MANTAN TAPI CINTA

MANTAN TAPI CINTA
Perbincangan sedikit serius dangan Maya


__ADS_3

Hari berganti hari, bulan bergati dengan bulan sehinga waktu tidak terasa sudah sembilan bulan saja kandungan Afiyah saat ini, dan hubungan Danil Dengan Maya sudah tampak ada perubahan saat ini semenjak ibunya dioperasi hunbungan Danil dengan maya sudah sangat dekat, saat mereka berdua sudah menjalin hubungan spesial dengan Maya.


Begitu juga saat ini Afiyah sedang menunggu hari kelahiran Putri mereka,Alif saat ini betul-betul menjadi seorang Suami Siaga keren waktu Lian Lahir Alif tidak melihatnya sama sekali.


Sudah seminggu Alif menemani istrinya itu dirumah tidak ke kantor lagi, Alif memilih bekerja dirumah saja Seminggu ini,kerena Alif tidak mau meningalkan istrinya sendiri dirumah saat ini,Afiyah sudah dekat dengan waktu persalinan nya.


"Mas apa kamu gak ada miting dengan rekan kerja sih?"ucap Afiyah pada suaminya itu.


"Itu sudah diatur Oleh Danil Sayang, kamu tidak usah pikirkan itu, Danil yang akan mengantikan Aku selama tidak ke perusahaan."jawab Alif santai sambil mengerjakan Pekerjaannya disofa kamar itu.


"Tapi tidak merepotkan kamukan Mas?"ucap Afiyah lagi.


"Tidak!! " ucap Alif melihat istrinya itu yang duduk diranjangnya sambil meyusun Pakaian Bayi dan peralatan lain untuk di bawah kerumah sakit nantik jika dia sudah mau melahirkan.


"Sayang kamu itu segalanya bagiku dan Juga Lian saat ini, tidak ada yang merepotkan aku dengan ini semua, aku ingin yang terbaik untuk kamu dan bayi kita."ucap Alif masih tersenyum istrinya itu.


"Apa segitu kali kamu ingin menyaksikan aku melahirkan ya Mas?"


"Bangat!! "sambung Alif Cepat.


"Kamu ini,,aku seriuss Mass!! " ucap Afiyah Sedikit Kesal.


"Aku ingin melihat Anak keduaku lahir kerena dulu waktu Lian aku tidak tahu sama sekali, aku tahu itu semua dia sudah berumur Empat bulan sungguh membuat Aku sesak waktu itu Sayang,sebegitu nya kamu marah padaku waktu itu sehinga aku tidak tahu kamu hamil anakku sama sekali."jelas Alif megigat masa 6 tahu yang Lalu.


"Jangan diingat lagi saat itu Mas, aku ingin melupakan semua rasa sakit itu diingakatanku." ucap Afiyah sedikit sedih mengingat itu kembali.


"Sudah jangan sedih, itu cuma masa lalu kita, lupakan itu semua, kita serang menuju masa depan yang bahagia dengan keluarga kita dan bersama Anak-anak Kita."


"Kamu Mandilah ini sudah sangat sore,tidak bagus ibu hamil itu mandi kemalaman."ucap Alif sangat perhatian pada istrinya itu.


"Baiklah Mas,, aku mandi dulu ya."ucap Afiyah selesai megemas Persiapan untuk kerumah sakit nantik jika dia sudah mau melahirkan tingal diangkat saja.


"Ya sudah sana Mandi kita makann diluar malam ini bersama Lian."kata Alif pada istrinya itu.


"Bailah,, sudah lama juga kita tidak makan diluar Mas."ucap Afiyah pada suaminya itu sedikit tersenyum dan merasa senang hari ini mereka bertiga akan makan diluar.


"Apa tidak kamu tidak mengajak mama dan papa Mas?"


"Mereka akan ada acara nantik malam dengan Teman lama papa."jawab Alif lagi.


"Ya sudah, aku mandi dulu."ucap Afiyah masuk kedalam mandi dan Meningalkan suaminya itu yang lagi terseyum padanya.


Lain dengan Danil saat ini setelah pulang dari kerja dia lanngsung menjemput Maya ketempat dia bekerja saat ini, lama Maya menunnggu Danil datang menjeputnya ditoko Mama Alin.


Maya memainkan Hemponya sambil menunggu kedatangan Danil datang Saat ini, tidak lama Danil sampai Tempat Maya bekerja itu.


"May, Maafkan aku terlambat datang menjemputmu, kerena ada sedikit pekerjaan yang harus aku selesaikan juga hari ini."ucap Danil.


"Tidak apa Mas, mari kita pulang mungkin ibu sudah nungguin kita dirumah saat ini, kerena ibu mintak Mas datang ada yang ingin dibicarakan ibu sama Mas Danil."ucap Maya pada danil yang lagi bingung itu.


"Ada apa May, ibu ingin bertemu denganku ya? "ucap Danil bigung.

__ADS_1


"Aku juga gak tahu Mas,kalau aku tahu tidak mungkin aku gak kasih tahu kamu." ucap Maya sambil masuk kedalam mobil Danil.


"Apa kamu sudah ngomong mengenai yang aku bilang sama kamu dua hari lalu May?"ucap Danil mengenai dia Memintak Maya menikah dengannya dua hari lalu.


"Belum Mas,, aku belum sempat bilang sama ibu kamu akan melamar ku dan ingin menikahiku." Ucap Maya pada Danil.


"Apa kamu Mau menikah dengaku May?"ucap Danil sekali lagi pada Maya.


"Mas, aku sudah megatakan aku tidak bisa menolak keinginan kamu itu, kerena aku juga sangat mencintaimu dan meyayangi kamu Mas."jawab Maya apa adanya tidak ada keraguan dirinya saat ini untuk menolak Danil, selama sembilan bulan ini Maya merasa nyaman bersama Danil,jadi tidak ada kata untuk menolak niat baik Danil padanya.


"Apa Ibu mau menyetujui jika kita menikah secepatnya May?"


"Aku juga tidak tahu itu Mas,semoga saja ibu tidak mempersulit kita."ucap Maya dengan senyumannya dibibir manisnya itu.


"Semoga saja May."sahut Danil dengan lembut pada kekasihnya itu.


"Kita Cari makanan dulu disekitar sini, aku malas masak hari ini, hari ini aku sangat lelah kerena banyak kerjaan ditoko."ucap Maya lagi.


"Kamu mau beli apa May?"


"Kita beli Ayam geprek yang ada dipingir jalan saja Mas, ada tempat aku yang enak biasanya aku makan disana."ucap Maya santai.


"Ok!!! " ucap Danil megikuti kata Maya .


Tidak lama Tempatnya yang ditunjukan Maya barusan Kelihatan, Maya menyuruh Danil berenti didekat penjual ayam gekrek itu.


"Kamu tunggu aku sebentar ya Mas, aku pesan dulu, kita makan dirumah saja, biar makan bisa bareng ibuk."ucap Maya singkat.


"Gak apa Mas kamu gak usah cemas."ucap Maya lembut.


"Ya sudah sana pergi, lagi pembeli sunyi tu."ucap Danil Senang.


Maya turun dari dalam mobil itu dan berjalan turun kearah penjual Ayam geprek itu.


"Eeeh Neng Maya,sudah lama gak sini Neng.?"ucap Pak penjual pada Maya.


"Aku sibuk Pak sebulan ini, apa lagi semenjak ibuk kecelakaan jadi susah untukku lama meningalkan ibu dirumah."jawab Maya pada Pak penjual itu dengan ramah.


"Mau pesan apa ni Neng?"


"Dua ayam satu bebek ya pak." ucap Maya pada Pak penjual itu.


"Neng Maya tunggu sebentar ya Bapak bikinkan dulu ya."ucap Pak penjual pada Maya.


" Kalau begitu saya kesana dulu ya Pak, ada Temanyang lagi nungguin sediri dimobil."ucap Maya Sanatai.


"Silakan Neng, Nantik kalau udah siap bapak antar kesana."Kata Penjual itu ramah pada Maya.


"Baik lah Pak, aku kesana dulu."tunjuk Maya pada mobil Danil.


"Silakan Neng,kasihan Kekasih Neng nunguin sediri disana." ucap Pak penjual Ayam gebrek itu.

__ADS_1


"Bapak bisa aja."ucap Maya terseyum pada Penjual itu.


Maya Kembali lagi ke mobil itu dengan senyuman di bibir manis Maya membuat Danil menatap Maya dengan tanda tanya dihatinya.


"Kenapa?kelihatannya kamu senang sekali May,ada apa?"tanya Danil pada Maya.


"Gak ada Mas!!! " jawab singkat Maya.


Udah siap pesanan kamu?"ucap Danik lagi.


"belum itu bapaknya baru gorengkan ayamnya. "ucap Maya pada kekasihnya itu.


"Kamu lagi ngapa Mas, aku lihat sibuk bangat, udah pulangpun kerja kamu masih juga sempat pegang leptop dalam mobil."


kata Maya memperhatikan Danil lagi memegang Leptop nya itu.


"Ini aku lagi Ngirim data penting pada Tuan Alif, kerena dia sudah tidak ke perusahaan lagi kerena Nona Afiyah lagi nunggu hari kelahiran anak kedua mereka."jelas Danil santai.


"Enak Jadi mereka berdua ya,kayak mbak Fiyah dapat suami yang sangat penyayang dan perhatian, peduli bangat sama keluarganya."ucap Maya singkat.


"Menikahlah denganku May, aku juga akan membuat kamu sama Seperti Tuan Alif."ucap Danil serius menatap Pada Kekasihnya itu.


"Makanya kamu lamar aku pada Ibu, biar kita bisa hidup bersama Mas."ucap Maya Tersenyum pada Danil.


"Benar apa yang kamu bilang barusan,hari ini aku kan bicara sama Ibuk."ucap Danil lagi pada Maya.


"Iya,aku sudah sangat capek bekerja Mas, aku ingin melayani suamiku saja dan mengurus suami dan anak-anakku saja dirumah jika cepat memiliki anak."ucap Maya membayangkan hidup bahagia bersama keluarga.


"Ok,,aku akan bicar pada Ibu setelah sampai rumah kamu sebentar lagi.


Tidak lama Pak Penjual Ayam geprek itu datang membawa tiga Porsi pesananMaya tadi.


"Ini Neng Maya, pesanannya sudah siap."ucap Penjual itu.


"Udah ya Pak?"ucap Maya mengambil bungkusan Makanan itu.


"Berapa Pak semuanya?"ucap Danil


"50 ribu den."jawab bapak itu.


"Ini Pak, kembalinya untuk bapak saja."ucap Danil memberikan Uang warna mereh itu pada Bapak itu. "


"Ini kebanyakan Den."ucap bapak itu.


"Tidak apa Pak angap saja Itu pecah telor Pak dagangnya baru saja laris."ucap Danik Santai.


"Maksih ya pak."ucap Maya masuk kedalam mobil Danil.


Setelah itu mereka berdua melanjutkan perjalanan pulang kerumah Maya,Danilpun sudah tidak banyak cerita lagi pada Maya.


************

__ADS_1


__ADS_2