
Liam terbangun dari tidurnya saat mendengar Hpnya berbunyi , saat ini dia masih berada di rumah sakit tempat Elma di rawat . Dia sengaja meminta Bu Anna dengan yang lain untuk pulang karena malam ini dia yang akan menemani Elma , dia berharap Elma segera sadar , tapi sampai malam sudah sangat larut Elma masih belum membuka matanya . Liam meraih hp miliknya . Tubuh Liam seketika menegang saat melihat nama yang tertera di sana
( Istriku)
Liam mengutuk dirinya sendiri karena lupa mengabari istrinya , pasti Kaluna sudah sangat khawatir padanya . Liam langsung keluar dari ruang perawatan Elma dan mengangkat telpon dari Kaluna .
" Halo , sayang "
" Halo , kakak . Kak Liam baik-baik saja ? apa pekerjaannya masih belum selesai ? . rentetan pertanyaan dari kalian membuat Liam semakin bersalah . istrinya sementara mencemaskan ya dan dia disini sementara mengkhawatirkan orang lain .
" Kak" panggil Kaluna kembali karena tidak ada respon dari Liam .
" Em. Aku akan pulang besok . kamu tidur ya ,ini sudah malam ." ucap Liam lembut
" Kak , aku merindukanmu "
Liam tersenyum ." Aku juga sangat merindukan istriku ."
Telpon itu berakhir . Liam kembali masuk ke ruangan Elma menatap tubuh yang masih terbaring lemah , setelah mengetahui pa yang menimpah Elma , Liam langsung menyuruh orangnya untuk mencari laki-laki yang sudah memperk*sa Elma dan menyeretnya ke penjara .
Liam beralih ke sofa , memilih membaringkan tubunya dan memejamkan matanya kembali , dia ingin masalah ini cepat selesai dan kembali bisa memeluk tubuh yang bisa menenangkan perasaanya .
Hingga malam berganti Liam masih terlelap dalam tidurnya , dia baru terbangun ketika mendengar langkah kaki , Liam membuka cara perlahan matanya, di sana ia bisa melihat seorang perawat mengganti cairan infus milik Elma dan beberapa saat kemudian perawat itu keluar tanpa tau jika dirinya sudah terbangun .
Beberapa saat kemudian Liam kembali mendengar seseorang membuka pintu Liam bangkit dari Tidurnya dan melihat Bu Anna datang dengan Kiyya .
" Nak Liam terimah kasih ya sudah mau jagain Elma ." Bu Anna yang sudah Elma anggap ibu itu duduk di samping Liam , terlihat jelas di wajahnya tersirat wajah sedih memikirkan Elma , anak yang dia besarkan dari kecil hingga bisa ia banggakan sampai sekarang tapi , apa yang telah terjadi dengan anaknya itu, sesuatu paling mengerikan sudah menimpanya , kiyya duduk di bangku samping Elma .
"Iya Bu ."
" Ibu masih ingat bagaimana senangnya Elma ketika bertemu denganmu ." Bu Anna mulai bercerita . Liam hanya diam dia bingung harus mengatakan apa .
" Ibu pernah meminta Elma untuk melupakanmu, karena Sampai bertahun -tahun Kalian tidak berhubungan lagi , tapi Elma bilang dia tidak bisa , ibu hanya takut Jika nak Liam sudah memiliki seseorang dan Elma masih terus berharap ." padangan wanita tua itu ke arah Elma yang sampai sekarang masih tertidur . Liam tidak mampu mengatakan apa-apa lidahnya keluh , dia tidak menyangka perasaan Elma sebesar itu , andai saja waktu itu dia tidak melakukan kesalahan dan mungkin semua ini tidak akan terjadi . tapi sekali lagi dia tau takdirnya bukan untuk Elma ,dan dia tau kemana hantinya harus Kembali. Mungkin saat ini dia belum bisa mengatakan semuanya pada Elma , melihat keadaan Elma yang seperti ini .
kalimat Bu Anna tertahan saat hp milik Liam berdering . Liam langsung meminta izin untuk keluar untuk mengangkat telpon . Kali ini telpon datang dari Gio , menanyakan kebenaran dirinya , karena seharusnya dia sudah berada di kantor saat ini tapi sampai saat ini dia masuk belum datang.
" Li , Lo dimana sih Jam segini belum nyampe kantor ada banyak yang harus gue diskusikan sama lo ."
" Sorry , gue ada urusan di luar kota ."
" Urusan apa ? apa ini Masalah kerjaan ?"
" em , anggap saja begitu . sudah dulu ya gue tutup dulu ." Liam langsung menutup panggilan Gio . setalah menerima panggilan Gio Liam Pergi menuju ke arah mobilnya , dia butuh menenangkan diri. setelah masuk Liam duduk sambil memejamkan matanya , perkataan Bu Anna masih terngiang di kepalanya , jika saja tidak ada kejadian ini mungkin Liam sudah menjelaskan statusnya pada Elma , dan hari ini dia bisa pulang . Liam kembali menatap hp miliknya dia membuka galeri menampilkan waja Kaluna di sana. wajah yang sudah memenuhi hari-harinya . Entah sudah berapa lama Liam berada di dalam mobilnya Ia masih betah duduk sambil memejamkan matanya namun tidak tertidur sama sekali , dia berharap Elma sadar dan dia bisa cepat kembali .
" Hem ." Liam menghela nafasnya kemudian keluar dari dalam mobilnya dan kembali menuju ruangan Elma , saat semakin mendekati ruangan Elma matanya menangkap sesuatu yang tidak beres terjadi di ruangan itu , hingga Liam mempercepat langkah kakinya , Bahkan Bu Anna dan kiyya sudah keluar dari ruangan itu sambil terus menangis .
" Ada apa Bu ?" tanya Liam panik .
__ADS_1
" Nak , Elma sudah sadar tapi dia kembali menyakiti dirinya , dokter berusaha menenangkannya di dalam ."
Liam seketika panik hingga ia menerobos pintu ruang rawat Elma , saat melihat apa yang di lakukan Elma Liam langsung menghampiri Elma yang belum menyadari kehadiran dirinya, Perempuan itu masih berusaha menyayat kembali pergelangan tangannya menggunakan pecahan pas bunga yang sengaja iya benturkan saat dia sadar kembali tadi , Liam langsung meraih pergelangan tangan Elma
" Apa yang kamu lakukan Elma. " bentak Liam Elma seketika mendongakkan kepalanya .
" Li...am "
Liam berusaha merebut , pecahan pas bunga itu dari tangan Elma .
" Jangan halangi aku Li , kamu sebaiknya pergi. aku ini perempuan kotor. " teriak Elma sambil terus berusaha menyayat pergelangan tangannya dengan air mata tak berhenti mengalir di pipinya, tapi sekuat tangannya Liam mengalaminya .
" El, dengar kan aku apa kamu akan rela melihat Bu Anna bersedih melihat anak yang selama ini menjadi kembangannya , anak yang sudah dia besarkan dengan susah payah dengan mudah akan mengakhiri hidupnya . "
kalimat Liam sontak membuat Elma mengentikan aksinya , Liam mengambil kesempatan itu untuk merebut pecahan pas di tangan Elma dan memeluk perempuan itu , Elma menangis dia lupa jika di luar sana ada orang yang menganggapnya begitu berharga.
Bu Anna masuk ke ruangan itu dan langsung menghampiri Elma , Elma yang semula berada di pelukan Liam , berganti memeluk perempuan yang sudah di anggapnya ibu .
" Nak , apa yang sudah kamu lakukan , " ucap Bu Anna yang masih terus menangis sambil mengelus rambut Elma , perempuan itu kemudian balik memeluk Bu Anna .
" Maaf kan Elma Bu." perempuan itu terus saja menangis dalam pelukan Bu Anna."
Setelah memastikan Elma tenang dan sudah berbaring kembali , laki-laki itu beranjak dari tempat duduknya , tampi Elma segera menahan pergelangan tangannya.
" Apa kamu akan pergi?"
" Li , apa kamu jijik melihat ku?"
" Jangan pikirkan sesuatu yang tidak akan pernah aku pikirkan ." Liam menyentuh tangan Elma yang menahan pergelangan tangannya. " Sebaiknya kamu istirahat ."
Elma juga tersenyum dia kemudian memejamkan matanya .
Liam pamit pada Bu Anna.
Liam meninggalkan rumah sakit , di perjalanan di terus memikirkan keadaan Elma dan bagaimana jika Elma kecewa dengan kenyataan yang akan dia sampaikan dan akan berakhir seperti tadi tapi , jika dia tidak mengatakan kenyataanya dia akan terjebak dengan keadaan seperti ini, Liam tidak ingin Kaluna sampai tau semua ini . Ia meraih hpnya untuk mengabari Kaluna jika dia sudah di perjalanan untuk pulang .
" Halo , sayang kamu di mana ?"
" Di ruko ,kak Liam di mana , apa masih sibuk ? "
" Aku sementara di jalan, aku menelpon hanya untuk mengatakannya. Mungkin aku akan langsung ke kantor ."
" Kak Liam tidak balik ke apartemen dulu ?"
" Tidak , aku lagsung ke kantor soalnya ada yang harus aku selesaikan dengan Gio."
" kalau begitu kak Liam hati-hati di jalan ."
__ADS_1
Setelah mengabari istrinya Liam menutup telponnya , hari ini dia harus ke kantor karena tinggal sepekan lagi hotel keduanya akan di resmikan. jadi ada banyak yang ahrus dia diskusikan bersama stafnya yang lain .
Saat tiba di kantor Liam langsung menuju ruangannya dan memilih duduk sofa sambil menyandarkan kepalanya, di luar ruangan Tampak Gio sedang berjalan ke arah meja sekertaris . dia melirik ke ruangan Liam yang terlihat sedikit terbuka .
" Dia ada di dalam ?"
" Iya pak , Pak Liam baru datang ."
Tampa menunggu lama Gio lagsung masuk keruangan itu tapi sebelumya di la mengetuk pintu .
" Li , lu yakin datang ke kantor hanya menggunakan pakaian seperti itu, apa Kaluna sudah tidak mengurus mu? " wajar jika Gio t heran dengan penampilan Bosnya karena saat ini Liam hanya menggunakan baju kaos berkerah dan celana jeans saja , tidak menggambarkan jika dia pemilik kantor ini. apalagi wajahnya yang tampak lelah
Liam hanya mendengarkan ocehan Gio , dia Memang berniat kembali ke apartemen tadi untuk mengganti pakaiannya tapi setelah tau jika Kaluna ada di ruko dia sudah tidak bersemangat kembali padahal jarak antar apartemen miliknya kurang dari 10 menit.
" Ada apa denganmu? tanya Gio lagi tapi tetap saja tidak ada jawab dari Liam dia malah memejamkan matanya .
hingga beberapa saat akhirnya Liam bersuara
" Gue ketemu Elma " sontak kalimat yang di ucapkan Liam membuat Gio kaget .
" What ?"
" Kau tidak perlu berteriak "
Kali ini Gio duduk persis di dekat Liam .
" Kalian bertemu, dimana, kapan ? "
Liam akhirnya menceritakan semua detailnya kepada Gio karena , Gio adalah orang yang sangat tau bagaiman hubungannya dengan Elma dulu , tapi Liam tidak mengatakan apa yang terjadi dengan Elma sekarang ini .
" Jadi waktu itu informasinya salah ?" Liam hanya mengangguk sambil mengusap wajahnya kasar.
Kali ini Gio menatap lekat wajah Liam
" Li , apa perasaan Lo sama Elma masih sama seperti dulu "
Gio ingin memastikan , karena jika jawaban Liam ada Iya itu berarti orang paling tersakiti disini adalah Kaluna.
" Gue bahagia sama Kaluna . Gue rasa jawaban itu cukup ."
Gio bernafas lega mendengarkan jawaban sahabatnya .
" Bagaiman persiapan ?" tanya Liam mengatakan pada peresmian, dia lebih baik membahas Maslah kantor dari pada membahas Maslah yang akan membuatnya tambah pusing .
" Kamu tenang saja semuanya sudah beres. hanya saja Tuan Jon tidak bisa hadir , dia kembali ke negaranya beberapa hari yang lalu dan menyampaikan permohonan maaf." Tun Jon adakah orang yang menjadi investor terbesar di perusahaan Liam .
" terimakasih , selama ini lu sudah banyak bantu gue ."
__ADS_1
" Memang seharusnya gue harus membantu banyak karena gaji gue cukup besar disini ." Gio tertawa setelah menyampaikan sebuah kenyataan .