MANTAN TAPI CINTA

MANTAN TAPI CINTA
Menuju Negara Italia.


__ADS_3

"Apa aku langsung saja berangkat ke Italia untuk menemui gadis itu?."


"Ya,menurutku lebih baik begitu, jika kamu menyuruh alif untuk meyusulnya kesana pasti afiyah tidak akan pernah percaya kerena hatinya sangat kecewa pada putra kamu itu."


"Baiklah aku akan membicarakan ini sama alin dulu."


"Sebaiknya begitu wir, lebih cepat lebih baik,kerena tidak baik menunda-nunda hal baik itu."


"Terimakasih bayak Rif kamu sudah menujukan jalan ini padaku untuk kebaikan putraku."


"Aku juga merasakan apa yang kamu rasa saat ini wir,makanya aku tidak pernah membatasi anakku dengan siapa pilihan untuk pendamping hidupnya."


"Aku salut padamu Rif sebagai orang tua tidak memaksakan keinginan kamu pada anak-anak kamu."


"Aku tidak mau anak-anakku terbeban kerena kemauanku,lihatlah sekarang putra bahagia dengan kehidupanya bersama keluarga kecilnya sekarang kerena dia menikah dengan wanita pilihan dan dicintainya."


"Untung saja istri ku saat itu mengingatkan tentang itu,aku berpikir dan membatalkan pernikahan mereka."


"Kalau bukan kita yang berpikir untuk kebahagiaan anak kita siapa lagi."


"Hidup kita tak selamanya seperti ini wer,terkadang ada dimasa sulit,pas dimasa sulit itu kita butuh mereka wer,merekalah yang akan membatu kita dan merawat kita kelak tua."


"Ya benar kata kamu rif,aku kurang ilmu tentang itu semua selama ini aku tidak pernah menyadari kita akan membutuhkan mereka saat tua nanti,jika kita menanam kebaikan pada mereka pasti pasti mereka akan membalas kebaikan lagi untuk orang tuanya."


"Kok dua wanita itu gak keluar ya kemana pergi mereka?."


"Tereng......pasti kalian berdua mencari keberadaan kami berdua iya kan."


"Kalian berdua dari mana sih??"


"Kami bikin ini dulu pa alin biasanya pintar bikin cemilan ini."


"Apa itu sih ma.


"cuma cemilan biasa bakwan aku pengen makan bakwan bikinan alin."


"Kamu ini ma bikin alin sibuk aja,ada saja kerjaan kamu,maafkan istriku alin."

__ADS_1


"Tidak apa-apa rif,itu cuma sebetar bikinnya gak terlalu capek bagiku."


"Ini tehnya pah diminum ya bikinan kami berdua hari ini,canda istrinya pak sarif."


"Pa apa kamu sudah bilang sama sarif apa tujuannya kita kesini??ucap alin pada suaminya."


"Sudah ma,barusan kami siap membicarakan calon menantu kamu itu."


"Eeeeh tunggu ada apa ini kok ada yang gak aku tahu apa yang kalian bertiga ini bicarakan??tanya istrinya pak sarif pada ketiga orang itu."


"Ini ma wira sedang mencari afiyah yang dulu kita pernah mau kita jodohkan dengan putra kita,tapi sayang putra kita sudah punya wanita pilihannya,untung saja kita tidak jadi menjodokan mereka kalau gak bisa berabe sekarang urusannya ma,kerena hati gadis itu sudah ada pemiliknya,canda pak sarif dibalik keseriusannya berbicara pada istrinya itu."


"Papa ini semuanya dibikin candaan, kesal istrinya pak sarif padanya."


"Gak ada yang bercanda ma itu memang dulu kita niatnya kayak gitu sebelum kita tahu anan punya kekasih."


"Iya betul itu lin dulu aku memang niat akan menjodokan putraku sama afiyah karna gadis itu baik gak bayak cerita aku senang melihatnya,kamu pasti senang mendapatkan menantu sepertinya,aku sangat mendukung jika afiyah yang sudah dipilih oleh putra kamu lin."


"Bukan dipilih tapi dia sangat mencintai gadis itu sampai sekarang dia tidak bisa lari hatinya sama gadis lain,dia masi tetap mencari gadis itu dalia."


"Kamu harus bantu mereka agar mereka bisa bersatu lagi,kerena afiyah bayak peninatnya kata anan di Italia,para pegusaha kaya bayak yang menginginkan dia,lama kelamaan afiyah pasti nantik akan memilih salah satu mereka untuk mengartikan putra kamu dihatinya."


"Ya kita mau apa sekarang pa?mama juga tau harus gimana itu urusan mereka apa sebaiknya alif saja yang menyusul gadis itu pa."


"Tidak ma kita aja kesana biarkan kita yang menjelaskan ini pada afiyah,apa yang disarankan oleh sarif padaku tadi."


"Lebih baik begitu lin,agar afiyah mendegar penjelasan dari kalian berdua,dia pasti percaya pada kalian dari pada alif,ucap pak sarif pada alin."


"Ya itu terserah papa saja,aku akan ikut semua kata kamu pa."


"Nantik aku akan membatu untuk menghubungi anan disana agar anan bisa mengantarkan kalian dimana afiyah tingal."


"Terimakasih kasih rif,atas bantuan kamu,aku tidak tahu lagi aharus bilang apa pada kalian berdua saat ini."


"Jangan merasa seperti itu wir bukankah kita sudah berteman lama,jadi tak masalah aku membantu kalian berdua."


" Sebaiknya kalian berangkatlah malam nantik aku akan mengurus ini semua,aku akan menghubungi anan."

__ADS_1


"Baiklah kalau begitu rif itu lebih baik,ucap pak wira pada temannya itu."


Tak menunggu lama pak sarif megurus semua yang diperlukan temannya itu hari ini dengan cepat,pak wira berangkat juga malam ini bersama istrinya ke Italia untuk bertemu dengan afiyah dengan semangat keduanya agar putra semata wayangnya itu bisa bahagia dengan gadis yang sangat dicintainya saat ini,pak wira bela-belain menyusul afiyah keitalia.


Pak wira hanya terseyum membayangkan jika afiyah akan bisa memahami kesalahan yang pernah dibuatnya lima tahun dulu.


"Ma mudah-mudahan gadis itu bisa memahami kita nantik,dia bisa mendengar apa penjelasan dari kita ma,icap pak wira sabil duduk enak dibangku pesawat saat ini."


"Mama juga berharap terbaik saja pa,untuk kebahagiaan mereka sudah terlalu lama mereka tersiksa kerena ulah kita pa."


"Aku juga sangat menyesal ma dulu memaksa alif,jadinya seperti ini ma,sesal pak wira saat ini diselah perjalanan saat ini menuju negara Italia."


"Sudah pa tidak usah dilihat masa itu lagi pa yang penting kita pokus pada afiyah bagai mana afiyah bisa memahami ini semua."


"Ya ma."


Saat ini mereka berdua samapai di nagara yang sudah di nanti alin agar cepat bertemu dengan orang yang ingin ditemuinya itu.


sesampai di bandara sudah ada anan yang menunggu kedatangan mereka berdua saat ini bersama istrinya dan anaknya anan menunggu teman papanya.


Saat ini anan bisa bertemu kembali dengan teman papanya itu karena sudah lama sekali mereka tidak berjumpa.


Anan melihat teman papanya itu keluar dari bandara dia langsung mendekati mereka berdua.


"Om wira,pagil anan pada wira saat ini menyapa."


"Hai anan kamukah itu om sudah mulai lupa karena kamu tampan sekali nak.


"Ahh om jangan terlalu berlebihan om,ucap anan ramah pada kedua orang itu.


"selamat datang di Italia om dan tante alin,ucap anan pada kedua orang yang ada di hadapannya itu.


"Terimakasih anan tente sangat merepok kamu.


"Tidak apa-apa tante,anan senang malah kalian berdua mimintak itu padaku.


"Kamu sungguh baik nan,tak salah sarif mendidik kamu dengan baik.

__ADS_1


***********


__ADS_2