MANTAN TAPI CINTA

MANTAN TAPI CINTA
Malam Yang Ditunggu Alif.


__ADS_3

Malam ini setelah resepsi siap semua tamu dirumah Alif sudah mulai meningalkan kediaman Pramaja itu.


Alif dan Afiyah saat ini sudah merasa capek sehingga membuatnya tertidur dikamar pengantin tampa menanti pakaian pengantin yang dikenakannya.


Begitu juga dengan Alif saat ini mereka berdua sama-sama kelelah kerena seharian melayani tamu yang datang di pernikahan mereka berdua.


Afiyah terbagun ditengah malam melihat Alif juga tertidur disampingnya membuatnya terseyum pada pria tampan di depan wajahnya saat ini kerena Afiyah sangat bahagia sudah menjadi istri sah Alif saat ini.


Afiyah membelai wajah tampan itu sehinga tidur Alif terganggu,Alif terbagun oleh usapan tangan istrinya itu.


"Ada apa sayang kamu membelai wajahku?apa wajah aku ini tampan membuat kamu ingin memilikinya?"


"Kamu sudah bangun Lif."ucap Afiyah agak gerogi pada suaminya itu saat ini Alif menatapnya dengan tatapan yang tidak bisa diartikan.


"Hai jawab dulu pertayaan aku sayang."ucap Alif terseyum. melihat istrinya itu malu.


"Apaan sih kamu Lif,aku gak kenapa-kenapa kok,jangan GR kamu itu."Afiyah masih saja megelak apa yang diucapkan oleh suaminya itu.


"Kamu gak bisa megalikan pembicaraan sayang,aku ingin kamu malam ini."ucap Alif diujung pembicaraannya.


"Kamu itu sebenarnya yang menginginkan aku,malah menyalakan aku."tahukah Afiyah pada suaminya itu.


"Benar sayang aku yang megigikan kamu malam ini,aku tidak bisa lagi menahan sudah satu bulan kita bersama tapi aku tetap menuruti apa yang kamu inginkan."jelas Alif pada istrinya itu.


"Apa kamu tidak merasa capek hari ini Lif,kita masih bisa besok melakunya." Elak Afiyah pada suaminya itu karena dia masih belum siap malam ini akan melayani suaminya itu.


"Aku tahu kamu belum siap untuk melayani aku malam ini,tapi sayang aku tidak bisa tahan lagi berdekatan dengan kamu."ujar Alif sedikit tidak semagat kerena Afiyah masih tampak ragu padanya.


"Bukan menolak dan bukan tidak mau Lif tapi aku benar-benar lelah malam ini."terang Afiyah pada suaminya itu.

__ADS_1


"Sekarang gantihlah gaun pengatin kamu dahulu sayang,biar kamu itu bebas bergerak."ucap Alif pada istrinya itu,Alif memperhatikan istrinya itu kurang nyaman dengan gaun yang dipakainya itu.


"Baiklah aku tikar dulu ya lif,aku juga mau membersihkan maka'up aku dulu dan akan membesikan diri sekalian."ucap Afiyah pergi menigalkan Alif yang masih tidur dranjangnya saat ini.


Afiyah masuk kedalam kamar mandi itu dengan nafas agak sesak menahan rasa takut dan malu pada suaminya itu,Afiyah membuang nafas pajang setelah menjauh dari suaminya itu.


"Malam ini kamu selamat Afiyah, maafkan aku Alif tapi aku malu pada kamu untuk melakukan dan melayani kamu malam ini aku belum siap dengan malam ini.


Aku tahu itu dosa lif menolak keinginan kamu tapi aku betul-betul belum siap malam ini melayani kamu sebagai sorang istri."


Afiyah mulai membersihkan mungka dari meka'up yang seharian ini membuatnya tamapak cantik,berlahan- lahan Afiyah membersihkan wajah nya itu,setelah siap Afiyah mulai membukan kaun pengantin yang masih terpakai di tubuhnya itu,Afiyah tampak kesusahan untuk membuka resleting kaun itu.


"Sini aku bantu membuka resleting nya kamu tampak kesusahan" ucap Alif tiba-tiba saja datang dari belakang Afiyah.


"Mmm,"Ucap Afiyah sedikit malu dan rasa was-was jika Alif tidak dapat menahan untuk malam ini.


"Lif jangan mengganguku malam ini."elak Afiyah pada suaminya itu.


"Aku tidak menggangu kamu sayang apa yang aku ucapkan itu semua akan menjadi kenyataan bukan sekarang,besok kita akan melakukannya juga,jadi untuk apa kamu malu padaku."timpal Alif pada istrinya itu agar Afiyah tidak merasakan sungkan dan malu padanya.


Alif membatu membukakan resleting gaun yang dipakai istrinya itu,Alif tidak dapat menahan asratnya saat ini melihat punggung dan tubuh istrinya itu saat gaun itu melorot turun kebawah,Alif menelan ludah saat melihat tubuh mulus istrinya itu dengan tatapan yang tidak bisa beralih dari hadapannya itu.


Alif membelai punggung istrinya itu dan mencium punggung dan tekuk dan leher istrinya yang sangat dicintainya itu.


Afiyah mendapat perlakuan yang dubuat oleh suaminya itu membuat afiyah tidak dapat untuk menolak lagi keinginan Alif saat ini kerena dia juga sudah terbuai dengan permainan Alif.


Alif mengedong tubuh ramping dan seksi itu keranjang dan meletakan tubuh istrinya itu di atas ranjang dengan lembut,Alif menatap afiyah saat ini dengan tatapan yang penuh arti.


"Apa aku boleh memintanya malam ini?"Alif bertanya lagi pada istrinya itu karena Alif tidak mau membuatnya shok atas paksaan dari nya.

__ADS_1


"Mmm,"hanya angukan saja yang Afiyah lihat pada suaminya itu,kerena Afiyah malu untuk membilang iya.


"Terimakasih sayang malam ini kamu memperbolehkan aku untuk keyentuh kamu malam ini."ucap Alif melayangkan kecupan di kening istrinya itu.


Alif menciun bibin ranun itu dengan lembut membuat Afiyah bisa membalas permainan Alif saat ini diatas ranjang itu.


Malam ini seluruh ruangan yang ada di kamar Alif menjadi saksi cinta mereka saat ini kerena Alif masih saja bermain dengan lembut dan tidak kasar pada istrinya itu.


Dengan keringat yang membasahi tubuh kedua manusia saat ini sedang bergumul diatas ranjang dengan permainan panasnya bersama wanita yang dicintainya saat ini,malam ini Alif bisa mengambil milik yang berharga bagi Afiyah selama ini dia jaga untuk suaminya dan orang yang ditaintainya.


Afiyah sudah menjadi istri yang sesunguhnya malam ini,rasa bahagia Afiyah dapat memberikan kepuasan pada suaminya malam ini,malam pertama untuk dirinya dan Alif.


"Terimakasih sayang kamu telah mengajanya untuk aku selama ini." ucap Alif baru turun dari tubuh istrinya itu dan berada di samping istrinya itu sambil memeluk istrinya itu.


"Aku sudah melakukan tugas ku sebagai istrinya kamu Lif,aku bahagia kamu bisa memilikinya dan aku sudah tidak lagi malu pada kamu lif,Maafkan aku tadi menolak kamu."ucap Afiyah meneteskan air mata bahagianya pada orang yang dicintainya.


"Hai kenapa kamu menangis sayang ini saatnya untuk bahagia,bukan bersedih."ucap Alif megisap air mata yang jatuh dipipi istrinya itu.


"Aku bahagia sudah bisa melayani kamu lif dan aku sudah memberikan harta yang paling berharga pada kamu,kerena aku sangat mencintai kamu." senyum Afiyah pada suaminya saat ini.


"Sudah jangan menagis lagi,aku tidak akan meningalkan kamu lagi, kita akan hidup bersama anak-anak kita nantik,bahgialah hidup bersama aku sekarang sayang."


"Terimakasih kamu mencintai aku sampai saat ini. "ucap Afiyah bahagia malam ini Alif sangat memoerlakukannya dengan baik.


" Ayok kita tidur ini sudah mau pagi,ucap Alif megeratkan pelukannya ditubu Afiyah.


Mereka berdua merasa lelah saat ini tidak butuh lama untuk memejamkan mata kedua pengantin itu,sehingga mereka berdua sudah larut dalam mimpi indah mereka saat ini.


***************

__ADS_1


__ADS_2