MANTAN TAPI CINTA

MANTAN TAPI CINTA
Hari Keberangkatan Alif ke Inggris


__ADS_3

Hari ini Alif akan berangkat ke Inggris untuk kerja samanya dengan perusahaan disana. Alif akan meningalkan Afiya istrinya yang sangat dicintainya itu.


Afiyah hanya bisa diam saja ketika Alif bersiap akan berangkat keluar negeri sebentar lagi.


"Sayang aku janji akan kembali cepat setelah urusan pekerjaan selesai,kamu gak apa-apa aku tingal dua hari kedepan?"


"Pergilah mas,aku tidak apa-apa tingal cuma dua hari ini saja."ucap Afiyah tidak mau suaminya itu berat meningalkan dia sendiri dirumah.


"Ya sudah aku berangkat ya Danil sudah menunggu karena pesawat akan berangkat Satu jam lagi."ucap Alif memeluk istrinya itu dan mencium pipi istrinya.


"Iya, berangkatlah sekarang aku ada teman bik nining kok,kamu tidak usa kawatir dengan ku mas,aku akan baik-baik saja bersama bik nining."ucap Afiyah menyenangkan hati suaminya itu,walau ada sedikit sedih Afiyah baru pertama kali ditingal Alif semenjak mereka menikah.


"Ayok kita Kita turun Kasihan Danil sudah menungguku. "


"Ayok." ucap Afiyah pada suaminya itu.


"Nanti aku akan mengabarkan jika aku sudah sampai sana kamu tidak usah khawatir ya." ucap Alif sabil menjuruni tangga rumahnya.


"Baik,aku tungguin kabar dari kamu,jangan sampai kamu lupa dengan itu." balas Afiyah pada Alif.


"Aku tidak akan melupakan itu sayang tenanglah."ucap Alif sambil mengengam jemari istrinya itu dan menuju dimana Danil sedang menunggunya.


"Kamu sudah lama Menungguku danil?"ucap Alif pada Asistennya itu.


"Belum begitu lama tuan."jawab danil santai.


"Ya sudah kita langsung berakat saja karena pesawat kita satu jam lagi akan berangkat."


"Baik tuan,biar saya saja yang membawa kopernya tuan."ucap Danil sambil mengambil koper Alif dan membawa masuk kedalam mobil.


"Aku berangkat ya,kamu jaga diri baik-baik dirumah,jangan kemana-mana kalau tidak ada aku dirumah."larang Alif pada istrinya itu.


"Ya,tuan Alif aku kan melakukan apa saja kata kata andan tuan."ucap Afiyah mencium tangan suaminya itu.


"Muahhhhhh,Hati-hati dirumah ya." ucap Alif sambil mendaratkan ciuman dikening istrinya itu.

__ADS_1


"Kamu juga hati disana jaga kesehatannya mas,jangan sampai tidak makan kamu harus ingat apa kataku.",


"Baiklah istriku yang canti,pasti aku akan mengingat itu semuanya."


"Berangkatlah,kasihan Dinil nungguin kamu mas,lihatlah sijomlo itu. "ucap Afiyah pada Alif sambil melihat Dalil yang masih berdiri santai dipintu mobilnya.


"Aku pergi. "ucap Alif berjalan masuk kedalam mobil Danil yang sedang menunggunya.


"Daaaa,Hati-hati ya." ucap Afiyah sambil melambaikan tangannya pada suaminya yang sudah mulai meningalkan pelarangan rumah itu.


"Huuuu,terasa sunyi baru saja kamu pergi mas aku sudah merasa sepi tampa kamu dua hari ini."ucap Afiyah yang masih melihat kearah mobil Alif yang sudah hilang dari pandangannya.


Afiyah masuk kembali kedalam untuk mencari bik Nining yang lagi asik ditaman belakang lagi meyiram tanaman hingga mertuanya itu.


"Bik" pangil Afiyah pada bibik nining.


"Eeee Non Fiyah,ada apa Non ?


"Bibik asik saja disini dari tadi,apa bibik tidak bosan ditaman ini."ucap afiyah pada bik nining.


"Nona tidak ke toko nyonya Alin hari ini?"


"Tidak bik Alif melarangku untuk keluar selama dua hari ini."ucap Afiyah lemas.


"Ya sudah Non,kalau sudah dilarang jangan pergi jiga batik bisa kualat kalau melagar kata suami Non."


"Aku gak akan pergi bik,sampai Alif kembali."


"Kita cari kegiatan lain saja Non selama dirumah ya."ucap bik nining.


"Apa yang harus kita buat bik untuk mengisi kekosongan kita bik?"


"Bagai mana kita pandai bunga ini,lihatlah bayak bibit baru yang baru tumbuh Non kita pindahan kembali kepot yang belum ada isi itu."tunjuk bibik nining pada pot yang kosong itu.


"Boleh juga tu bik dari kita bosan." semangat Fiyah.

__ADS_1


"Ayok kita mulai biar bibik ambil potnya." ucap bik nining beranjak dari tempatnya kearah pot yang kosong itu dan membawa pot itu pada Afiyah.


"Baiklah bik kita mulai. " semangat Afiyah sangat gembira hari ini karena ada kegiatan baru untuk memilih harinya selama dirumah.


"Bik Nantik kita tidak usah masak ya,kita makan diluar saja selama dua hari ini,kita cari makanan luar saja karena tidak Alif dirumah aku jadi malas makan dirumah bik." jelas Afiyah pada bik nining.


"Ya sudah Non kalau itu maunya Non tapi bibik tidak enak ikut sama Nona."ucap bik Nining pada Fiyah.


"Bibik tidak usa merasa segan padaku bik,angap aku putri bibik,aku tidak pernah mengagap bibik itu pembantu dirumah ini, bibik seperti ibuku sendiri."


"Terimakasih Non telah memperlakukan bibik seperti itu."Ucap bik nining bahagia.


"Jadi mulai saat ini bibik tidak usah segan padaku,kerena aku terlahir juga dari kalangan orang sederhana bik,aku bukan anak orang kaya yang bibik pikir selama ini terhadapku."ucap Afiyah pada bik ning.


"Maafkan bibik juga meyangka Non FiyAh dari kalangan orang kaya juga seperti den Alif."


"Tidak bik,aku ditinggalkan oleh Ayahku dari kecil ayah sakit dan menigal,setelah kepergian Ayah hidupku tidak sebaik anak umumnya mendapatkan kasih sayang dari seorang ibu,namun tidak denganku bik aku jauh dari kata tidak bik,aku sering ditingal ibu sampai aku mencari makan sendiri dari bekerja membantu tetangga agar dapat sesuap nasi,umurku yang masih 9 tahun bik,aku mengumpulkan barang ronsok untuk menyambung hidup dan sekolah,sampai aku kuliah,Namun kelakuan ibuku tidak berubah setelah aku besar bik,dia meningalkan aku demi lelaki yang dicintainya,sampai sekarang aku tidak pernah ketemu sama ibu lagi,apa masih hidup atau tidak aku tidak tahu sama sekali keberadaan ibuku bik. "ucap Afiyah sangat sedih jika mengingat nasibnya dulu.


"Maafkan Bibik ya nik,bukan maksud bibik buat Non sedih.ucap bik ning tidak enak hati Afiyah megingigat kembali masa lalunya.


"Tidak bik,itu sudah tertulis nasibku yang buruk dari Allah Bik."


"Sabar saja ya Non,mana tahu nantik Nona akan dipertemukan lagi sama ibu nona."ucap bik ning sambil megusap bahu Nonanya itu.


"Ya,mudah-mudahan saja seperti itu bik,aku sangat merindukannya."ucap Fiyah srdikit tersenyum pada bik ning.


"Yang sabar ya Non. "


Afiyah hanya tersenyum saja pada bin Ning yang lagi memasukan tanah kedalam pot bunga yang kosong dai hadapannya saat ini.


Afiya juga ikut dengan apa yang dikerjakan oleh bik ning saat ini sampai mereka berdua menanam bibit bunga yang sudah agak besar itu kepot yang sudah dikasih tanah itu.


Bik ning sudah siap memindahkan bunga itu dengan Fiyah lebih sagat sehinga mereka berdua sudah tidak menyadari hari sudah sore saja.


**********

__ADS_1


__ADS_2