
Alif kembali pulang dengan rasa kesal selama dikantor dirinya sangat muak dengan tingkah Zakia yang selalu mengangunya,wanita itu tidak ada rasa malu dan bosan mejejarnya selama ini.
Alif merasa prustasi dengan semua yanga dilakukan Zakia padanya,sudah bertingkah kasar Alif padanya namun Zakia tidak berenti dengan kegilaan ya itu.
Alif sampai dirumah dengan wajah jesalnya sambil berjalan kedalam ruangan itu dan ingin naik ke lantai Dua menuju kamarnya kerena kesal dan merasa lelah hari ini.
Mama Alin melihat putranya itu diam saja tidak berkata Apapun pada dari masuk sampai dia naik ke lantai dua.
"Pa kenapa lagi putramu itu?"ucap Mama Alin bingung melihat putranya itu.
"Paling dia itu merasa lelah Ma, biarkan dia seperti itu."ucap Pak Wira pada istrinya itu.
"Tapi dia beda Pa?"ucap Mama Alin lagi.
"Apa sih Ma ribut saja kamu itu,biarkan dia seperti itu, nantik kalau dia sudah merasa baikan hatinya paling dia keluar sendiri."
"Isss kamu ini Pa, bikin Mama kesal saja."tahukah Mama Alin.
"Sudah jangan pikirkan putra kamu itu, sebaiknya kamu bikin Papa Kopi sana. "ucap Pak Wira pada istrinya itu.
"Kalau mintak kopi suruh Mama."ucap Mama Alin tampak kesal pada suaminya sambil berjalan kedapur untuk bikin kopi.
Pak Wira hanya terseyum saja mendegar repet istrinya itu, kerena sudah biasa mendegar itu setiap hari,tidak lama Alif turun kembali kedapur mengambil minum untuknya.
Mama Alin melihat putranya itu menuang Air putih kedalam gelas,Alif hanya dia saja ada mamanya dia masih tetap saja dia diam tidak mau berkata apapun.
"Lif,,apa ada yang kamu inginkan lagi biar Mama siapkan untukmu Nak,apa kamu ingin kopi biar Mama bikin sekalian buat kamu.?" tanya Mama Alin pada Putranya itu.
"Tidak perlu Mama bikin,Alif tidak ingin ngopi Ma."
__ADS_1
"Mama perhatikan dari pulang kamu seperti kesal saja pada seseorang?"
"Aku aku kesal saja sama wanita sialan itu, dia selalu mengangnguku Ma."
"Siapa Nak?"
"Siapa lagi Zakia, dia tidak perna merasa malu sedikit saja,dia terus datang ke perusahaan untuk menganggu ku Ma."
"Kamu bisa bilang padanya dengan baik-baik agar dia megerti keadaan kamu saat ini."ucap Mama Alin pada putranya.
"Alif sudah bilang baik-baik padanya seperti dia memang tidak punya malu dan sopan santun sadiki saja,aku sudah capek dengan semua ini."ucap Alif merasa tidak memangat menjalankan hari-harinya itu.
"Sudah jangan seperti ini,Mama akan usahakan untuk mengusir Zakia dari kehidupan kamu, Mama akan bantu kamu nantik."ucap Mama Alin menepuk pundak putranya itu dengan kasih sayangnya.
"Alif keatas dulu Ma,hari ini aku merasa lelah."ucap Alif pada Mama Alin dan meninggalkan Mamanya naik kembali keatas untuk beristirahat sejenak untuk menenangkan pikirannya dan rasa tidak semagat lagi untuk mencari istrinya itu sudah mulai Alif Meyerah untuk berjuang mencari Afiyah.
Sampai dikamar Alif membaringkan Tubuhnya itu diatas kasur empuk nya itu sambil mengambil poto pernikahannya bersama Afiyah.
"Apa kamu tidak pernah merindukan aku sayang,sudah setahun lebih kita tidak bersama,tidak ada sedikit kabar tentang kamu,aku sudah merasa lelah dengan ini semua."ungkapan Alif pada poto itu.
" Aku harus bagai Mana lagi mencari kamu sampai saat ini aku sangat merindukanmu dan sangat mencintaimu,apa aku harus aku Meyerah dengan semua ini, apa aku harus melepaskan diri kamu untuk selamanya,agar kamu bisa bahagia dengan semua ini."ucap Alif lagi diselah peyesalannya.
"Aku sudah capek kita seperti ini sayang,aku sangat merindukan kamu,kembalilah padaku,izinkan aku untuk megulang kembali cinta itu,aku akan benar tidak akan mengulang ini semua lagi,kembali padaku sayang."tagis Alif mulai pecah diruangan itu sambil memeluk poto istrinya itu didadanya.
"Ini semua aku tangung sendiri Kerena sudah melukai kamu kemaballi,aku sangat menyesal dan rasa bersalah ini terus menghantui diriku Afiyah."tetesan air mata itu terus jatuh di pipinya itu.
"Selama ini aku hanya menagis setiap aku ada dalam ruangan ini disaat aku menatap poto kamu sayang,tiada siapa yang tahu semua ini, setahun lebih aku menagis kamu sayang,kembalilah padaku, aku sangat bersalah padamu." ucap Alif dengan deraian air mata sambil memeluk poto itu dan bersandar dikepala ranjanya itu.
Penyesalan yang selalu menghantui diri Alif sampai saat ini, ini semua sangat sakit dari afiyah meningalkan Alif waktu itu sebelum dia menikah selama tiga tahun dinegara Italian Afiyah bekerja dan menghabisi waktunya untuk melupakan Alif.
__ADS_1
Alif tidak sesakit ini saat itu, tapi semenjak dia menikah dengan Afiyah, barulah tahu sekarang Alif rasanya seperti apa ditingal istri yang sangat dicinta pergi tampa kata-kata apapun,hanya rasa kecewa yang dibawa oleh Afiyah dan rasa penyesalan yang sangat dalam ada didiri Alif sampai saat ini.
Lama Alif menagisi didepan poto istrinya itu,Alif bangkit untuk mandi membersihkan dirinya,karena sebentar lagi waktu sholat maghrib masuk,Alif masuk kedalam kamar mandi itu.
Tidak lama Alif Lansung turun kebawah untuk sholat berjamaah dengan Papa dan Mama diruangan sholat keluarganya itu.
Setelah selesai dengan sholat mereka bertiga biasa makan malam bersama, setelah itu mereka bersantai sejenak diruangan santai sambil menonton acara televisi.
"Apa kamu sudah tahu kabar pabrik kita yang berada di desa makmur Lif?"ucap Pak Wira pada putranya itu.
"Belum Pa,kerena belum ada Danil melaporkan tentang pakrik itu,emang ada masalah disana Pa?"Ucap Alif sedikit bigung pada papanya itu.
"Kantor pusat dikota terdekat didesa itu mengasih tahu papa, saat ini pakrik kita sedang berkembang dengan baik kerena ada satu karyawan yang sangat handal di pakrik itu,sudah bertahun-tahun dia bekerja disana Anak itu melihatkan kerjaan yang sangat baik, berkat dia pakrik kita berkembang dengan baik Nak."jelas Pak Wira pada Alif.
"Jika dia bisa membawa perkembangan yang baik untuk pakrik itu kenapa kita tidak menariknya kekota terdekat untuk menaikan jabatan itu untuk dia pa, kerena itu dia berhak untuk meraih keberhasilan dia juga pa."
"Benar juga kata kamu Nak."ucap Pak Wira tampak berpikir.
"Besok Papa akan datang sana untuk melihat pakrik itu, karna Papa sudah lama tidak kesana, selama ini Papa kurang memperhatikan pakrik itu."terang Pak Wira.
"Alif tidak bisa ikut dengan Papa, aku di perusahan jawalku padat seminggu ini Pa."ucap Alif pada Papanya itu.
"Tidak masalah Nak jika kamu tidak bisa ikut dengan papa."Pak Wira memahami putranya itu.
"Tapi Mama ingin ikut dengan Papa besok,Mama tidak pernah kesana kerena Papa tidak pernah mengizinkan melihat pakrik itu."Sambung Mama Alin pada Kedua orang itu.
"Tidak masalah besok Mama bole ikut dengan Papa, sambil kita jalan didesa itu sangat bagus bayak perkebunan yang membuat suasananya indah."ucap Pak Wira denag senyuman.
"Ya sudah,,Alif tidur dulu Pa kerena hari ini membuat aku capek."ucap Alif meningalkan kedua orang tuanya itu diruang santai itu
__ADS_1
,Alif masuk ke kamarnya itu Dan tidur tudak lupa Alif sholat dulu sebelum tidur.
********