MANTAN TAPI CINTA

MANTAN TAPI CINTA
Perjalanan Kepakrik Milik Pak Wira membuat Mama Alin Merasa Lelah


__ADS_3

Paginya Pak Wira dan Mama Alin sudah siapa untuk berangkat ke desa makmur untuk melihat kedaan pakriknya disana kerena sudah lama juga mereka tidak datang ke pakrik itu.


Mama Alin menyiapkan Beberapa helai pakaian gantik untuk mereka kerena merekan melakukan perjalanan setengah hari ke desa itu.


"Ma apa kamu sudah siap dengan barang-barang keperluan kita karena kita akan meginap Beberapa hari di perkebunan itu,Papa sudah bilang Tarjo untuk membersihkan Villa kita yang ada dekat perkebunan."ucap Pak Wira pada istrinya itu.


"Sudah kita berangkat sekarang. "ucap Mama Alin.


"Ayok kita sarapan dulu,kamu bilang pada Bik Nining untuk pangil Pak Jubri hari ini dia yang megantar kita kesana kerena papa tidak mau membawa mobil kerena jauh juga."ucap Pak Wira.


"Baiklah, Mama cari Bik Nining dulu ya."Ucap Mama Alin pada suaminya itu.


Pak Wira berajak keluar dari kamarnya itu sambil membawa satu kopek pakaian untuknya dan istrinya selama didesa Makmur.


Setelah itu Pak Wira serapan pagi dulu sebelum mereka berangkat.


Mama Alin dan Pak Wira segera sarapan, Alif turun dengan stelan jas yang membuatnya sangat tampan memakai seragam pisual kantornya itu.


"Selamat pagi Pa-Ma,kalian jadi berangkat pagi ini?"ucap Alif pada kedua orang tuanya itu.


"Papa pilih pagi ini saja berangkatnya kerena Papa bisa lansung ke pakrik untuk melihat kenerja karyawan kitadisanan dan bagian akmin juga,kerena Pemegang dan penagung jawab pakrik itu saat ini pegang oleh Pino,pemudah itu sangat cekat dalam mengerjakan ini semua,Papa sangat senang padanya."


"Papa berangkat berdua saja sama Mama?"


"Tidak,ada Pak Jupri yang akan bawak mobil karena papa tidak sanggup Lama-lama nyetirnya."


"Ya sudah Papa Hati-hati dijalan Alif akan berangkat cepat P, hari ini aku ada miting yang tidak bisa aku tingalkan."ucap Alif meminum segelas susu yang sudah menghabiskan satu potong roti, setelah itu Alif berangkat keperuasahaan.


Pak Wira hanya bisa mengelengkan kepala melihat putranya itu,Alif tidak pernah berubah dari dulu selalu tergesa-gesa apa yang ingin dilakukan.


"Lihat Ma putra kamu itu, tidak pernah berubah."


"Biarkan saja Pa dia seperti itu kerena dia lebih senang seperti itu, yang penting dia tidak merugikan orang lain."


"Apa Mama sudah siang makannya, kita bisa lansung berangkat.


"Sudah, bentar Mama pangil Bi Ning dulu.


Mama Alin memangil Bik Ning untuk megemas Piring yang kotor bekas makan mereka pagi ini.


"Bik Ning."

__ADS_1


"Ya,nyonya."


"Kami berangkat dulu ya, bibik jaga rumah dengan baik, Bik Ning ada Skuriti yang temanin Bibik dirumah kerena Alif sangat sibuk belakangan ini."ucap Mama Alin pada Bik Ning.


"Baik Nyoya."


"Dan Satu lagi Bik Ning jangan sampai lupa masakan Alif makan Malam kerena Dia jarang Makan diluar."


"Siap Nyoya. "


"Makanan ini bayak Bik Niang,kalian belum Sarapan ya ?"


"Belum Nyoya kerena Pagi ini semua orang pada sibuk dengan aktivitasnya masing-masing, jadi belum sempat sarapan."


"Ya sudah setelah ini suruh dulu mereka Sarapan pagi,kami berangkat ya Bik, jaga rumah."ucap Mama Alin selalu ramah pada semua yang ada dirumah itu.


"Baik Nyoya, Hati-hati dijalan Nyoya."ucap Bik Ning pada Mama Alin.


Mama Alin lansung keluar menuju mobil yang sudah menunggu mereka berdua dihalaman rumah besar itu.


Mama Alin masuk kedalam mobil canti itu dengan suaminya,Didalam pejalan Mama Alin tidak bayak bicara karena sudah merasa capek sudah tiga jam menepuh pejalanan saat ini.


"Pa,,apa masih jauh ya perjalanan kita ini?"kata Mama Alin sudah sangat capek.


"Tahu begini Mama gak usah ikut pa."ucap Mama Alin sangat menyesal.


"Tidurlah nantik pas disana rasa capek kamu itu akan hilang melihat desa itu sangat indah dan udaranya sangat asri kalau kita berada dipekebunan itu."


"Gitu ya,, Mama sebaiknya tidur saja."ucap Mama Alin sudah menyerah kerena sudah merasa capek.


"Kamu ini semagat mau ikut ditengah perjalanan kamu sudah menyerah Ma."ucap Pak Wira pada istrinya itu tersenyum.


"Tapi ini sangat jauh Pa,apa tidak ada kendaraan lain agar kita cepat bisa sampai?"


"Hanya ini satu-satunya transportasi Ma,tidak Ada pesawat karena disini desa."jelas Pak wira pada istrinya itu.


Sudah lima jam perjalanan dari kota bandung ke desa makmur akhirnya Pak Wira dan Mama Alin sampai juga didesa itu saat ini, kerena hari ini Mama Alin sangat capek, Pak Wira memutuskan untuk ke villa lebih dahulu untuk beristirahat sejenak sambil makan siang dulu di villa karena sudah jam makan siang mereka saat ini.


Setelah rasa capek mereka sudah agak hilang mereka berdua menuju pabrik yang ingin dikunjungi oleh pak Wira.


Saat ini Pak Wira dan Mama Alin sudah ditunggu oleh staf pabrik termasuk Pino sebagai penangung jawab dipakai itu.

__ADS_1


Pak Wira sampai dipakai itu,dia sudah ditunggu oleh Pak Amat yang sudah lama bekerja dipakrik itu.


"Selamat siang Pak Wira."sapa Pak Amat pada Bos besarnya itu.


"Selamat siang kembali Pak Amat, lama kita tidak bertemu."jawab Pak Wira ramah.


"Mungkin saja Pak Wira tidak pernah kesini kerena saya tahu Bapak orangnya sibuk."ucap Pak Amat pada Pak Wira.


"Sekarang saya tidak sesibuk seperti dulu lagi Pak,retena sudah ada putra saya yang mengantikan saya saat ini."


"Syukurlah kalau begitu bapak sudah bisa menikmati hari tua Bapak dengan tenang."ucap Apak Amat pada Bos besarnya itu tegan senyuman.


"Begitulah Pak Amat."balas Pak Wira pada rekannya itu.


"Mari kita lihat-lihat kedalam Pak."ajak Pak Amat pada Bosnya itu.


Pak Wira dan Mama Alin melihat seluruh pabrik itu bagai mana selama ini pabrik milik suaminya itu megelola daun itu menjadi produk dan untuk bahan seduh minuman pagi hari dan bersantai untuk orang banyak.


"Ini sangat menyenangkan Pa,pabrik ini sangat berharga bagi papa selama ini."ucap Mama Alin.


"Ini pabrik ada semenjak Alif lahir ma,makanya Papa tidak membawa kalian berdua kesini."


"Mama Senang disini desa ini tampak tenang tidak ada kebisingan,nyaman dan adem Mama rasa."


"Bagai mana Hilang capeknya bukan ?"


"Benar apa yang Papa Bilang itu,Mama sudah tidak merasa capek lagi.


"Pak mari kita lihat tempat lain, kerena siang ini Pino tidak dapat menyabut kedatang Anda kerena dia sibuk megurus pernikahannya beberapa hari ini dia akan menikah."


"Tidak Masalah Pak Amat,aku mau lihat dibagian Akmin dulu, agar aku bisa melihat kinerja rekan kerja Pino dan tempatnya apa mereka nyaman di ruangan itu,setahuku ruangan kerja mereka selama ini sangat kecil."ucap Pak Wira.


"Kita masih mengunakan ruangan lama Pak, kerena kita belum perna merehap ruangan itu."


"Gitu ya,mari kita kesana Pak." ajak Pak Wira.


"Mari Pak."


Pak Wira keluar dari pabrik pengolahan daun teh itu dan berjalan kearah ruangan kantor selama ini yang digunakan oleh staf kantor dipakrik itu.


Pino dengan tergesa-gesa masuk kedalam ruangannya kerena sudah terlambat datang setelah urusanya selesai.

__ADS_1


"Maafkan saya Pak baru sampai.Ucap Pino pada Pak Amat yang terseyum melihat Pino agak ngos-ngosan.


********


__ADS_2