang . orang yang menabrak Elif berbalik dan membatunya untuk berdiri kembali .
" Maaf aku tidak melihat mu ." orang itu mengulurkan tangannya dan dia adalah Zana , dia fokus mengambil foto tadi dan tanpa sengaja menabrak Elif. Elif menerima uluran tangannya dan mulai bediri .
__ADS_1
" Ada Far" rekan zana mendekat . dia memperhatikan wajah Elif .
" Anaknya cantik banget ." tangannya mencubit pipi Elif yang terlihat bulat. Elif tidak marah di perlakuan seperti itu , karena beberapa orang yang baru bertemu dengannya sering melakukan hal yang sama . Apalagi jika dia mengunjungi sekolah mommy nya dan bertemu dengan murid-murid mommy nya dia juga akan mengalami hal yanga sama . Karena terlalu senang melihat wajah Elif rekan Zana tersebut mengeluarkan hpnya .
" Apa boleh kita berfoto bersama ." tanya rekan zana
Elif mengangguk .
" Kamu ke sini dengan siapa kenapa ada di tempat ini ?" tanya Zana
"Aku bersama mommy ku ?"
" Terus mommy kamu di mana .?"
Elif berbalik matanya mencari tempat yang ia tempati keluar tadi tapi tidak ia temukan , sepertinya dia sudah berjalan cukup jauh . Zana yang melihat itu langsung sadar jika anak yang ada di hadapannya ini terpisah dari orang tuannya.
"Nama kamu siapa ?"
" Elif ."
Saat Zana ingin kembali bertanya terdengar suara yang memberikan informasi tentang anak hilang dan suara itu sangat jelas meyebut nama lengkap Elif .
Di tempat yang berbeda Kaluna sedang panik mencari Elif dia baru sadar saat akan kembali di mana Elif tadi duduk dan dia tidak melihat keberadaan putrinya di sana , Kaluna langsung meminta bantuan panitia , agar membantunya memberikan pengumuman tentang Elif . beberapa muridnya juga terus membantu mencari Elif
" Apa itu namamu ? tanya Zana kembali .
" Elif ." Panggil seorang wanita membuat Elif dan Zana mengarahkan pandangannya ke sumber suara . Elif lagsung tersenyum bahagia .
__ADS_1