Maaf Aku Yang Harus Pergi

Maaf Aku Yang Harus Pergi
Calon menantu


__ADS_3

Sesuai permintaan Gio akhir pekan ini dia mengantar file yang berisi foto kegiatan Gio waktu itu , sebenarnya Farzana ingin mengantarnya ke kantor L.A.D Grup sebelum akhir pekan datang tapi , laki-laki itu tidak bisa dan juga tidak mau file itu dititipkan , dia harus melihat hasil kerjanya sendiri di depan orangnya langsung jadi jika ada foto yang harus di perbaiki Farzana bisa langsung memperbaikinya , itu alasannya dan Farzana mengiyakan permintaan itu.


Saat ini dia sudah berada di depan apartemen Gio . tangan Farzana terangkat menekan bel


Sedangkan di dalam apartemen itu Gio masih tertidur . Akhir pekan ini sungguh melelahkan untuknya , dia harus menggantikan beberapa pekerjaan Liam karena bosnya itu tengah berada di luar negeri . Gio tau jika Liam tidak hanya bertemu dengan orang yang akan berinvestasi di hotel yang ia bangun tapi dia juga tau jika sahabatnya itu tengah menikmati bulan madu dengan istrinya dan itu membuat Gio bahagia karena Liam sudah menghilangkan bayangan masa lalunya .


Gio terbangun saat mendengar suara bel berbunyi , dalam keadaan mata masih terpejam dia tersenyum karena Gio tau siapa yang datang di apartemen pagi ini . Ia kemudian bangun membukakan pintu untuk Farzana , dengan wajah khas bangun tidur , rambut yang masih acak-acakan laki-laki itu berdiri didepan Farzana jangan lupa saat ini Gio hanya menggunakan Boxster dan bertelanjang dada . sungguh pemandangan di hadapannya saat ini membuat mata Farzana ternodai .


" Kau sudah datang ?" maaf aku baru bangun . Kau bisa masuk ." Gio mempersilahkan Zana masuk , tapi gadis itu tidak beranjak dari posisinya berdiri .


"Kenapa ? kau takut aku melakukan macam -macam, kau bahkan pernah menerobos masuk ke kamarku waktu itu."


Akhirnya Farzana masuk ke apartemen Gio matanya menelusuri setiap sudut apartemen itu yang di dominasi dengan warna hitam dan abu-abu .


"Kau bisa menunggu kan , karena aku harus membersihkan diri dulu."


Zana hanya mengangguk dan duduk di sofa .


sementara itu Gio kembali ke kamarnya . Tapi beberapa saat kemudian kepalanya menengok keluar .


" Jika kau ingin minum sesuatu kau bisa mengambil sendiri di kulkas ." setelah mengatakan itu Gio kembali masuk .


Karena merasa bosan menunggu Farzana beranjak dari duduknya dan mengelilingi apartemen Gi, tidak ada yang bisa di lihat disini , Bahkan foto tidak ada sama sekali .


sedangkan itu di luar gedung apartemen terlihat seorang wanita dengan berpenampilan elegan baru turun dari mobil dan berjalan masuk ke apartemen , , langkahnya begitu anggun dia akan mengunjugi pemilik salah satu kamar di apartemen ini .

__ADS_1


kembali ke dalam


langkah zana kemudian mendekati dapur. jujur dia kagum dengan laki-laki menyebalkan ini meskipun seorang laki-laki tapi apartemen miliknya cukup rapi dan membuat nyaman . karena merasa haus Zana membuka lemari kulkas dan meraih satu botol air minuman dan meminumnya . bersama dengan itu wanita yang baru tiba tadi memencet pin apartemen yang ternyata milik Gio


Bip


Apartemen itu terbuka dan wanita itu melangkah masuk, tatapannya teralihkan dengan seorang gadis di dapur milik putranya, Sontak hal membuat Farzana kaget dan lagsung menghentikan meneguk air yang masih tersisa setengah . Karena tatapan wanita yang sementara berdiri di sana seakan ingin menelannya , sangat tajam . tanpa mengatakan apa-apa wanita itu melangkah menuju kamar putranya . hal itu membuat Zana semakin kebingungan


" Gio buka pintunya ."


Farzana tersentak, karena wanita itu bukanya mengetuk pintu untuk di bukankan tapi malah menggedor -gedor pintu kamar Gio . Farzana masih tetap berada di dapur bingung mau melakukan apa .


"Gio buka pintunya ." wanita itu kembali menggedor pintu kamar Putranya kali ini di iringi suara yang meninggi .


di dalam kamar Gio yang baru keluar kamar mandi juga ikut kaget mendengar kamarnya di gedor . Gio tau siapa orang di luar sana . Dia pun langsung membuka pintu kamarnya


" Kamu ya .." tanpa melanjutkan kalimatnya wanita itu langsung menarik rambut putranya .


" aww . ma , Gio bisa botak kalau mama terus menarik rambutku ."


" Mama tidak peduli , mama sengaja datang tidak memberitahu mu , karena mama ingin liat apa kamu masih sering membawa perempuan ke sini dan lihat ternyata dugaan mama benar . kau betul-betul keterlaluan yan Gio ." wanita yang bernama Anita itu terus saja menarik rambut putranya . Farzana yang menyaksikan itu hanya melotot tidak percaya dengan apa yang dia lihat depannya sekarang .


Hingga akhirnya Gio menarik mamanya masuk kedalam kamar dia tidak mau Farzana melihat adegan memalukan yang terjadi pada dirinya saat ini.


Ketika sudah berada dalam kamar Anita akhirnya melepaskan rambut putranya dengan masih menatap tajam .

__ADS_1


" Mama itu salah paham sama Gio ." laki-laki itu meraih kedua bahu mamanya berusaha menjelaskan yang sebenarnya .


" Salah paham bagaimana ?"


Gio mengajak Anita duduk di sofa yang masih berada di dalam kamarnya dan mulai menjelaskan siapa perempuan yang di lihat mamanya di luar sana .


" Jadi perempuan di luar itu calon menantu mama?"


Gio mengangguk sambil memeluk mamanya dari samping .


" Apa dia juga suka padamu ?"


" Belum , tapi akan ." jawab Gio dengan dagu sudah berada di pundak mamanya . sambil terus memeluk tubuh perempuan yang telah melahirkannya itu


" Memang apa istimewanya , mama liat penampilannya jauh berbeda dengan perempuan yang selalu mama liat di apartemen kamu selama ini." Anita sedikit heran melihat selera putranya saat ini , karena setiap dia datang ke apartemennya putranya, perempuan yang biasa berada di apartemen putranya itu memiliki penampilan yang sangat terbuka .


" Gio melihat mama dalam dirinya ."


" Maksudnya? mama tidak mengerti ."


" Dia gadis pekerja keras dan mandiri , sama seperti mama ." Anita tersenyum mendengar penuturan putranya . menjadi orang tua tunggal untuk putra satu-satunya , membuat Anita harus bekerja keras membesarkan Gio seorang diri . Meskipun memiliki kekayaan di tambah warisan yang di tinggalkan ayah Gio tidak sedikit , hal itu tetap membuat Anita harus mengelolanya sendiri , di tengah ke si bukan nya dia tidak pernah melupakan Gio putranya , kasi sayang untuk putranya tersebut tidak berkurang sedikitpun . sampai Gio bisa hidup mendiri wanita itu memutuskan menikahi lagi yang tentu selalu di dukung oleh putranya . setelah menikah Anita memutuskan tinggal di luar negeri karena suaminya merupakan warga negara asing. Dia sudah berusaha membujuk putranya ini untuk ikut bersamanya tapi Gio belum mau dan memilih tetap tinggal di negaranya


" Kalau begitu mama mau keluar menemui calon menantu mama dan ini pakai baju sana . kamu bisa menodai penglihatannya Gio. "


" Ini gara-gara mama berteriak dan langsung menarik ku tadi ." batin gio.

__ADS_1


Setelah pelukannya terlepas di ikut bangun dan mulai menggunakan pakainya .


__ADS_2