Maaf Aku Yang Harus Pergi

Maaf Aku Yang Harus Pergi
Liam sakit


__ADS_3

Hari ini setalah melewati akhir pekan , jika biasanya Liam akan begitu bersemangat berangkat ke kantor , berbeda dengan hari ini , putra dari Riana dan Hendra itu ber malas -malas an untuk berangkat , Bahkan dia masih berada di kasur saat ini dan mengabaikan telpon dari Gio yang sudah beberapa kali menghubunginya . Dia hanya mengirimkan pesan pada asisten pribadi nya itu


Liam sementara memikirkan bagaimana caranya agar Kaluna tidak datang ke bandara untuk menjemput laki-laki bernama Ryan itu . Saat istrinya kemarin menerima telpon dari laki-laki itu terdengar bahwa dia akan tiba di Indonesia besok dan meminta Kaluna untuk menjemputnya .meskipun Kaluna sudah meminta izin kepadanya tetap saja dia tidak rela .


"Cih , dasar laki-laki tidak tau malu, berani menyuruh istriku untuk menjemputnya."


Kalimat umpatan keluar dari mulut seorang Lima yang selama ini tidak sekali pun kaki-laki itu mengeluarkan kata-kata kasar. Hanya kelembutan yang Laki-laki itu miliki dan hal itulah yang membuat Elma luluh dengan Perasaan yang di berikan Liam.


Tiba -tiba ide konyol muncul di kepalanya saat bersamaan terdengar pintu kamar Kaluna terbuka. Dia buru -buru bangkit dari tidurnya dan tak lupa selimut tebal yang membalut tubuhnya tadi ikut dia bawa .


Kaluna yang keluar dari kamar menatap Liam yang juga baru keluar dari kamar .


"Kak Liam kenapa?"


Tanya Kaluna kebingungan, soalnya hari ini adalah hari Senin bukanya bersiap ke kantor suaminya itu malah keluar kamar dengan selimut tebal membungkus tubuhnya .


ukhukh... ( Akting )


" Kak Liam sakit?."


Tangan Kaluna menyentuh kening Liam , laki-laki itu hanya menganggukkan kepala dengan wajah di baut lemas .


" Kamu sudah mau berangkat?"


Kaluna Memang sudah menyampaikan kemarin jika besok dia akan ke bandara dulu untuk menjemput Ryan dan akan ke Ruko setelahnya .


" Kalau begitu hati-hati , sampaikan salam ku sama orang yang bernama Ryan itu.


Liam berjalan melewati Kaluna sambil terus terbatuk-batuk .


Ayolah jangan pergi suamimu sedang sakit . apa aktingku kurang meyakinkan . atau aku pura-pura pingsang saja .


Liam melirik Kaluna yang masih berdiri di depan pintu kamarnya .


Liam saat ini berada di dapur .


" Kak ."


Kaluna mengikut Liam ke dapur


" Em."


"Aku, sepertinya tidak jadi ke bandara."


" Kenapa ?" wajahnya sudah mulai tersenyum .


" Aku tidak mungkin meninggalkan kak Liam dengan keadaan seperti ini."


Lagi , kadar senyum Liam bertambah , ternyata Kaluna lebih memilih dirinya .


Dan sekarang Liam betul-betul melanjutkan drama sakitnya masuk ke kamar dan berbaring di atas tempat tidur dengan selimut tebal membungkus tubuhnya dan tentu saja dia berhasil meyakinkan istrinya jika di sedang sakit . Membuat kaluna harus menghubungi Ryan dan mengatakan dia tidak bisa datang.


" Kak ini sup nya sudah jadi ."

__ADS_1


Kaluna masuk ke kamar Liam dengan nampan di tangannya . Liam langsung tersenyum . Tidak. bahkan wajahnya itu sudah sejak tadi selalu tersenyum setelah Kaluna memutuskan tidak jadi pergi . Dia juga meminta Kaluna tadi untuk membuatkan sup untuknya setelah itu untuk membuat Kaluna semakin yakin jika dia sedang sakit .


Liam duduk bersandar di tempat tidur . sambil matanya tidak lepas dari istrinya .


Kaluna mulai menyuapi Liam . sambil sesekali memeriksa suhu tubuh suaminya .


" Tubuh kak Liam tidak panas."


" Iya . tadi aku sudah minum obat sebelum keluar tadi ."


istri polosnya berhasil dia bohongi .


Setelah menghabiskan sup buatan istrinya atas permintaannya . kali ini dia meminta Kaluna memijit kepalanya .


Drama sakit itupun berlanjut hingga malam hari sampai Kaluna tertidur di samping tempat tidurnya dengan posisi duduk. Liam yang menyaksikan itu merasa tersentuh , Kaluna betul-betul merawatnya dengan baik .


Jam sudah menunjukkan larut malam, Liam bangkit dan mengangkat tubuh Kaluna kembali ke kamarnya .


" Terimah kasih."


Liam mengusap lembut pipi Kaluna , seperti sudah menjadi rutinitasnya sebelum ia beranjak , Ia mengecup kening Kaluna . Matanya kembali tertuju pada bibir terbelah milik istrinya, tapi sepertinya otaknya masih dia fungsikan dengan baik malam ini sehingga dia tidak melakukan tindak memalukan itu lagi.


***


Kaluna berusaha menyesuaikan cahaya matahari dengan matanya . Dapat Ia lihat di luar sana matahari sudah sangat cerah .Ia kemudian melihat dirinya dan lagi tubuhnya tidak di tempat di mana terakhir dia tertidur.


Buru -buru Kaluna bangun, ingin melihat keadaan Liam . saat pintu kamar Ia buka sudah tercium Aroma masakan dari arah dapur .


" Kak Liam sudah sehat?"


Liam berbalik ." Kamu sudah bangun?". bukannya menjawab laki-laki malah balik bertanya .


" Tadi malam , kenapa tidak membangunkan aku. kak Liam Kan sakit."


" Aku sudah sembuh."


" Benarkah?"


Tangan Kaluna terangkat menyentuh wajah Liam. Laki-laki itu memejamkan matanya merasai sentuhan lembut tangan Kaluna .


" Kak Liam kenapa memejamkan mata ?"


mendengar pertanyaan Kaluna sontak membuat Liam membuka matanya kembali .


" Tangan kamu lembut jadi terasa nyaman."


Kaluna langsung menarik tangannya yang semula berada di pipi Liam, tapi langsung di tahan oleh Liam dan mencium telapak tangan Kaluna .


Hal itu sontak membuat Kaluna kaget . Jantung berdebar , ini kali kedua laki-laki yang ada di hadapnya ini membuatnya merasakan hal itu dan membuat pipinya merona .


" Terimah kasih."


Kaluna hanya mengangguk , sambil tersenyum . Dia masih berusaha mengatasi debaran di dadanya .

__ADS_1


***


Kaluna tiba di ruko miliknya dan dari arah samping mobilnya juga datang kedua sahabat yaitu Farzana dan Vivi, kedua sahabat itu di terimah bekerja oleh Kaluna karena saat Kaluna menyampaikan syarat untuk bekerja di tempatnya kedua sahabat itu memenuhinya meskipun tidak sehebat seorang profesional , tapi Kaluna tidak mempermasalahkannya karena baginya hal itu bisa di peroleh seseorang jika kedepannya mereka Selalu belajar .


" Hai . sudah datang juga ."


Sapa Kaluna pada keduanya .


" Eh , kak Luna , maaf , seharusnya kita berdua dulu yang datang."


" Tidak masalah karena aku pun baru datang."


Meraka bertiga pun masuk secara bersamaan dan di dalam sana sudah ada Sarah yang datang lebih dulu .


Hp milik Kaluna berdering saat berjalan menuju ruangan miliknya .


" Holo , ya yah , ada apa?"


" Apa perlu alasan seorang ayah menelpon anaknya?"


" Bukan itu maksud Kaluna ."


" Ayah rindu , kamu kapan kesini lagi?"


" Nanti Luna beri tahu kak Liam dulu ya yah. kalau kak Liam tidak sibuk nanti Kaluna kesan sekalian dengan kak Liam


" Ya sudah nanti malam ayah tunggu."


Dan telpon terputus.


Kaluna kemudian mengirim pesan kepada Liam , memberi tahu suaminya itu jika Ia akan ke rumah Faisal ayahnya dan Liam mengatakan akan menemaninya ke sana .


Saat jam pulang kantor Liam dan Kaluna terlebih dahulu pulang ke apartemen dan bersama -sama ke rumah Faisal .


" Ayah." Kaluna berjalan mendekati ayahnya dan langsung memeluk laki-laki itu saat baru tiba di sana . Sepetinya Faisal memang menunggu anak dan menantunya itu .


Liam yang ikut di belakang Kaluna langsung meraih tangan mertuanya itu dan mencium nya .


" Bagaimana kabar kalian ?"


" Baik yah ." jawab Liam dan Kaluna bersamaan .


" Sebenarnya ayah mengundang lagi seseorang untuk makan malam tapi sepertinya belum datang " Ucap Faisal sambil matanya melihat ke arah gerbang tinggi yang beberapa meter dari posisinya berdiri .


" Memang ayah ngundang siapa ?


tanya Kaluna bingung


Tidak lama kemudian muncul mobil sedan mewah melewati gerbang dan berhenti tepat di samping mobil Liam .


Saat pemilik mobil itu keluar Kaluna langsung lari masuk ke pelukan orang itu


" Kak Ryan ." pekik Kaluna senang .

__ADS_1


Dia tidak sadar jika orang yang tadi berdiri di sampingnya tadi wajahnya sudah memerah karena cemburu melihat istrinya masuk ke pelukan laki-laki tepat di hadapannya .


__ADS_2