
Sesuai janji yang sudah ia katakan, malam ini Zana mengajak Gio untuk makan malam, laki -laki yang menurutnya tidak pernah lelah untuk mengejarnya , entah apa alasannya dia juga tidak tau , dia hanya berfikir jika laki-laki itu hanya ingin mempermainkannya saja . Tapi sepertinya Zana harus mengikis pemikirannya , buktinya meskipun asisten Liam itu sudah ia tolak tapi ternyata juga belum menyerah. Malam ini sebagai ucapan terimah kasih nya untuk Gio dia ingin mengajaknya makan malam , hal ini tentu saja sudah dia sampaikan kepada ibunya , dan menceritakan tentang kejadiannya malam itu ,dan ibu Zana juga ingin bertemu untuk mengucapkan rasa terimakasih nya .
Musibah membawa berkah , mungkin kata itu yang menggambarkan perasaan seorang Gio Alterio sekarang ini , bagaimana tidak, dari kejadian saat mengikuti Zana dan dia mendapatkan luka menjadi alasan gadis itu mengajaknya makan malam, untuk itu malam ini Gio sedang sibuk mempersiapkan diri untuk acara tersebut , dia Bahkan sengaja pulang lebih awal dari kantor dan menyelesaikan pekerjaannya dengan semangat Empat lima demi malam ini ,
Bip ..
Gio keluar dari apartemen nya melangkah menuju lift , hp milik ya tak pernah lepas di tangannya , takut jika Zana mengrimkan sebuah pesan dan dia tidak segera melihatnya . Padahal Zana sudah menghubunginya jika dia sudah menunggunya.
Sebelum menyalakan mobil, sekali lagi Gio memastikan penampilannya tidak ada kesalahan sedikitpun , saat merasa penampilannya sudah sempurna Gio menyalakan mobilnya menuju rumah Zana yang tentu saja sudah Ia ketahui lokasinya meskipun Zana tidak memberitahukannya.
kurang lebih tiga puluh menit di perjalanan Gio akhirnya tiba di halaman rumah gadis yang sudah menjadi incarannya itu, saat mereka pertama kali bertemu ketika ikut di cara bulan madu bosnya.
Sementara itu beberapa menit sebelum Gio tiba Zana juga sementara bersiap menyambut kedatangannya
Terlihat ibu Zana baru keluar dari ruang tengah dan memperhatikan putrinya yang sementara duduk di sofa ruang tamu.
" Orangnya jadi datang ?" tanya ibu Zana
Zana yang semula memainkan hp miliknya beralih menatap ibunya yang kini sudah duduk di samping.
" Iya Bu , ini Zana baru mengirimkan pesan , katanya dia sudah menuju ke sini ."
" Jadi anak itu pernah bilang suka sama kamu ?" tanya ibu Zana kembali karena sebelumya Zana susah menceritakan tentang Gio .
Zana mengangguk ." Dan kamu menolaknya ?" kembali Zana mengangguk . " Ibu tidak akan bertanya apa alasan kamu , tapi ibu yakin anak ibu memiliki alasan yang cukup bagus untuk itu. Ibu hanya ingin berterima kasih sama anak itu .karena sudah menolong anak ibu ." ibu Zana tersenyum sambil mengelus rambut putrinya
Tok..tok..tok..
Suara ketukan pintu membuat pandangan ibu dan akan itu mengarah ke sana . Keduanya pun beranjak dan Zana membuka pintu itu.
Dan di depannya tengah berdiri orang yang sudah ditunggu nya sedari tadi . Zana tidak pelepasan tatapan matanya pada laki yang tengah berdiri di depan nya , Jagan pikir Zana terpesona dengan penampilan Gio saat ini , ya meskipun laki-laki itu memang memesona. tapi yang membuat Zana tercengang adalah penampilan Gio tidak jauh berbeda saat terakhir laki-laki ini mengajaknya makan malam , saat ini Gio mengenakan kemeja dan celana Chino, penampilan yang terlalu berlebihan menurut Zana , lebih tepatnya Gio salah kostum , bukankah dia hanya mengajak laki-laki ini untuk makan malam di rumahnya bukan diluar , tapi tunggu sepertinya Zana Memang tidak pernah mengatakan jika acara makan malam yang dia tawarkan itu di adakan di rumahnya bukan di luar, sama seperti yang pernah laki-laki ini lakukan . Mana punya dia uang sebanyak itu untuk melakukan dinner seperti itu.
__ADS_1
Tapi pikiran Zana segara teralihkan saat Gio lagsung menyalami tangan ibunya dan mencium punggung tangan wanita itu .
Perempuan yang sudah melahirkan Zana itu tersenyum melihat perlakuan Gio.
" Perkenalkan nama saya Gio Bu " ucap Gio memperkenalkan diri, Zana hanya menyaksikan adegan yang ada di depannya. melihat ibu dan laki-laki yang menurutnya salah kostum ini saling memperkenalkan diri. setelah itu ibu Zana mempersilahkan Gio untuk masuk .
" Terimah kasih ya nak Gio , sudah menolong anak ibu waktu itu."
" Iya Bu."
" Zana kamu sudah menyampaikan semuanya kan ."
" iya Ibu, semuanya sudah siap."
" Kalau begitu ayo kita masuk?" ajak Ibu Zana berjalan dari tempat duduknya , masuk lebih dulu ke meja makan yang ada di ruang tengah .
Saat melangkah Gio langsung menahan langkah Zana , dia sebenarnya sudah ingin bertanya dari tadi ,kenapa Zana belum siap -siapa bukan kah mereka berdua akan keluar untuk dinner, meskipun Gio sendiri tidak begitu peduli mengenai penampilan gadis yang ada di depannya ini tapi bukankah perempuan seperti itu , akan mempersiapkan dirinya dengan sempurna untuk acara seperti ini, di tambah lagi barusan ibu Zana memintanya untuk ikut masuk .
" Jadi , ini kita akan melakukannya ."
" Maksudnya ."
" Kamu pasti berfikir kita akan makan malam seperti waktu itu , maaf ya aku tidak punya cukup uang untuk melakukannya ." ucapan Zana . " Jadi kita makan malam di rumahku saja , tidak apa -apa kan ."
Seketika ekspresi Gio berubah , bukan karena tidak terima dengan ini semua tapi dia malu dengan menampilkan yang berlebihan jika acara makan malam ini di adakan di rumah Zana bukan di luar.
" Kamu tidak suka ?"
" Bukan . bukan seperti itu , tapi kenapa kamu tidak bilang ."
Zana nyengir " maaf. aku lupa . ayo ibu sudah menunggu di dalam ."
__ADS_1
Gio mengikuti Zana dan menarik salah satu kursi yang ada di depannya .
Sedangkan Zana duduk di samping ibunya .
" Maaf ya Nak Gio ibu sama Zana cuman bisa menyiapkan ini, mudah-mudahan nak Gio suka ."
" Iya Bu tidak apa -apa ."
" Jadi nak Gio tinggal sendiri selama ini ?" ibu Zana memiliki obrolan sambil bersama -sama menikmati makan yang sudah tersedia . sebelum Gio datang Zana memang sudah mengatakan jika Gio tinggal sendiri di sebuah apartemen.
" Iya Bu , mama saya tinggal di luar negeri karena beliau mengikuti papa saya ke sana ."
" Kok , Nak Gio tidak ikut ke sana ?"
" Saya kerja di sini Bu , membantu perusahaan milik sahabat saya ."
" Memang nak Gio tidak ada niat ke sana ?" tanya ibu Zana lagi
" Ada Bu , tapi nanti setelah saya sudah menikah saya akan menetap di sana untuk mengurus perusahan papa saya , karena beliau sangat menginginkannya ." Saat menjawab pertanyaan itu tatapan Gio tidak lepas dari Zana , orang yang di tatapan hanya menunduk , sedangkan ibu Zana juga memperhatikan bagaian tatapan anak laki-laki yang ada di hadapannya ini , dia bisa melihat jika laki-laki ini sangat menginginkan putrinya .
" Sebarnya ada yang ibu ingin katakan, sepertinya ibu sudah pernah melihat wajah nak Gio sebelumnya ." Kalimat itu sontak membuat Zana yang sedari tadi menunduk dan hanya jadi pendengar mengantikan apa yang sementara ia lakukan . otaknya sementara berputar , berfikir dimana ibunya melihat gio .
Deg
Ia ingat ibunya pernah memberikan memperhatikan foto laki-laki ini dan si*lnya dia tersenyum waktu itu, di dalam hatinya Zana berdoa semoga ibunya tidak ingat belum juga dianya selesai dia lafalkan doanya ibunya sudah menjawab .
" Ha iya ibu ingat , bukankah foto laki-laki yang ibu lihat waktu itu adalah nak Gio. yang kamu tersenyum waktu itu , iya kan nak ? " ibu Zana meminta jawab dari putrinya , yang di tanya hanya mengangguk tanpa Berani menatap ke arah laki -laki yang sementara tidak melupakan tatapan ke arahnya di tambah lagi saat mendengarkan
perkataan dari ibu Zana membuat sudut bibir gio terangkat , sepertinya dia punya senjata mematikan kali ini , menggoda Zana yang senang melihat fotonya .
🌺🌺🌺🌺
__ADS_1
Hy Kakak semua maaf ya baru bisa up soalnya Author lagi kurang sehat ☺️