Maaf Aku Yang Harus Pergi

Maaf Aku Yang Harus Pergi
Salah menduga


__ADS_3

" Loh , kalian sudah saling kenal ?" tanya Hendra .


" Iya Li? " Riana ikut bertanya .karena jika melihat ekspresi Liam dan Kaluna dapat di ketahui kalau sebelumnya mereka berdua sudah pernah bertemu .


" Kamu sudah pernah ketemu sebelumnya dengan Liam sayang ? " pertanyaan yang sama juga di keluarkan oleh Faisal .


bukanya segera menjawab pertanyaan dari para orang tua tersebut . tatapan mata Liam seolah -olah mencari seseorang . Ia mencari seorang anak kecil yang waktu itu , tapi tatapannya tidak menemukan sosok yang ia cari .


" Li " Panggil Riana


" Ah Iyya ma" Liam menoleh kearah Riana .


" Kamu belum jawab pertanyaan kami"


sebelum memberikan jawab Liam memilih menarik kursi terlebih dahulu dan duduk di samping Faisal tepat di hadapan Kaluna. tatapan Liam membuat Kaluna salah tingkah dan menundukkan pandangannya .


" Iya ma aku sebelumnya sudah bertemu." jawab Liam yang masih terus menetap Kaluna .


" Dimana ?" tanya Faisal


kali ini Kaluna yang menjawab pertanyaan ayahnya .


" Kami ketemu di taman dekat ruko yang akan Kaluna tempati yah. " jawab Kaluna yang tidak lagi menundukkan pandangannya . ia sudah menetralisir ke tidak nyamannya di tatap oleh Liam .


" Itupun kami hanya tidak sengaja." lanjut Kaluna .

__ADS_1


Setelah Kaluna menjelaskan proses pertemuannya dengan Liam yang tidak sengaja tersebut para orang tua tersebut menganggukkan kepalanya . Berbeda dengan Liam ia masih mempertanyakan keberadaan anak kecil yang bersama Kaluna waktu itu . Bukankah itu anaknya . lantas kenapa dia tidak ikut bersama dengannya . Atau mungkin saja anak itu yang tidak mau ikut dan memilih tinggal di rumah mereka . tapi saat dia ingat obrolan dengan ayah dan ibunya waktu itu . tidak ada yang membahas tentang perempuan yang ada di hadapannya ini sudah memiliki anak atau dia sebenarnya seorang widow. memikirkan fakta tersebut membuat kepala Liam menjadi sakit, bukan bermaksud merendahkan . Tapi jika Ia mengiyakan perjodohan ini . dia otomatis harus menjadi ayah sambung bagi anak dari Kaluna dan menurutnya itu suatu tanggung jawab yang tidak ringan di tambah lagi , bagaimana jika anaknya tidak menyukainya , bukankah itu menjadi Maslah yang sangat besar . bukankah seorang perempuan yang susah memiliki anak jika memutuskan akan menikah lagi yang paling utama yang harus dia perhatikan adalah perasaan anaknya . apakah anak tersebut siap atas kehadiran orang baru di antara mereka . terlalu banyak pertamanya yang tiba-tiba muncul di benak Liam dengan semua kenyataan yang di didapatkannya sampai-sampai pertanyaan dari Faisal tidak jelas di telinganya .


" Li , om dengar tadi ada masalah dengan proses pembangunan hotel mu ?" kalimat Faisal tersebut tidak mendapatkan respon dari Liam . hingga Ia tersadar saat Kaluna menawarkan makanan padanya .


" Iya , om Faisal tadi bertanya apa?"


" Kamu kenapa sih Li . om Faisal ada di dekatmu begitu masa tidak dengar ?" ucap Riana .


" Maaf ma tadi Liam lagi kepikiran sesuatu."


" Masalah pembangunan hotel kamu itu Lo nak"


Mendengar kalimat dari ayahnya tersebut Liam menjelaskan bagaimana permasalahan tersebut dan juga cara dia dan Gio menyelesaikannya . mendengar itu membuat Kaluna menjadi kagum dengan sosok yang ada di hadapannya ini meskipun kenangan yang tersimpan di memorinya sesuatu yang sangat tidak menyenangkan .


Obrolan saat makan malam tersebut mendengarkan cerita perkembangan pembangunan hotel Liam.


" Pa , aku pinjam mama bentar yah." pinta Liam saat melihat kedua orang tuanya akan memasuki kamar mereka untuk istirahat. Riana sedikit terkejut dengan apa yang di lakukan putranya tersebut karena Liam langsung menarik tangannya. Hendra yang mengerti tujuannya putranya tersebut mengiyakan permintaan Liam . akhirnya Riana mengikuti kemana anaknya tersebut membawanya .


Ternyata Liam membawa mamanya ke kamarnya , mereka duduk berdua di atas tempat tidur tersebut . sama persisi yang di lakukan saat bersama Kaluna . melihat putranya hanya diam dan tidak memulai pembicaraan membuat Riana kebingungan.


"Ada apa ?" tanya Riana


sebenarnya Liam ragu untuk menanyakan pertanyaannya tapi dari pada dia penasaran .


" Apa mama yakin , mau Kaluna menjadi menantu mama ?"

__ADS_1


pertanyaan Liam membuat Riana. sedikit bingung , dia tidak mengerti arah pembicaraan anaknya ini .


" Maksud kamu?"


" Apa mama serius menjodohkan Liam dengannya ?" tanya Liam lagi yang semakin membuat Riana tambah bingung dengan pertanyaan tersebut.


" Sebenarnya kamu menanyakan apa sih Li ?"


" Ok . begini maksud Liam . Liam tau mama sayang menyayangi Kaluna dari dia masih kecil . Tapi Liam belum siap bila harus menjadi ayah sambung untuk anaknya ma ."


pernyataan Liam sontak membuat kedua kening Riana bertemu . Bingung dengan kalimat putranya tersebut .


" Kamu bicara apa sih Li , mama nggak ngerti . siapa yang punya anak dan siapa yang jadi ayah sambung?"


" Kaluna " Jawab Liam. "bukanya dia sudah punya anak. Liam liat sendiri saat ketemu dia di taman waktu itu . dia sedang menemani anaknya bermain" jawab Liam panjang lebar .


" Apa kamu yakin . jika anak yang kamu liat itu anaknya Kaluna . karena setau mama Kaluna sama sekali belum menikah."


mendengar jawaban mamanya Liam jadi berfikir dan menjadi tidak yakin degan apa yang di lihat ya tempo hari . memang pada saat itu dia hanya berasumsi bahwa yang datang menyusul anak laki-laki yang datang mengambil bolanya waktu itu adalah ibu dari anak tersebut. ah apa dia sudah salah menduga . lantar anak siapa yang waktu itu bersama Kaluna .


" Apa ini cara kamu menghindar dari perjodohan ini ?" Riana mengambil tangan Liam dan meletakkan di pangkuannya " Liam mama sama papa sebenarnya tidak memaksa kamu untuk menerima perjodohan ini , jika kamu memang memiliki orang lain mama pasti menerimanya karena mama yakin pilihan kamu itu tidak akan salah , kamu tau mana perempuan yang baik untuk menemani kamu . tapi Kenapa mama sangat berharap Kaluna yang menjadi menentu di rumah ini , karena mama sudah mengenal Kaluna sejak dia masih di lahir kan dan kamu tau sendiri kan bagaiman sayangnya mama dengan Kaluna , dan menurut mama Kaluna baik dan juga cantik ."


Liam mendengar penuturan mamanya tersebut tidak menjawab apa-apa . Dia bisa lihat harapan besar di mata perempuan yang paling di sayangi nya itu dan paling tidak ingin membuatnya kecewa.


" Kamu silahkan pikirkan lebih dulu sebelum kamu memutuskan. mama sama papa menunggu jawab kamu." saat setelah mengatakan itu Riana beranjak meninggalkan kamar putranya membuatkan Liam larut dalam pikirannya .

__ADS_1


saat pintu kamarnya tertutup Liam mengusap wajahnya kasar , dia betul -betul di lema saat ini dan tidak tau apa yang harus di lakukan nya saat ini .


__ADS_2