MANTAN TAPI CINTA

MANTAN TAPI CINTA
Afiyah Sedang Terancam


__ADS_3

Sebulan setelah kejadian itu Afiyah melakukan aktivitas seperti biasanya, sejak kedatangan Ayah dari Zakia kerumah Mertuanya untuk memintak maaf atas kesalahan putrinya.


Sebulan ini tampak tenang tidak ada gangguan di kehidupan Afiyah dan Alif semenjak Zakia dibawah oleh orang tuannya kembali keluar negeri untuk tingal bersama mereka agar putrinya tuan Cal tidak bisa berbuat macam-macam masih dalam pegawasannya.


Hari ini Zakia Melarikan diri dari Papanya yang selalu megawasinya kemana dia melangkah pasti ada penjaga selalu bersama nya.


"Aku tidak pernah memaafkan kalian, awas saja aku sampai ditanak air lagi aku akan membuat diri kamu tersiksa Afiyah, kamu yang membuatku seperti hidup dalam penjara."ucap Zakia masih dalam pesawat setelah kabur dari kedua penjaga yang disuruh papanya itu.


"kali ini aku tidak pernah akan megampunkan kamu lagi, lihatlah aku akan megabisi kamu, kamu akan berlutut dihadapan ku Lif, memintak istrinya kamu padaku."senyum licik Zakia saat ini tampak merencanakan sesuatu.


Setelah sampai di tanak air Zakia sudah dijemput oleh orang kepercayaannya selama ini, Zakia berjalan seperti model keluar dari bandara menuju orang yang sudah menjemputnya.


"Selamat siang Nona Zakia.." sapa Jec pada


"Ayok kita cabut Jec, sebelum ada Orang yang melihatku disini."sahut Zakia dengan sifat angkuhnya itu.


"Baik Nona!! "


Mereka berdua langsung menuju tempat persemuyian Zakia yang dicarikan oleh Jec, sampai disana Zakia langsung masuk kedalam sebelum ada yang melihatnya.


"Silakan Nona ini tempat sementara anda,kerena kami belum dapat mencari tempat yang lebih aman dari sini."


"Tidak Masalah Jec, secepatnya kamu carikan aku tempat yang lebih nyaman dari sini krena ini terlalu kecil untukku."ucap Zakia Merasa tidak nyaman.


"Secepatnya kami akan mencarikan untuk anda Nona."


"Apa Kamu sudah mulai bergerak apa yang kita rencanakan kemaren itu Jec?"


"Secepatnya Nona Tim ku akan bergerak jika Nona tidak sabar ingin melihat Wanita Mampus."


"Baiklah aku akan melihatnya Jec bagai mana dia akan meregang nyawa aku tidak pernah senang jika dia masih bersama Orang yang aku cinta.!! "


"Kalau begitu kami akan melakukan secepatnya apa yang Nona inginkan."


"Bertindak lah dengan hati-hati Jec!! "


"Baik Nona,saya akan pergi dulu."


"Silakan Jek,,aku juga mau beristirahat."


Zakia terseyum licik saat ini, otak jahatnya mulai merencanakan seatu untuk menghancurkan Alif dan akan melakukan sesuatu pada Afiyah.


Entah apa yang akan direncanakan oleh Zakia saat ini Autor juga belum Tahu ya gaisss๐Ÿ˜Œ๐Ÿ˜Œ๐Ÿ˜Œ๐Ÿ˜Œkita lihat saja kelanjutannya ya, tetap setia di cerita ini ya.

__ADS_1


Ditempat lain Afiyah Saat ini Masih berbelanja untuk kebutuhan Lian kerena stok susu dan cemilan untuk dirumah sudah Habis, sekalian Afiyah belanja saja kerena hari ini dia tidak terlalu sibuk,Afiyah masih tetap dikawal denga Didik dan Anre, mereka selalu bersama Afiyah selagi situasinya belum aman.


"Nona sebaiknya biar saya saja yang bawak barangnya, kelihatannya bawaan anda banyak sekali!! "ucap Didik pada Istri bosnya itu.


"Tidak usah kang, ini cuma ringan kok."ucap Afiyah juga tidak enak hati pada pegawalnya itu.


"Biar aku saja yang bawak Nona!ucap Didik lagi.


"Ya sudah kalau kang Didik mau bantuin juga."kata Afiyah megasih barang belanjaanya pada Penjaganya itu.


"Kalian berdua bisa tunggu aku disini dulu ya, aku akan beli buah tadi aku lupa."ucap Afiyah beranjak masuk lagi kedalam supermarket itu lagi.


"Kamu lihat ada Orang Jec sekitar kita Dik!! "Ucap Anre pada Didik sedikit santai karena dia tidak mau ketahuan bahwa mereka mengetahui orang-orang Jec disekitarnya sedang memperhatikan gerak mereka saat ini.


"Kamu chat anak buah kita jangan sampai kita kecolongan, aku akan mengasih tahu Tuan Alif."ucap Didik sambil mengetik sesuatu pada Alif, entah apa yang dikatakan Didik di chat itu.


"Kamu pokus lihat Nona Afiyah sekarang Anre, aku kan menaruh barang ini dulu ke mobil sebelum kita diserang."


"Baiklah kita lebih berhati-hati Dik."


"Pokuslah jaga Nona."bisik Didik beranjak ke mobilnya tidak jauh terpakir dari mereka sekarang berdiri.


Setelah Didik siap menaruh barang-barang dia kembali lagi dimana Anre lagi melihat Afiyah masih terlihat dari kaca luar karena tempat buah masih terlihat dari luar.


"Aman,, kamu santai saja kita masih bisa melihat Nona."ucap Anre pelan.


"Apa kamu sudah menyiapkan senjata untuk berjaga-jaga?" kata Didik lagi


"Sudah aku siapkan semua,kamu bisa megambilnya disamping bangku kemudi disana sudah aku tarok dua senjata jika yang kita bawak tidak cukup."ucap Anre.


"Mantap Anre aku suka cara kamu itu."


"Muda-mudahan kita tidak dihadang kali ini,kita hanya berdua kali ini."


"Apapun yang terjadi kita harus bisa menjaga Nona Afiyah Dik."


"Iya,, semagatlah Anre!! "ucap Didik pada temannya itu.


"Kamu jangan selalu bercanda Dik, situasi kita sekarang sedang tidak baik oncol!! "


"Kamu jangan terlalu serius, bawak santai men." ucap Didik selalu begitu jika dia sedang tegang seperti saat ini.


"Sialan kamu Dik, aku tidak bisa seperti kamu itu."ucap Anre kesal pada temannya itu.

__ADS_1


"Baiklah aku kan kedalam untuk menyusul Nona." kata Didik beranjak masuk kedalam supermarket itu.


Didik hanya santai saja memperhatikan Afiyah memilih buah yang akan dibelinya, Afiyah melihat Didik di ada dekatnya.


"Kang Didik sini bantuin aku masukan buahnya kedalam keranjang dong!! "


"Dengan Senang hati Nona, untuk anda apa yang tidak."ucap Didik sedikit bercanda pada Afiyah.


"Kang Didik orangnya suka becanda juga ya."


"Hanya lagi suntuk itulah untuk penghibur Nona."ucap Didik masih tetap memperhatikan orang yang ada disebelah Afiyah.


"Mari Nona saya bawakan sekalian!! "ucap Didik pinda kesebelah orang yang ada disebelah Afiyah.


"Oh,, ya mari kita kekasir Kang kita bayar ini sudah cukup."ucap Afiyah membawa beberapa Buah mangga ditangannya.


"Ayok Nona, silakan duluan Nona."ucap Didik


"ohh ya, terimakasih kang."ucap Afiyah berjalan duluan berjalan kekasir.


Setelah siap membayar semuanya mereka keluar untuk kembali pulang hari ini kerena sudah setegah hari meningalkan Laian dirumah bersama Mama Alin dan pegasuhnya.


Didik membukakan pintu mobil untuk istri bosnya itu,agar keselamatan Afiyah bisa dijaminnya.


Anre menjalankan mobilnya dengan sedang, walau Antre orangnya ssedikit pendiam namun otaknya itu tetap berjalan, dia memperhatikan ada dua mobil yang mengikuti memobil mereka dibelakangnya saat ini.


"Dik kita sedang tidak aman sekarang bersiaplah,Nona jika ada apa Jagan samapai Nona keluar dari dalam mobil, kita sedang dikuti oleh dua mobil, apa Nona mengerti apa yang kami katakan."


"Baiklah kang,tapi apa yang diinginkan mereka."


"Aku juga belum tahu Nona apa ini masih ada sangkut pautnya sama Nona Zakia,kerena Selama di supermarket kami sudah melihat orangnya Jec sedang memperhatiakan kita, tapi yang ada didalam mobil saya juga tidak tahu apa masih anak buah jec.!! "


"Kamu sudah menghubungi anak buah kita Dik."tanya anre pada Didik tampak santai.


"Sudah, itu mereka sudah ada didepan kita. "


ucap Didik meliht mobil yang didepannya.


Antre melajukan mobilnya lebih cepat dan berada di depan mobil anak buahnya sekarang agar Afiyah bisa selamat sampai rumah, namun tiba-tiba saja mobil yang dibawak Anre mati pas dijalan yang sedikit sunyi.


"Sual!! "umpat Anre.


**********

__ADS_1


__ADS_2