
"Apa Kamu sudah ngatuk Mas jika kamu capek kamu bisa tidur sekarang dekat Lian? "
"Belum,sebentar lagi aku akan nyusul kamu,pergilah istirahat temanin Lian didalam."ucap Alif pada Istrinya itu.
"Baiklah aku akan masuk dulu."ucap Afiyah meningalkan suamianya dan kakaknya itu berdua diteras rumah itu.
"Apa kamu sangat senang sudah baikkan sama adikku Lif? "
"Kalau itu kakak tanya tentu aku pasti senang, kerena aku sudah cukup lama berpisah dengannya. "ucap Alif pada Kakak iparnya itu.
"Apa tidak ada jalan lain untuk membawa istrinya kamu kekota Lif,aku pikir ini sunggu sangat merepotkan kamu nantik jika bolak balik kesini."
"Untuk saat ini belum ada,aku masih berpikir bagai mana cara aku untuk bisa membuat Zakia agar tidak terobsesi padaku,aku sudah capek untuk menjelaskan ini semua padanya, tapi dia tidak akan mengerti sedikit saja, aku disusakan olehnya." Alif jadi curhat pada iparnya itu.
"Kamu harus cari cara bagai mana dia bisa paham dengan keadaan kamu yang sudah punya istri dan anak,jangan sampai Afiyah akan salah paham lagi jika dia selalu menganggu kamu terus-menerus."
"Itu yang sedang aku pikirkan sekarang kak,bagai mana caranya aku bisa menjauhi dia, aku juga takut Afiyah tahu ini semua dia akan marah padaku."
"Jika seperti itu kamu harus jujur pada istrinya kamu,apa yang sedang kamu alami setiap hari dikota jangan kamu perna meyemuyikan ini dari dia, jika kamu tidak mau dia salah paham lagi."jelas Pino pda suami adiknya itu.
"Baiklah aku akan selalu jujur dan akan menceritakan ini semua pada Afiyah nantik jika ada waktu sengang kami untuk bercerita."ucap Alif pada sepupunya istrinya itu.
" Aku selalu mendukung untuk kebahagian adikku Lif,kerena untuk ini semua kamu harus bisa membuatnya bahagia,kamu tahu bukan adikku itu kurang perhatian dan kasih sayang dari orang terdekatnya selalama,dia selalu mendapatkan kesedihan selama ini,sudah saatnya kamu untuk membahagiakan dia."ucap Pino penuh tekanan.
"Maafkan aku selama ini aku juga memberinya luka semenjak kami kenal dulu aku juga pernah meningalkan dia, itu semua ketena kesalahan dariku dan keluarga ku."ucap Alif teringat ketika memutuskan Afiyah beberapa tahun lalu waktu kuliah dan juga Afiyah lari darinya untuk bisa melupakan dia.
"Itu semua adalah masa lalu kalia jangan pernah mengingat kembali,sekarang kamu pokus menjalankan kehidupan untuk Masa depan untuk keluarga kamu."ucap Pino lagi.
"Iya kak,karena sudah ada Lian untuk aku jaga, dialah yang harus aku utamakan."
"Benar Lif, Anak itu adalah untuk pewaris kita kelak dan istrinya untuk menemanin kita salama hidup kita dan keluarga yang sudah kita bangun Lif,keduanya sangat penting dihudup kita."
"Sekarang aku harus bisa menjaga mereka berdua kak, aku tidak mau lagi jika Afiyah pergi dan jauh dariku seperti setahun lebih ini dia tidak bersama ku, itu semua sunggu menyakitiku."ucap Alif merasa sedih selama ini istrinya tidak bersamanya.
"Ya sudah, cukup sampai disini dulu pembicaraan kita malam ini karena sudah sangat larut sebaiknya kita masuk dan beristirahat." Ajak Pino pada suami adiknya itu.
__ADS_1
"Baiklah kak,, mari kita masuk."ucap Alif juga masuk mengikuti Pino masuk kedalam tidur.
"Itu kamar istrinya kamu,kamu bisa tidur di sana dengannya."ucap Pino menujuk kamar adiknya pada Alif.
"Terimakasih kak, aku masuk dulu."ucap Alif pada Pino dengan senyumannya.
Mereka berdua masuk kekamar masing-masing malam ini untuk beristirahat,Alif melihat Afiyah masih bum tidur, dia masih menemanin pakaian Lian kedalam koper.
"Sayang kamu belum tidur?"ucap Alif pada Afiyah yang lagi sibuk.
"Mas,kamu sudah siap megobrol dengan Kak pino?"ucap Afiyah juga bertanya pada suaminya itu.
"Sudah, dia juga sudah masuk kok,kamu belum tidur ?"
"Aku mau nyiapkan ini dulu Mas,besok tingal bawak kita bisa cepat pula merapikan ini semua di Villa."jawab Afiyah pad suaminya itu.
"Kamu masih bisa besok melakukan ini,seperti tidak ada waktu saja kamu Sayang." ucap Alif pada istrinya itu.
"Besok itu bikin aku susah Mas, kalau Lian sudah bangun susa untuk mengerjakan ini semua kerena terlalu aktif." kata singkat Afiyah pada Suaminya itu.
"Sebentar lagi ini tingal sedikit lagi."ucap Afiyah masih meneruskan kerjaanya itu.
"Sini biar aku saja yang melanjutkannya kamu boleh tidur sekarang."ucap Alif mengambil pakaian Lian pada tangan Afiyah dan melakukan pekerjaan istrinya itu.
"Mas,, aku bisa sendiri ucap Afiyah."
"Jangan membantahku Afiyah."ucap Alif lembut.
"Ya sudah,aku akan membersikan mungka dulu."ucap Afiyah keluar dari kamarnya itu pergi kebelakan untuk mencuci mungkanya.
Alif Hanya terseyum pada istrinya itu kebiasaannya sebelum tidur itu tidak pernah dilupakan,tidak lama Afiyah kembali masuk kedalam kamarnya setelah siap dengan kebiasaannya itu.
"Kamu sudah siap mas? "
"Sudah,,ini sudah aku rapikan semua besok kita bisa lebih cepat agar merapikan ini ditempat baru untuk kamu Lian nantik." ucap Alif.
__ADS_1
"Ya sudah mari kita tidur,aku sudah sangat lelah seharian ini aku bermain dengannya."ucap Alif sambil melihat kepada bocah imut yang nyaman dengan tidurnya.
"Ya sudah Mas bisa tidur disebelah kanan Lian biar aku sebelah kiri Lian."ucap Afiyah pada istrinya itu.
"Aku disebelah kamu saja sayang,biar Lian disebelah diding."ucap Alif pada Afiyah.
"Kenapa begitu Mas,biar Lian ditega-tengah."ucap Afiyah tidak meherti isi pikiran Suaminya itu.
"Aku ingin memeluk kamu sayang."ucap Alif lasung membaringkan dirinya disamping Afiyah.
"Mas, ada-ada saja kamu ini."Ucap Afiyah tidak abis pikir manja suminya itu tidak berubah-ubah.
"Biarkan saja sayang sudah lama aku tidak memeluk kamu tidur, biarkan aku memeluk kamu untuk malam ini saja."ucap Alif memeluk istrinya itu.
"Ya sudah,, tidurlah Mas."ucap Afiyah tidak bisa menghentikan keinginan suaminya itu.
Alif hanya terseyum sambil memekuj istrinya itu, kerena sudah satu tahun lebih mereka tidak bersama, Alif sangat bahagian malam ini bisaetasan memeluk tubuh istrinya itu lagi.
"Mas"Pangil Afiyah padan Alif yang sudah mulai memejamkan matanya itu.
"Mmmm,,sahut Alif.
"Ada apa sayang,tidurlah ini sudah malam."ucap Alif
"Mas,apa selama aku tidak ada bersama kamu apa dia sering menemui kamu?"
"Siapa?? "jawab Alif sudah mulai mulai tertidur.
"Wanita itu mas, teman lama kamu itu." jelas Afiyah.
Alif kembali membukak matanya dan duduk bersandar dikepala tempat tidur itu,kali ini Alif tidak mau meyemuyikan ini semua dari istrinya itu karena Alif sangat takut Afiyah salah paham dan meninggalkan dia lagi.
"Apa kamu tidak marah jika aku mengatakan pada kamu?" ucap Alif pada istrinya itu.
***********
__ADS_1