MANTAN TAPI CINTA

MANTAN TAPI CINTA
Akhirnya Afiyah Tumbang Bersama Pegawalnya


__ADS_3

Antre melajukan mobilnya lebih cepat dan berada di depan mobil anak buahnya sekarang agar Afiyah bisa selamat sampai rumah, namun tiba-tiba saja mobil yang dibawak Anre mati pas dijalan yang sedikit sunyi.


"Sual!! "umpat Anre.


" Ada apa an?"ucap Didik bingung.


"Mobil kita mogok" kawan Anre mengambil pistol yang ada di samping bangku kemudi itu.


"Nona Peganglah pistol ini jika mereka memaksa masuk kedalam sini,Nona bisa menembak mereka."ucap Anre pada Afiyah.


Namun dua mobil itu langsung berenti disamping mobil Anre dan Didik dan sudah mengepung anak buah Didik dan Anre saat ini.


"Nona jangan takut, ikuti apa kata kami tadi!!" ucap Didik mulai keluar dari mobil itu.


Bos kita sudah dikepung mereka,ucap salah satu anak buah Didik dan Anre.


"Bersiaplah kalian."ucap Didik santai.


"Nona Afiyah Sirlokasi secepatnya agar tuan Alif cepat melacak kita saat ini agar ada bantuan."ucap Anre.


"Baiklah kang, aku kan lakukan ucap Afiyah shat suaminya langsung."


"Sedangkan diluar mobil Didik sudah bersitegang dengan Jec yang baru saja keluar dari dalam mobilnya.


"Ha.. Ha..jadi kau orang yang suruh oleh orang yang dicintai Nona kami, untuk menjaga istrinya?"


"Apa mau kamu Jec, aku tidak ada urusan dengan kamu."ucap Didik santai.


"Santai men, kita bisa bicarakan ini baik-baik!! "Berbicara dengan kamu sama saja,berbicara sama binatang."ucap Didik santai


"Aku memang binatang dari dulu banjingan."ucap Jec emosi.


"Hai jangan emosi men, kita bisa bicarakan ini."ucap Didik kembali dengan senyuman jahatnya itu.


"Jangan banyak bacot kau sialan."


"Apa yang kau mau,menghadang kami seperti ini?"tanya Didik tidak berbasa-basi lagi pada Jec.


"Aku menginginkan istrinya Bos kamu itu,kerena Nona kami mengiginkanya."jawab Jec dengan sebutan liciknya itu.

__ADS_1


"Tenang Men,, tidak semudah itu kamu mendapatkan Nona kami itu."senyuman Didik menakutkan Didik tampak dari wajahnya itu.


"Berapa kamu dibayar untuk perempuan itu?"ucap Jec lagi sedikit tidak sopan.


"Aku bukan seperti diri kamu Jek mau saja seperti ajing peliharaan wanita sialan itu dari dulu."ucap Didik sedikit megejek Jek.


"Kamu jangan menghinaku bajingan,dirimu tidak jauh berbeda denganku sialan."ucap Jec emosi.


"Haa..Haaaaa...aku tidak mau jadi peliharaan orang Jek, aku bekerja untuk Orang yang mempercayai ku dan timku, dengan gaji bulanan yang dikasih rata untuk kami semua, aku bukan orang bayaran seperti mu!! "ucap Didik dengan tatapan yang tidak bisa diartikan menatap Jec denagan dongkol.


"Sialan kau berdebah!! "


Jec lansung terpancing dengan apa yang baru dibilang oleh Didik barusan,Jec meyerang Didik dengan sebuah tinju yang hampir mengenai kepalahnya,namun dengan cepat Didik menatap tangan kanan Jec dan memutar tangan itu sehinga membuat Jec langsung tebalik kebelakang dengan hantaman Didik yang kuat.


"Kalian cepat selesaikan ini!!ucap Jek pada Anak buahnya itu.


Dua kelompok itu bertarung saling aduh jotos, saking tiju,tampak ada yang mau mengalah adanya emosi masing-masing yang sekarang yang mereka lakuakan.


Anre melihat Didik mulai kewalahan melawan anak buak Jec mau tidak mau dia harus keluar juga meninggalkan Afiyah dalam mobil itu.


"Sialan kalian bisa main keroyok, sini lawan aku ucap Anre pada anak buah yang menyerang Didik.


"Apa kamu mau mampus ditangan mereka."ucap Anre sambil berkelahi mematahkan salah satu tangan musuh mereka.


Dengan sigap Anre melumpuhkan serangan lawanya saat itu termasuk Jec yang sudah tidak berdaya lagi."disaat Mereka berdua legah, Jec hendak memukul Didik dan Anre denga kayu yang ada di dekatnya itu, Afiyah melihat itu juga tidak senang, Afiyah turun dari mobil itu dan menedang Jek dengan sigap, termasuk dengan anak buah Jec akan menangkapnya.


Anre dengan sigap membantu Afiyah sedang bertarung dengan Jec dan anak buah,Didik memperhatikan Afiyah juga singap bermain tinju dengan cepat dia melumpukan musuh.


"Mantap Nona, aku salut dengan anda!!ucap Didik yang sedang beradu punggung masih pokus pada lawan mereka.


"Jangan gila Kang Didik aku baru ini merasakan bertarung dengan lawan sesungguhnya."


"Baiklah kita lumpukan mereka jika tidak kita yang akan celaka."ucap Didik dengan semagat.


"Baiklah kang siapa takut.!" ucap Afiyah senyumannya.


Mereka kembali melawan anak buah yang bayak dari anak buah Didik dan Anre hari ini,anak buah Anre sudah bayak mulai tidak bertenaga lagi melawan mereka yang lebih bayak dari jumlah mereka.


"Bagai mana ini kita tingal bertiga saja lagi An,dan Nona Afiyah jika bantuan juga tidak datang kita tidak dapat melawan mereka lagi mereka terlalu banyak untuk kita lawan."ucap Didik.

__ADS_1


"Tidak Ada jalan lain kita harus bisa keluar dari sini,Nona Afiyah anda harus bisa kabur dari sini biarkan kami berdua yang membereskan ini."ucap Anre.


"Tidak mungkin aku meningalkan kalian berdua disini kang,demi nyawaku kalian akan mengorbankan hidup kalian."ucap Afiyah tidak mau lari dari mereka.


"Jangan gils Nona,sudah tangung jawab kami untuk melindungi Nona saat ini."ucap Didik lagi.


"Tidak,, aku tidak mau pergi mari kita hadapi ini sama-sama kang,aku juga tidak mau menjadi pengecut, jika aku mati disini berakti hidupku sampai disini."ucap Afiyah tidak mau meningalkan tempat itu.


"Ayoklah Nona,megikutlah apa kata kami,ada Putra anda dirumah yang menunggu anda saat ini."bujuk Anre lagi.


"Dia aman dirumah sama orang tua suamiku."ucap Afiyah tidak mengalah.


Diaat mereka sedang berdebat tiba-tiba saya Jek memulkul Anre dan Didik dipundak mereka sehinga mereka berdua terjatuh karena menahan sakit akibat pukulan benda yang baru kenak dipundak dan pugung nya itu.


"Akhirnya kau bisa aku lumpukan Sialan, kalian bawak dia."ucap Jec pada anak buah.


Anak buah Jec menangkap Afiyah dengan susah kereana Afiyah tidak semuda itu, kerena dia juga hebat dalam bertarung,sedikit ilmu belah diri waktu dia di Italia dulu belajar.


Sampai akhirnya Afiyah juga diperlakukan yang sama oleh Jec kerena Afiyah susah dutaklukkan akhirnya Jec memukulkan sebatang balok dipundanya, sama seperti penjaganya tadi,Jek selalu licik dan curang.


"Jika aku tidak bermain dengan curang pasti aku tidak biasa melupuhkan kalian."ucap Jec pada Anre dan Didik yang tidak bisa bangkit lagi kerena pundaknya terasa sakit.


"Sialan kau Jec,aku tidak kan membiarkan kamu hidup."ucap Didik emosi.


"Bawak wanita itu pada Nona."suruh Jec pada anak buahnya.


"Sampai jimpa kembali nantik musuh bebuyutku!! ucap Jec pada Kedua orang orang yang saat ini menatapnya dengan rasa kesal.


"Sialan kau Jec!!"teriak Anre mekihat mobil mereka meningalkan Tempat itu.


"Kita gagal menjaga Nona An,sialan itu bermain curang."ucap Didik dengan tagisnya.


"Kita harus bilang apa pada Tuan Alif."


"Kenapa sampai sekarang bantuan yang kirimkan Tuan Alif tidak sampai pada kita An,lihatlah kita tidak bisa bergerak tubuhku rasanya sungguh sangat sakit, apalagi Nona saat ini."Ucap Didik sangat kawatir pada istrinya Bosnya itu.


30 menit setelah Jec dan anak buahnya pergi dari lokasi itu baru datang polisi yang akan membantu Didik dan anak buahnya,sampai disitu polisi itu sangat kaget melihat Mereka sudah pada tumbang semua, polisi dan anggota yang lain membatu Didik dan Anre untuk dibawa ke rumah sakit terdekat yang berada disekitar sana.


************

__ADS_1


__ADS_2