MANTAN TAPI CINTA

MANTAN TAPI CINTA
Bicara serius.


__ADS_3

Setelah berbicara ditaman bersama papa dan mamanya Alif membawa istrinya masuk kekamar untuk berbicara dengan istrinya itu dengan serius.


"Sayang apa kamu benar-benar mau membatu papa untuk ke Amerika dan membatalkan bulan madu kita yang besok kita harus berangkat."


"Benar Lif apa yang sudah aku katakan tadi tidak akan merubah apapun lagi kerena aku tidak membiarkan perusahaan papa hancur oleh tangan orang yang tidak bertanggung jawab." ucap Afiyah menatap suaminya itu dengan serius.


"Terus bagai mana dengan bulan madu kita?"ucap alif pada istrinya itu.


"Ya batalkan saja,aku gak mau bulan madu disaat papa lagi memikirkan perusahaannya diambang kehacuran,coba kamu pikir Lif jika nantik dana perusahaan kita disini selalu di suntikan ke perusahaan disana lama-lama perusahaan kita disini akan ikut merosot,apa kamu mau melihat perusahaan orang tua kamu hancur oleh keegoisan kita?"


"Tidak" ucap Alif terdiam apa yang diucapkan istrinya itu ada benarnya juga.


"Untuk kali ini biarlah kita mengalah untuk kebaikan kita semuanya,kita masih bisa bulan madu selama diamerika."ucap Afiyah pada siaminya itu sambil memeluk suaminya dari belakang.


"Kamu benar juga sayang, tadinya aku tidak berpikir seperti itu,namun kamu cepat memikirkan itu,terimakasih ya kamu mau membatu papa mencari jalan keluarnya.


"Makanya kamu itu sebagai ceo harus bijak sedikit jangan lemah lif,belum tentu orang yang kita percaya itu sebaik kita pikirkan."


"Aku lupa siapa istri ku sebenarnya,"ucap Alif membalas pelukan fiyah dan memcium bibir itu manis istrinya itu.


"Sudah lif,aku mau istirahat lagi karena aku masih merasa capek."Afiyah langsung merebahkan tubuhnya diranjang.


"Baiklah aku keluar dulu untuk menemui papa untuk pembicaraan yang baru kita bahas barusan."


"Ok,aku mau tidar lagi jangan ganggu aku ya."


"Tiduarlah,aku tidak akan menganggu kamu." ucap Alif berlalu pergi meningalkan istrinya itu lagi berbaring diranjang.


Sampai dibawahbAlif mencari papanya,disaat mama alin mau membawakan teh untuk suaminya itu.


"Kamu mau kemana Lif,kok kusut kali kamu baru keluar dari kamar,pasti kamu ditolak sama istrinya kamu itu ya.." ucap mama Alin selalu senang menganggu putranya itu.


"Mama stop berpikir seperti itu,aku mau menemui papa,apa mama tahu papa dimana?

__ADS_1


"Papa ada di ruang kerja saat ini lagi berbicara dengan Mex.".


"Baiklah Biar aku saja yang bawak teh itu untuk papa ma,ada yang ingin aku bicarakan sama papa."


"Ok,tidak masalah mama juga mau istirahat juga sudah gak nyaman lagi mama harus sendiri dari tadi pagi menungguin kalian bangun."ucap mama Alin memberikan semakin teh pada putranya itu.


Alif masuk kedalam ruangan kerja papanya yang baru selesai berbicara dengan Sistem Mex yang berada di Amerika saat ini.


"Pa,ini tehnya mama yang bikin." ucap Alif meletakkan Teh itu diatas meja kerja pak wira.


"Terimakasih nak,ada apa kamu kesini,apa ada yang kamu ingin bicarakan pada papa?


"Ya pa,Alif ingin kita besok berangkat keamerika,kerena Afiyah tidak mau untuk bulan madu,dia masih kesikukuh untuk membantu perusahaan papa yang lagi masa sulit saat ini."


"Papa ditakdirkan mau merusak masa-masa menyenangkan kalian terganggu akibat masalah diperusahaan kita."


"Tapi ini keinginan Fiyah sendiri pa, Alif todak bisa memaksanya untuk bulan madu."


"Baiklah aku akan suruh Fiyah bersiap malam nantik."


"Baiklah,papa sangat bersyukur ada afiyah dan kamu,semoga saja apa yang disimpulkan afiyah itu benar."


"Mudah-mudahan saja pa,semoga saja kita cepat menemukan peyusup itu."


"Ya"ucap pak wira pada putranya itu dengan sedikit seyum yang dipaksakan.


Alif tahu papanya haya berpura-pura senang tapi tidak dengan hatinya saat ini, terlihat dari wajahyan papanya sangat berpikir tentang masalah yang menimpa perusahaannya.


Besok pagi mereka akan berangkat keamerika semoga saja adanya Afiyah yang akan membantu diperusahaan itu selama satu minggu ini mereka disana ada yang akan didapat oleh Afiyah nantik.


Walau Afiyah mengorbankan bulan madu dan masa berlibur berdua bersama suaminya saat ini kerena papa wira.Afiyah tidak bisa melihat mertua laki-lakinya itu berpikir dan mengerjakan ini sendiri saja,Afiyah bertekad untuk membatu mertua dan suaminya itu walau mengorbankan hari bahagia mereka saat ini.


Alif masih duduk di ruang tengah sambil mayaksikan acara tv saat ini sambil berpikir tentang siapa yang telah bermain dan tega melakukan ini pada perusahaannya yang sudah susah payah selama ini dia Membagun dan untuk maju selama kuliah di Amerika Alif bertekad untuk memajukan perusahaan papanya itu.

__ADS_1


"Lihat nantik aku tidak bisa diam saja,aku dan afiyah yang akan meguak dan mencari siapa dalang dari semua ini sehingga perusahaan papaku diambang kebangrutan saat ini.walaupun orang kepercayaan papa sekalian aku tidak akan memafkan kalian."ucap Alif saat ini termenung memikirkan masalah ini.


"Den alif,apa mau bibik bikinkan kopi sambil nonton tv."ucap bik nining datang dari dapur.


"Boleh juga bik aku suntuk juga bik orang rumah ini lagi istrahat saat ini,jadi aku bingung sendiri saat ini."


"Ya sudah biar bibik bikin dulu kopinya dan bibik akan bawakan cemilan buat aden Alif biar tudak terlalu suntuk.Ujar bik nining polos.


"iya,terimakasih bayak ya bik."ucap Alif selalu tersenyum pada bik nining yang selalu setia selama ini berkerja dirumahnya sampai saat ini.


"Lif kamu gak tidur?ucap pak wira yang baru keluar dari ruangan kerjanya .


"Alif tidak ngatuk pa sudah dari pagi Alif tidaur mau sambung lagi ya gak bisa pa.


"Mama kamu mana kok papa gak lihat ya?


" Mama mau istirahat saat ini pa,sepertinya mama ikut kawatir tentang masalah ini pa,aku takut mama malah drop kerena memikirkan masalah ini."ucap Alif pada papanya saat ini agak diam mendegar putranya bertanya.


"Papa juga tidak bisa meyemuyikan ini dari mama,dari dulu papa selalu jujur dalam apapun lif pada mama."


"Aku ngerti yang papa bilang itu,tapi kita juga tidak mungkin membohongi mama pa."


"Itulah papa tidak mau berbohong pada mama kamu, biarlah mama tahu dari sekarang,muda-mudahan saja dia kuat nak.


"Terimakasih kamu bisa mengerti papa saat ini,papa juga sangat senang kamu dan Afiyah akan membantu papa untuk menyelesaikan masalah ini."


"Pa apa selama ini ada yang papa curigakan selama ini pada karyawan yang jabatannya tinggi diperusahaan kita disana?


" Selama ini papa tidak perna melihat kejangalan pada mereka maupun mex sebagai asisten papa dan kamu jika disana,apakah mungkin dia tega berbuat seperti itu pada kita,dari kecil papa selalu membantunya sampai saat ini papa tidak perna megabaikannya dan keluarganya."


"Kita tidak tahu pa saat ini apa mex ikut dalam permasalahan ini."ucap Alif juga berpikir buruk tentang asistennya papanya itu,selama ini keluarganya yang selalu membantunya dan membesarkan dia bersama Alif dari kecil.


***********

__ADS_1


__ADS_2