MANTAN TAPI CINTA

MANTAN TAPI CINTA
Ada Rasa Rindu


__ADS_3

Suda dia hari Alif pergi untuk ke Inggris untuk urusan pekerjaan,hari ini Afiyah sangat kesepian dua hari ini,sunyi yang dirasakannya saat ini tampa suami disisinya saat ini.


Begitu juga saat ini alif yang sudah siap dengan pekerjaannya sama tekan bisnisnya saat ini,Alif ingin selera pulang ketanak air setelah ini selesai.


Alif sampai dipeginapannya bersama Danil yang terus ada disampingnya saat ini,Danil hanya diam saja melihat gelagat Bosnya itu yang sudah tidak betah lagi berada dikamar hotel seat ini.


"Danil kita kembali juga siang ini ketanaknair,aku sudah tidak bisa menunggu lama disini,kamu pesan tiket sekarang juga." suruh Alif pada asisten nya itu.


"Baik tuan,saya akan melakukan semua apa yang tuan mintiak." ucap Alif tidak bisa menolak apa yang diucapkan Alif.


"Aku sangat merindukannya Danil." ucap Alif lagi kurang semagat pada Danil.


"Tuan bisa menunggu beberapa saja ditengah malam kita pasti sampai."ucap Danil.


"aku mau istirahat sebentar sebelum pesawat kita berangkat."ujar Alif.


"Baiklah tuan,aku sudah memesan tiket untuk kita,jam berangkatnya Dua jam lagi tuan."


"Mmm,"ucap Alif hanya deheman saja yang didegar Danil.


Danil saat ini hanya bisa tersenyum saja melihat bosnya itu tidak bisa menahan rindu pada istrinya itu saat ini pasti juga sama yang dirasa oleh oleh tuannya.


Tidak terasa saat ini Alif dan Danil sudah berada didalam pesawat menuju tanak air,Alif tidak sabar lagi ingin cepat sampai dirumah karena rasa rindu dua hari ini tidak bertemu dengan istrinya itu,Alif sudah menahan rasa rindu pada Afiyah yang sedang apa sekarang dirumah.


"Tuan besok kita akan keproyek yang lagi dikerjakan Yang ada luar kota,mungkin memakan waktu Dua jam perjalanan kesana tuaa."ucap Danil hanya mengingatkan Alif.


"Apa harus aku yang harus melihat hasil pembagunan gedung itu ya Danil ?"


"Seharusnya iya tuan, itu kalau tuan mau,tapi kalau tuan tidak ada waktu,Biarkan saya saya saja yang kesana besok tuan."

__ADS_1


"Lihat besok saja Danil,sekarang yang penting bagiku ingin bertemu istriku dengan cepat."


"Dasar bos bucin."kesal Danil pada bosnya itu.


"Diamlah Danil kalau gaji kamu tidak mau aku potong,makannya kamu dengar saja apa yang aku bilang."


"Baru dua hari berpisah dengan istri sudah rindu setahun saja kamu tuam! "


"Coba saja kamu nantik sudah menikah pasti kamu akan merasakan seperti apa yang aku rasa saat ini."terang Alif pada asistennya itu.


Macam mana aku mau nikah tuan,pacar saja tidak punya. " ucap danil lemas.


"Makanya dicari Danil,jangan sibuk berkerja saja kamu itu,nantik kamu jadi bujang tua."ucap Alif santai.


"Nantik aku pikirkan kembali tuan,aku cari wanita yang cocok denganku,yang mau menerima aku apa adanya tuan."ucap danil pada bosnya.


"Yang pertama itu sangat peting Danil kita harus mencari wanita yang mau menerima kita apa adanya,tidak memandang kita dari kantong-kantong atau isi dompet kita."ucap Alif santai pada Danil saat ini menatap bosnya itu dengan serius.


"Afiyah bukan perempuan matre kerena dia menghidupi dirinya sendiri dari kecil dan biaya kuliahpun dia masih mencari sendiri tampa mau menerima bantuan dariku,ketena dia tidak mau merasa bertang budi samaku."jelas Alif.


"Sesusah itu Nona waktu kecilnya? tanya Danil tidak tahu istrinya bosnya seperti apa kehidupannya.


"Ya,aku sampai tidak tahu selama kuliah dia jarang bersama ibunya,kerena ibunya sibuk dengan kehidupannya sendiri tampa tahu kehidupan anaknya."ucap Alif sendu megigat cerita yang sering diceritakan istrinya itu waktu kuliah dulu.


"Apa itu membuat tuan menyukai Nona sampai saat ini?"


"Ya,banya yang aku suka padanya Danil,Afiyah itu orangnya lembut,ceria dia hanya menghabiskan waktu dengan ku jika dikampus dulu."ucap Alif sedikit terseyum megigat masa-masa indah itu.


"Pasti menyenangkan dulu tuan waktu kuliah bersama Nona."ucap Danil ingin tahu.

__ADS_1


"Tapi itu tidak berlasung lama tiga tahun aku bersamanya papa menjodokan aku dengan Raina anak temannya,aku menghakimi hubungan kami tampa Afiyah tahu alasanya,aku tiba-tiba saja meningalkannya dan berangkat ke amarika untuk melanjutkan pendidikan s2ku saelama dua tahun.semejak itu aku tidak pernah bertemu lagi Afiyah,aku tahu saat itu hatinya sangat sakit dan kecewa dengan keputusan tampa alasan."ucap Alif pada danil.


"Betapa hancurnya hati Nona saat itu tuan meningalkan dia sendiri saat itu?"


"Sangat hancur dia saat itu,aku tahu dia tidak bisa melanjutkan kuliahnya disini sampai dia pinda kejakarta dan melanjutkan hidupnya disana yang dibantu oleh tuan jamal dan temannya Aisy."


"Meyedikan hidupnya setelah bertemu dengan tuan,Nona merasa tersakiti lagi kerena Nona sangka tuan sudah menikah dengan pilihan orang tua tuan saat dia tahu alasan tuan meningalkan dia waktu itu."


"Seperti itulah cerita kami sunggu penuh perjuangan aku mendapatkan cinta dia lagi."ucap Alif megigat perjuangannya selama Afiyah pergi menjauh dari kehidupannya.


"Semoga saja Nona bahagia bersama tuan saat ini yang sudah menikahinya,jangan sampai tuan membuat Nona kecewa lagi."


"Kau tidak akan mengecewakan dua,aku akan menjadikan putri dihatiku selamanya,kerena aku sangat mencintainya."senyuman Alif terliha sagat bahagia saat ini.


Cukup panjang perbincangan mereka saat ini tidak terasa pesawat yng ditumpangai oleh mereka berdua saat ini mendarat di bandara kota bandung itu dengan selamat.


Alif keluar dari bandara dan menuju mobil Danil terpakir di bandara itu,Alif pulang diantar Danil terlebih dahulu baru setelah itu danil menuju tempat tinggalnya.


Tidak lama Alif sampai dirumah dengan senyuman yang terkembang dibibirnya melihat istrinya yang lagi tidur disofa kerena sudah lama menunggunya sampai.


Alif mengendong Afiyah masuk ke kamar yang yang ada lantai dua rumah itu.


Sampai dikamar Alif menaruh istrinya itu dengan hati-hati diranjang agar istrinya tidak terbaik.


Setelah itu Alif beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya saat ini sangat lengket kerena keringat selama di perjalanan panjangnya seharian ini,Alif keluar dari kamar itu dan menuju ruang ganti untuk mencari pakaiannya,setelah siap Alif menyusul istrinya itu diranjang dan merebahkan dirinya disamping Fiyah yang lagi nyaman dengan mimpi indahnya saat ini.


Alif memperhatikan istrinya itu hanya bisa tersenyum kerena dua hari ini membuatnya merindui istri yang sangat dicintainya itu.


Alif memeluk istrinya itu dengan pandangan yang masih menujuh kewajah cantik istrinya itu,sehinga lama-kelamaan dia juga ikut dalam tidurnya dan bermimpi indah saat ini.

__ADS_1


************


__ADS_2