
Tampak sadar Afiyah sudah berada dirungangan yang tidak dikenalnya,afiyah membukak matanya yang sedikit buram melihat keseleling rungan itu dengan tangan tetikat afiyah mengigat sedikit demi sedikit apa yang terjadi waktu dia bersama kedua pegawalnya.
"Aduhhhh tubuhku terasa sakit semua." ucap afiyah bergerakan tubuhnya yang masih tergeletak dilantai.
"Aku disergap oleh mereka,apa yang terjadi dengan kang Didik dan kang Anre saat ini!! " Afiyah masih saja mengingat kedua pegawalnya itu bawah situasi dia saat ini sedang tidak aman.
Pas Afiyah lagi berguman dalam hatinya tiba-tiba saja pintu dimana dia disetiap saat ini terbukak kerena Jec masuk dengan beberapa anak buahnya.
"Hai cantik kamu sudah sadar?" ucap Jek menyapa Afiyah dengan tatapan yang membuat afiyah jijik.
"Apa mau kamu setan!! "ucap Afiyah pada Jec
"Ha.. Ha.. jangan terlalu galak manis,kita bisa bermain-main dulu sebelum bosku datang untuk menghabisi nya kamu."ucap Jec lagi pada Afiyah.
"Dasar kurang ajar kau sialan."ucap Afuyah tidak mau lemah dia tetap melawan pada Jec.
"Kau baru tahu aku ini memang kurang ajar dari dulu,aku bukan seperti kedua pegawalnya kamu itu,penjahat tapi masih punya hati."ucap Jec sinis
"Lebih baik begitu dari pada kau, hanya bisa melawan wanita yang tidak berdaya."balas Afiyah lagi.
"Diam kau wanita sialan,jika kamu mau aman diamlah."ucap Jec kesal pada Afiyah tidak ada takutnya.
"Kamu mau menghabiskan aku bukan,habisi aku sekarang biar kamu senang dengan Bos kamu itu."ucap Afiyah
"Tidak semuda itu sayang kamu mati,Bosku ingin melihat kematian kamu dengan berlahan dan menyakitkan."kata Jec tidak punya rasa salah sedikitpun.
"Kurang ajar kau sialan, setan kau!! "ucap Afiyah berteriak pada Jek yang meningalkan dia didalam ruangan yang kumuh itu.
"Beresek kamu Sialan."umpat Afiyah dengan emosinya.
Afiyah tidak diam saja dia mencari cara bagai mana dia bisa keluar dari sini,Afiyah berusaha membukak tali yang tetikat ditangannya itu namun dia tidak bisa melakukan itu, afiyah pasrah dengan nasibnya saja, jika seperti nasibnya akan mati, dia relah.
"Mas maaf aku,jika aku mati harus seperti ini aku iklas,aku bahagia kita bisa kembali bersama dan bahagia selama beberapa bulan ini bersama kamu dan Lian, aku sangat merindukan kamu."isak tagis Afiyah pecah diruangangan sempit itu dengan tangan terikat.
Di tempat lain Alif sudah tidak sabar lagi ingin menjemput istrinya sedang diserkap oleh orang suruahan Zakia saat ini,Alif menahan ini kerena Dia juga membuat jebakan untuk wanita ular itu.
Bagai mana Danil apa istriku baik-baik saja saat ini?"
"Barusan anak buah Didik mengirim vio untuk Nona berada dalam ruangan sagat sempit tuan, lihatlah ini tuan!! "ucap Danil memberikan HPnya itu pada Bosnya itu.
Alif melihat istrinya sangat tersiksa kerena jec menemui istrinya itu.
__ADS_1
"Jangan sampai ketahuan anak buah Didik dalam menyamar menjadi anak buah Jec,kerena selama ini Idon memang dikhususkan untuk mematai-matai kegiatan lawan Didik itu.
"Saat ini masih aman tuan."ucap Danil
"Bertidaklah sebelum wanita ular itu sampai meyakiti istriku karena akau tidak mau istriku celaka kerena wanita gila itu."ucap Alif menahan dirinya saat ini.
"Baik tuan pihak kepolisian sudah berada di sekitar tempat dimana Nona Afiyah diserkap.
"Kamu bolah pergi Danil, aku akan menyusul istriku sekarang, kerena aku tidak mau terjadi pada Afiyah."
"Jangan lakukan tidakkan yang membuat Nona Afiyah celaka tuan." cegah Danil pada Alif.
"Kita butu megawasi tempat itu,ketika wanita ular itu datang yang tidak tahu waktu,kita tidak bisa berbuat apa-apa, aku takut dia akan meyelakai istriku."
"Tenanglah tuan, malam ini juga pasti Nona kembali dengan Selamat anda bisa tenang disini saja."
"Bagai nama aku bisa tenang Danil istriku sedang dalam berbahaya saat ini, ayok kita kelokasi itu, aku tidak mau diam saja disini."ucap Alif berjalan keluar dari apartemen nya itu.
Danil hanya bisa mengikuti apa kata tuanya itu dengan sabar,Jika danil ditempatkan diposisi Alif pasti dia juga tidak bisa tenang juga melihat istrinya saat ini.
Sampai di lokasi itu,Alif melihat Anre dan Didik sedang megedap-endap Masuk kedalam gedung tua itu,dengan tubuhnya belum begitu stabil abis kenak pukulan Jec tadi mereka berdua masih ingin menyelamatkan Istri Bosnya itu.
"Tuan Anda juga disini!! "ucap Anre kaget.
"usss diamlah mereka lagi ingin keatas sana." Ucap Didik lagi memperhatikan orang yang baru datang itu dengan memakai jaket
menutup tubuhnya tampak dilihat orangnya.
"Siapa Dia? "kata mereka berempat
"Aku tidak bisa melihatnya."ucap Didik lagi
"Mungkinkah itu wanita ular itu?"tanya Alif pada Didik.
"Mungkin saja Tuan, kita harus cepat bertindak jika tidak dia bisa melakukan yang tidak-tidak pada Nona."ucap Anre
"Danil cepat kamu perintahkan polisi untuk mengepung tempat ini, aku tidak mau isriku celaka.
"Baik tuan, aku akan maegasih tahu komandannnya dulu."ucap Danil menghubungi komandan polisi yang ditugaskan untuk betada dilokasi itu.
Ditempat lain zakia saat ini masuk kedalam diamana Afiyah diserkap oleh Jec, Zakia tersenyum licik melihat Afiyah tidak berdaya saat ini.
__ADS_1
"Bangun wanita sialan."ucap Zakia dengan menedang paha Afiyah tanpa ada rasa kasihan pada Afiyah sedikitpun.
"aowwww!! "ringis Afiyah kesakitan akibat tendangan sepatu yang terkenal dipaha Afiyah.
"Up..sakit ya!! "ucap Zakia pada Afiyah
"Sialan kau Zakia,lepaskan aku jika kau ingin melawanku."ucap Afiyah pada Zakia yang melihatnya dengan tatapan mematikan yang itu.
"Melepaskanmu tidak ada gunanya untukku Sialan, itu hanya membuang waktumu saja,ucap Zakia menarik rambut Afiyah dengan keras.
"Kau hanya bisa melawan orang yang tidak berdaya sialan,lepasakan aku jika kau mau melawanku!!"Ucap Afiyah ingin melawan Zakia.
"Tidak akan pernah diriku yang cantik ini melawan kamu yang akan membuang bayak waktuku, Sekarang nikmati hidup kamu yang tidak berguna ini."ucap Zakia menolak diri Afiyah ke lantai sehingga kepala Afiyah terbentur ke lantai itu.
"Kurang ajar kau Zakia,apa maumu?"ucap Afiyah sambil menerangkan kakinya pada perut Zakia,sehiga perempuan itu terjatuh jiga ke lantai.
"Kau berani mewanku Sialan,ucap Zakia emosi.
"Aku tidak pernah takut dengamu sekalipun mati ditangamu."jawab Afiyah tegas.
"Sialan kau wanita tidak bethmguna!! "ucap Zakia mengambil balok didekatnya itu ingin memukulkan ke kepala Afiyah.
"Dorrr... "peluru itu langsung tertancap di tangan kanan Zakia yang memegang kayu itu.
"Jangan pernah kau menyentuh istriku Wanita sialan."ucap Alif sigap memutar tangan Zakia.
"Jangan bergerak !!"ucap Polisi yang masuk kedalam ruangan itu sambil menangkap semua anak buah Jec dan juga jec.
"Amankan mereka semua. "ucap Pak komandan pada anak buahnya itu.
"Bawak wanita itu! "ucap apak komandan lagi pada anak buahnya.
Ketika polisi ingin menangkap Zakia,lari dari mereka semua,sehinga polisi kembali kejar-kejaran menangkap Zakia.
"Jangan lari,jika anda lari kami akan menembak."ucap Polisi yang sudah berancang-ancang bersiap.
"Coba kalau kalian bisa megejarku dan menakapku"ucap Zakia meremehkan pihak kepolisian itu.
"Jagan bergerak Nona, jika anda bergerak dari tempat itu, kami tidak segan menembak anda.
********
__ADS_1