
Ma kok berdiri saja disini,ada apa?tanya Alif pada mamanya itu
"Tidak ada apa-apa sayang,kamu bawak Afiyah masuk dulu kekamar dan setelah siap membersihkan badan kalian,turunlah kembali kerena kita makan malam bersama malam ini.
"Baiklah ma aku masuk dulu,"Alif sambil membawa istrinya itu masuk ke kamarnya.
Alif membawa Afiyah masuk kedalam kamarnya,sampai didalam kamarnya Alif menyuruh Afiyah lebih dulu untuk membersihkan badannya.
"Fiyah kamu bisa mandi dulu aku akan menunggu kamu dan setelah itu baru aku yang akan mandi."
"Baiklah Lif"ucap fiyah meningalkan Alif masuk kedalam kamar mandi.
Sampai didalam kamar mandi itu Afiyah merasa senang kerena hari ini dia bisa bersama orang yang selama ini sangat dicintainya itu,Ada rasa kebahagian yang terpancar saat ini di wajah cantik dan imut itu.
Tak lama Afiyah siap dengan mamdinya,stelah itu Alif masuk kedalam kamar mandi gilaranya saat ini yang akan membersikan dirinya setelah Afiyah siap.
Afiyah sudah mengerti kebutuhan suaminya saat ini,dia langsung meyiapkan pakaian santai buat Alif saat ini setelah dia siap dengan dirinya saat ini.
"Sayang lagi apa?"tanya Alif melihat Afiyah membuka lemari pakaian Alif.
"Aku mau mengbilkan pakaian kamu Lif untuk kamu pakai malam ini."
"Kamu bisa bukak lemari disebelahnya maka kamu akan menemukan pakaian itu.
"Ok,terimakasih sudah memberitahu aku tampan."Ucap Afiyah tampa sadar dia meg ucapkan itu sambil mengambil pakaian malam untuk suaminya itu.
"Apa kamu sudah mulai merayuku sayang?"
"Marayu"ucap Afiyah mulai bingung apa yang dibilang suaminya barusan."
"Apa kamu sudah lupa apa yang barusan kamu bilang kepadaku."
"Emangnya aku bilang apa Lif?."
"Kamu tidak ingat sedikit saja omongan kamu barusan?"ucap Alif mulai mendekati istri nya itu.
" Alif kamu mau apa,"ucap Afiyah mulai gugup apa yang sedang dilakukan Alif padanya.
__ADS_1
"Apa Aku ini setampan itu dimata kamu selama ini?"
"Kamu itu selalu tampan dihati aku Lif tidak ada yang bisa mengantikan itu semua."ujar Afiyah tidak mau kalah dengan suaminya itu.
"Baiklah kalau sudah seperti itu penjelasan dari kamu istri aku sayang."sebuah kecupan mendarat di bibir manis itu.
"Alif kamu memcuri lagi dariku."kesal Afiyah pada Akif,sudah beberapa kali Alif melakukan itu pada Afiyah dengan tiba-tiba.
"Tidak ada yang marah itu semua sudah menjadi milik aku fiyah."ucap Alif terseyum santai pada istrinya itu.
"Mari kita turun batik mama lama menunggu kita lif,cepatan kamu pakai pakaian kami ini."Afiyah memberikan pakaian yang baru diambilnya dari dalam lemari pada suaminya.
"Baiklah istriku yang cantik."
Tak lama mereka sudah siap turun kebawah untuk makan malam bersama keluarga baru Afiyah dapat dari suaminya.
Sampai meja makan mereka sudah ditunggu oleh kedua orang tua Alif.
"Maafkan kami ma,pa membuat kalian menunggu lama."ucap Afiyah pada kedua mertuanya itu.
"Iya ma"ucap Afiyah pada mama alin.
"Afiyah ambilkan suami kamu apa yang ingin dimakannya."
"Baiklah ma Afiyah akan ambilkan untuk Alif."ucap Afiyah terseyum pada mama alin.
"Kamu mau lauk apa Lif,biar aku ambilkan."tawar Afiyah pada suaminya itu.
"Terserah kamu saja aku tidak pemilih untuk makanan yang akan dimakan."
"Baiklah aku ambilkan ini saja ya,cumi saus tiram ini saja kamu sangat menyukai ini biasanya."ucap Afiyah terseyum pada Alif saat ini.
"Terimakasih sayang."ucap Alif pada istrinya itu.
Mama alin dan pak wira, sangat senang melihat kedekatan anak dan menatunya saat ini,keluarga mereka merasa ramai adanya angota baru dirumah mereka saat ini.
"Mama senang melihat kalian seperti ini,selama ini mama tidak pernah melihat senyum kamu seperti ini Alif."
__ADS_1
"Ya tentu ma,penawar racun yang selama ini menjalar di tubuh Alif dalam bertahun-tahun sudah ada bersamanya sekarang ,jadi tidak ada masalah lagi buat kita ma,kita sudah bisa meningalkan rumah ini untuk refresing keluar negeri.
"Emangnya mama dan papa mau kemana ,apa ada yang tidak Alif tahu rencana kalian berdua.?"
"Mama berencana mau kembali ke Amerika sama papa untuk benerapa tahun ini Lif setelah acara pernikahan ulang kalian berdua,mama tidak ragu lagi meningalkan kamu kerena sudah ada Afiyah yang menurut kamu sekarang."jelas mama alin pada putra semata wayang mereka saat ini.
"Jadi kalian sudah merencanakan ini semuanya pa,mengapa kalian tidak membicarakan dengan aku terlebih dahulu."
"Papa baru dapat kabar dari Mex kemaren karena ada sedikit masalah di perusahan kita disana jadi papa dan mama memutuskan untuk kembali kesana untuk beberapa tahun ini karena kamu sudah menguru perusahaan disini."
"Papa yakin meningalkan kami tigal disini berdua."
"Ya yakin nak,sudah ada istrinya kamu saat ini yang akan membantu kamu nantik dikantor,diselah waktu sengang Afiyah bisa membantu dikantor jika dia suntuk dirumah."
"Apa kamu mau sayang ikut aku dikantor?.
"Itu terserah pada kamu,kalau kamu mengizinkan aku bantu kamu,aku dengan senang hati membatu kamu."ucap Affiyah terseyum pada Alif.
"Tapi ma,kalau mama pergi pasti rumah ini sepi,Afiyah baru datang dirumah kita,mama dan papa mau meningalkan kami."ucap Alif pada kedua orang tuanya itu.
"Malah bagus itu nak,kamu malah bisa bebas berbuat apa saja dengan istri kamu,tidak ada yang perlu kalian segan kan dirumah ini,tampa ada kami drumah.
"Pa jangan dimulai lagi,"tegur mama Alin pada suaminya itu:
"Papa tidak ngomong apa-apa ma."ucap pak wira tidak jadi melajuti omongannya kerena dapat tatapan tajam oleh istrinya.
"Ya sudah kalian abiskan makannya dulu setelah itu kita lanjutkan perbincangan kita ini diruang keluarga."ucap singkat mama alin pada semua orang yang ada dimeja makan.
Afiyah hanya terseyum saja melihat tingkah mertuanya selalu hangat dengan seluruh keluaga,mereka berbicara tidak ada yang ditutupin dari masalah atau ada hal lain sedang menganggu mereka pasti mereka mencari jalan bagai mana bisa selesai.
Afiyah sangat bersyukur mendapatkan mertua seperti mereka berdua rasa keluaga kompak Afiyah bisa merasakan dari keluarga Alif.
Mama Alin sangat baik dan perhatian padanya ibunya sendiri,namun Afiyah menepis kata itu kerena selama ini dia tidak dapat merasakan dari ibunya sediri,namun hari ini Afiyah bisa mendapatkan semua kasih dan sayang itu dari kedua orang tua suaminya.
Afiyah sangat bahagia hari ini mama alin sudah meyiapkan keperluan dia dan Alif selama berada dikediman pramaja.
************
__ADS_1