MANTAN TAPI CINTA

MANTAN TAPI CINTA
Melawan suami siapa yang kalah


__ADS_3

"Terimakasih Bik ning sudah megajariku tentang ini semua,aku naik dulu keatas."


"Cepataan jalankan semua itu Non agar dia bisa lebih semangat kerja."ucap bik nining sambil tersenyum pada Afiyah.


"Ok,ucap Afiyah meningalkan dapuranmu untuk kekamarnya.


Sampai dikamar afifah belum melihat Alif didalam kamar itu,afifah bejalan ke kamar mandi mungkin saja Alif lagi mandi pikir afiyah,namun tidak ada juga Alif disana.


"Mungkin saja dia belum selesai olah raga,aku susul saja dia keruang olah raga itu saja dehhh,pada aku nungguin disini."ucap afiyah sambil bejalan keluar dari kamarnya untuk menyusul suaminya berada diruang Pikness itu.


Sampai disana Afiyah melihat suaminya itu lagi asik meniju benda seperti bantal guling yang tergantung di ruangan itu,afiyah hanya bisa melihat Alif tampa tahu dia masuk kedalam sana.


Afiyah memakai sarung tangan yang terletak di atas lemari yang ada disamping dia saat ini berdiri,Afiyah masuk kedalam lingkaran itu saat ini Alif sedang asik menuju benda itu.


"Sekarang saatnya kamu melawan aku sayang,sampai dana saja kemampuan kamu itu sayang."ucap Afiyah mulai bersikap santai saja pada suaminya itu.


"Kamu jangan merayuku sayang,coba bilang lagi apa yang baru kamu bilang barusan aku ingin mendegar dari mulut kamu itu lagi."ucap Alif menatap istrinya itu dengan mata elangnya itu.


"Lawan aku dulu baru aku akan lakukan apa yang kamu mintak itu."ucap Fiyah tidak mau kalah.


"Benaran mau melawan aku,apa kamu gak kapok-kapok sayang dengan seranganku?"


"Tidak aku masih penasaran saja sampai dimana sekarang kemampuan tinju kamu, apa seperti dulu atau tidak kita bisa mencobanya sekarang."tantang Afiyah pada Alif.


"Baiklah kita bisa coba sekarang, siapa takut dengan tantangan kamu itu sayang,jika kamu kalah dariku maka seharian ini kamu harus melayani aku dikamar,kamu tidak boleh menolak kerena kamu aku sudah dia hari tidak memanjakan belutku dengan sarangnya yang bikin belutku nyaman."ucap Alif santai tampa melihat mungka istrinya itu sudah berubah merah ulah perkataannya itu.


"Ayok,siapa takut."ajak Fiyah pada Alif.


Tidak lama mereka mulai dengan permain tinju itu Alif tidak menyangka istrinya itu cukup kuat juga saat ini dia sudah kalah dua kali oleh istrinya itu.


Alif mulai kawalahan dengan gerakan afiyah saat ini sangat cepat,sampai Alif tidak bisa menhidar dari tinju istrinya itu pas dipipi kanan Alif tangan istrinya itu mendarat.


"auuuu."ringis Alif saat ini.

__ADS_1


"Kamu tidak apa-apa mas,maaf jika aku meyakiti kamu."ucap afiyah panik melihat Alif kesakitan.


"Kamu kuat sekali sayang membuat aku kewalahan dengan gerakan kamu itu."ucap Alif pada istrinya.


"Masa kamu kalah sama aku,biasanya kamu itu lebih kuat,tidak ada yang bisa menandingi kamu mas."ucap afiya agak megejek Alif.


"Mungkin saja aku sudah jarang berlatih sayang,tapi kamu sekarang lebih linca kamu berlajar dari mana?"tanya Alif pada istrinya itu.


"Waktu kerja di Italia aku sering menghabiskan waktuku ditempat olah raga sambil mehilakan bosan diapertemen sendirian."jelas Fiyah.


"Gila kami ya,kamu pergi ketempat itu sendiri saja,kamu perempuan lo."ucap Alif.


"Emangnya kenapa kalau aku perempuan mas,emang tidak boleh aku kesana,bukan aku saja yang perempuan disan bayak temanku yang lain ikut olah raga serti ini."ucap afiyah lagi.


"Ya sudah kita cukup disini dulu aku sangat capek sayang,sebentar lagi aku mau kekantor,jadi kamu siapkan keperluan aku sekarang."ucap Alif beranjak keluar dari ruangan itu.


"Mas masa aku ditingal sendirian saja."ucap Afiyah manja pada suaminya itu.


"Terus mau apa?"


"Baiklah bayi besarku."ucap Alif sambil mengedong tubuh istrinya itu keluar dari ruangan itu dan masuk kedalam kamar mereka.


"Sekarang turunkan aku disofa saja mas,aku mau mengabil dasi kamu dulu tadi aku lupa megambilnya."ucap Afiyah.


"Baiklah,apa tidak mau di atas ranjang saja sambil kita main dulu satu kali saja karena aku megigikan pagi ini."ucap Alif sambil menurunkan afiyah diatas ranjang itu.


"Mas ini sudah jam berapa nantik kamu bisa terlambat berangkat kekantor."ucap afiyah megigatkan suaminya itu.


"Tidak ada yang akan memarahi aku sayang,terlambat sedikit saja itu tidak masalah."ucap Alif terseyum pada istrinya itu


"Isss kamu itu selalu ada jawabannya jika aku megelak."ucap afiyah sedikit kesal pada suaminya itu.


"Sekarang waktunya karena aku sudah tidak bisa menahan lagi sayang cukup dia hari ini aku menahannya dari kamu."ucap Alif langsung megambil tidakan cepat sebelum istrinya itu kabur lagi.

__ADS_1


Pagi ini sepasang suami-istri itu melakukan retual yang selalu dingikan oleh suaminya Afiyah itu,permainan ranjang itu tidak dapat dihentikan lagi mau tidak mau afiyah harus megikuti apa yang diinginkan oleh suaminya itu.


satu jam mereka diam dalam kamarnya sepasang suami-istri baru turun sudah jam 10 pagi,Bik ning kmelihat kedua majikannya itu baru turun kebawa baru ingin sarapan pagi.Bik ning hanya bisa terseyum saja melihat tingka sepasang suami-istri itu,kerena bik ning paham dengan keadaan pasangan itu yang baru-baru dapat kesenangan sendiri.


"Bik mau kemana ?"tanya Alif


"Kedapur den,kemana lagi." jawab bik ning selalu sedikit bercanda pada Alif.


"Disini saja kita makan sarapan sama bik."ucap Alif lagi.


"Ini bukan sarapan pagi lagi dengan ini udah makan siang."ucap bik ning pada Alif


"Gitu ya bik."ucap Alif sedikit mengarut kepalanya.


"Makanya den jangan kelamaan betempurnya jadinya melewati sarapan paginya,lihat tu semua pada dingin sudah kelamaan menunggu yang mau memakannya."ucap bik ning senag menggangu Alif.


"Ahhh bibik gak tau aja pengantin baru bik lagi nagih bik,bibik gak pernah muda saja."ucap Alif lagi.


"Ya sudah silakan dilanjutkan makannya bibik mau lanjutkan pekerjaan bibi dulu,kalau disini gak bakal siap-siap kerjaannya."ucap bik ning pada Alif.


"Benaran bibik gak mau ikut makan sama kita?"ucap Alif lagi.


"Gak den bibik sudah serapan tadi,bibik masih keyang, aden saja lanjutkan saja sama Non Fiyah deh,bibi kebelakang dulu."ucap bik ninjng pergi dari meja makan itu.


"Kamu ini mas selalu begitu sama bik ning,kasihan dia mas."ucap Afiyah.


"Aku selalu seperti itu sama bik ning dari dulu sayang jadi jangan kamu merasa gak enak saja sama bik ning, kerena bik ning dirumah ini selalu ada,kalau sama mama dan papa aku jarang bertemu dihari biasa kalau gak makan malam saja kami bisa berbicara dengan mereka."jelas Alif.


"Makan sarapan kamu itu mas,ini sudah jam berapa ini kamu selalu terlambat masuk kantor,bagaiman kamu megasih contoh yang baik pada karyawan kamu mas." repet Afiyah pada suaminya itu.


"Baiklah."


Alif menghabisi makanan yang sudah diambilkan oleh istrinya itu,setelah siap Alif langsung berangkat ke kantor, dan tidak lupa Afiyah megantar suaminya itu didepan untuk melihat Alif berangkat kerja.

__ADS_1


Afiyah melambaikan tangannya saat Alif yang sudah menjalankan mobilnya saat ini.afiyah hanya tersenyum mekihat kepergian Alif,saat ini mereka berdua sama-sama bahagia.


***************


__ADS_2