
Sudah seharian Danil menemani Maya dirumah sakit sampai siap Ibu Maya dari operasinya saat ini, namun Danil belum bisa meningalkan Maya sendirian saat ini, kerena Maya masih sangat sedih melihat ibunya belum sadar dari siap operasi dua jam yang lalu.
Danil meyempatkan dirinya untuk membelikan makanan untuk Maya saat ini, dari siang tadi dia belum ada terlihat Gadis itu memakan apapun sampai saat ini.
Danil membawa makanan yang baru dibelinya barusan masuk kedalam rumah sakit itu, damana saat ini Maya lagi menunggu ibunya diruangan rawat nya saat ini.
Danil masuk kedalam ruang rawat itu, dan melihat Maya masih melamun memikirkan ibunya saat ini, danil tidak tega melihat gadis itu sedih memikirkan ibunya.
"Ini!! makanlah dari tadi kamu belum makan, nantik kamu sakit,siapa yang akan menjaga ibumu. " ucap Danil memberikan bungkusan makanan pada gadis yang duduk itu.
"Terimakasih banyak Mas, kamu sudah menemaniku disini."ucap Maya sedikit senyum pada Danil walau itu dia lagi sedi tapi Maya masih bisa memaksakan senyumannya.
"Makanlah aku Akan menemani kamu disini sampai ibu kamu siuman"ukap danil lembut pada gadis itu.
"Kamu tidak makan Mas,makanlah kamu juga belum makan dari siang tadi."kata Maya memberikan makanan satu bungkus lagi pada Danil.
"Kamu makan saja Dulu nantik jika aku lapar, aku bisa cari di luar." ucap danil santai.
"Kalau begitu aku juga gak jadi makan!! "ucap Maya meletakan kembali bungkusan itu di meja lagi.
"Makanlah,kamu tidak usah megewatirkanku, saat ini kamu harus menjaga kesahatan kamu itu yang penting,karena Ibu kamu sangat membutuhkan mamu,hanya kamu yang dia punya, jika kamu sakit siapa yang kan megusrusnya disini kalau bukan kamu."ucap Danil sambil megambil Bungkusan itu lagi dan diberikan kembali pada Maya.
"Ya sudah kalau kamu gak mau makan bersamaku, tidak apa Mas!!!" kata Maya singkat dia langsung makan dan tidak lagi memaksa Danil.
Danil hanya diam saja memperhatikan Maya sedang menatap Makanann itu dengan santai.
Setelah Siap makan Maya dia tidak banyak berbicara pada Danil, karena dia merasa canggung adanya Danil diruangan yang sama.
"Mas apa kamu bosan dusini? jika kamu ingin kembali tidak apa, biarkan aku saja yang tungguin ibu sampai siuman." kata Maya merasa tidak enak pada Danil.
"Aku akan menunggu ibu kamu siuman dulu,setelah itu aku bisa pulang."ucap Danil singkat.
"Maaf jika aku membuat kamu repot!! "kata Maya tidak enak hati telah merepotkan Danil.
"Tidak apa, jangan kamu pikirkan itu."ucap Danil santai.
" Mmmmm,Mas Mbak Afiyah kenapa sih kok bisa sampai di rawan disini?"tanya Maya pada Danil.
"Nona Afiyah lagi hamil Anak kedua mereka saat ini,kerena lemah saja kondisinya saat ini jadi daharuskan untuk Nona dirawat Satu malam disini."
"Ohhhh,,baguslah itu pasti Buk Alin sangat senang mendegar kabar kehamilan Mbak Fiyah,kerena buk Alin sering bercerita padaku ingin cucu kedua dari pasangan putranya itu agar Lian bisa bermain dan menjaga adiknya."ucap Maya pada Danil sedikit senyum.
__ADS_1
"Tentu Nyoya besar sangat Bahagia mendengar kabar Bahagia ini dari Tuan Alif.
"Enak jadi keluarga mereka ya,apa Lagi Buk Alin sangat meyayangi Mbak Fiyah."ucap Maya lagi.
"Nyoya Besar sudah megagap Putrinya sendiri Nona Afiyah melebihi menatunya, rasa sayangnya pada Nona selama ini melebih rasa sayangnya pada putranya Sendiri."jelas Danil.
"Sepertinya Mas Mengetahui kehiduapan Mereka ya!! "ucap Maya melihat Danil dengan wajah santainya itu.
"Aku sudah lama bekerja dengan Keluarga mereka Masih Tuan Alif kulia aku sudah bekerja di perusahan Tuan Besar dan membantunya sampai sekarang."ucap Danil Dengan Santai.
"Kayaknya Mas nyaman bersama mereka bekerja,karena kamu betah selama ini."
"Kalau kita tidak nyaman dilingkungan Kita kerja Pasti untuk bertahan disana tidak akan bisa lama."jawab singkat Danil.
"Sama seperti kamu, bekerja ditoko nyoya besar sudah cukup lama juga, pasti ada rasa nyaman disana bukan?Seperti itu juga denganku saat ini.Jelas Danil lagi.
"Susah untuk mencari Bos seperti buk Alin itu Mas, dia tidak Banyak Bicara,tidak terlalu cerewet pada kariawannya, sampai Rata-rata kami yang bekerja di tokonya Tidak ada yang megelu padanya."
"Mereka memang mengutamakan kenyamanan kariawannya agar mereka tidak merasakan tegang atau apalah dalam menjalankan aktivitas mereka."ucap Danil.
Maya Merasa agak bisa berbincang dengan Banyak hari ini sama Danil,rasa canggung itu sudah mulai hilang sedikit saat bercerita seprti ini.
Rasa Kawatir pada diari Maya kembali memikirkan ibunya itu,Maya duduk di bangku tunggu diluar kamar itu dengan sedih memikirkan nasib ibunya itu.
"Kamu jangan terlalu sedih,berdoalah agar ibumu baik-baik saja."ungkap Danil.
"Bagai mana aku tidak sedih Mas,aku takut kenapa-kenapa pada ibuku."ucap Maya lagi mulai menitikan air.
"Jangan menagis,wajah kamu itu jelek jika menagis."kata Danil santai.
"Dari dulu aku memang sudah jelek."kata Maya
"Makanya jangan menagis lagi."kata Danil menghibur maya."
"Issey kamu itu mulai megajakku ribut lagi ya."ucap Maya.
"Siapa bilang aku cari ribut sama kamu, kamu saja selalu menabrakku jika bertemu denganku."
"Maafkan aku selalu merepotkan kamu."ungka Maya tahu jika dia itu selalu salah.
"Tukan tahu salah kamu sendiri padaku." ungkap Danil pada Maya,Danil tersenyum mrkihat Maya lagi megusap air matanya yang jatuh di pipinya itu.
__ADS_1
"Kamu itu cantik jika seperti ini,aku suka lihat kamu tidak sedih seperti ini!! "Celetuk Danil tampak sadar mengatakan itu pada Gadis yang ada di sampingnya itu.
"Ini sudah malam Mas,pulanglah kamu sangat lelah bukan?apa lagi besok pagi kamu harus bekerja, aku tidak apa sendiri disini kok."ucap Maya segan.
"Aku akan menemani kamu."tegas, Danil pada Maya.
"Tapi Mas aku tidak merasa enak dengan kamu."balas Maya lagi.
"Mari masuk kedalam ini sudah sangat dingin disini!! "Ajak Danil, tidak menjawab kata Maya barusan.
Maya tidak mau berdebat untuk saat ini dengan pria dingin yang ada disampingnya itu, Maya mengikuti apa kata Danil saat ini dan Maya masuk keruangan ibunya itu kembali dan duduk disamping Ibunya itu dengan menatap wajah pucat ibunya itu.
"Bu, bangunlah aku sangat sedih melihat ibu seperti ini berbaring lema diatas tempat tidur ini, aku takut bu jika terjadi apa-apa dengan Ibu, bangunlah bu,buka mata ibu biar aku bisa melihat ibu tersenyum kembali."ucap Maya berbicara pada ibunya yang terbaring lema itu dengan alat medis yang lengket ditubuhnya itu.
"Maya, sudah istirahalah kamu pasti sangat lelah,biarkan ibumu istirahat dulu, aku yakin ibumu kuat, dia akan kembali padamu."ucap Danil meyenakan hati Maya saat ini lagi sedih itu.
"Tudurlah disofa itu, aku bisa duduk disini,biarkan aku jaga ibu kamu, kamu boleh tidar sekarang."ucap Danil Lembut.
"Terimakasih banyak Mas."ucap Maya beranjak dari Tempat ibunya itu ke sofa.
Danil senang seharian ini lebih banyak waktu bersama Gadis yang dia sukai selama ini,Danil senang membantu Maya,mungkin saja ini lajan baik baginya agar bisa lebih dekat dengan Gadis selama ini dia suka.
***********
Hai-Hai pembaca setiaku dalam beberapa bulan ini sudah membaca Novelku,terimakasih banyak atas dukungan dan meyemagati author untuk lebih giat lagi menulis Kisa-kisa baru berikutnya,yok baca karya author yang lain ya yang ada di noveltoon ini.
#Yok baca Novel terbaru Author ya( MENTARI HILANG DIUPUK SENJA).kisa ini seorang dagis yang diperkosa oleh pria yang tidak kenal Mentari dikamar hotel saat dirinya megantar pesanan dari kakak sepupunya dari Bosnya yang sangat dekat dengannya.
#Yok baca lanjutannya dari kisah Zi didalam Novel Kepercayaan.( I love you my friends)
Kisa ini menujukan kehidupan Zi adalah anak yang terbuang,atau tidak diingikan orang tuanya,Zi salah paham semua ini bahwa dia adalah anak dibuang waktu bayi didepan panti Asuhan dan diangkat oleh seorang pengusaha kaya di kota itu sebagai adiknya.Zi mencintai sahabat kecilnya sampai dia menikah dengan gadis itu.
#Mantan tapi cinta.pasti kalian semua sudah tahu dari kisah ini.
#Cinta sebelum perjodohan( kisah cinta Dion dan dita juga sangat seru ya, kisah ini juga lanjutan dari Novel Kepercayaan juga.yok dibaca ya.
#Inilah Novel pertama author (kepercayaan) disini ada cerita Givan dan Nayaha sebagai toko utama.
Ada Dion sebagai Asisten Givan dan Dita sebagai Sahabatnya Naysha.
"Ada kisah Zi kecil sampai remaja jika ingin tahu kisa Zi dari awal silakan baca diNovel kepercayaan ya.
__ADS_1