
Esok paginya Alif terbangun dari tidurnya kerena semalam dia lama bermain bersama putra saat dirumah Afiyah semalam, Alif merasa berbeda saat ini sudah memiliki seorang anak yang lucu membuat hatinya merasa bahagia dan hangat kerena adanya Lian.
Hari ini Alif ingin bermain lagi dengan putranya itu, walau saat ini Afiyah belum memaafkannya,Alif tidak masalah jika bunda dari putranya itu belum memaafkan dia,yang penting Afiyah tidak melarangnya untuk bersama Lian.
Alif bangkit dari ranjang itu untuk menuju kamar mandi,setelah siap dengan mandinya Alif memakai pakaian santai saja kerena ingin menemui putranya yang membuat dia sangat merindukan Lian kembali.
Alif keluar dari kamarnya itu melihat Mama Alin dan Papanya lagi dimeja makan saat ini mereka sedang sarapan pagi.
"Lif kamu mau kemana sepagi ini?" ucap Mama Alin pada putranya itu.
"Aku ingin bermain lagi bersama Lian ma,aku sangat merindukannya, wajah lucu dan imutnya itu membuat aku merindukan dia lagi,aku tidak menyangka memiliki anak itu sangat menyenangkan."ucap Alif dengan senang.
"Itulah adanya anak membuat keluarga kita bertambah kuat,dan rasa capek bekerja seharian diluar jika melihat malaikat kecil itu semuanya hilang."sambung papanya.
"Benar kata Papa, aku baru merasakannya kemaren rasanya aku tidak mau berpisah dengannya Pa."ucap Alif sedikit terseyum mengingat wajah lucu putranya itu.
"Maka dari itu kamu harus berusaha mendapatkan kepercayaan istrinya kamu kembali Nak, jika kamu ingin bersama putra kamu."ucap Mama Alin memberikan semangat pada putranya itu.
"Tapi sulit rasanya aku mendapatkan semua itu darinya ma,aku melihat dimata Afiyah membenciku Ma."'ucap Alif santai
"Dicoba dulu sayang kerena Mama juga tidak mau cucu Mama jauh dari Mama,pasti nantik Mama sangat merindukannya."
"Nanti Alif akan berusaha Ma untuk berbicara pada Afiyah,aku akan memintak maaf lagi padanya demi Lian,untuk kebaikan kita berdua Ma."
"Mama sangat mendukung Kamu nak, berusahalah lebih dahulu jangan menyerah jika kamu belum berbicara empat mata dengan Afiyah."saran Mama Alin pada putranya itu.
"Bersemagatlah Lif,Papa yakin Afiyah tidak setengah itu pada kamu, Papa Masih melihat dimatanya masih sangat mencintai kamu Nak."'
"Perjuangkanlah demi rumah tangga dan putra kalian, kasihan Lian tampa kamu Nak."ucap Mama Alin lagi.
"Alif Akanencoba mengajak Afiyah berbicara hari ini denganku."
"Ya harus Nak,,Papa sangat berharap kamu melakukan itu karena jika kamu diam saja makan ini semua tidak akan pernah selesai."ucap Pak Wira pada Alif.
__ADS_1
"Terimakasih bayak Pa,kalian selalu mendukung Alif sampai ke titik ini."
"Papa lakukan ini hanya demi cucu Papa, tapi kalau tidak Lian diantara kalian Papa juga tidak mau lagi membantu kamu Nak."
"Sudah mari lanjutkan sarapanya,nantik kita bahas ini lagi.ucap Mama Alin pada kedua orang itu.
Mereka bertiga hari ini melanjutkan kembali serapan paginya dengan hening tiada satu dari mereka mengeluarkan suara lagi
**
Tempat Afiyah pagi ini Nenek dan Pino saat ini juga sedang serapan kerena Nenek Afiyah akan ke kebun karena sudah terbiasa setiap hari sang Nenek menghabiskan waktunya dikebun itu sambil mengeluarkan keringat dari pada dia diam dirumah saja.
"Pino,apa persiapan pernikahnkami sudah siap semua Nak,tingal dua hari lagi kita akan mengantar kamu kerumah Liza kerena perta dirumah Liza."
"Sudah Nek semua sudah 100%siap, kita hanya menunggu harinya lagi."
"Syukurlah Nak,Nenek juga senang melihat kamu akan menikah jadi kedua cucu nenek sudah berumah tangga."ucap Nenek pada Pino.
"Afiyah bagai mana dengan keputusan kamu tentang Suami kamu,kakak melihat Alif sangat bersalah dek."
"Sebaiknya kamu kasih waktu dia untuk bicarakan masalah kalian berdua agar kalian bisa mendegarkan alasan Alif yang sebenarnya, begitu juga dengan kamu nak,jangan diam seperti ini, diam tidak akan menyelesaikan apapun Nak." ucap Nenek mengasiha arahan pada cucunya itu.
"Benar itu dek,kasih luang Alif untuk memintak maaf pada kamu kerena Alif itu orang baik dari penilaian kakak,jadi tidak mungkin dia bisa membalas cinta perempuan itu."ucap Sepupunya itu.
"Lihat nantik saja kak, aku akan pikirkan kembali,aku belum siap saja untuk bicara denganya saat ini."
"Pikirkanlah nak, kasihan Alif jauh-jauh datang kesini untuk bertemu dengan kalian berdua, dia bayak pekerjaan yang ditinggalkan untuk ingin memperjuangkan kalian berdua."ucap Nenek lagi.
"Cobalah untuk berdamai dengan hati kamu nak, sekarang pikirkan tentang Lian anak kamu,dia masih kecil tidak tahu apa-apa tentang ini semua."ucap Nenek memandang cucunya itu dengan sedikit rasa iba padanya.
Siap dengan sarapan pagi mereka semua sibuk dengan kegiatan Masing-masing sang Nenek sudah pergi ke kebun sedangkan Pino kepakrik melihat kerjaanya walau dia akan menikah masih tetap saja dia kepakrik sebentar saja.
Alif sampai dirumah Nenek Afiyah untuk ingin bermain bersama Lian lagi,tapi Alif berpikir akan membawa Lian bersamanya keVilla agar Alif bisa agak leluasa bebicara dengan Afiyah.
__ADS_1
Alif mengetik pintu rumah itu dengan salam mengiringi ketokkan itu,tidak lama Pintu itu terbuka, orang yang dihat Alif adalah istrinya sendiri yang berdiri di depan pintu itu.
"Hai ucap. "ucap Alif pada istrinya itu agak sedikit kaku dia menyapa Afiyah.
"Ada apa kamu kesini?"tanya Afiyah sedikit sinis padanya.
"Apa aku bolah membawa Lian bersamaku hari ini kevillah karena mama yang mintak kamu ikut denganku hari ini."jelas Alif pada orang didepannya itu.
"Baiklah kamu tunggu sebentar aku akan menyiapkan keperluan Lian dulu,tapi aku tidak bisa lama disana,aku hanya mengantar Lian kesana abis itu aku akan lasung pulang kerena kerjaanku masih banyak."jelas Afiyah pada suaminya itu.
"Apa Semarah itu kamu padaku Fiyah sehingga untuk menatap ku saja kamu engan?"tanya Alif ikut masuk kedalam mengikuti Afiyah masuk.
"Aku bukan marah pada kamu Lif,sudah aku katakan pada kamu saat itu aku pergi dari kamu,Apa tidak cukup penjelasan dariku."
"Dia sangat menginginkan diri kamu,nikahilah dia,aku juga tidak mau jika dia megincar aku dan Lian nantik, aku sudah bahagia hidup disini besama Lian."Ucap Afiyah meneteskan air matanya itu.
"Apa seperti itu pikiran kamu padaku selama ini?"ucap Alif menatap istrinya itu.
"Bukan aku tidak mau hidup dengan kamu tapi rasa kecewa aku pada kamu Lif,kamu menikahi aku hanya untuk kesenangan kamu saja tidak dengan hati kamu,apa yang kamu lakukan saat itu pada wanita itu sedikit saja kamu tidak mau mengatakan aku istrinya kamu didepan dia,apa kamu malu untuk megakuiiku istrinya kamu selama ini?"ucap Afiyah dengan air mata."
"Maafkan aku Sayang,saat itu aku tidak mau kalian berdua terluka,aku tahu zakia dari dulu meyukaiku."
"Jika kamu tidak mau melukai hatinya mengapa kamu tidak menikahinya dan membalas cinta dia yang tulus pada kamu."Ucap Afiyah sagat emosi pada Alif.
"Aku tidak pernah mencintainya sampai kapanpun, hanya kamu dihatiku Fiyah, tidak ada satupun tersimpan nama dihati ini."Jelas Alif pada Afiyah.
"Aku harus apa Sekarang Lif,aku tidak mau kembali lagi kesana jika untuk mempersulit kalaian saja,pasti wanita gila kamu itu akan megincar kami berdua."ucap Afiyah lagi.
"Jika kamu senang hidup disini aku tidak akan pernah memaksa kamu untuk kembali ke kota bersamaku,yang penting maafkan aku, atas apa yang aku buat pada kamu selama ini."
"Tidak ada yang perlu dimaafkan Lif,aku tidak sejahat itu pada orang yang sudah magakui kesalahannya."ucap Afiyah pada alif.
"Sekarang kamu memaafkan aku?"ucap Alif pada istrinya itu.
__ADS_1
"Aku memaafkan kamu bukan kita untuk bersama, aku tidak akan pernah kembali ke kota apa yang ada dipikiran kamu sekarang ini.
************