
Samapainya diruanga Afiyah, Alif langsung memberikan sate yang diinginkan oleh istrinya itu pada Afiyah,agar istrinya itu segera memakan sate yang baru dibelikan itu.
"Mas kok lama sih, aku sudah lama nungguin kamu, gak sabar lagi ingin memakannya." ungkap Afiyah pada suaninya itu.
"Agak macet dijalan sayang, kamu tahu bukan ini jam pulang kerja."bohong Alif karena dia tidak mau bilang bertemu dengan mantan tunangan waktu membeli sate untuk nya.
"Mas, buruan dibuka satenya, aku ingin memakannya, sudah tidak sabar lagi, aku sudah sangat lapar Mas!!! "manja Istrinya itu padanya.
"Baiklah sayang hari ini aku akan melayani istri cantik aku ini disini selagi dia senang!!"kata Alif dengan senyuman dibibirnya itu.
"Terimakasih Mas,aku suka kamu lebih perhatian padaku seperti ini."ucapnya manja.
Alif hanya tersenyum saja melihat tingkah istrinya itu hari ini sangat manja dan permintaan sudah mulai membuatkan dia repot, mungkin saja kerena kehamilannya sikap Afiyah berubah lebih manja dari biasanya.
"Kamu mikir lagi mikir apa Sih Mas?"
"Lagi mikirin kamu!!! jawab Alif santai
"Masak!! "
"Benar aku mikir kamu, sifat kamu manja itu membuat aku jadi suka. "jawab Alif tersenyum pada istrinya itu.
"Emang kenapa denganku Mas?"kata Afiyah sedikit bingung pada suamianya itu.
"Kamu sangat manja sayang,tapi aku suka kamu seperti ini padaku, aku suka!!! " ungkap Alif singkat.
"Bukankah aku selalu manja pada kamu Mas dari dulu kita pacaran, aku tidak pernah berubah, kamu saja yang berubah!! "sungut istrinya itu padanya.
"Jangan mulai lagi megigat itu lagi sayang, kita sudah bahagia sekarang, jangan kamu pernah ungkit lagi kisa kita yang memilukan itu."kata Alif lembut.
"Ok, tapi ada syaratnya!! "ucap Afiyah memainkan matanya pada suaminya itu.
"Apa lagi itu sayang? "
"Aku ingin kamu temanin aku tidur peluk aku selama aku disini.!! "
"Bukan setiap malam aku selalu melakun itu untuk kamu sayang? "
"Tapi itu beda Mas, aku selalu ingin dekat kamu!!! "manja Afiyah meyandarkan kepalanya didada suaminya itu.
"Baiklah jika itu yang kamu mau!! "kata Alif tidak bisa menolak keinginan istrinya itu.
"Terimakasih!!! Muaaaaaah!!! "ciuman Afiyah mendarat di bibir suaminya itu.
Alif hanya menghela nafas saja apa yang dilakukan oleh istrinya itu padanya barusan, kerena Alif sudah mulai terpancing sikadalnya juga sudah mulai aktif di balik celananya itu.
"Tahan lif, istrinya kamu saat ini lagi lemas tidak mungkin kamu melakukan itu padanya, ada bayi kamu didalam yang akan tersakiti."ungkap Alif dalam hati,menahan asratnya yang dipancing oleh istrinya itu.
Tidak lama Danil datang dengan Lian untuk megantar pakaian untuk Alif dan Afiyah hari ini, karena Alif yang memintak pada Asistennya itu.
__ADS_1
"Tok.... tok..!! bunyi pintu diketok
"Bundah,, ucap Lian nongol di pintu.
"Sayang kok kamu ada disini?"
"Lian sama Om Danil,sekalian Lian bawak pakaian buat bundah dan ayah."ucap Lian polos.
"Sini peluk bundah dulu!! ajak Afiyah Pada putranya itu.
"Bunda sakit apa sih?"ucap Lian sambil memeluk Afiyah.
"Mmmm,, apa ya!! "canda Afiyah pada Putranya itu.
Alif hanya tersenyum menyaksikan keakrapan anak dan istrinya itu.
"Tanya Ayah saja ya sayang karena bunda lagi gak mutt untuk membicarakan tentang peyakit bunda!!bohong Afiyah pada putranya itu.
"Ayah sini dekat Lian!! "pangil Lian pada Ayahnya itu.
"Ada Apa jagoan Ayah?"ucap Alif mendekati putranya itu.
"Bunda sakit apa sih Yah?"tanya Lian lagi
"Lian akan punya Adik!! "ucapan Alif santai saja menjawab itu pada putranya itu.
"Maksud Ayah Lian akan jadi kakak?"Ucap Lian Membelalakkan matanya kerena tidak bisa berkata lagi kerena sangat senang nya.
"Benaran itukah Ayah,kalian berdua tidak sedang membohongin Liankan?"ucap Lian
"Benar sayang Bundah lagi Hamil adik Lian saat ini. "ucap Afiyah tersenyum pada putranya itu.
"Benarkah itu Bun."ulang Lian lagi.
"Benar jagoan Ayah kamu akan memiliki teman dirumah,Lian akan ada teman bermain saat pulang sekolah kerena ada adik Lian yang selalu menunggu kamu."ucap Afiyah
"Horeeee Lian senang akan memiliki adik, seperti kak arah."ucap Lian kegirangan.
Alif hanya tersenyum melihat tingkah putranya itu kerana Kian sangat senang akan memiliki adik, begitu juga Afiyah dan danil ketawa melihat Lian bersirak kegirangan karena semakin senangnya putranya itu.
"Lian Jangan ribut kayak gitu, ini rumah sakit sayang, nantik orang lain terganggu karena Suara kamu Nak."kata Afiyah
"Iya bun!! "kata Lian mengerti apa kata bundanya itu.
"Pintar!!hajar Afiyah merusak kepala putranya itu.
Alif duduk kembali disofa yang ada diruangan itu bersama Danil saat ini, karena danil membawakan beberapa berkas yang disuruh Alif tadi siang untuk urusan kerjanya untuk hari esok.
"Mana Berkas yang aku suruh kamu bawak Danil!! "
__ADS_1
"Ini tuan, disitu juga ada beberapa Berkas lagi yang harus tuan tanda tangan karena pagi besok kita ada miting penting karena ini adalah rekan bisnis kita dari Jepang, tuan tidak bisa meninggalkan Miting pagi besok."jelas Danil pada Bosnya itu.
"Baiklah, besok aku akan mengusahakan untuk hadir dimiting itu."kata Alif
"Apa ada lagi yang ingin tuan butuhkan, karena kami berdua akan pergi cari makanan diluar bersama Lian malam ini?" ungkap Danil pada Alif.
"Tidak Danil,, kau bisa langsung pulang saja setelah apa yang diinginkan oleh Lian."kata Alif singkat.
"Baiklah kalau begitu tuan, kami langsung pulang saja ini sudah agak malam."ucap Danil mengajak Lian untuk kembali pulang setelah mendapatkan apa yang diinginkan oleh putra Bosnya itu.
Lian kembali dengan Danil ke rumah karena malam ini Danil yang akan menemani Lian dirumah kerena Kedua orang tuannya Alif sedang tidak berada dirumah, hanya Bik Ning saja yang berada Dirumah itu bersama Lian.
Sampai di tempat penjual Es krim Lian, sangat senang hari ini ada yang menemaninya untuk mendapatkan apa yang disingikanya itu.
"Om Danil Terimakasih ya sudah antar Lian kesini,Lian senang kerena tidak ada orang yang akan melarang Lian makan es krim malam ini."ungkapnya dengan senang.
"Tapi Lian gak boleh banyak Makan es krim nya kerena ini sudah malam,jadi cukup satu saja, besok kita kembali lagi kesini."jelas Danil pada Lian agar bocah kecil itu tidak banyak memakan eskrim, kerena Danil juga takut Nantik Lian Sakit.
"Baiklah Om, Lian tidak akan bayak Membelinya, Bunda sedang sakit saat ini, jika Lian sakit siapa yang akan megurus Lian nantik."jawab bocah Kecil itu mengerti apa yang dimaksud oleh Danil.
"Anak pintar Ucap Danil sambil mengusap gusap kepala Lian.
"Kalau begitu mari kita pulang saja om, biar Lian didalam mobil saja memakanya."ungkapnya santai.
"Baiklah, ayok kita pulang!!! "ajak Danil sambil memegang tangan Lian untuk menuju Mobilnya,disaat Danil berjalan dengan asik bersama Lian Tiba-tiba saja Seorang gadis menabraknya tidak segaja.
"Buuuuuuk!!!
"Auuuuuuuuuuu!!! Pekik gadis itu sedikit kesakitan kerena jatuh.
"Hai Pakai Mata Anda Nona jika berjalan."ucap Danil dingin dan cuek namun masih membantu gadis itu untuk bangun.
"Terimakasih bantuannya,,aku mintak maaf karena terlalu pokus dengan Hemponeku jadi aku tidak melihat anda."jelas gadis itu belum melihat kaarah Danil.
"Berjalanlah dengan benar, jika anda tidak i gin celaka,anda terlalu ceroboh."kata Danil pada Gadis itu.
"Apa kata kamu Aku cero........ boh!!! gadis itu tidak meneruskan kata-katanya lagi kerena kaget dia bertemu lagi dengan Pria yang selalu bikin dia kesal jika bertemu dengan Danil.
"Ada Apa ?" ucap Danil melihat Gadis itu.
"Tidak!!! "ucap Gadis itu tidak melanjutkan ucapannya lagi.
"Ayok Om kita pulang,tante Maafkan Om Lian Ya, dia orangnya memang seperti ini."ucap Lian Santai masuk kedalam Mobil.
Gadis itu hanya Melihat kepergian Danil dan Lian mengalahkan perkarangan Tempat penjual es krim itu, sikap dingin Danil itu membuat Gadis itu sangat kesal padanya,kerena danil didak bayak cerita dan bersikap cuek saja jika dia datang ke toko Mama Alin jika ada sesuatu yang mengesaknya untuk datang kesana.
"Dia sangka dirinya itu siapa sih, sombong dan sikap dinginnya itu,membuat aku selalu kesal padanya, tapi kenapa sekarang dia tidak mengajak aku ribut ya, apa kerena ada Anak Mbak Afiyah bersamanya?"pikir gadis itu tentang Danil.
"Untuk apa memikirkan dia,apa urusannya denganku, aaaah masa bodoh."ucapnya lagi dengan bingung.
__ADS_1
Gadis itu kembali melanjutkan jalan kerumah kontrakan nya yang tidak jauh dari sana, dengan rasa Kurang semagat, kerena Danil tidak mencari ribut dengannya kali ini.
*************