MANTAN TAPI CINTA

MANTAN TAPI CINTA
Curhat Bersama Orang Terdekat


__ADS_3

Setelah dari tempat pernikahan Pino dan Liza Mereka semua memutuskan untuk megupul di Villa Keluarga Alif saat ini Afiyah akan tingal disana.


Afiyah membawa sahabatnya itu masuk kedalam Villa dan menujukkan kamar mereka Masing-masing sore ini karena mereka sangat merasa lelah setelah dari pernikahan kakak sepupu Afiyah.


Malam ini Mereka Akan bercerita Sambil bersantai sambil menikmati Kopi.


"Aku tidak menyala kalian akan secepat ini bertemu dan baikan Fi."ucap Tiara pada Sahabatnya itu.


"Aku juga menyangka Fiyah kamu secepat ini memaafkan Alif"sambung Aisy pada Sahabatnya lagi.


"Mereka Semua pada Memaksaku apa lagi Nenek dan Kak Pino tidak henti-henti merepet."ucap Afiyah santai.


"Aku Senang kamu bisa akur lagi sama dia,aku senang Lian akan bersama Ayahnya selamanya."ucap Tiara.


" Aku senang sekarang Alif tidak memakasaku untuk bersamanya kekota,aku belum mau ikut dengannya,aku masih takut Zakia masih megicarku."jelas Afiyah dengan hela nafas panjangnya.


"Kamu yang sabar Ya Fi, mungkin ini semua Ujian di pernikahan dan hidup kamu,selama ini diri kamu selalu merasakan kepahitan, aku juga berharap setelah ini kisah cinta kealian bisa bahgia."ucap Aisy dengan senyuamam.


"Aku sangat berharap Itu Aisy. "ucap Afiyah dengan senyuman.


" Semoga saja kebahagian itu datang karna Sudah ada Lian diantara Kalian sekarang."sabung Tiara lagi.


"Aku sudah capek hidup seperti ini, aku mau hidup bahagia dengan mereka."kata Afiyah terseyum kecut pada kedua sahabatnya."aku selalu memintak pada yang kuasa mengabulkan setiap doaku dalam setiap sujud ku padanya."


"Yang kuasa itu tidak pernah meyia-yiahkan umat yang selalu taat padanya,aku sayakin pasti kamu akan bahagia setelah ini Fiyah."Ujar Aisy memeluk Sahabatnya itu dengan gerakan air mata.


"Allah selalu mendegar doa kamu Fiyah."ucap Tiara dan juga memeluk mereka berdua.


Ketikan mereka bertiga lagi berpelukan ketiga pria tampan itu juga menyaksikan berapa dekatnya istri mereka, dan saling mengerti kesedihan dan juga saling berbagi kesakitan itu sama-sama.


Alif sangat bersalah sudah membuat istrinya sedih selama ini,Alif hanya diam menatap istrinya itu yang lagi memeluk kedua sahabatnya itu.


"Hai kalian jangan bersedih seperti ini, ini saat bagi kalian untuk terseyum."ucap Jamal pada Wanita cantik yanga ada didepannya itu.


"Kak,,ucap Afiyah cepat-cepat menghapus, air matanya itu.

__ADS_1


"Kalian Ada disini ?"sambung Tiara pada Mereka bertiga.


"Kami ingin bersama kalian untuk megopi."ucap Regi


"Kalau begitu biar aku bikin kopi untuk kalian dilu."sambunga Afiyah dengan cepat meningalkan mereka semua.


"Aku bantu Afiyah dulu ya, kalian bisa tunggu disini saja dulu."ucap Alif mengejar istrinya itu kedapur.


Afiyah meyiap air untuk dimasak dan meyusun gelas kopi di mampan dan memasukan kopi dan gula kedalam gelas itu.


"Sayang apa kamu menangis lagi kerena aku?"tanya Alif


"Mas,, kok kamu disini?"


"Jawab dulu pertanyaanku sayang."


"Aku tidak menagis mas,cuma terharu saja dengan sahabatku."ucap Afiyah


"Kamu jangan berpikir setiap tagisku kerenamu Mas." jelas Afiyah tidak mau suami itu selalu menyalakan dirinya disetiap air mata keluar.


"Benarkah itu?"


"Biar aku yang bawak kopi itu keluar,kamu bisa bawak cemilan untuk teman kopi ini."ucap Alif meningalkan istrinya itu.


Afiyah Tersenyum saja melihat Alif sepeti ini,dia selalu merasa bersalah pada dirinya sendiri jika melihat diri Afiyah menagis.


Afiyah membawa cemilan untuk mereka makan hari ini bersama-sama,Afiyah menarih makanan yang di bawaknya itu diatas meja dimana mereka berkumpul di belakang Villa itu dengan taman dan ada kolam renang disamping mereka duduk saat ini.


"Aku belum sempat belanja jadi ini saja cemilan yang ada tersedia didalam lemari."


"Tidak apa dek, ini saja sudah cukup untuk kita nikmati malam ini."kata Jamal


"Lif kampan kamu kembali kebandung?"ucap Regi padanya.


"Mungkin selasa kerena Rabu nya aku sudah berangkat keluar negri, ada sedikit kerjaan disana."jawab Alif santai.

__ADS_1


" Jadi Afiyah akan tingal disini Lif ?" kata Regi


"Iya Untuk sementara ini menjelang aku bisa membuat Zakia mengerti dengan keadaanku."jelas Alif pada Regi


"Tidak apa yang penting sekarang untuk kebaikan Afiyah dan Lian dulu, kerena aku yakin Zakia tidak akan diam saja jika dia tahu kamu saat ini baikkan kembali." kata Regi


"Aku tahu tentang keluarga Zakia pengusaha yang sukses juga,aku rasa jika keluarganya tahu tingkah dia seperti ini pasti dia akan sangat malu, apa lagi tuan Cal jika tahu tingkah anaknya seperti ini menganggu rumah tanggah orang lain."sambung Jamal pada Alif.


"Kamu tahu semua tentang keluarga Zakia kak?"ucap Alif


"Aku akan mencoba membatu kalaian tantik,aku akan membicarakan ini semua dengan tuan Cal baik-baik,karena agendaku minggu ini jadwal ke Inggris jadi aku akan sekalian membicarakan ini semua."


"Terimakasih banyak Kak kami menbantu aku, semoga saja tuan Cal bisa pahan dengan ini semua."


"Aku juga tidak senang jika kalian akan hidup bejauhan seperti ini,karena sangat sulit aku melakukan ini semua jika aku menjadi kamu Laif."


"Tapi aku akan usahakan untuk bisa seminggu itu bersama Istri dan Anakku Kak."


"Bukan Masalah jauhnya Lif tapi dengan pekerjaan kamu sangat bayak dan urusan yang kamu selesaikan sebagai pemilik perusahaan itu tangung jawabnya sangat besar jika kamu sering seperti itu, pasti akan berdapak buruk pada diri kamu Lif karena sudah merasa lelah."penjelasan yang ucapkan Jamal pada Alif, semoga saja Afiyah mengerti.


"Aku akan mencoba sebisa aku dulu kak."ucap Alif singkat sambil berpikir ada benarnya juga kata Jamal itu.


"Mas,jika kamu merasa sibuk aku tidak apa jika kamu tidak megunjugiku dan Lian, aku mengerti kamu itu seperti apa."ucap Afiyah paham apa yang diucapkan oleh Jamal barusan.


"Kamu juga dek,, tidak bisa seperti ini, semua masalah itu ada jalannya bukan menyerah seperti ini saja karena kamu butuh perjuangan untuk mempertahankan rumah tangga kalian, Jagan lari dari masalah."ucap Jamal juga menasehati Afiyah sudah seperti adik baginya itu.


"Aku harus seperti apa Kak,aku tidak mau Zakia menganggu aku lagi."


"Tunjukan sisi kamu yang tidak pernah dia tahu itu,kamu bisa melindungi diri kamu dan Lian jika dia selalu menganggu kamu."ucap Jamal lagi.


"Selama aku kenal kamu,aku tidak pernah melihat kamu lemah seperti ini,lawan dia jika kamu ingin hidup bahagia dengan keluarga kamu, jangan lemah seperti ini."ucap Jamal lembut.


"Pikirkanlah suaminya kamu."ucap Jamal dengan akhir katanya.


"Benar juga apa yang dikatakan olah Mas Jamal Fiyah."ucap Sahabatnya itu.

__ADS_1


"Aku akan memikirkannya lagi Aisy."ucap Afiyah hanya tertunduk diam apa yang baru didegar dari orang yang selalu ada untuknya selama ini.


***********


__ADS_2