
Paginya Alif siap untuk bekerja kerena Afiyah juga sudah tidak lemas seperti kemaren lagi, hari ini istrinya itu sudah agak membaik.
"Aku Kan berangkat Kerja, kamu jangan terlalu lasak dirumah, ingat ada beby kita dalam sini."ucap Alif sambil megusap perut rata istrinya itu dan Alif sangat perhatian pada istrinya itu.
"Iya aku tidak akan macam-macam Mas dirumah."jawab Afiyah singkat.
"Aku pergi dulu jaga Beby kita dengan baik."ucap Alif mencium pipi istrinya itu.
Afiyah hanya menjawab dengan anggukan saja dengan tersenyum pada suaminya itu, kerena dia sangat senang Alif perhatian lebih padanya saat ini.
Afiyah hanya melihat kepegian Suaminya itu dari sofa yang ada dikamarnya itu, sebar Alif tidak mengizinkan dia untuk turun kebawah mengantarkan suaminya itu.
"Darrr.... Darrr!! "bunyi ketaran Hemponenya Afiyah, ada nama Aisy yang ada dilayar itu saat ini.
"Hallo Fiyah, kamu kok lama ngakat pangilan dari aku sih.." ucap Aisy sedikit merepet.
"Maafkan aku Gak dengar. "ucap Fiyah santai.
"Kamu lagi ngapa Fiyah?"
"Aku lagi santai Aisy, beberapa hari ini aku gak bisa ngapa-ngapin, kerena aku lagi istirahat total untuk dua minggu ini."ucap Afiyah
"Emangnya kamu kenapa sihh Fi? pakek istirahat total segala?"tanya Aisy sedikit bingung.
"Aku lagi hamil semeter pertama jadi aku sedikit lemas, dokter menyuruh aku untuk istirahat dalam dua minggu ini." jelasnya pada sahabatnya itu.
"Apa!! kamu hamil Fi, akhirnya kamu hamil juga Fi, aku senang dengarnya, selamat ya atas kehamilan kamu yang kedua ya."ucap Aisy senang sahabatnya itu bisa hamil lagi setelah lama ini dinantikan setelah Lian ada.
"Makasih banyak Aisy atas Doanya."ucap Fiyah sedikit senang.
"Pasti kelurga Alif sangat senang bangat kamu hamil kembali saat ini. "ucap Aisy pada sahabatnya itu dengan rasa bahagianya itu.
"Mas Alif sangat senang Aisy, tapi mertuaku belum tahu kerena saat ini Mama dan Papa lagi diAmerika." jelas nya
"Kamukan bisa mengabarkan mereka lewat telpon Fi!! "ucap Aisy
"Nantik aja Aisy, biarkan jadi suprise buat mereka berdua."ucap Afiyah dengan senyumannya itu pada Sahabatnya itu yang ada dibalik layar pipi itu.
"Tega kamu ya gak megabari mereka berdua kabar bahagi ini."ucap Aisy sedikit kesal pada sahabatnya itu.
__ADS_1
"Palingan nantik Mas Alif yang megaabarkan semua itu pada Mama yang ada di Amerika saat ini."
"Kamu merasain apa saat kehanilan kamu kedua ini Fiyah ?"
"Aku tidak merasakan apa-apa saat ini Aisy, hanya saja tubuh aku ini agak lemas saja, dulu waktu hamil Lian aku sudah muntah-muntah."terang Afiyah pada sahabatnya itu.
"Kamu sendirian saja dirumah?"ucap Aisy lagi.
"Terus sama Siapa lagi Aisy, kamukan tahu Mas Alif itu tidak bisa Lama-lama libur, banyak kerjaanya yang harus di kerjakan dikantornya."ucap Afiyah lagi.
"Lian mana Fi? aku kok gak liat dia?"
"Lian sekolah!! "
"Oh iya aku jadi lupa fi!!! "ucap Aisy cegigiran.
"Jangan sering lupa, belum tua saja kamu sudah banyak lupanya Aisy." kata Afiyah tersenyum saja melihat tingkah Sahabatnya itu.
"Sudah dulu Ya Fiyah aku mau lanjutkan kerjaanku dulu,nantik kita sambung lagi, aku mau masak untuk Mas jamal makan siang nantik." ucap Aisy
"Makanya jangan tambah kerjaan, suruh saja dia makan diluar biara kamu itu tidak ribet!!"ucap Fiyah pada Aisy.
"kayak kamu gak saja megantar makan siang untuk suami kamu setiap hari ke kantornya."repet Aisy kesal pada Sahabatnya itu.
"Ya sudah, kamu jangan terlalu capek Fi, jaga kesehatan kamu dan kandungan kamu itu."ucap Aisy
"Daaah!! "ucap Afiyah mengakhiri telponnya itu.
Sedangkan di tempat lain saat ini Danil lagi sibuk diruangan untuk mempersiapkan berkas untuk rapat pagi ini dengan staf diperusaahan, Alif tiba-tiba saja masuk kedalam ruangan Asisten ya itu.
"Danil Kamu sudah siapkan berkas untuk rapat pagi ini sama staf kantor?"ucap Alif tegas jika dikantor sikap pemimpinnya itu.
"Sudah Tuan,, saya sudah siapkan semua yang akan dibahas dirapat pagi ini. "
"Kamu kelihatannya sedikit lelah danil? apa kamu tidak tidur semalaman?" tanya Alif pada Asistennya itu dengan memperhatikan Danil tampak sedikit kurang istirahat.
"Sedikit Tuan, Semalam aku tidak bisa tidur, kerean ibunya Maya baru mulai sadar sudah sangat malam Tuan setelah abis operasinya."jelas Danil singkat.
"Setelah rapat nantik kamu boleh pulang beristirahatlah dirumah."ucap Alif tidak tega melihat Asistennya itu sedikit tidak semangat pagi ini.
__ADS_1
"Tidak Usah tuan, aku masih bisa melakukan perkerjaanku hari ini."jawab Danil pada Bosnya itu.
"Jangan membantah ku Danil!! " ucap Alif
"Baiklah tuan,, selesai rapat aku kembali kerumah untuk beristirahat."ucap Danil tidak mau membanta Bosnya itu.
"Terus bagai mana dengan keadaan Ibunya Maya saat ini?"tanya Alif.
"Saat ini ibunya Maya sudah siuman,tadi pagi saat aku tingal sudah mulai berbicara padaaya,sudah ada perubahan sedikit."teranganya pada Bosnya itu.
"Jadi semalaman kamu menemanin Maya dirumah sakit Danil?"
"Iya tuan, kerena aku tidak tega meninggalkan dia sendiri kemaren dia sangat sedih kerena takut akan terjadi Apa-apa pada Ibunya."
"Baguslah itu Danil mungkin bisa dari sini kamu lebih dekat dengan gadis itu."ucap Alif santai.
"Semoga saja Tuan, aku juga berharap begitu!! "senyuman Danil sedikit dibibirnya itu.
"Aku rasa sudah saatnya kamu untuk mengucapkan rasa suka kamu itu pada gadis itu Danil,jangan terlalu lama kamu meyemuyikan perasaan kamu itu,nantik kamu yang akan kecewa karena Keduluan orang yang mengambil Maya."jelas Alif pada Asistennya itu.
"Aku masih takut Tuan untuk menyatakan itu padanya,aku takut dia akan menolak semuanya." kata Danil sedikit diam.
"Jangan Ada perasaan seperti itu Danil, jika kamu selalu takut untuk mengatakan itu semua kapan kamu bisa maju,dan kamu tidak akan mendapatkan gadis itu."kata Alif memperingati Danil.
"Tapi aku belum berani saat ini,aku ingin dekat saja dengan dia dulu Tuan."ucap Danil tidak banyak Bicara.
"Apa kamu yang membayar Semua biasanya ibunya Gadis itu semalam?"
"Seperti itulah Tuan, aku tidak tega melihat dia sedih dan menagis."ucap Danil perhatiannya lebih pada Maya walaupun dia selalu bersikap dingin pada gadis itu, tapi Danil sangat perhatian pada Gadis itu.
"Berusahalah untuk mendapatkan hatinya Danil,jika tidak kamu pasti sangat kecewa nantik."ucap Alif menepuk punggung asistennya itu dangan lembut.
"Terimakasih Tuan sudah memberikan Aku semangat."ucap Danil senang.
"Ya sudah kita keruangan miting sekarang suara saatnya." kata Alif keluar dari ruangan Danil,dan Danil mengikuti Bosnya itu keruangan Miting pagi ini.
Danil ada rasa senang saat ini kerena jarang bosnya itu berkata seperti itu padanya selama ini dia bekerja pada Alif selama Bertahun-tahun lamanya.
Danil tersenyum saja mengingat Bosnya itu memberikan semagat padanya Barusan, Danil tidak mengyaka Alif akan tahu dia saat ini menyukai Maya selama ini.
__ADS_1
Senyuman Danil terpancar bahagia di wajah tampannya itu saat ini sehinga rapat pagi ini sangat lancar dilaksanakan diruangan Rapat itu.
*************