Maaf Aku Yang Harus Pergi

Maaf Aku Yang Harus Pergi
Pesan dari siapa


__ADS_3

Hari ini pasangan pengantin baru yang sedang berbulan madu itu masih menikmati hari-hari mereka di pulau yang begitu indah . Ah tidak lebih tepatnya liburan bersama , ada Gio diantara mereka , bisa dilihat mereka sudah seperti sahabat yang tengah menikmati liburan bersama .


Di hari kedua, mereka bertiga memutuskan untuk mengunjungi sebuah pusat perbelanjaan di pulau itu , mungkin lebih tepatnya tempat wisata , karena selain menjual hasil kerajinan oleh masyarakat di sekitar pulau tempat itu juga menyediakan makanan khas di pulau itu yang bahan utamanya bersumber dari laut .


Mereka bertiga mendatangi sebuah stand yang menjual jajanan hasil laut yang begitu mengiurkan bagi yang melihatnya . Kepulan asap dan aroma yang yang begitu menggoda tidak mungkin di lewatkan Liam , Kaluna dan Gio .


" Emmmm. rasanya enak banget ." mata Kaluna sampai terpejam menikmati gigitan daging cumi yang dagingnya cukup besar dan empuk .


"Memang seenak itu?" tanya Gio melihat Kaluna sangat menikmati . Kaluna mengangguk


" Padahal ini kan hanya serangga ."


" Apaan sih kak Gio masa cumi di samakan sama serangga "


Kaluna menatap tidak suka ke arah Gio mendengar cumi Gio samakan dengan serangga .


" Ya memang serangga kan cuman ini serangga di laut ."


saat gigitan pertama kedalam mulutnya nya Gio juga menampilkan ekspresi yang sama begitu menikmati nya .


" Bagaiman ? enak daging serangga nya?


Gio hanya tersenyum mendengar nada sindiran dari sahabatnya tersebut . pasalnya Liam dari tadi hanya menjadi pendengar dari perkataan antara sahabat dan istrinya itu .


Setelah menikmati daging serangga laut ( itu kata Gio 😄) Meraka kemudian melangkah ke beberapa toko yang menjual oleh-oleh hasil kerajinan tangan masyarakat di sana .


" Li gue ke bagaian sana yah." Gio menunjuk salah satu toko yang menjual berbagai macam gelang yang memiliki bentuk yang unik , laki-laki itu memang memiliki kebiasaan membeli barang-barang yang di anggapnya tidak biasa sebagai bahan koleksinya .


" Ya sudah , nanti tinggal telpon kalau sudah selesai, soalnya gue juga mau ke toko yang sebelah sana sama Kaluna , mau beliin mama sesuatu . "


Liam menunjuk salah satu tokoh


Kaluna dan Liam melangkah ke toko yang diinginkannya begitupun juga Gio dai mulai mendekati toko yang menjadi incarannya karena dari arah jauh ia sudah melihat benda yang di inginkan ya , saat Gio ingin mengambil benda tersebut di waktu bersamanya tangan seseorang juga ingin mengambil benda yang bersama . membuat mata mereka bertemu .


" Maaf ya om . Aku yang liat duluan."


" What ? Mata Gio melotot mendengar dirinya di panggil om . dia ingin protes sebenarnya tapi orang yang memanggilnya om tersebut sudah meninggalkan tokoh itu setelah berhasil membeli gelang yang sempat di perebutkan.


" Ah sial , dia gesit juga ."


***


Sedangan di tempat berbeda Kaluna sedang memilih benda apa yang cocok untuk dia berikan kepada Riana yang sudah menjadi ibu mertua nya tersebut.

__ADS_1


" Kak kira -kira mama suka tidak kalau Luna pilih yang ini ." Kaluna menunjukkan sebuah gelang yang terbuat dari batu batu kecil berwana merah .


" Sepertinya akan suka"


" Bagaimana kalau tidak."


Liam tersenyum melihat ekspresi khawatir Kaluna . Menurutnya Kaluna tidak perlu se khawatir itu . Andai Dia tau se sayang apa mamanya pada wanita ini sampai dia terkadang menaruh rasa sedikit cemburu pada Kaluna .


" Apa pun yang kamu pilih , aku yakin mama pasti suka ."


" Kok kak Liam bisa se yakin itu."


" Karena yang mama suka itu kamu. coba kamu pikirkan bagaimana perasaan seseorang jika orang yang kita sayang memberikan sesuatu untuk kita , barang apa pun itu . Pasti kita akan sangat bahagia dan mengaggap barang itu sama berharganya dengan perasaan kita"


Mendengar jawaban Liam , Kaluna akhirnya memutuskan membeli sebuah gelang untuk Riana .


" Kamu mengambil dua ?"


Kaluna megambil 2 gelang dengan model dan warna yang berbeda


" Aku ingin memberikannya pada seorang teman."


Kening Liam berkerut . agak sedikit heran karena satunya Kaluna belum lama ini pulang ke Indonesia dan juga wanita ini langsung di sibukkan dengan rencananya untuk meneruskan pekerjaan yang sama saat Dia tinggal di luar negeri .


Tanya Liam sambil berjalan beriringan meninggalkan toko


" Em . Apa kak Liam ingat saat kita pertama kali bertemu . waktu itu aku bersama dengan anak kecil .


" Iya . aku ingat . memang anak kecil itu siapa? "


" Dia anak dari teman yang ingin aku belikan ini." Kaluna mengangkat plastik belanjaanya .


"Aku pikir dia anakmu waktu itu." Liam tersenyum mengingat dugaannya waktu itu.


Saat sementara jalan tiba -tiba hujan mulai turun . Liam langsung menarik tangan Kaluna untuk mencari tempat berteduh . Liam dan Kaluna mengibas pakaian mereka Yang sedikit basah tadi . Kaluna berbalik melihat toko yang mereka tempati berteduh . senyum di wajahnya terlihat saat tau yang mereka tempati berteduh adalah sebuah mini market. tampak memberi tau Liam Kaluna langsung memasuki toko itu , Liam yang tidak sadar kalau Kaluna sudah tidak ada di sampingnya saat berbalik menjadi kebingungan , karena Kaluna begitu cepat menghilang di dekatnya . saat pandangan matanya mengarah ke dalam tokoh Liam bisa melihat Kaluna sedang berada di depan freezer . Ia melihat Kaluna mengambil beberapa es krim dengan berbagai jenis kemudian berjalan ke arah kasir dan beberapa saat kemudian kembali ke tempatnya semula .


" Kak duduk di situ yuk "


Kaluna menunjuk sepasang kursi dan di tengahnya terdapat meja bundar yang tersedia di toko itu .


" Kamu mau makan es krim ? "


" Em ."

__ADS_1


" Sebanyak itu?"


Soalnya Kaluna tidak hanya membeli satu dua es krim tapi empat cup es krim dengan berbagai ukuran .


" Kak Liam memang tidak mau ?"


" Aku tidak biasa makan es krim saat hujan seperti ini , apalagi hujannya sederas ini ."


Liam menatap keluar tokoh yang memang terlihat hujan cukup deras .


Kaluna membuka es krim nya . Dia memilih memakan yang cup nya paling besar dengan rasa coklat bercampur strawberry. Liam hanya memperhatikan Kaluna menikmati es krim miliknya . Dia heran melihat pemandangan yang ada dihadapannya saat ini , untuk pertama kalinya dia melihat ada orang yang begitu bersemangat makan es krim di tengah hujan deras .


" Apa tidak apa -apa kamu makan es krim saat hujan seperti ini ?


Kaluna hanya menggalang .


Saat Satu cup habis . Kaluna beranjak ingin memasuki toko itu kembali


" Mau kemana ?


" Masuk"


" Jangan bilang kamu mau membeli es krim lagi . ini masih belum habis Luna "


Protes Liam karena menurutnya cara makan es krim kalian susah keterlaluan .


" Nanti perutmu sakit"


Kaluna tersenyum mendengar kalimat yang terdengar khawatir dari Liam


" Luna cuma mau beli air mineral kok Kak"


Setelah berkata begitu Kaluna memasuki kembali toko itu saat berada di dalam . Liam menghubungi Gio . Dia baru Sadar bahwa mereka tadi berpisah dan belum memberi kabar sama sekali apa lagi sekarang sedang hujan dan itu cukup deras .


"Halo Gi lo ada dimana?"


" Di hotel . memangnya lo sama Kaluna belum balik?"


" Iya . gue terjebak hujan . ini gue sama Luna sementara berteduh di salah satu toko ."


" Gue pikir tadi lo sama Luna udah balik , makanya gue balik , soalnya gue nggak liat liat kalian berdua di toko terakhir kita pisah."


Saat tengah mengobrol dengan Gio , arah mata Liam teralihkan ke ponsel milik Kaluna yang menyala , tanda sebuah pesan masuk . Dia sempat melirik dan melihat sebuah profil laki-laki di pesan itu , sebelum Kaluna datang dan meraih ponselnya . Liam dapat melihat ekspresi wajah Kaluna yang terlihat begitu bahagia membaca pesan yang baru masuk ke ponselnya .

__ADS_1


Saat hujan mulai Redah mereka berdua langsung meninggalkan tokoh itu dan bergegas kembali ke hotel . sepanjang jalan pulang dan memasuki hotel Kaluna masih sibuk berbalas pesan , Liam sebenarnya ingin bertanya , siapa orang yang di temani Kaluna berbalas pesan , tapi di urungkan , Dia takut itu mengganggu privasi Kaluna . meskipun mereka berdua pasangan suami istri.


__ADS_2