MANTAN TAPI CINTA

MANTAN TAPI CINTA
Akhirnya Merasakan Kembali


__ADS_3

Sampai dirumah Alif lansung membersihkan dirinya baru dari pasar tadi kerena menemani istrinya kepasar mau tidak mau dia harus menemani istrinya.


Afiyah menarok barang balanjaannya yang dibantu oleh kedua penjaga yang sudah siapkan untuk keamanan dia dengan Lian oleh Suamianya itu.


"Terimakasih ya Pak sudah bantu saya."ucap Afiyah pada penjaganya itu.


"Ini sudah menjadi bangung jawab kami Nona jadi anda tidak usah merasa seperti itu pada kami."terang pengajanya itu.


Afiyah hanya terseyum pada kedua orang itu, sambil tersenyum Afiyah melihat kedua penjaganya itu keluar meningalkan ruang dapur itu.


"Bik Ning bisa bantu pagilkan rekan kerja Bibik untuk meyusun barang-barang ini."


"Biarkan bibik saja Nona Yang lain lagi membersihkan rumah dan satu lagi sibuk dibelakang mencuci pakaian."jelas Bik Ning pada Afiyah


"Yah sudah aku mau bersihkan tubuhku dulu Bik bauk habis dari pasar."ucap Afiyah beranjak masuk kedalam kamarnya.


Sampai dikamar Afiyah tidak melihat Suaminya, Afiyah mendegar percikan air dikamar mandinya, Afiyah menunggu Alif mandi dulu baru setelah itu dia mandi.


Tidak lama Alif Keluar dari kamar mandi dia melihat Afiyah lagi duduk diatas ranjang setelah menyiapkan Pakaian untuk suaminya itu.


"Sayang kamu lagi apa?"tanya Alif sedikit heran melihat Afiyah agak melamun.


"Mas kamu sudah siap, aku mandi dulu, ini pakaian kamu Mas sudah aku siapkan." ucap Afiyah pada Suaminya itu dan beranjak untuk pergi dari hadapan suaminya itu.


"Tunggu dulu,kita mandi sama yok." ajak Alif pada istrinya itu.


"Mas apa-apaan kamu ini bukan kamu baru siap mandi."ucap Afiyah sedikit bingung pada suaminya itu tiba-tiba saja mengajaknya mandi bersama.


"Aku sangat merindukanmu sayang, sudah lama aku tidak melihat tubuh cantik kamu itu."ucap Alif membisikan ditelinga istrinya itu.


"Mas,,maafkan aku tidak tahu kewajiban aku sebagai istrinya kamu."ucap Afiyah sedikit malu pada Alif yang sedang memeluknya.


"Kenapa kamu pucat kayak gitu?"ucap Alif lagi.


"Tidak apa-apa Mas, aku cuma kaget saja kamu tiba-tiba menginginkan aku."terang Afiyah


"Tentu saja sayang aku sudah lama tidak merasakan itu lagi semenjak kamu pergi."ucap Alif mencium kening istrinya itu.

__ADS_1


"Mas jangan main nyosor saja aku lagi bauk."ucap Afiyah pada suaminya itu.


"Biarkan saja cuma aku yang menikmati bauk itu sendri."canda Alif pada istrinya


"Tidak Mas aku masih bauk,aku mandi dulu kamu kalau ingin malam saja ya." ucap istrinya itu.


Alif tidak mau menunda-nunda lagi,Alif langsung meyerang Istrinya itu dengan kelembutan,selama ini Alif tidak merasakan tubuh cantik istrinya itu yang selama ini membuatnya tidak pernah merasa puas.


Afiyah hanya bisa pasrah dengan keinginan suaminya itu kerena sudah lama juga tidak mendapatkan kehangatan dari tubuhnya itu.


"Masss." ucap Afiyah yang tidak bisa menahan lagi ketika Alif sudah mencubuhnya dengan kehangatan yang diberikan agar istrinya itu bisa merasakan kelembutan permainan siang ini mereka lakukan.


Sudah satuh jam Akhirnya mereka berdua meyudahi permainan panas mereka itu, kerena Alif tidak puas-puas dengan tubu cantik istrinya itu yang membuatnya selalu tergoda.


"Mas aku sudah capek."ucap Afiyah pada Suaminya itu.


"Terimakasih sayang rasanya sama seperti kita pertama melakukan dulu."


"Mas aku baru siap melahirkan tentu akan membuatnya sempit lagi,tapi tidak enak denganku kamu mebuat aku tidak bisa jalan lagi."


"Aku rasa tidak sayang,dulu kamu masih perawan sekarang ini cuma sempit sedikit, tapi itu membuat aku puas hari ini."ucap Alif pada istrinya itu.


"Gila kamu ini Mas,apa kamu betul-betul akan membuat aku gak bisa jalan."ucap Afiyah tidak abis pikir dengan pikiran suaminya itu.


"Tidak segitunya sayang mengingat aku besok sudah berangkat aku ingin mintak lebih dari kamu."ucap Alif lagi dengan senyuman dibibirnya.


"Kenapa aku punya suami septi kamu ini."ucap Afiyah jengkel pada Suaminya itu.


"Awas aku mau mandi."ucap Afiyah pada Alif yang memegang tangannya itu.


"Tunggu aku sayang, kita mandinya sama."ucap Alif berdiri dari kasur itu lansung mengedong istrinya itu masuk kekamar mandi.


"Sudah Mas Jagan bertingkah serti ini,turunkan aku."pintak Afiyah


"Tunggu sebentar,nantik jatuh lo jika kamu gak bisa diam."ucp Alif pada istrinya itu masih mengalungkan tangannya dileher suaminya itu.


"Turunkan Mas,, aku takut jatuh."mohon Afiyah pada Alif.

__ADS_1


"Baiklah tapi kasih aku ciuman kamu dulu baru aku akan turunkan kamu."


"Apa kamu tidak ada bisanya jika selalu membuat aku kesal pada kamu."


"Tentu tidak sayang kamu adalah belahan hatiku,Muaaaah." Alif megecup bibir istrinya itu dengan kelembutan.


"Sekarang mandilah,aku akan bantu kamu mengosokkan pungung kamu."ucap Alif menurunkan Istrinya itu kembali.


Siang ini mereka mandi bersama tapi tidak melakukan apa-apa lagi didalam karena mandi itu,kerena Alif tidak mau membuat istrinya itu terlalu capek hari ini,ada malam nantik untuk melanjutkan kegiatan itu kembali.


Afiyah sudah siap memakai pakaiannya, dia melihat Alif yang lagi melihat laptopnya disofa yang ada dikamarnya itu.


"Kamu lagi kerja Mas?"tanya Afiyah


"Iya,, aku harus memeriksa laporan yang dikirim oleh Danil barusan, dan ini ada sedikit yang aku ingin periksa untuk kerja sama dengan perusahaan lain nantik."


"Apa kamu akan lama berada disana Mas?"


"Palingan 3atau4 hari disana sayang,makanya jika akau tidak dapat kembali minggu ini untuk kalaian jangan sedih ya, aku bekerja hanya untuk kalian berdua sayang."ucap Alif memandang istrinya itu.


"Tidak apa Mas, aku mengerti."ucap Afiyah paham apa maksud dari kata suaminya itu.


"Kamu jangan sedih kayak gitu,aku akan membawa kamu secepatnya ke kota jika Zakia bisa memahami hubungan kita."


"Aku tidak mau lagi diam mas,aku akan kembali sehabis bulan ini jika mas sudah tidak telalu sibuk lagi disana." jawab Afiyah tegas pada suaminya itu.


"Jangan seperti ini sayang."ucap Alif ingin Afiyah mengerti keadaan saat ini.


"Tidak Mas cukup aku diam selama ini dan mengala pada dia,aku ingin hidup bahagia dengan keluarga kita,untuk apa aku harus diam saja selama ini dengan wanita itu."serka Afiyah paa Alif.


"Kamu bisa tenang dulu sayang kita tidak bisa menghadapi masalah ini dengan emosi."


"Terus aku harus menunggu kamu bisa direbut sama Wanita itu."ucap Afiyah menjawab kata Alif dengan tegas.


"Aku tidak mau dia melakukan kamu nantik diluar dugaanku,Zakia bukan wanita yang mudah menyerah Mas, pasti dengan cara apapun dia akan mencari cara untuk mendapatkan kamu."ucap Afiyah lagi


Alif tidak dapat lagi menjawab kata istrinya itu kali dia sudah emosi bisa-bisa pertengkaran lagi diantara mereka,Alif terpaksa diam saja tidak mau melakukan perdebatan mereka tentang Zakia.

__ADS_1


*************


__ADS_2