
Sudah satu bulan Afiyah meningalkan Alif saat ini tampa kabar dari Afiyah,dia berada dimana saat ini Alif tidak dapat menemukan dimana istrinya itu,Alif sangat merasa sedih dan kedepian tampa istrinya itu disampingnya.
Alif tidak dapat melakukan apa-apa selama satu bulan ini dia sibuk mencari istrinya itu,tampa orang tuanya tahu bahwa Afiyah pergi lagi meningalkan dia selama satu bulan ini.
Alif hanya termenung saja saat ini ada didalam ruangan kerjanya itu, tampa ada yang dikerjakan siang ini.
Danil masuk kedalam ruangan itu,melihat bosnya seperti ini, danil juga tidak tega melihat kesedihan bosnya itu saat ini.
"Tuan kita akan ada pertemuan dengan pak Sean dari Jepang pagi ini di tempat yang tentukan mereka saat ini."ucap Danil mengingatkan bosnya itu.
"Ya,, apa sudah ada kabar istriku Danil?"
"Saat ini belum ada tuan,kabar terahir Nona Afiyah menaiki Bis menuju ke kota lain terahir orang kita mengabarkan tuan."
"Suruh mereka semua cari tahu kota mana yang dituju Afiyah saat ini,dan cari juga dimana dia sekarang."perintah Alif pada Asistennya itu
"Baiklah tuan,saya akan melakukan apa yang tuan mintak."ucap Danil menatap bosnya itu denga rasa sedikit kasihan.
"Jangan sampai papa dan mamaku tahu ini semua Danil,jika mama tahu dia pasti sangat sedih kerena kesalahanku meyakiti hati istriku kedua kalinya."
"Baik tuan. "
"Tapi apa aku bisa meyemuyikan ini semua dari papa Danil?"
"Kalau tuan mendegar saran saya sebaiknya tuan bilang pada tuan besar masalah ini,mungkin tuan besar juga bisa membantu."
"Tapi Danil, aku gak bisa melihat mama sedih kerena kepergian Afiyah menantu yang sangat disayang nya."ucap Alif sungguh bepikir keras saat ini ingin jujur pada Orang tuanya itu.
"Tapi itu kenyataan tuan,lama-lama nantik mama tuan juga tahu sendiri kerena pasti karyawan tokonya akan bilang karena tidak datangnya Nona Afiyah selama satu bulan ini ketoko."
"Baiklah nantik aku akan mengatakan ini pada papa dan mama kepergian Afiyah ini kemereka."ucap Alif dengan menghilang nafasnya.
"Sebaiknya kita berangkat sekarang tuan,kita tidak enak terlambat pada tuan Sean."
__ADS_1
"Baiklah sekarang waktunya kita berangkat. "Ucap Alif beranjak dari ruangan itu.
**
Lain ditempat yang berbeda saat ini Afiyah sudah merasa senang bekerja dipakrik dimana kakak sepupunya itu bekerja bagian kantor yang ada dipakrik itu,Afiyah tidak pernah mengeluh lagi pada dirinya karena ada pino dan neneknya saat ini bersamanya yang selalu mendukung dia.
Afiyah siang ini akan makan siang bersama teman barunya Liza gadis manis yang selalu membuat Afiyah ingin ketawa melihat tingkah bodoh yang dibikin olah Liza.
"Afiyah ayok kita makan di kantin saja aku lagi malas makan disini, suntuk seharian kita berada di ruangan ini."ucap Liza denga mungka cemberutnya itu.
"Baik gadis manis mari kita kekantor ya."ucap Afiyah saat ini.
"Tapi tunggu dulu hari ini kamu gak ngantar bontot itu pada kakak kamu itu ya?"ucap Liza saat ini.
"Iya,ini kita mau kasana sekalians satu jalan juga kok."ucap Afiyah pada temannya itu.
"Aku senang bangat lihat wajah tampan kakang pino itu."ucap Liza saat ini mulai lagi dengan tingkah konyolnya itu.
"Kamu itu,kamu benaran suka sama kak Pino Za?" ucap Afiyah saat ini menatap temannya itu dengan senyuman.
"Tenang saja aku akan bantu kamu dapatkan hati dia nantik."ucap Afiyah megasih semagat pada temannya itu kerena Liza juga gadis baik jika Pino mau dengannya.
"Ayok kita pergi aku sudah sangat lapar Fiyah." Ajak Liza pada Afiyah.
"Ayok" ucap Afiyah berjalan duluan dari Liza dengan membawa dua rantang makanan ditanganya.
Afiyah dan Liza saat ini menuju ruangan tempat Pino berkerja, sampai disana Afiyah masuk kedalam ruangan itu dengan santai karena sudah satu bulan ini karyawan sudah tahu Afiyah adalah adiknya Pino jadi tidak ada gosip lain yang akan mengatakan yang bukan-bukan pada mereka.
"Kak kamu gak mau istirahat ini sudah makan siang kak,ini rantang untuk kamu,apa kakak mau ikut dengan kami makan dikantin?"tawar Afiyah saat ini pada kakak sepupunya itu.
"Boleh juga,kakak ikut kalian berdua saja bosan juga kalau diruangan ini lama-lama."ucap Pino pada adiknya itu.
"Ya sudah ayok,nantik kamu sambung kembali kerjanya."ucap Fiyah pada Pino.
__ADS_1
"Ya sudah,, ayok kita kekantin kita makan di sana saja."ucap Pino juga mengikuti kedua wanita yang ada didepan nya itu.
Sampai dikantin mereka bertiga makan dengan diam saja,tidak bayak percakapan diantara mereka bertiga saat ini.
"Apa kamu senang berkerja disini dek?"
"Aku senang kak,aku sudah merasa nyaman disini karena aku sudah tidak terlalu memikirkan masalahku kak." jelas Afiyah saat ini.
"Apa kamu tidak ingin kembali dan tidak akan mengabarkan suami kamu saat ini pasti sedang mencari kamu dek,apa kamu tidak ada merasa kasihan padanya?"
"Tunggu-tunggu apa yang aku dengar ini,kamu sudah nikah Fiyah? ucap Liza merasa kaget apa yang baru didengar Barusan.
"Maafkan aku Liza belum sempat cerita pada kamu,tapi kapan-kapan kita bercerita panjang nantik dengan kehidupanku sebelum aku kesini."jawab Afiyah saat ini.
"Baiklah kamu berutang penjelasan padaku."jawab Liza pada temannya itu.
"Mmm,, anguk Afiyah pada Liza.
"Natik kakak akan lembur ada laporan yang penting harus siap hari ini,kerena besok kakak akan kekota megatar laporan bulanan ini pada kantor pusat pabrik ini,jadi kamu bisa nebeng saja pulang sama Liza."ucap Pino pada Afiyah.
"'Aku mintak tolong sama kamu ya Lisa megantar Afiyah pulang nantik ya?, "ucap Pino pada Liza.
"Apapun yang kakang Minta aku pasti bersedia melakukan demi kakang Pino."ucap Liza keceplosan membuat Pino terkekeh kerena Liza.
"Kamu ini ada-ada saja Liza.ucap Pino pada Lisa.
" Itu benaran lo kak,aku pen berat kamu."ucap Liza dengan tingkah konyolnya itu.
"Ya sudah aku harus kembali keruanganku karena masih banyak laporannya yang harus disiapkan."ucap Pino meningalkan kedua gadis cantik itu.
Pino pergi dengan senyuman yang terpancar dibibirnya kerena teringat tingkah Liza barusan,ada sedikit suka Pino meliaht Liza karena tingkah konyolnya itu membuat dia bisa ketawa seperti barusan oleh gadis itu,Pino sampai diruangan hanya terseyum saja.
Kerena sudah lama tidak terseyum seperti itu lagi semenjak tunangan memilih meningalkan dia dengan orang lebih berada darinya,tapi hari ini Pino merasa senang kerena adanya Lisa.
__ADS_1
*********