
"Asalamualaikum Bunda!! " kata Maya dan Maisi masuk bersamaan kedalam rumah besar itu dengan Meyalami dan mencium tangan mertuanya itu.
"Walaikumsalam salam Nak, kamu sudah samapai?" kat Bunda Mery pada menantunya.
"Baru saja Bun!! " kata Maya Tersenyum pada Mertuanya itu.
"Tu anak kenapa sih kok mulut manjang seperti itu, kamu kenapa Maisi.?" tanya Bunda Mary pada Maisi.
"Bunda ada tamu ya? " kata Maisi kurang semagat.
"Ngak !! Kenapa emangnya ?"Kata Bunda Maya.
"Itu mobil siapa yang ada di depan Bun?" kata Maisi lagi.
"Ohhh itu,teman Kevin !!" kata Bunda Mery santai kerena tidak mau mengatakan bahwa Kevin baru saja sampi dua jam lalu dari jakarta.
"Jadi pria Sibalok es itu temannya kak Kevin ya Bun!! "kata Maisi masih kesal pada pria itu.
"Emang kamu bertemu siapa ?" kata Bunda Mery.
"Itu tadi aku lagi nabrak pria angkuh sombongnya selagit, mintak maafpun sama Maisi saja engak!! " kesal Maisi.
"Jangan marah kamu sama dia,Albert emang kaya gitu dari dulu sifatnya." kata Bunda mery Santai.
"Kalau gitu aku pulang dulu entar malam Maisi kesini lagi karena Kami ingin bersama malam ini bun, eeeh Ririn kok gak lihat dia Bun?" tanya Maisi lagi.
"Ada dikamarnya jika kamu ingin bertemu,kamu bisa ke kamarnya, saat ini Kenzi juga gak dirumah kok." suruh Bunda pada Maisi.
"Gaklah Bun, nantik saja aku kesini lagi karena besok juga kami libur." kata Maisi mencium tangan Bunda mery dan langsung keluar dari dalam rumah itu.
"Anak itu heran Bunda sama sifatnya itu gak ada lembut-lembut sama orang." kata Bunda mery geleng-geleng kepalah tersenyum. melihat Maisi kekuar.
"Kamu sana Ganti pakaian dulu sana, Bunda sudah siapkan pakaian di lemari Kevin." kata Bunda Kevin.
"Ya sudah Bun Maya juga mau mandi juga, sudah gerah juga ni badan udah keringatan seharian beraktivitas .kata Maya pada mertuanya itu.
"Ya sudah masuk sana gih!! Bunda juga mau Kekamar ." kata Bunda Mery tersenyum pada Menantunya itu.
"Maya Kekamar dulu ya Bun." kata Maya Meningalkan Mertuanya itu yang masih duduk diruang Santai itu sendiri.
Maya Masuk kedalam kamar Kevin Dengan Santainya, membukak pintu kamar itu berlahan sampai didalam kamar itu Maya Sedikit tidak semagat, Maya Tidak memperhatikan kearah ranjang Kevin saat ini lagi Tidur nyaman diranjangnya itu.
__ADS_1
Maya hanya pokus melihat kearah kamar mandi yang ada disebelah kiri ranjang kevin, Maya hendak Mau menarok Jam tangannya diatas meja rias yang ada di kamar itu, matanya tidak segaja melihat Kevin dari pantulan kaca lemari pakaian Yang ada didepannya saat ini.
"Apa aku sangat meridukannya sampai dimana saja dia ada kata Maya bicara sendiri, sambil megucek-gucek matanya, namun bayangan itu tidak juga hilang.
"Itu benar Mas Kevin atau perasaanku Saja ya??"tanya hati Maya sendiri.
"Ini mata gak bisa kompromi,karena aku sudah sangat metidukanaya."ucap Maya Mulai kembalikan tubuhnya agar dia melihat Orang yang sedang tidur itu benar-benar Kevin.
"Apa Mimpi ajak Mas Kevin yang sudah kembali si siihh!!! " bingung Maya Pada dirinya sendiri.
Akhirnya Maya Mendekati tempat tidur itu,dan Ikut naik keatas ranjang itu, dia mulai menatap wajah suaminya itu, dan sedikit Menyentuh wajah tampan yang ada didekatnya itu dengan berlahan.
"Ini kamu beranaran kamu gak Mas." kata Maya Mencibit hidung Kevin dengan kuat sehingga suami yang lagi tidur itu gaget dan kesakitan kerena cubitan Istrinya itu.
"Auuu sakit, anjrit siapa yang cubit orang lagi tidur!!"Gerutua Kevin tidak meyadari istrinya saat ini sedang menatapnya Tidak Bersahabat lagi.
"Sapa suruh Pulang gak bilang, engak kasih tahu !!! " kata Maya Mencubit pingang Suaminya itu lagi.
"Ampun Sayang, aku Sebenarnya ingin kasih kejutan kamu tapi sudah ketahuan duluan." jelas Kevin santai.
"Kamu Jahat Mas,Bunda pun juga gak kasih tahu Aku pas sudah sampai, bahwa kamu sudah dirumah." kata Maya sedikit Marah dengan Memanjangakan mulutnya pada suaminya itu.
"Hai Jagan marah,aku sungguh kecapean May,dari luar negeri aku langsung berangkat kesini."kata Kevin menjelaskan pada istrinya itu.
"Malas aku Mau mandi." rajuk Maya dan kesal pada Suaminya itu.
"Hep,,mau Kemana,dengar dulu aku Sayang."kata Kevin membujuk istrinya itu.
"Aku Mau mandi dulu Mas, entar saja pelukannya, bauk kata Maya Masuk kekamar Mandi dengan santainya.
"Kamu itu bikin aku bikin gemas sama kamu May. "kata Kevin tersenyum melihat istrinya itu masuk kedalam kamar mandi.
Tidak lama Maya Siap mandi keluar dengan Memakai Handuk saja,dan mencari Pakaiannya yang ada didalam lemari yang sudah dibelikan oleh mertuamya itu.
"Kamu Cari apa Sih May?" peluk Kevin dari belakang Di tubuh istrinya itu yang baru siap mandi yang masih dengan eroma khas sabun mandi di tubuh Maya.
"Lepas dulu mas, nantik bisa copot ni handuk ditubuhku Mas jika kamu terus seperti ini.
"tidak Masalah Aku juga ingin melihat tubuh kamu itu lagi. "kata Kevin sanatai.
"Apaan sih kamu Mas bikin aku merinding saja mendegar ucapan kamu itu."kata Maya sedikit Dak-Dak didadanya saat ini.
__ADS_1
"Kenapa merinding Sayang, bukan dosa aku melihat kamu Sepeti ini dihadapanku." kata Kevin lagi.
"Dimana sih Bunda Tarok pakaiannya.?" kata Maya.
"Sini aku bantu carikan!! " kata Kevin ikut membantu Pakaian istrinya itu.
"Kayak itu yang paling atas mas,kamu bisa ambilkan, sedikit gak sampai dengan ku." kata Maya sediki medijitkan kakinya itu agar Pakaian yang mau diambilnya itu Sampai diraiahnya.
"Sini aku bantu kamu agar bisa mengambil Pakaian itu."kata Kevin langsung Mengangkat tubuh istrinya kecilnya itu.
"Mas turunin aku, entar jatuh. "kata Mata sudah bepegangan kuat ke leher suaminya itu.
"Kaya Mana mau dapat mengambil pakaiannya itu, baru diangkat udah takut."Ujar Kevin mulai menganggu istrinya itu.
"Kamu saja yang bantu aku mengabailkan Mas. "
" Tapi ada syaratnya Sayang.
"Sama istrinya sendiri masa pakek syarat sih Mas."kata Maya Lemas.
"Ya harus sayang kerena aku sudah bantuin kamu, tidak ada yang gratis sayang." kata Kevin lagi.
"Jangan becanda terus Mas, entar aku bisa masuk angin loh, ini AC kamar kamu sangat dingin kali." kata Maya lagi
"Jika dingin aku akan menghangatkan kamu May."kata Kevin Mulai usil pada Istrinya itu.
"Massass,, jika kamu gak mau biar saja Aku yang ambik sendiri." kata Maya Mengambil kursi yang ada dibawa meja rias itu dan Maya mulai naik keatas bendan itu, Maya Mengambil pakaianya itu semua dan memindahkan tek tempat yang agak rendah, manum sialnya Kursi itu Oleng kerena kaki kursi itu tidak rata membuat Maya Terjatuh ditubuh suaminya.
"Auuuuu sakitnya Mas kakiku kenak oleh kursi itu."kata Maya Sedikit Menahan sakit pada lututnya.
"Makanya Jagan suka membanta kata suami tu kan kualat sendiri."kata Kevin dengan cepat mengangkat Tubuh istrinya itu keatas ranjang.
"Itu salah kamu Mas,coba tadi kau mau menampilkan Pakaian itu, gak kayak gini jadinya, aku tidak akan jatuh kata Maya Sedikit menagis kerena menahan sakit pada lututnya.
"Jangan Cengeng May,aku yang salah ''ucap Kevin megambil kota obat diladam laci lemarinya saat ini dan megoleskan alkohaol pada lutut istrinya itu yang agak lecet itu.
Aduuuhhh, Mas pelan dong Sakit tahu." repet Maya.
"Bisa diam gak mulut sudah sakitpun mulut itu juga gak mau diam. " kata Kevin senang jika berdebat sama istrinya itu.
"Di mana-mana jika suami itu baru pulang Pasti ingin bermanja sama istrinya, ini kamu gak Mas, malah senang bikin aku sengsara." kata Maya Apa adanya.
__ADS_1
"Aku jangan disamakan dengan orang lain sayang,aku bukan seperti mereka,aku ingin melihat Istriku merepet dulu padaku baru aku senang." kata Kepin gemas pada istrinya itu,"kamu itu selalu membuat aku meridukan kamu May,saat seperti ini yang aku rindukan, berdebat dan mendegar suara cemreng kamu itu yang aku Ingin dengar." kata Kevin mecium bibir istrinya itu dengan lembut dan Rasa sayang pada istrinya itu.
*********