
"Apa kalian sedang bercanda . Kenapa aku harus ikut di acara bulan madu kalian ". ucap Gio kesal . bisa bisanya bosnya tersebut memintanya ikut di acara bulan madu mereka berdua .
Gio melirik kerah Liam dengan tatapan kesal dan hanya di balas senyuman oleh laki-laki tersebut dan di sebelahnya lagi ada Kaluna yang asik memainkan ponselnya tanpa peduli dengan keluhan asisten suaminya tersebut yang belakangan ini dia ingat bahwa saat sebelum Ia tinggal di luar negeri Dia dan asisten suaminya tersebut cukup dekat .
Demi memenuhi permintaan Riana Liam dan Kaluna akhirnya berangkat bulan madu dengan membawa Gio bersama mereka . mungkin lebih tepatnya Liam dan Luna tidak sedang bulan madu tapi liburan bersama .
Saat tiba di pulau yang menjadi tujuan mereka, dimana pulau tersebut terkenal akan lautnya yang indah dan memiliki pasir berwarna putih . Kaluna tidak bisa menahan rasa bahagia nya saat mereka baru tiba di hotel Kaluna langsung pergi menikmati indahnya pantai sambil terus berlarian soal- oleh menghindar dari kejaran ombak
Liam yang datang setelah Luna sudah berada di bibi pantai menyaksikan hal tersebut . Dia dapat melihat bagiamana kebahagiaan perempuan yang berstatus istrinya tersebut . Gio yang berjalan beriringan dengannya juga bisa menyaksikan keceriaan Kaluna .
" Li naik itu yuk . " Gio menunjuk permainan banana boat yang berada tak jauh dari posisi mereka .
" Malas ah , lu aja "
" ngak asik banget sih lo "
Karena Liam tidak ingin di ajak akhirnya Gio mengajak Kaluna .
" Luna " panggil Gio
Kaluna yang masih asik bermain itu mendengar namanya di panggil , Ia kemudian berbalik
" Iya kak . ada apa? "
" Main itu yuk "
Kaluna kemudian mendekati Gio
" Iya kak . ada apa " tanya Kaluna kembali
" Main banana boat yuk " Ajak Gio karena Liam sekarang ini lebih memilih duduk di kursi yang di sediakan di tepi pantai tersebut . Kaluna tidak menolak ajakan Gio dan malah merasa senang dengan ajakan laki-laki tersebut. mereka berdua kemudian bersiap menaiki wahana permainan tersebut , tapi sebelum itu baik Gio maupun Luna terlebih dulu menggunakan rompi pelampung demi keamanan ke dunya . saat tengah asiknya Gio dan Kaluna menaiki wahana banana boat tersebut , Luna tidak menyadari bahwa rompi pelampung miliknya tidak berfungsi dengan baik dan mengalami kerusakan . saat tengah asik menjajal wahana tersebut tiba -tiba Banda itu terbalik dan membuat Gio dan Kaluna terjatuh ke laut , Liam yang memperhatikan mereka dari jauh hanya bisa tersenyum menyaksikan hal tersebut, tapi sesaat kemudian senyum itu hilang saat sadar Kaluna terlihat seperti orang yang tengah tenggelam , Liam yang menyadari itu langsung berlari dan melepas kaos nya dan langsung menceburkan dirinya ke laut Gio yang belum menyadari karena posisi Kaluna terlempar jauh dari posisi Gio .
Saat Gio melihat Liam tiba-tiba menceburkan dirinya ke laut laki-laki itu mulai sadar jika Kaluna belum muncul ke permukaan saat mereka terjatuh tadi . Gio yang sudah mulai Khawatir mencari keberadaan Kaluna dan melihat Kaluna yang berusaha memunculkan dirinya ke permukaan dengan tangan terangkat ke atas . Gio langsung berenang mendekati Kaluna. Di saat yang sama Liam juga sudah berada di dekat Kaluna , mereka kemudian membawa Kaluna ke tepi pantai .
" Luna....Kalunaa "
__ADS_1
Kaluna sudah tidak sadarkan diri karena terlalu banyak menelan air , Liam berusaha membuatnya sadar dengan menepuk tepuk pipi Kaluna, tapi tak kunjung sadar kemudian Liam mulai menekan dadanya dan memberinya nafas buatan
"uukkkhh"
Kaluna ter batuk dan air keluar dari mulutnya . Ia kemudian mencoba untuk duduk untuk mengembalikan kesadarannya .
" Sudah tidak apa-apa kan" tanya Gio dan di anggukkan oleh Kaluna.
" Kalau sudah tau tidak bisa berenang . jangan mencoba permainan seperti itu." Liam bicara dengan nada kesal. Dia begitu ketakutan tadi saat menyadari Kaluna tenggelam.
Ini pertama Kalinya dia di marahi oleh Liam dan itu sungguh tidak nyaman .
" Liam lu apa-apaan sih. Pake acara marah segala." Gio kesal dengan sahabatnya itu bukanya menenangkan istrinya yang baru saja nyaris tenggelam malah marah-marah.
"Sudah tidak apa-apa kan" tanya Gio kembali
" Iya "
" Kalau begitu aku bantu kembali ke hotel "
" Jangan melakukan sesuatu yang akan merepotkan orang " ucap Liam saat Gio dan Kaluna sudah melangkah pergi . Tapi berhenti saat mendengar ucapan Liam .
Luna berbalik dan membalas kata-kata itu .
" Iya . Kaluna tidak akan merepotkan Kak Liam lagi . maaf ." ucap Kaluna sambil membungkukkan sedikit kepalanya dan kembali berjalan "
Liam sebenarnya tidak bermaksud memarahi Kaluna dia hanya kesal, karena dengan kejadian ini dia kembali ingat dengan kenangannya bersama Elma . wanita yang saat memutuskan menikahi Kaluna berusaha dia lupakan . Ia Liam memutuskan melupakan Elma setelah orang suruhannya tersebut memberikan beberapa foto-foto Elma dengan Seorang laki-laki , awalnya Liam senang saat mendapat kabar bahwa orang suruhannya tersebut sudah mengetahui keberadaanya . Liam yang saat mendapat info itu untuk pertama kalinya langsung ingin mendatangi Elma , tapi saat orang suruhannya menyelesaikan hasil temuannya, memberikan sebuah fakta bahwa seorang laki-laki Selalu ada di dekat orang yang di cintanya tersebut. Mungkin itu hanya temanya, pikiran Liam untuk memenangkan hatinya tapi foto laki-laki itu saat bersama Elma bukan hanya sekali atau dua kali di dapatkan orang suruhannya tapi berkali-kali dan ada satu foto yang membuat Liam begitu yakin itu membuatnya harus melupakan Elma , yaitu ketika ia melihat Elma dan laki-laki itu memasuki butik gaun pernikahan . Mungkin sampai di situ perjuangan Liam , Ia sudah meyakinkan dirinya bahwa Dia dan Elma memang tidak di ditakdirkan Tuhan untuk bersama . Dia akan berusaha melupakan Elma dan merima takdirnya . tapi kejadian yang di alami Kaluna membuatnya kembali mengingat kenangan itu yang membuatnya kesal .
***
Saat malam tiba Liam mendatangi kamar Kaluna , untuk meminta maaf karena merasa bersalah telah memarahi Kaluna . Saat menekan bel kamar Kaluna tidak ada jawab dari dalam .
Dia mencoba menghubungi Kaluna dan juga tidak di angkat .
" Apa masih marah?"
__ADS_1
Karena sudah beberapa kali menelpon dan tidak diangkat Liam mengirim pesan pada Kaluna dan menunggu pesan tersebut mendapat respon tapi , setelah menunggu beberapa menit pesan yang dia kirim bahkan bahkan belum di baca oleh Kaluna.
Liam kemudian beralih menghubungi Gio dan langsung di angkat oleh sahabatnya tersebut .
" Halo"
" Dimana?"
" Aku sama Kaluna lagi ada di bawah. lagi makan"
" Jadi Kaluna sama kamu?"
" Iya.
Liam langsung mematikan sambungan telpon tersebut dan menyusul ketempat di aman keduanya berada .
Saat tiba . Liam dapat melihat Kaluna dan Gio begitu menikmati makan malam mereka sambil sesekali tertawa .
" Hai Li . " Sapa Gio saat melihat sahabatnya itu datang mendekat . Kaluna ikut melihat ke arah pandangan Gio . Kaluna yang semula tertawa tiba -tiba mengentikan tawanya dan Liam menyadari itu .
" Kok nggak panggil gue sih " Liam menarik kursi dan duduk di dekat Kaluna
" Habis Lo sih buat Kaluna takut ." Jawab Gio dengan gaya bercanda.
" Memang muka gue menyeramkan? " tanya Liam kembali tapi sepertinya pertanyaan itu untuk Kaluna karena tatapan mata Liam mengarah pada orang yang sedang duduk di dekatnya tersebut . Kaluna yang merasa pertanyaan itu untuk dirinya hanya diam dan tanpa berniat menjawab pertanyaan dari laki-laki yang berstatus suaminya tersebut .
" Maaf " ucap Liam sambil pandanganya masih kearah Kaluna
Kaluna yang mendengar permintaan maaf Liam langsung menatap mata laki-laki itu dan langsung tersenyum dan mengangguk. Liam tersenyum melihat senyum Kaluna yang ternyata begitu manis .
" khem.."
"Kok saya merasa jadi orang ketiga ya disini."
Pandangan Liam dan Kaluna langsung teralihkan saat mendengar kata-kata dari Gio .
__ADS_1