Maaf Aku Yang Harus Pergi

Maaf Aku Yang Harus Pergi
Ryan Kembali


__ADS_3

Kaluna keluar dari kamar setelah selesai membersihkan dirinya . Ia kemudian melangkah menuju dapur untuk bergabung dengan Liam yang sudah ada di sana , duduk sambil terus melihat kearah dirinya , tapi tentu saja hal itu tidak di sadari oleh Kaluna karena saat ini pikirannya kembali ke mimpinya semalam , entah mengapa mimpi itu sepertinya terlalu nyata untuknya. Dia sampai menggeleng -menggelengkan kepalanya untuk menghilangkan mimpi yang membuatnya merinding sendiri saat memikirkannya .


Tingkah Kaluna itu di saksikan oleh Liam .


" Kamu kenapa , sampai menggelengkan kepalamu begitu"


" Ah, tidak ada apa-apa ka." ujarnya sambil menarik kursi duduk di hadapan Liam .


Tapi saat duduk entah mengapa matanya langsung menatap bibir Liam dan mimpinya semalam kembali berkeliaran di otaknya .


" Ahhh."


Keluh Kaluna dan langsung memilih menunduk menikmati makanannya . Entah apa yang akan dipikirkan Liam jika tau apa yang sedang di pikirkan ya .


" Ada apa , sejak kamu keluar dari kamar . kamu terlihat aneh ." tanya Liam Kembali .


Kaluna hanya menggeleng . berusaha fokus menikmati makannya dan membuang jauh-jauh pikiran kotornya .


Seperti berganti pemain saat Kaluna berusaha melupakan mimpinya Liam , laki -laki itu menatap bibir terbelah milik Kaluna . entah mengapa setalah mencuri ciuman bibir Kaluna, mata Liam selalu memperhatikan bibir itu .


"Manis." Gumam Liam , tapi masih terdengar jelas di telinga Kaluna yang membuatnya menatap Liam.


"Apa yang manis kak?" bukan tanpa alasan Kaluna bertanya seperti itu , pasalnya mereka sekarang sedang menikmati nasi goreng buatan Riana dan tidak ada makanan yang rasanya manis di meja ini .


" Bukan apa-apa." jawab Liam . dia tidak mungkinkan mengatakan kan jika rasa manis itu dari bibir Kaluna .


Liam kembali tersenyum sambil menikmati makanan yang ada di hadapannya .


***


Setalah menikmati sarapan di akhir pekan Kaluna memilih masuk ke dalam kamar dan Liam memilih melanjutkan pekerjaannya yang kemarin .

__ADS_1


Apa yang akan di lakukan Kaluna di dalam kamar miliknya , ya tentu saja mengembalikan semua barang-barangnya yang sebelumnya berada di kamar Liam dan sekarang waktunya dia mengembalikan semuanya ke posisi semula .


" Huhhh... akhirnya selain juga." Ia kemudian menjatuhkan tubuhnya di tempat tidur , rasa lelah masih begitu Ia rasakan .


Kaluna meraih hp miliknya , melakukan apa yang sempat tertunda saat ke datangan Riana kemarin .


" Em.. ini keren. ini juga bagus."


Saat ini Kaluna tengah melihat tema -tema makeup yang ada di sosial media miliknya . Tapi saat sebuah karakter make up yang tidak biasa , entah mengapa dia langsung antusias dan merasa harus mencobanya , memang saat berada di New York Kaluna hanya mengaplikasikan make up yang biasa di gunakan model di atas catwalk , belum pernah sekali pun Ia mencoba make up karakter yang sementara di gemari para beauty content creator, karena akhir pekan ini dia tidak memiliki aktifitas selain tinggal di Apartemen , Kaluna memutuskan untuk mengaplikasikan make up yang baru lewat di soal medianya tersebut .


Ia kemudian beranjak dari tempat tidur dan meraih koper make up miliknya .


Tidak sulit bagi Kaluna yang tangannya sudah terbiasa dengan peralatan make up untuk menciptakan makeup karakter yang di inginkan hanya saja di mungkin butuh waktu yang cukup lama menyelesaikannya .


" Ok . selesai "


Kaluna menatap dirinya di cermin.


Ia kemudian meraih hp dan mengambil beberapa foto dirinya . Entah sudah berapa jepretan yang ia ambil. setelah merasa puas Kaluna kembali duduk di atas tempat tidur sambil melihat -lihat hasil jepretan miliknya . lama Kaluna melihat-lihat foto itu hingga Ia merasa haus .


Ia kemudian beranjak dan melangkah keluar kamar sambil masih sibuk dengan hp miliknya, di sofa masih terlihat Liam yang sibuk di depan laptop miliknya . Saat Kaluna melangkah di saat yang sama Liam juga berdiri .


"Astagfirullah. Kaluna ada apa dengan wajahmu ? "


Liam kaget sampai tubuhnya mudur ke belakang .Karena wajah kaluna tidak terlihat manusia normal , ia Kaluna mengaplikasikan make up dengan bagian wajahnya yang terlihat tidak sempurna karena terdapat beberapa luka , hal itu sontak membuat Liam yang ketika berbalik tadi kaget setengah mati .


Kaluna yang yang semula menunduk sambil memainkan hp miliknya mengangkat kepala nya melihat bagaimana ekspresi kaget suaminya itu.


" Eh , maaf kakak, Luna lupa , tadi belum di bersihin make up nya." Kaluna tersenyum tanpa dosa sambil menyentuh wajahnya .


Ia kemudian masuk kembali membersihkan make up-nya dan beberapa saat kemudian keluar kembali , ia kemudian melangkah ke arah dapur .

__ADS_1


Liam yang juga saat ini berada di dapur sementara minum . karena tadi saat berdiri memang dia ingin ke dapur untuk minum tapi jadi tertunda gara-gara melihat Kaluna .


" Kalau begini aku suka." ujar Liam saat melihat Kaluna sudah berada di sampingnya untuk meraih gelas dan akan membuka kulkas . wajahnya sudah kembali seperti sedia kala


" Em." Kaluna yang sementara meneguk air mendengar apa yang di katakan Liam.


" Aku bilang aku suka kamu yang seperti ini." ucap Liam sambil mengacak-ngacak rambut Kaluna kemudian berlalu meninggalkannya .


Kaluna tersenyum menunduk . entah kenapa perlakuan Liam tadi menimbulkan rona di wajahnya . Ini bukan kali pertama Kaluna mendapatkan perlakuan yang sama , bahkan Ryan pun biasa melakukan seperti itu terhadapnya , tapi entah mengapa Kaluna merasa ada yan berbeda.


***


Saat langit di luar sana sudah berwarna jingga . Liam masih melakukan aktifitas yang sama , masih sibuk menyelesaikan beberapa pekerjaannya , pembangunan hotelnya yang sudah berjalan beberapa persen membuatnya begitu sibuk dan seperti biasa Kaluna akan ikut juga duduk di dekatnya . Dua hari ini Liam betul-betul tidak menikmati akhir pekannya dengan bersantai tapi malah sibuk bekerja .


Kaluna yang duduk di sampingnya sambil memainkan hp miliknya , membuat Liam sesekali melirik ke istrinya itu, dia sudah seperti seorang penguntit untuk Kaluna , berharap pesan dari laki -laki itu tidak datang yang bisa menganggu moodnya hari ini .


Apa itu suatu tanda kalau laki -laki pemilik L.A.D grup itu cemburu?. jika benar , bukankah cemburunya manis sekali ☺️, bahkan Kaluna sudah menjelaskan bagaimana posisi laki-laki itu bagi Kaluna, tapi tetap saja hal itu membuatnya tidak suka, Dia tidak ingin jika perempuan yang di nikahi nya karena permintaan orang tuanya itu mendapat perhatian dari laki-laki selain dirinya .


Jika sudah seperti ini , apa ini suatu tanda jika sudah ada nama Kaluna di hati Liam dan apa perempuan di masa lalunya sudah betul Ia lupakan, karena tidak memungkinkan mereka bersama kembali saat dia tau kenyataan bahwa perempuan itu sudah menikah , itu yang Ia ketahui atau benar apa yang di katakan oleh Gio waktu itu , bahwa laki-laki itu bukan tidak bisa melupakan masa lalunya, hanya saja dia tidak pernah membuka hatinya untuk orang lain dan tetap menyimpan masa lalunya itu.


Entahlah hanya Liam yang memiliki jawaban semua itu .


Di tengah semua pertanyaan itu . Hp milik Kaluna berbunyi , kali ini bukan sebuah pesan tapi panggilan dari seseorang , hal itu langsung membuat Liam berhenti dari pekerjaannya dan ikut menyimak istrinya yang sedang menerima panggilan itu.


" Halo , ya kakak."


Kata kakak membuat Liam betul-betul langsung membuatnya tidak tenang, karena selama ini tidak ada yang Kaluna panggil kakak selain dirinya dan tentu saja laki-laki itu juga.


" Serius , Kakak Ryan akan pulang ."


Dan betul saja , itu adalah laki-laki yang yang tidak tau malu yang sedang menelpon istrinya . Wajar kan Liam mengatakan hal itu. Memang ada laki-laki yang menghubungi perempuan yang jelas -jelas sudah Ia ketahui jika perempuan itu sudah memiliki suami. Parahnya terdengar Dia akan datang .

__ADS_1


__ADS_2