
"Aku juga yang bersalah jika aku tidak hadir di pernikahan kalian mungkin ini tidak akan terjadi pada ibumu May."ucap Yesi
"Itu sudah takdir ibuku,mungkin dengan cara seperti itu ibuku pergi, jangan pernah kalian berdua bersalah atas kematian ibuku, aku sudah iklas semua ini.Jadi tidak ada yang perlu dibicarakan lagi, jika kalian ingin melanjutkan hubungan kalian silakan aku sudah mundur dari pernikahan ini, Aku akan menerima semua ini dengan lapang hati dan tegar.somoga kalian bisa bahagia untuk selamanya."ucap Maya saat ini pada kedua orang itu.
"Apa Yang kamu Katakan May, aku tidak bermaksud meyakiti Kamu, kita akan tetap menikah May, kamu tidak bisa meningalkan aku Begitu saja May, aku juga mencintai kamu."ucap Danil.
"Apa Maksud kamu juga mencintaiku?berakti kamu juga masih sangat mencintai mantan kamu ini bukan?"ucap Maya menatap Danil dengan rasa sakit hati mendegar ucapan calon suaminya itu.
"May Dengar aku dulu, bukan seperti itu maksudku."ucap Danil menjelaskan.
"Cukup Mas, jika kamu ingin membuat aku sedih dan bertambah hancur lagi sebaiknya kalian berdua pergilah dari rumahku sekarang."usir Maya sangat kecewa pada Pada Danil.
"May, aku mohon dengar dulu penjelasan aku saat ini,Apa pernikahan kita ini akan dibatalkan begitu saja, jika kamu tidak mau mendegar penjelasan aku."ucap Danil.
"Apa yang ingin kamu jelaskan lagi, kamu mau mengatakan akan menikahi dia juga bukan?"sampai kapanpun aku tidak tidak akan pernah membagi suami dengan orang lain, jika kamu ingin menikahi dia,silakan nikahi dia jadikan dia istrinya kamu yang pertama dan yang terahir, aku siap muncur."ucap Maya tidak mau lagi Mendegar Alasan Danil yang akan membuat hatinya bertambah sakit.
"Aku mohon May dengarkan Aku sebentar saja, jangan seperti ini."ucap Danil memintak Maya mendegarkan dia.
"Pergilah kalian dari sini,mulai saat ini jangan pernah lagi kamu untuk datang dan mencariku lagi, aku tidak akan pernah mau lagi melihat kalian berdua."kata Maya Tegas,kerena rasa kecewa pada Danil selama ini dia tidak benar-benar serius padanya,dirinya hanya untuk pelarian cintanya saja dari Yesi.
"Dan Jangan pernah mengingat lagi bahwa kita ada hubungan Sebelum ini Mas,angap selama ini Aku tidak pernah Ada."ucap Maya pergi masuk kedalam kamar ibunya, kamar inilah yang selalu menjadi tempat yang membuatnya tenang ,dia berada didalam kamar ibunya itu.
"May,Aku mencintaimu May, jangan seprti ini bukan aku ingin membuat kamu sakit,aku belum berani selama ini mengatakan semua pada kamu."ucap Danil dari luar pintu kamar ibunya itu.
Maya hanya bisa menagis pilu akan nasibnya saat ini, kenapa Dihari itu Yesi datang,semuanya hancur impian Maya bersama Danil,Maya juga kehilangan ibu yang sangat Disanyanginya itu kerena masalah Yesi datang tiba-tiba di pernikahannya.
"Maafkan aku Ibu,aku tidak bisa membuat ibu bahagia disaat dihari terahir ibu bersamaku, impianku sudah hancur bu,hari ini aku kan memulai kehidupannya baru tampa siapa lagi disamping aku bu." ucap Maya menagis pilu diatas ranhmjang Ibunya itu.
"Maafkan Maya bu,,mungkin Aku akan meninggalkan ibu sendiri disini, Maya akan kembali ke desa kita,Maya akan menjual rumah ini bu,semuah kenangan kita akan Maya tingalkan disini bersama Ibu disini."ucap Maya.
"Maya akan merenovasi lagi rumah yang dibelikan Ayah buat kita bu,aku akan tingal selamanya didesa kita."ucap Maya lagi
"Maya tidak bisa hidup disini dibayangkan oleh semua kejadian kemaren bu, Maya bisa apa sekarang,Maya iklas menjalankan ini tampa ibu,Tidak ada lagi orang bisa Maya Percaya lagi." ucap Maya pilu dengan tagisnya megigat kepergian ibunya sagat cepat,dan Danil yang tidak bisa mencintainya sepenuh hatinya pada Maya, membuat Maya terpuruk dan rasa Sakit saat ini.
__ADS_1
Lama Maya menagis Akhirnya dia tertidur kembali,dia tidak tahu apa danil saat ini masih ada diluar atau tidak,Maya terbangun saat ini sudah jam 8 malam, saat ini Alif dan Afiyah datang megunjunginya.
"May..... pangil Afiyah dari luar kamarnya itu.
Maya Terbangun Mendegar ada yang membagikan mananya saat ini,Maya megucek matanya,dilihat jam sudah meninukan pukul 8 malam.
"Aku ketiduran!!! ucap Maya dalam hati.
"May,..... ucap Afiyah kembali.
"Tunggu sebentar ucap Maya meyahut dari dalam kamar ibunya itu.
Maya turun Dari ranjang ibunya itu,dan membuka pintu kamar yang terkunci itu.
"Mbak,, kamu disini?"ucap Maya memperhatikan kesekeling rumah itu.
" Kamu jika ingin tidur jangan kaya gini May pintu rumah masak terbuka saja."ucap Afiyah pada Maya.
"Aku ketiduran Mbak, jadi lupa untuk menutup dan meguci pintu."ucap Maya berbihong pada Afiyah.
"Sama Mas Alif, ayok kita keluar Mbak bawakkan kamu makanan yang sudah dimasak oleh mama tadi untuk kamu."ucap Afiyah tersenyum.
"Makasih Banyak Ya Mbak membuat kalian jadi repot." kata Maya sedikit senyum pada Fiyah.
"Maafkan Mbak kemaren tidak bisa hadir disaat pemakaman kamu may."ucap Afiyah.
"Gak apa Mbak, aku ngerti kok Mbak baru siap Melahirkan."ucap Maya duduk disofa tamu rumah Maya itu.
"Apa kabar kami May?"ucap Alif saat ini merasa kasihan pada Maya.
"Aku sudah agak baikan Mas alif, Terimakasih banyak Sudah membantuku kemaren mengurus pemakaman ibu ya."kata Maya tidak lupa atas bantuan Alif.
"Tidak usah dibilang itu May,aku senang melihat kamu saat ini sudah bisa tersenyum sedikit."ucap Alif.
__ADS_1
"Kamu yang kuat ya May, jika nanti kamu jodoh dengan danil pasti kamu di persatukan kembali dengannya."ucap Afiyah pada Maya.
"Jagan sedih,kami ada bersama kamu May."ucap Alif.
"Mas Alif Aku bisa mintak tolong pada Kalian berdua gak ?"
"Apa itu?"ucap Alif sedikit bingung.
"Aku ingin menjual rumah ini, aku ingin kembali ke tempat asal aku Mas,aku juga ingin menitip Makam ibu pada kalian agar bisa terawat,jika aku tidak disini, mungkin Sekali-sekali aku akan kembali kesini untuk membersikan makan ibu."ucap Maya.
"Kalau soal itu Kami bisa mintak orang untuk membersihkan makan ibu kamu, kamu jangan kawatir."ucap Alif.
"Terimakasih bayak Mas."balas Maya pada Suami Afiyah itu.
"Emang Apa yang membuat kamu ingin pergi dari kota ini May, apa kerena Danil yang tidak jujur kekamu, kamu merasa dipermainkan olehnya?"ucap Afiyah pada Maya.
"Aku sudah tidak bisa lagi tingal disini Mbak, aku tidak bisa untuk melihatnya, aku ingin melupakan ini semua, mungkin Dia belum jodohku,Biarlah dia mmenikah dengan orang yang dicintainya selama ini,bukan aku yang dia cintai Mbak.
"Mas Danik bilang tidak ingin meyakiti hatiku, disisi lain dia masih punya hati pada Yesi,Dia akan memilih kami berdua, aku belum siap untuk berbagi suami Mbak."jelas Maya pada Kedua orang yang Ada didepannya itu.
"Apa kamu akan meningalkan kota ini secepatnya May?"tanya Alif lagi.
Iya Mas,aku mintak tolong jualkan rumah ini untuk aku menyambung hidup di desaku nantik."kata Maya pada Alif
"Kamu mau tingal dimana, jika kamu kembali ke desa kamu? "ucap Afiyah.
"Mbak tidak usah takut Ayahku ada membelikan ibu rumah disana untuk kami berdua, rumah itu kecil tapi Bisa buat aku nyaman."ucap Maya pada keduanya.
"Baiklah Nantik aku akan bantu kamu untuk menjual rumah ini."ucap Alif pada Maya.
"Kamu sabar ya May,semoga kamu bisa menemukan jodoh yang mencintai kamu sepenuh hati, benar-benar memberikan cintanya untuk kamu."ucap Afiyah memeluk Maya saat ini.
"Aku Kuat Mbak, aku tidak boleh lemah."ucap Maya Menagis dipelukan Afiyah saat ini.
__ADS_1
Sedangkan diluar Danil merasa bersalah pada Maya, membuat gadis itu tidak bisa percaya lagi padanya,Danil sangat menyesal sudah membuat hati Maya sakit.
**********