Maaf Aku Yang Harus Pergi

Maaf Aku Yang Harus Pergi
Terimah kasih


__ADS_3

Suara de..Sahan terdengar memenuhi setiap sudut kamar apartemen milik Liam, setiap saat Daddy dari Elif itu seolah tidak ingin melewatkan sehari pun tanpa menyentuh tubuh istrinya, Liam seolah ingin mengganti lima tahun perpisahan yang pernah terjadi di antara mereka seperti saat ini saat di meminta sang istri untuk melakukannya ketika matahari akan muncul satu jam lagi. Kaluna hanya mampu memenuhi keinginan suaminya, menolak juga percuma karena Liam punya berbagai cara untuk menggoda tubuhnya membuat dia juga ikut menginginkannya.


Plakk


ah ..Liam memukul bagian belakang tubuh Kaluna saat merasakan gerakan sayang istri mulai melambat. Iya saat ini Kaluna tengah memuaskan suaminya dengan bergerak erotis di atas pangkuan Liam, sudah tiga puluh menit lamanya Kaluna berada di posisi ini, sedangkan Liam hanya bersandar di tempat tidur dan menyaksikan tubuh seksi sang istrinya yang sudah basah oleh keringat bergerak indah di atas pangkuannya.


kak ak..u emm..


Kaluna tidak mampu meneruskan kata-katanya dan hanya mampu meremas kuat rambut suaminya saat bibir hangat laki-laki itu kembali menyesap miliknya yang juga bergerak naik turn seiring dengan gerakannya di bawah sana.


Setelah puas liam kembali menatap wajah Kaluna yang sudah terlihat lelah.


"Lelah?"


Kaluna mengangguk dengan tetap bergerak. mendengar jawab sang istri Liam berubah posisi mereka, Liam mendidih tubuh Kaluna tanpa melepaskan di bawah sana, sebelum menyelesaikan kegiatan mereka Liam ingin melihat kepuasan pada sang istri yang selalu memenuhi keinginannya. Liam membawa satu kaki jenjang kaluna naik ke atas bahunya dan mulai menghentakkan miliknya hingga dia bisa mendengar teriakan kepuasan dari bibir istrinya .


"oohhh..kak..Liam ahhh." Kaluna meremas kuat bahu Liam .


"Suka?" tanya Liam sambil terus menghentakkan miliknya dengan sedikit kasar


Kaluna mengangguk sambil terus mendesah nikmat, Liam tersenyum saat melihat wajah terpuaskan dari sang istrinya, hingga akhirnya Liam cukup lama di posisi itu


"K..ak aku emm ahhh."


"bersama sayang"

__ADS_1


Liam semakin mempercepat gerakannya yang membuat tubuh Kaluna terguncang hebat hingga akhirnya


"Aaaarrgghhh." Kaluna berteriak saat merasakan sesuatu keluar dari tubuhnya.


"Aaarrrrgg." Liam juga melakukan hal yang sama dan langsung terjatuh menindih Kaluna.Sesat kemudian Liam menegakkan tubuhnya


"Terima kasih.tidurlah aku tidak akan mengganggumu." Liam mengecup setiap inci wajah sang istrinya dan membanting tubuhnya ke samping kemudian menarik Kaluna masuk kedalam pelukannya. Tangan besar Liam menyentuh kulit perut Kaluna dan mengelus bagian itu, Kaluna bisa merasakan itu, Ia kembali ingat sebelum permasalahan muncul di keluarga mereka Liam juga suka melakukan ini memeluknya sambil mengelus kulit perutnya .


****


Kaluna terbangun dari tidurnya saat matahari di luar sana sudah bersinar, dia melirik seseorang yang masih terlelap di sampingnya , Kaluna tersenyum kemudian dia mendekatkan bibirnya dan mengecup sekilas permukaan wajah yang di tumbuhi bulu itu. Liam sama sekali tidak terganggu dengan aktivitas itu, mungkin aktivitas mereka satu jam sebelumnya membuat dia begitu kelelahan. Sebenarnya Kaluna juga masih lelah tubuhnya terasa sakit semua apalagi bagian tubuhnya di bawah sana masih terasa perih, tapi pagi ini dia harus melakukan sesuatu .


Kaluna kemudian mulai beranjak dari tempatnya dan langsung masuk ke dalam kamar mandi. pagi ini dia ingin membuktikan sesuatu dengan mengeluarkan benda dari lemari kecil.


"Terimah kasih susah hadir disini." gumam Kaluna. Dia begitu bahagia karena sekarang dia tidak akan sendiri lagi sekarang ada seseorang yang akan memberikan cinta untuknya dan juga yang akan lahir dari rahimnya.


Kaluna menghapus air matanya dan kemudian keluar diri kamar mandi tapi sebelum itu dia kebersihan dirinya dulu, untuk menghilangkan jejak suaminya yang masih melekat di tubuhnya. alat yang dia gunakan untuk mengetes apakah dia hamil dia letakkan di samping Liam di bantal yang dia gunakan tadi. Ia kemudian melangkah keluar dari kamar untuk menyiapkan sarapan untuk kedua orang yang begitu ia cintai.


tiga puluh menit setelah kaluna keluar akhir Liam terbangun dari tidur ya, dengan mata masih terpejam, tanganya meraba mencari orang yang tidur di sampingnya hingga tanganya menyentuh sesuatu membuat Liam membuka matanya , mengambil benda itu dan memperhatikannya dengan begitu serius.


kening Liam mengerut dan tidak lama kemudian langsung tersenyum dia buru -buru bangkit dari tidur nya keluar dari kamar mencari istrinya untuk menanyakan benda yang sekarang ada di tangannya .


"Sayang." Liam keluar Kamar sambil menelusuri setiap sudut Apartemen nya, namun dia tidak menemukan sang istri, ia kemudian melangkah menuju dapur karena itu adalah tempat Favorit Kaluna jika masih pagi-pagi seperti ini, di sana di menemukan sang istri tercinta sedang sibuk. Liam mendekat dan langsung melingkarkan tanganya di perut rata sang istri, hal itu sontak membuat kalian sedikit kaget karena dia tidak menyadari Liam mendekatinya.


"Katakan padaku tentang ini?" Liam memperlihatkan alat tes kehamilan sambil terus memeluk Kaluna dari belakang. Kaluna yang melihat itu berbalik kemudian menatap suaminya, dia bisa melihat mata suaminya yang terlihat berkaca-kaca.

__ADS_1


Sebelum Kaluna menjawab kedua tanganya naik melingkar ke leher suaminya.


"Sepertinya keinginan seseorang sebentar lagi akan terwujud sekarang." ucapnya sambil tersenyum, tangan Kaluna turun mengambil salah satu tangan Liam kemudian membawa nya menyentuh perutnya.


"Dia sudah ada disini."


"Jadi kamu hamil?"


Kaluna mengangguk .


Bukkk


Liam langsung memeluk Kaluna dan begitu erat, matanya mulai basah karena bahagia sesuatu yang dia inginkan akhirnya di kabulkan oleh Tuhan saat ini. Liam tidak mempu berkata -kata lagi dia hanya memeluk tubuh istrinya dengan begitu erat


"Terimah kasih." entah sudah berapa kali Liam mengulang kalimat itu tanpa melepaskan pelukannya pada tubuh Kaluna. dia begitu bahagia saat ini, dia memiliki kesempatan mendampingi sang istri selama masa kehamilannya, dia akan membayar ketika dia tidak ada saat Kaluna mengandung Elif putrinya.


"Terima kasih ." Liam kembali mengucapkan kalimat yang sama setelah pelukan itu terlepas. Kaluna hanya mengangguk dia juga begitu bahagia karena kembali hamil untuk yang kedua kalinya di tambah lagi ada suaminya yang menemaninya saat ini.


Mata kaluna terpejam saat tiba -tiba Liam menyatukan bibir mereka. Laki -laki itu seolah menyalurkan rasa bahagia yang ia dapatkan hari ini.


"Aku mencintaimu Kaluna Jeinna." ucap Liam saat penyatuan itu terlepas .


"Aku juga mencintaimu, suamiku Liam Abian Darel.


__ADS_1


__ADS_2