
Setelah siap mengobati kaki istrinya sedikit lecet itu, Kevin juga ikut mandi membersihkan dirinya, setelah siap mandi kevin kembali membaringkan tibuhnya di samping istrinya itu setelah memakai pakaiaanya.
"Kamu lagi apaan May?" kata kevin pada istrinya, kevin melihat istrinya itu lagi asik dengan Kertas nilai ujian anak yang baru dipriksanya disekolah tadi.
"Ini mas, aku lagi mindai hasil ujian anak-anak untuk aku kasih kepada giru wali kelas nantik, setelah ini aku akan berenti, jadi aku harus menyiapkan dulu kerjaanku." jawab Maya santai di hadapan suaminya itu.
"Apa sudah siap?" kata Kevin lagi.
"Sudah ini aku lagi mau narok, pas hari senin aku tingal kasih."jawab Maya Pada suamainya itu dengan senyuman.
"Eeeeh Mas aku penasaran dari tadi sama kamu, kok bisa pulang cepat sih kamu?" tanya Maya
"Kerena aku sangat merindukan kamu Sayang, jadi jangan tanya alasan aku kembali lebih awal."jawab nya kevin
"Gitu ya!! " kata Maya sedikit senang saat suaminya itu merindukan dia.
"Aku lapar, kita Makan yok !!"kata Kevin.
"Kamu lapar Mas, ayok turun kebawah!! " kata Maya mengajak Kevin turun.
"Ayok!! "
Maya dan kevin turun ke lantai bawah, sampai dibawah Maya Menuju dapur sedangakan kevin tidak langsung keruang makan, Kevin mencari keberadaan Albert dulu dari datang dia belum melihat Albert keren dia langsung tidur kerena lelah selama perjalanan.
Kevin melihat Bundanya baru saja keluar dari kamarnya Ririn.
"Bunda ngapain dikamar Kenzi?" kata Kevin menyapa bundanya itu.
"Kalau sudah bangun sayang?"
"Sudah Bun!! jika dia disini mana akan bisa kevin istirahat Bun, menantu Bunda itu tidak akan senang melihat kevin?" jelas kevin apa adanya pada Bundanya itu.
"Gitu ya." senyum bundanya itu pada Putranya satu-satunya.
"Bunda tegok Albert gak ?"tanya Kevin kembali pada Bundanya itu.
"Baru saja dia Masuk kamar kata mau tidur tapi gak mau tidur-tidur tu matanya.
"Kenapa tu Anak?" kata Kevin heran pada asistennya itu.
"Ya mana Bunda tahu!! " ucap Bunda acuh.
"Mas kata mau makan tapi kok mala duduk disini. " ucap Maya keluar dari ruang makan.
"Udah siap ya?" kata Kevin lagi pada Istrinya itu.
"Sudah!! " kata Maya Santai.
"Aku makan dulu Bun, Belum sempat makan dari pagi." kata Kevin pada Bundanya Saat ini tersenyum saja melihat sepasang suami-istri itu tampak akur.
" Ya sudah sana makan dulu."suruh Bunda Mery
"Bunda gak makan ?" kata Maya pada mertuanya itu.
"Bunda masih kenyang, kalian saja yang makan duluan."jawab bunda mery pada menantunya itu.
"Ya sudah kami makan dulu Ya Bun."kata Kevin merangkul pundak istrinya itu berjalan keruangan makan.
Bunda mery senang melihat mereka tidak ada masalah dengan pernikahan mereka berdua.
Samapai dimeja makan Kevin mekihat lauknya kurang disukainya, Kevin hanya menatap lauk itu saja.
"Kenapa gak dimakan Mas, kok masih ditatap saja tu makanannya?" kata Maya
"Kamu bikin dadar telur deh untuk ku May, lauk ini kurang aku suka."kata Kevin lemas.
"Gitu ya, tungguin bentar ya, aku bikin dulu." Maya beranjak dari dri tempat duduknya, dia mengambil telor dikulkas dan sebatang daun bawang, dengan cepat Maya menyiapkan telor dadar itu karena suamianya itu sudah sangat lapar, setelah siap membuat telor dadar itu Maya meletakan didepan suamianya itu.
"Ini Mas makanlah, Maafkan aku ya karena gak tahu apa yang gak kamu suka." kata Maya pada suaminya itu.
"Gak apa, ayok makan !! " ajak kevin pada istrinya itu.
Maya dan kevin makan diam saja dimeja makan itu tampak ada suara yang keluar, setelah siap dengan makan Kevin lebih dulu meningal ruanga makan,sedangkan Maya membersihkan dulu meja makan dan piring makan mereka lebih dulu, setelah siap Maya bergabung lagi dengan sumianya dan mertuanya saat ini diruang santai.
"Bun rasanya dari Maya sampai kok gak lihat Ririn ya, mana tu anak gak keluar-ksluar dari kamarnya? tanya Maya sedikit bingung.
" Ada dikamar, dari pagi dia muntah terus, jadi tubuhnya agak lemas, biasalah baru hamil Awal jadi lagi masa yang paling susah dijalani wanita." kata Bunda Mery pada Maya.
"Kasihan tu Ririn, apalagi saat ini Kenzi gak dirumah, pasti sulit ya Bun." kata Maya kasihan pada Sahabatnya itu
"Tentu saja sulit Sayang, karena dia masa itulah kita merasakan Sesulitnya, apa lagi ibu kita saat hamil kita dulu belum lagi saat melahirkan,nyawa yang akan dipertemukan demi anak yang kita lahirkan." kata Bunda Mery.
"Aku mau kekamar Ririn Dilu, kasiah bangat tu anak Bun."kata Maya Meningalkan Kevin dan Bunda Mery.
"Terus apa rencana kamu selanjutnya Vin,apa Kamu masih mau meningalkan istrinya kamu disini sendirian?" tanya Bunda
"Ya gaklah Bun, mana mau Kevin Tidur sendirian lagi,istri ada diangurin, sayang Bun!!" kata Kevin asal.
"Ni anak kalau ngomong asal saja." kata Bunda Mary pada Putranya itu.
__ADS_1
"Terus Kevin harus ngomong apa sih Bun, bukankah benar ucapan aku tadi."kata Kevin santai.
"Benar tapi jaga tu mulut sikit kenapa si Vin, entar Istrinya kanu dengar gak enak."tegur Bunda Maya.
"Kalau dia tidak akan akan mudah Tersinggung Bun, Kevin lebih tahu sifat menantu Bunda itu.
"Tunggu Dilu Bun, apa Bunda tidak akan ikut tingal sama kita Dijakarta, apa Bunda akan tetap disini?"tanya Kevin pada Bundanya.
"Untuk saat ini belum Vin kenangan Papa Kamu bayak disini, sulit untuk Bunda meningalkan rumah yang penuh kenangan ini, Bunda Akan selalu disini samapai Bunda Tidak kuat lagi untuk mengurus diri Bunda, Dulu bunda berjanji pada Papa kamu akan menghabiskan masa tua kami disini,sampai dia megebuskan nafas terakhir dirumah ini."kata Bunda Mery sedikit sedih.
"Maafkan Kevin Bun,membuat Bunda Sedih lagi." kata Kevin menatap Bundanya itu.
"Gak apa,kamu harus menjaga perusahaan dan Hotel dari Aset yang sudah diwariskan Papa pada Kamu Nak, jagalah itu untuk Anak dan keturunan kamu untuk kedepannya, dan juga jaga istrinya kamu baik-baik kerena dia sudah tidak memiliki orang tua lagi, walau dia masih punya ayah tapi Maya tidak pernah bertemu dengannya lagi dari kecil sampai sekarang."
"Kevin tidak sejahat itu Bun, untuk menyakiti wanita, walau Kevin memiliki semuanya,Kevin sagat menghargai Wanita karena Bundaku." kata Kevin mencium pipi Bundanya itu.
"Sudah besar pun kamu Masih juga cium-cium Bunda Vin,istrinya kamu saja dicium sana." kata Bunda mery pada Kevin.
"Kalau itu lain Bun,itu ada cara spesialnya." kata Kevin lagi bercanda pada Bundanya itu.
"Issss dasar ni anak." kata Bunda Mencubit perut Kevin.
"Ampun Bun,, jangan dicubut, ni perut dari tadi sudah habis kenak cubit saja,aku rasa sudah lecet ni." kata Kevin asal.
"Emang kenapa dengan perut kamu itu?"kata Bunda mery kepo.
"Menantu Bunda itu lebih Sadis lagi dari Bunda."kata Kevin asal
"Emangnya istrinya kamu kdrt sama kamu?" canda bundanya lagi.
"Ahhh Bunda Sama menantu sama saja,suka yiksa!! kesal kecin beranjak keluar mencari angin ditaman depan rumah cantik itu.
Kevin duduk santai sambil megisap satu batang rokok yang segaja dibawanya dari dalam, kerena jika didalam pasti nantik Bundanya tidak suka Kevin merokok.
"Kamu disini Mas,sudah merokoknya Mas,itu tidak baik untuk kesehatan kamu." kata Maya mengambil rokok yang ada ditangan Kevin.
"Sayang tingal sedikit lagi, jangan dimatikan!!"kata Kevin pada istrinya itu.
"Sayang Rokok, apa sayang aku?" kata Maya pada suaminya itu.
"Tentu sayang kamulah,sini duduk!!" ajak Kevin menarik tubuh istrinya itu kepelukannya.
"Mas kamu apaan sih, ini diluar main pekuk-peluk aja kamu."kata Maya ingin turun dari atas paha suaminya itu.
"Sebentar saja, jangan bergerak sayang, entar burungnya Bagun."kata Kevin berbisik diteligah istrinya itu.
"Isss kamu ini ya!! " ucao Maya Mencubut perut Kevin kembali."
"Rasain itu biar kapok,jika ingin mesum sama istri jangan diluar!! "kata Bunda Mery yang tiba-tiba juga berada ditaman itu.
"Bunda kenapa kesini Sih!!! "kata Kevil kesal pada kedua wanita cantik yang ada dihadapannya itu.
"Bunda mau kemana ?"kata Maya melihat mertuanya itu mau naik keatas Motor skupiy warna hitam itu.
"Bunda ingin keluar bentar, suntuk Bunda melihat Kelian berdua bermesraan kayak gitu."kata Bunda Mery santai.
" Jika mau Manja-manja sama istrinya sana masuk kekamar jangan diluar." kata Bunda Meriy pada putranya itu santai megas motornya.
Kevin hanya tersentum saja mendegar ucapan Bundanya itu,kerena bundanya megerti apa yang dipikirkannya saat ini.
"Kamu kenapa lagi Mas, kok senyum-senyum gitu?" Tanya Maya melihat Suamianya itu lagi tersenyum mekihat kearahnya.
"Benar juga tu kata Bunda barusan Sayang, mari kita pinda tempat saja." kata Kevin langsung megedong istrinya itu masuk kedalam.
"Lepas Mas,aku takut jajatuh!! "kata Maya
"Jika kamu terus bergerak jangan salahkan aku jika kamu jatuh ke lantai bawah sana." kata Kevin sudah sampai ditangga lantai atas kearah kamarnya.
"Jangan becanda kamu Mas."kata Maya memegang kuat leher suamianya itu.
"Makanya diam." kata Kevin terseyum penuh arti.
Sampai didalam kamar itu Kevin menaruh istrinya itu diatas ranjang empuk itu,dia juga ikut merebahkan tubuhnya disamping istrinya.
Maya Jangan ditanya lagi jantungnya saat ini sudah mau Copot, jika suamianya itu akan memintak Haknya hari ini, habislah dia.
"Kamu kenapa kok pucat kayak gitu?" ucap Kevin santai menatap wajah Maya sudah pucat sedikit takut pada Kevin.
"Mas apa kamu akan memintaknya hari ini?" tanya Maya.
"Emangnya kamu mau ngasih?" Kevin balik bertanya pada istrinya itu.
"Tapi harus sekarang ya, dan harus disini?" kata Maya lagi.
"Jika kamu siap sekarang ayok!! " ajak Kevin megerjai istrinya itu.
"jangan sekarang Mas, aku malu jika disni, apa kata Bunda nantik, aku gak enak sama bunda." kata Maya lemas pada suaninya itu.
"Kamu ini lucu sayang jika seperti itu, aku gak akan mintak sekarang, nanti pas waktunya kamu gak bisa nolak lagi.", kata Kevin memeluk istrinya itu dan melayangkan satu ciuman dbibir manis istrinya itu.
__ADS_1
"Kamu gak usah takut kayak gitu aku cuma becanda."kata Kevin megusap wajah cantik Maya, Istirahatlah pasti kamu capek baru pulang dari sekolah." kata Kevin meneluk istrinya itu.
"Terimakasih Mas, masih gerti keadaanya sekarang." Maya Senang pada suaminya itu.
"Tidurlah jangan bicara lagi." kata Kevin lagi.
----------
Sedangakan ditempat Lain saat ini Danil masih megigat Maya, kerena semenjak dia bertemu dengan Maya hatinya masih belum tenang melihat Maya masih bersedih.
Masih ada rasa bersalah itu dihati Danil pada Maya walau Maya sudah memaafkan dirinya dan sudah merelakan Dia menikah dengan Yesi istrinya sekarang, manun tetap saja rasa salahnya pada Maya masih ada.
"Semoga saja kamu bisa menemukan pria yang lebih baik dari aku May, maafkan aku yang sudah membuat kamu terluka,aku kan hidup bahagia dengan keluagaku mulai saat ini, karena aku juga sangat mencintai Istriku,Rasa bersalahku tidak bisa aku lupakan begitu saja May, karena kamu juga pernah singgah diahatiku."kata danil dalam hati.
"Kamu lagi mikir apa lagi Danil,setiap hari kamu ini melamun saja, kenapa ?" ucap Alif pada Danil.
"Aku Masih memikirkan Maya Tuan apa gadis itu bisa hidup bahagia disana?" kata Danil pada Bosnya itu.
"Kamu tidak Usah memikirkan Maya lagi,lepaskan dia dari pikiran kamu, jangan sampai kamu selalu memikirkan dia kamu mengabaikan Yesi, saat ini kamu pokus pada kanduang istrinya kamu."kata Alif mengingatkan Asistennya itu.
"Semoga saja Tuan Kevin bisa menjaga Maya, semoga saja mereka berjodoh." kata Danil sendu.
"Jika itu yang kamu pikirkan Danil, aku juga gak tahu hubungan antara mereka saat ini, kerena Kevin sudah dijodohkan oleh orang tuanya dengan gadis desa yang disukai Bunda Kevin, lanjutan darinya aku gak tahu lagi apa sekarang Kevin sudah menikah atau dia menolak lamaran itu, aku juga gak tahu."kata Alif apa adanya.
Danil Terdiam mendegar penjelasan dari Bosnya itu,pasti Maya sangat kesepian jika Kevin akan menikah dengan orang lain,berakti Maya akan terluka lagi, karena saat mereka bertemu Maya sangat akrab dan dekat sama Kevin, Danil tahu mereka sama-sama menaruh perasaan suka, dilihat dari cara mereka bicara dan kedekatan mereka.
"Sudahlah jangan pikirkan Maya kagi, itu semua sudah jalan hidup kalian."kata Alif menatap Asistennya itu kadang ada rasa kasihan pada Danil.
___ ___ ____
Malamnya mereka berkumpul dirumah Bunda Meriy, saat ini juga Kenzi baru saja kembali Dari Luar kota sorenya.
"Hai Oncong,, kamu kok gak bilang Suami aku pulang dari jakarta hari ini sih?" kata Maya langsung duduk disamping Kenzi.
"Kejutan Dong, masa iya aku bilang sama kamu Kak Kevin kembali hari ini, itu gak kejutan namanya." jawab Kenzi santai.
"Issa Dasar kamu ini ya!!! "kesal Maya pada sahabatnya itu.
"Aduhhhh May jangan Dicubut, cukup Ririn saja yang mencubuit pingangku." kata Kenzi sambil megusap pingangqnya itu.
"Kenapa wanita semua yang ada dirumah ini pada galak ya!! " kata Kenzi
"Eeeh May, apa kamu sudah kasih jatah tu burung kak Kevin ?"Ucap Kenzi suka asal jika ngomong sama Maya.
"Onconggggg!!! Sekali lagi kamu ngomong abis pingang kamu ini!!! kesal Maya sehinga dia mencubitt pingan Kenzi dengan sangat kuat."
"Ampunn May!! aku gak akan bercanda lagi, aduhhh sakit May lepas tu jari kamu dari pingangku dulu."kata Kenzi menahan sakit saat ini Maya tidak mau melepaspan jarinya di pingang Kenzi.
"Kalian ini ribut saja bikin rumah ini berisik saja!! " kata Maisi yang baru datang.
"Lo sudah Datatang Maisi?" kata Kevin
"Terus aku duduk disini apa, setan." kata Maisi santai.
"Kalian berdua lagi ributkan apa sihhh?"
"Dia dulu cari gara sama aku."kata Maya seadanya.
"Ririn mana Ken? Masih bertahan juga tu dikamar?" tanya Maisi.
"Dia masih lemas." kata Kenzi lagi.
"Makanya lo itu jika nyerang istri itu jangan sering-dering, lihatlah itu Ririn gak bisa bangun ulah Lo." kata Maisi.
"Kayak lo tau aja."Balas Kenzi pada sahabatnya itu.
"Kalian bertiga berisik bangat, lagi ribut apaan sih ?"kata Kevin baru saja datang Dengan Arbert
"Kamu dari mana Kak?" kata Kenzi baru lihat Kevin.
"Keluar bentar ada urusan diluar." jawab Kevin santai.
"Kamu ngapain duduk dekat istriku Vin." kesal Kevin pada sepupunya itu.
"ya siapa yang suruh dia duduk dekatku." kata Kenzi santai.
"Sayang kamu pinda sini, jangan suka nyempil sama anak igusan itu." kata Kevin megajak Maya duduk dekatnya.
"Oiii,,sadar ya,igusan kaya gini udah bisa bikin anak kak." kata Kenzi kesalnya pada kakak sepupunya itu.
Lain dua manusia yang ada di hadapan mereka saat ini Maisi dan Albert saat ini saling menatap Kerena Maisi sangat kesal pada Albert tadi siang, yang tidak memintak maaf padanya
"Apa lihat-lihat,mau gue conkel mata." kata Maisi pada Albert.
"Hai Jagan GR Lo ya, sapa yang lihta cewek bar-bar kayak lo itu,gak Iklas mata Gue lihat lo."sambung Albert juga kesal pada Maisi.
" Apa kata lo,gue bar-bar lo bilang, dasar cowok sobong ankuh lo,es balok lo." umpat Maisi kesal.
Sedangan kan ketiga manusia yang ada didepan mereka saat ini hanya bingung saja melihat mereka berdebat, kevin hanya diam saja melihat Albert tidak seperti biasanya mau berdebat dengan sembarang wanita selama ini.
__ADS_1
********