
Matahari masih belum sempurna bersinar tapi Zana dan tim nya sudah tiba di bandara, Sesuai dengan keinginannya Gio mengantar Zana ke bandara, alhasil Perempuan itu harus datang terpisah dengan teman-temannya yang lain dan mereka baru bertemu saat tiba di bandara .
" Hubungi aku kalau kamu sudah tiba di sana ."
Zana mengangguk sambil meraih koper dari tangan Gio ,
" Dan jangan lupa untuk menghubungiku Kembali jika kamu sudah kembali , biar aku menjemputmu ."
" Iya. terimah kasih ."
" Zana ayo kita berangkat sekarang " Salah seorang dari rekannya memanggil karena pesawat mereka akan segara berangkat .
" Iya , aku kesan sekarang ."
Zana yang semula melihat ke arah rekannya itu kembali mengarahkan pandangannya ke Gio yang ada di hadapannya .
" Aku berangkat sekarang ."
" Hati -hati."
Zana kemudian berjalan bergabung dengan beberapa rekannya untuk memasuki pesawat
Hari ini Zana akan terbang ke salah satu negara yang menjadi pusat fashion dunia, dia akan melakukan liputan di sana bersama dengan rekan-rekannya . Satu tahun yang lalu saat Zana sudah lulus kuliah dia memutuskan bekerja di salah satu stasiun tv dan bertugas bagaian peliputan berita, tidak sulit bagi Zana untuk masuk ke tempat itu selain karena kuliahnya memang tidak jauh dari dunia itu dia juga sudah memiliki kemampuan yang cukup menjadikan alasan dia di terimah . Apalagi kemampuannya dalam mengambil foto tidak di ragukan lagi .
“ Apa tadi itu pacarmu ?” tanya senior Zana yang duduk tepat di sampingnya . “ Aku lihat dia begitu mencintaimu .” lajut ya lagi .
“ apa terlihat seperti itu kak?”
“ Apa kamu tidak merasakannya , aku ini laki-laki jadi aku tau bagaimana seorang laki-laki memperlakukan perempuan yang istimewa baginya “ Zana tidak menimpali dia hanya tersenyum mendengarkan kalimat seniornya . Tapi jujur di hatinya begitu bahagia Jika Gio memiliki perasaan begitu besar padanya . Dia juga tidak pernah menyangka jika hubungan mereka akan sejauh ini , mengingat bagaimana dia berusaha menjauhi laki-laki itu karena dia tau persis bagaian keluarkan Gio sebelum mengenal dirinya , tapi setelah Zana membuka sedikit cela di hatinya , mengizinkan Gio untuk masuk , dia baru menyadari ada sisi lain pada laki-laki itu.
“ kenapa ? Kau tidak percaya ucapanku ?”
Obrolan keduanya tertahan saat mendengarkan penyampaian Jika pesawat akan segar berangkat
“ Mungkin sebaiknya kita tidur perjalan ini sangat jauh .” senior itu kemudian memejamkan matanya di ikuti Zana setelahnya.
__ADS_1
“ Jika nanti kalian menikah jangan lupa aku yang jadi MC nya .” kalimat itu sontak membuat Zana membuka matanya kembali .
“ apa kakak belum tidur ?”
“ Aku sudah mau tidur . tapi kalian akan menikah .kan” mengajukan pertanyaan lagi membuat Zana gemes sendiri dengan seniornya satu ini . Laki-laki yang satu tim dengannya yang memang terkenal baik dan hangat oleh rekan satu timnya .
“ Kak berhenti bicara aku mau tidur .” Zana memutuskan tidak mau meladeni pertanyaan seniornya . Tapi sepertinya seniornya belum menyerah .
“ Kalau dia tidak menikahi mu nanti , biar aku yang menikahi mu. “ tertawa mendengar kalimatnya sendiri.
“ Kakak.” Zana memukul lengan laki-laki yang matanya sudah terpejam tapi mulutnya tidak berhati bicara .
“ Jangan menggangu ku aku mau tidur .”
“ bukan aku yang menggangu tapi Kakak yang tidak mau berhenti bicara .” sepertinya tidak akan ada yang tidur diantara mereka karena selalu saja melempar obrolan .
“ kau belum mengiyakan keinginanku .”
“ yang aman ?“
“ itu , saat Kalian menikah nanti aku yang jadi MCnya , karena sepertinya aku akan mendapatkan bayaran mahal , dia terlihat kaya. “
***
“ Bagaiman apa kamu yakin tidak ada lagi yang ingin kamu bawa ?” tanya Zana pada putrinya , ia sementara menyiapkan barang -barang milik elis dan memasukkannya ke dalam koper .
“ Ya mommy, semua yang Elif mau bawa sudah ada semua .”
Setelah memastikan semuanya sudah siapa Kaluna dan Elif turun ke lantai bawah , di ikuti beberapa pelayan yang mengikuti mereka karena mengangkat barang-barang tersebut . Hari ini Kaluna harus menghadiri salah satu acara di luar negeri.
semenjak Elif sudah memasuki usia sekolah Kaluna memutuskan kembali melakukan profesinya , tapi kali ini bukan dia yang terjun langsung untuk mengeksekusi wajah orang tapi , dia membangun sekolah khusus bagi yang tertarik di dunia tersebut dan hari ini dia akan membawa beberapa muridnya untuk hadir di acara Fashion itu, melihat bagaimana karakter make up yang akan muncul tahun ini sebagai pembelajaran baru bagi murid-muridnya dan tentu saja dia tidak akan meninggalkan Elif sendiri dia juga membawa Elif ikut bersamanya .
Di lantai bawah , sudah ada Ryan yang menunggu mereka , dia yang akan mengantar keduanya ke bandara .
" Hy baby girl."
__ADS_1
" Hai uncle." seperti biasa Elif akan selalu senang Jika sudah ada Ryan di mansion mereka .
"Sudah siapa berangkat ?."
"Siap ." jawab Elif semangat , Ryan kemudian meraih tangan Elif dan melangkah bersama keluar dari mansion sedangkan Kaluna hanya mengikuti dari belakang , Dia sudah seperti penonton yang menyaksikan ke kompakan kedua orang yang sementara berjalan di depannya , Bahkan Ryan , laki-laki itu hanya menyapa putrinya tidak menyapa dirinya sama sekali .
Tiba di mobil, Ryan belum memutuskan untuk masuk, hanya meminta Elif masuk terlebih dahulu . laki-laki itu membantu pelayan memasukkan barang-barang Kaluna dan Elif ke dalam mobilnya . Setelah selesai Ryan masuk di ikuti oleh Kaluna yang duduk di sampingnya Elif sudak duduk di bagian belakang .
" Apa kamu akan pulang setelah acara itu selesai .?"
" Iya . aku tidak mungkin tinggal lama karena Elif harus sekolah , aku jadi bersyukur. kegiatan itu di adakan saat akhir pekan jadi aku bisa membawa Elif bersama ku .
" Kak Ryan kenapa tidak mau ikut bersama ku dan Elif ."
" Ada banyak pekerjaan yang harus aku selesaikan dan itu tidak bisa di wakilkan , mungkin lain kali aku pastikan ikut bersama kalian.
***
" Kakak bangun." Zana menepuk-nepuk lengan seniornya yang tadi duduk bersamanya , dia berusaha membangunkan laki-laki itu karena pesawat mereka sudah mendarat beberapa menit yang lalu .
" Emm " laki-laki itu menggeliat berusaha menyadarkan dirinya dari rasa ngantuk .
" Apa sudah sampai ?"
" Iya kak , yang lain sudah turun tanggal kita berdua yang belum ." Zana berusaha meraih koper miliknya .
" Benarkah ."
tidak menjawab Zana memilih melangkah duluan
" hy Zana kau meninggalkan senior, itu tidak sopan namanya." dia juga buru -buru meraih koper miliknya dan mengikuti Zana yang sudah keluar dari pesawat .
" Akhirnya aku bisa ke negara ini meskipun dengan alasan pekerjaan ." rekan zana yang lain bersuara .
" Sepertinya aku akan sangat bersemangat bekerja jika di di tugaskan di tempat seperti ini . " gumam yang lain .
__ADS_1
" Ayo jalan, Kita tidak akan sampai di hotel jika kalian terus saja bicara ." Senior yang tadi duduk di samping Zana melangkah melewati semuanya .
" Apa dia tidak sadar jika kita semua menunggunya dari tadi ."