
Zana duduk dengan tenang di atas pesawat , Seperi biasa orang duduk di dekatnya adalah senior nya , yang menjadi penanggung jawab tugas mereka kali ini , setelah puas menikmati keindahan kota itu , Zana dan rekanya yang lain akhirnya kembali ke negaranya . Di dalam pesawat Zana tidak berhenti memikirkan tentang apa yang ia lihat di negara itu, Kaluna , dia melihatnya tapi sayang dia tidak bisa bertemu langsung dengannya , ada hal yang mengganjal dalam pikirnya sekarang , dia sementara memikirkan apakah bijak jika dia menyampaikan fakta ini nantinya di hadapan Gio , dia takut jika apa yang dia pikirkan saat ini ternyata benar . Ini tentang anak yang bersama Kaluna , bagaiman jika tenyata Kaluna sudah menikah lagi dan anak itu adalah anaknya dengan laki-laki lain, dia takut jika sampai di menyampaikannya akan menggangu hubungan Kaluna dengan suaminya . Tapi disisi lain dia juga berfikir apa mungkin anak itu adalah anak pak Liam , jika itu betul kenapa Kaluna tidak kembali dan mengatakannya, Zana terlihat kebingungan dengan dua kemungkinan itu , karena bagaimanapun hubungan Kaluna dengan suaminya juga tidak begitu ia ketahui , Gio memang pernah bercerita padanya , jika Kaluna pergi karena pak Liam menikahi mantan kekasihnya dulu . ah jika alasnya itu , dia juga akan melakukan hal yang sama seperti yang di lakukan bosnya itu.
Mungkin baiknya dia tetap bercerita nanti kepada Gio untuk bagaiman kedepannya nanti , mungkin keluarga pak Liam yang akan memutuskannya, karena dia juga tidak mungkin menyimpan fakta ini, padahal semua orang sudah berusaha dengan berbagai cara untuk menemukan Kaluna .
Zana kemudian memilih memejamkan matanya seperti yang di lakukan seniornya saat ini , karena perjalanan yang akan memakan waktu sampai berjam jam , tidur adakah pilihan yang tepat .
" Elif Eilaria Darel" Zana menyebut nama itu dengan suara nyaris tidak terdengar . sebelum ia masuk ke alam mimpinya beharap saat ia terbangun nanti dirinya sudah tiba di negaranya .
***
" Zana ." seseorang menepuk pelan tubuhnya , matanya berusaha menyesuaikan cahaya di tempat itu . Setelah berhasil menegakkan tubuhnya Ia menatap ke sekelilingnya , Ia baru ingat jika saat ini tubuhnya masih berada di dalam pesawat . Zana kemudian melirik ke arah jendela pesawat dari dalam Zana dapat melihat sebuah bangunan yang menjelaskan jika itu adalah bandara , tenyata dia sudah tiba .
" Ah sudah Sampai ternyata." Zana beranjak dari tempatnya dan meraih koper miliknya , ia kemudian ikut turun beriringan dengan senior yang tadi membangunkannya . keluar dari pesawat, mereka kemudian duduk bersama di bandara . Menunggu jemputan masing -masing dan ada juga yang langsung pulang menggunakan taksi online , sebenarnya Zana juga ingin melakukan hal yang sama tapi Gio , laki-laki itu sudah menghubunginya tadi jika dia sudah di perjalannya menuju bandara untuk menjemputnya . jadi Zana tidak memiliki pilihan lain selain menunggu laki-laki itu dan lagi dia ingin menyampaikan sesuatu yang sangat penting pada laki-laki itu .
" Far tuh jemputan kamu sudah datang ." rekannya yang satu kamar dengannya saat betugas menyenggol lengannya saat melihat Gio datang mendekat . Zana kemudian mengangkat pandangannya karena tadi dia hanya sibuk mematikan Hp milik ya . Ia tersenyum kepada laki-laki itu dan beranjak dari duduknya dengan menyeret koper miliknya.
" Aku duluan ." ucapan Zana kepada yang lain .
" Biar aku yang bawa ." Gio mengambil barang bawaan Zana menuju mobilnya . kemudian membukakan pintu untuknya .
" Terima kasih ."
" Sama -sama "
Zana masuk ke mobik di susul Gio Setelahnya .
__ADS_1
" Bagaimana di sana , apa semuanya berjalan lancar ?"
Gio melirik ke arah Zana ya g duduk di sampingnya .
" Em Gi, ada yang ingin aku katakan ." suara Zana terdengar ragu .
" Apa , apa ada sesuatu yang tejadi di sana ?" dengan tetap fokus melihat ke jalan , Gio sesekali mengalihkan pandangannya ke arah Zana .
" Aku melihat kak Luna di acara itu ."
ngikkk ...
Gio tiba -tiba merem mendadak mobilnya mendengarkan kalimat yang baru di ucapkan Zana .
" Kamu tidak apa-apa ? tadi kamu bilang apa " Gio ingin memastikan jika dia tidak salah dengan , dia mengentikan mobilnya tiba -tiba membuat Zana sedikit terpental ke depan ." Zana juga tidak menyangka jika Gio akan berekspresi sepeti tadi .
" Tadi kamu bilang melihat Kaluna di sana ?"
Zana mengangguk , Gio kini merubah posisi duduknya menyamping ke arah Zana .
" Aku melihatnya di acara itu."
" Apa kalian bertemu atau saling bicara dan ah." Gio mengumpat kesal dia tidak tau harus bertanya dari mana, dia begitu senang saat mengetahui jika istri sahabatnya itu berhasil di temukan ."
Zana kemudian menceritakan kepada Gio jika sebenarnya mereka tidak bertemu hanya saja dia melihat Kaluna terekam di kamera milik temanya kerjanya dan tidak sempat bertemu langsung .
__ADS_1
" Jadi seperti itu , jadi kamu tidak berhasil bertemu dengannya dan hanya mendapatkan alamat dimana Kaluna berada ." Zana mengiyakan kalimat Gio. ada kelegaan di hati Gio setelah mendengarkan penjelasan Zana setidaknya dia bisa tau kemana dia harus mencari Kaluna sekarang , Liam begitu membutuhkan ke hadiran istrinya .
" Tapi ada sesuatu yang lain yang aku lihat ."
" Sesuatu yang lain , maksudnya ." Gio nampak kebingungan .
" Aku melihat anak kecil bersama dengan Kak Luna dan kami sempat saling menyapa ketika tidak sengaja bertabrakan di tempat itu , hanya saja waktu itu aku tidak tau jika tenyata anak kecil itu adalah anak Kak Luna . apa aku salah jika berfikir kalau kak luan sudah menikah dan memiliki anak?"
Gio diam sejenak memikirkan kata kata Zana , Kaluna dia tidak mungkin menikah karena Lima tahun yang lalu tidak ada perceraian di antara mereka , sepertinya dia mengetahui sebuah kenyataan .
" Berapa usia anak itu?"
Zana berdiri mengingat Elif ." mungkin sekitar 4 atau 5 tahun ." jawaban Zana membaut Gio menarik ujung bibirnya .
" Ada apa ?" tanya Zana melihat Gio tersenyum tips
" Aku sementara menghitung waktu ketika Kaluna pergi dengan usia anak itu , jika usia anak itu adalah 5 tahun berarti anak itu adalah anak Kaluna dengan Liam , Kaluna tidak mungkin menikah karena Liam tidak pernah menceraikan ya . Mendengar itu Zana ingat sesuatu .
" Tunggu dulu , Siapa nama lengkap pak Liam"
" Liam Abian Darel , Kenapa ?"
Zana tersenyum , sekarang dia yakin jika anak kecil itu adalah anak Kak luan dan Pak Liam .
" Elif Eilaria Darel , itu nama anak itu , aku jelas mendengarnya ketika di sana anak itu sempat hilang dan bertemu denganku saat itu aku mendengar pengumuman yang menyebut nama lengkap anak itu aku yakin aku mendengar nama Darel di belakang namannya ." Zana telihat begitu antusias menyampaikan ya pada Gio .
__ADS_1
" Kalau memang anak itu adalah anaknya aku Jadi punya cara untuk membangunkan laki-laki itu . aku sudah bosan mengurus hotel itu sendiri " dia tidak serius mengucapkannya , sejujurnya dia ingin menangis saat ini karena bahagia, dengan begitu dia begitu Liam bisa bangun dan tidak membuat Tante dan om Hendra bersedih, tapi air matanya tidak mungkin dia perlihatkan kan pada Zana, bisa- bisa perempuan ini malah menertawakannya .