MANTAN TAPI CINTA

MANTAN TAPI CINTA
Bayak Yang Dapat Didengar Alif Tentang Istrinya Itu


__ADS_3

Malamnya Alif mengantarkan istrinya dan Lian kerumah Neneknya kembali,kerena Tadi siang Afiyah tidak memberi tahu akan megigap di villa Keluarga suaminya itu.


Afiyah permisi pulang kepada kedua mertuanya itu.


"Ma-Pa Fiyah kembali pulang ketempat Nenek dulu karena tadi tidak bilang akan menginap pada Nenek. "ucap Afiyah pada kedua mertuanya itu.


"Ya Nak,kamu juga harus ngomong pada Nenek kamu akan tingal di villa ini untuk seterusnya."jawab mama Alin.


"Ya Ma,,Nantik mas Alif juga akan ngomong pada Nenek dan Kak Pino."jawabnya.


"Kamu bisa bawak Nenek tingal disini jika beliau mau."ucap Papa Alif.


"Nantik Afiyah omongin ini juga pada Nenek dirumah Pa."


"Sekarang kamu antar Afiyah Lif sudah malam ini takutnya orang dirumah itu pada tidur." jelas Mama Alin.


"Ya ma,,kami berangkat dilu."ucap Alif pada Mamanya itu.


"Ayok sayang Kita pulang ketempat Nenek."aula Alif pada istrinya itu sudah mengendong Lian yang sudah tertidur dalam pangkuanya.


"Ayok Mas."


"Ma-Pa kami pulang dulu,Asalamualaikum.." ucap Afiyah berjalan keluar menuju halaman rumah dimana mobil suaminya itu terpakir.


Alif membukan Pintu mobil untuk istrinya itu kerena Afiyah tidak bisa membukaknya karena ada Lian digendongannnya saat ini.


"Masuklah,,aku akan menarok barang Lian dulu kebelakang."ucap Alif pada istrinya itu dengan senyuman terkembang di bibirnya sambil memegang pintu mobilnya.


"Terimakasih Mas."balas Afiyah pada Suaminya itu dengan hati sedikit senang kerena suaminya itu masih perhatian padanya sudah lama dia tidak merasakan itu selama Afiyah meningalkan Alif.


Setelah itu Alif masuk kedalam mobilnya dan menyalakan mobil itu denga pelan saja,Afiyah hanya terseyum pada Suaminya itu kerena setahun lebih tidak bersama Suaminya itu,pertama Afiyah melihat suaminya itu Alif bertambah tampan saja.


"Kenapa kamu melihatku Seperti itu sayang?"


"Mas,, apa selama aku tidak bersama kamu selama ini,kamu meresa senang?"


"Tidak." ucap Alif singkat.

__ADS_1


"Kenapa?ucap Afiyah.


"Tidak ada yangembuat aku senang selama kamu pergi Fiyah." Alif menatap istrinya itu sekilas dengan senyuman.


"Apa alasannya Mas?" tanya Afiyah kembali.


"Kamu ingin tahu kenapa?"


"YA,,anguk Afiyah dengan senyumannya menatap suaminya itu.


"Selama kamu pergi hanya ada air mata setiap aku berada dikamar jika aku sudah kembali dari kerja,Bayangan kamu selalu menganguku,aku setiap hari menagisi poto kamu sayang."jelas Alif pada Istrinya itu.


"Tapi aku lihat kamu tampak lebih tampan saja dari dulu kita pertama menikah."ucap Afiyah pada Alif.


"Hahaha,,kamu ini ada-ada saja."ketawa Alif sedikit kuat didalam mobil itu.


"Kenapa ketawa Mas, emangnya ada Yang lucu ya."ucap Afiyah pada suaminya itu dengan bingung.


"Kamu itu lucu sayang."Alif kembali terseyum pada istrinya itu yang tampak bigung itu.


"Kamu sudah sangat merindukan aku sayang,makanya kamu bilang seperti itu,rasa aku wajah ini tidak berubah-berubahnya dari dulu."jawab Alif singkat.


"Sumpah Mas,kamu itu banyak perubahan sekarang,cara kamu ngomong aja sudah tidak seperti pertama kita baru nikah dulu."


"Ya tentu Sayang,,Sekarang Alif yang dulu tidak sama lagi karena dia sudah menjadi seorang ayah,dia sudah memiliki orang putra tampan."jawab Alif singkat dan Apa adanya.


"Sekarang aku ingin tanya pada kamu,kenapa kamu bisa seperti ini,tubuh kamu itu tampak kurus,aku ingin tahu kenapa,apa selama ini kamu selalu memikirkan aku? "


"Mas,,Aku seperti ini bukan memikirkan kamu,aku habis melahirkan jadi wajar saja tubuhku seperti ini karena selalu bergadang ditengah malam aku sering bergadang, tampa ada yang membantu aku Mas."


"kamu tahu Mas,,Menjadi seorang ibu itu sangat sulit Mas, apa lagi pengalaman baru bagiku jadi pasti sulit untuk melakukan itu semua tampa ada suami dan orang tuaku disampingku."


"Jika aku mintak tolong terus pada Nenek tidak mungkin karena Nenek sudah tua,aku tidak tega melihat Nanak."jelas Afiyah pada suaminya itu.


" Maafkan Aku sayang,semua ini salahku,kamu yang menanggung ini semua tampa bantuan dari aku negurus Lian waktu lahir."sesal Alif.


"Tidak Apa Mas,itu sudah kotrat menjadi seorang ibu Mas,sakit-senang itu semua harus aku tahan sendiri karena aku seorang ibu." jawab Afiyah dengan senyumannya menatap suaminya itu kembali.

__ADS_1


"Mulai hari ini jangan pernah meninggalkan aku lagi Sayang,aku akan membatasi diriku tidak terlalu dengan dekat dengan teman wanitaku lagi,aku sudah kapok dengan ini semua."


"Aku tidak ada masalah Mas,asal kamu menepati janji kamu itu tidak pernah dekat lagi sama wanita manapun selain aku dan Mama."ucap Afiyah penuh tekanan.


"Ok,,aku akan tepati itu semua,asal kamu jangan pernah meningkatkan aku lagi apapun yang terjadi."


"Baiklah,, aku tidak akan pernah meningalkan kamu lagi asalkan kamu selalu jujur pada aku Mas."jawab Afiyah dalam perjalanan pulang ke rumah Neneknya itu.


Tidak lama menepuh perjalanan kearah rumah Nenek Afiyah akhirnya mereka berdua sampai dirumah itu,saat mereka berdua sang Nenek sama Pino masih berada di teras kerena didalam rumah itu udara sangat panas jadi Nenek dan Pino duduk deras sambil mendiginkan tubuh mereka kerena keringat.


"Asalamualaikum Nek.." Ucap Afiyah dan dikuti Alif dibelakangnya.


"Walaikumsalam Nak,Kamu baru pulang Nak?"


"Maaf Nek,,aku agak lama mengantar Afiyah pulang karena Mama Belum puas bermain bersama Lian."ucap Alif ramah pada Nanek Afiyah.


"Tidak Maslah Nak,karean Afiyah istrinya kamu,kamu tidak megantarkannya pulang juga tidak ada orang yang marah pada Kamu Nak."Jawab Nanek pada Alif.


"Kamu ini Lif,, seperti membawak anak orang lari saja."ucap Pino pada iparnya itu.


"Nak kamu bawak Lian Masuk, kasihan dia tidur seperti itu."ucap Nenek menyuruh Cucunya itu membawa Lian masuk ke kamarnya.


"Baiklah Nek."ucap Afiyah berlalu pada Mereka bertiga.


"Bagai mana Nak Alif,Apa kalian sudah baikkan?" tanya Sang Nenek.


"Sudah Nek,,Istriku sudah memaafkan aku,kamu memutuskan bersama lagi Naek."jawab Alaf Sedikit senang.


"Syukurlah,kalian sudah Baikkan Nenek senang mendegar ini semua."


"Aku Juga senang kalian bisa baikkan seperti serang,lihatlah wajah adikku itu tidak tampak murung lagi seperti selama ini, saat pertama dia datang kesini samapai kamu datang kesini dia itu jarang terlihat wajah cerah seperti saat ini."


"Terkadang aku sebagai kakaknya tidak tahu harus bagai mana megajaknya untuk terseyum setiap hari,aku sangat kasihan padanya dari kecil dia tidak pernah hidup bahagia,untuk kasih sayang orang tua Afiyah tidak pernah mendapatkan itu,dari berumur 7 tahun dia sudah tingal oleh ayahnya orang yang selalu meyayanginya."ucap Pino sedikit megenang nasib adik sepupunya itu selama ini dengan kehidupannya.


Alif yang mendegar itu,juga negara tidak enak hati pada kekauarga istrinya itu,yang seharusnya selama ini dia sebagai suami Afiyah tidak bisa memberikan kebahagian untuk Istrinya sendiri,malah menambah luka hatinya.


**********

__ADS_1


__ADS_2